{"id":94748,"date":"2026-04-02T11:10:16","date_gmt":"2026-04-02T04:10:16","guid":{"rendered":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=94748"},"modified":"2026-04-02T11:10:16","modified_gmt":"2026-04-02T04:10:16","slug":"kamis-putih-02-april-2026-5","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=94748","title":{"rendered":"Kamis Putih, 02 April 2026"},"content":{"rendered":"<p>Sabda Kehidupan<br \/>\nKamis 02 April 2026<br \/>\nKamis Putih: Mengenang Perjamuan Malam Terakhir<br \/>\nYohanes 13:1 (Yoh 13:1-15)<br \/>\nYesus telah tahu, bahwa saat-Nya sudah tiba untuk beralih dari dunia ini kepada Bapa. Sama seperti Ia senantiasa mengasihi murid-murid-Nya demikianlah sekarang Ia mengasihi mereka sampai kepada kesudahannya.<\/p>\n<p>Tri Hari Suci, Triduum Paskah<\/p>\n<p>Hari ini kita memulai Tri Hari Suci atau Triduum Paskah, untuk mengenang dan merayakan Misteri Paskah Kristus, yakni sengsara, wafat dan kebangkitanNya.<br \/>\nTri Hari Suci dimulai pada hari Kamis Putih di mana kita mengenang Perjamuan Malam Terakhir Yesus dan murid-muridNya. Kemudian Hari Jumat Agung untuk mengenang wafat Kristus di atas kayu salib. Hari ke tiga adalah Hari Sabtu Suci menjelang Paskah, mengenang detik-detik di mana Yesus bangkit dari antara orang mati, atau Paskah Kristus.<\/p>\n<p>Iman kristiani berawal dari Paskah Kristus. Sabda Tuhan dalam 1 Kor 15:14-17, \u201cJika Kristus tidak bangkit maka sia-sialah iman kita.\u201d<br \/>\nSementara itu Misteri Paskah adalah kesatuan yang tak terpisahkan antara Perjamuan Terakhir, Kematian Yesus dan KebangkitanNya.<br \/>\nKetiga perayaan ini secara sakramental menjadi satu dalam Ekaristi atau Perjamuan Tuhan. Dalam PerjamuanNya bersama murid-muridNya, Yesus menunjukkan cintaNya sampai sehabis-habisnya.<br \/>\nYesus memberikan Tubuh dan DarahNya dalam rupa Roti dan Anggur. Pemberian diri yang total ini nampak nyata dalam pemgorbanan Yesus di atas kayu salib, di mana Ia menjadi Anak Domba Paskah yang disembelih untuk keselamatan seluruh umat manusia.<br \/>\nDengan kebangkitanNya, Yesus mengalahkan kematian dan menebus kita dari dosa serta membawa kita semua masuk dalam kehidupan kekal.<\/p>\n<p>Maka setiap kali kita merayakan Perjamuan Tuhan, kita mengenangkan wafat dan kebangkitan Kristus hingga kedatanganNya kembali. Ekaristi menjadi saat terindah, di man Yesus hadir memberikan diriNya dan menyatukan hidupNya dengan hidup kita.<\/p>\n<p>\u201dTerimakasih ya Yesus, Engkau mencintai kami sampai sehabis-habisnya. Perkenankan kami membalas kasihMu dengan memberikan seluruh hidup kami menjadi roti yang dipecah-pecah dan anggur yang diperas untuk berbagi kasih bersamaMu bagi sesama kami. Semoga hidup kami menjadi ungkapan syukur dan pujian serta persembahan bagi kemuliaanMu. Amin.\u201d<\/p>\n<p>Selamat merayakan Trihari Suci dengan penuh syukur dan sukacita!&#x1f64f;&#x2764;&#xfe0f;&#x1f607;<br \/>\nPs Revi Tanod Pr<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Kalender Liturgi 01 Apr 2026<br \/>\nRabu Pekan Suci<br \/>\nWarna Liturgi: Ungu<br \/>\nBacaan Injil: Mat 26:14-25<br \/>\n************<\/p>\n<p>Bacaan Injil<br \/>\nMat 26:14-25<br \/>\nAnak Manusia memang akan pergi<br \/>\nsesuai dengan apa yang tertulis tentang Dia,<br \/>\ntetapi celakalah orang yang olehnya Anak Manusia itu diserahkan!<\/p>\n<p>Inilah Injil Suci menurut Matius:<\/p>\n<p>Sekali peristiwa<br \/>\npergilah seorang dari kedua belas murid itu,<br \/>\nyang bernama Yudas Iskariot,<br \/>\nkepada imam-imam kepala.<br \/>\nIa berkata, &#8220;Apa yang hendak kamu berikan kepadaku,<br \/>\nsupaya aku menyerahkan Dia kepada kamu?&#8221;<br \/>\nMereka membayar tiga puluh uang perak kepadanya.<br \/>\nDan mulai saat itu Yudas mencari kesempatan yang baik<br \/>\nuntuk menyerahkan Yesus.<\/p>\n<p>Pada hari pertama dari hari raya Roti Tidak Beragi<br \/>\ndatanglah murid-murid Yesus kepada-Nya dan berkata,<br \/>\n&#8220;Di mana Engkau kehendaki<br \/>\nkami mempersiapkan perjamuan Paskah bagi-Mu?&#8221;<br \/>\nJawab Yesus, &#8220;Pergilah ke kota, kepada si Anu,<br \/>\ndan katakan kepadanya: Beginilah pesan Guru:<br \/>\nWaktu-Ku hampir tiba;<br \/>\ndi dalam rumahmulah Aku mau merayakan Paskah<br \/>\nbersama-sama dengan murid-murid-Ku.&#8221;<br \/>\nLalu murid-murid melakukan<br \/>\nseperti yang ditugaskan Yesus kepada mereka,<br \/>\ndan mempersiapkan Paskah.<\/p>\n<p>Setelah hari malam,<br \/>\nYesus duduk makan bersama-sama dengan kedua belas murid itu.<br \/>\nDan ketika mereka sedang makan, Ia berkata,<br \/>\n&#8220;Aku berkata kepadamu, sesungguhnya seorang di antara kamu akan menyerahkan Aku.&#8221;<br \/>\nDan dengan hati yang sangat sedih<br \/>\nberkatalah mereka seorang demi seorang kepada-Nya,<br \/>\n&#8220;Bukan aku, ya Tuhan?&#8221;<br \/>\nYesus menjawab,<br \/>\n&#8220;Dia yang bersama-sama dengan Aku mencelupkan tangannya ke dalam pinggan ini,<br \/>\ndialah yang akan menyerahkan Aku.<br \/>\nAnak Manusia memang akan pergi<br \/>\nsesuai dengan yang ada tertulis tentang Dia,<br \/>\ntetapi celakalah orang<br \/>\nyang olehnya Anak Manusia itu diserahkan!<br \/>\nAdalah lebih baik bagi orang itu<br \/>\nsekiranya ia tidak dilahirkan.&#8221;<br \/>\nYudas, yang hendak menyerahkan Yesus itu menyahut,<br \/>\n&#8220;Bukan aku, ya Rabi?&#8221;<br \/>\nKata Yesus kepadanya, &#8220;Engkau telah mengatakannya.&#8221;<\/p>\n<p>Demikianlah sabda Tuhan.<br \/>\n*************<\/p>\n<p>Dalam Injil hari ini tentang salah satu momen paling memilukan dalam kisah Yesus adalah pengkhianatan oleh salah satu murid-Nya sendiri. Yudas Iskariot, seorang murid yang berjalan bersama Yesus, yang mendengarkan ajaran-Nya, yg melihat mukjizat-Nya, dan yg makan bersama-Nya, memilih untuk mengkhianati-Nya demi tiga puluh keping perak. Bagaimana mungkin seseorang yang begitu dekat dengan Yesus berpaling dari-Nya?<br \/>\nNamun di tengah gelapnya peristiwa ini, kita menemukan pesan yang lebih dalam yaitu tentang tujuan, cinta, dan penebusan.<\/p>\n<p>Pada Perjamuan Terakhir, Yesus secara terbuka berkata, \u201cSesungguhnya Aku berkata kepadamu, salah seorang di antara kamu akan mengkhianati Aku.\u201d Para murid terkejut dan berkata \u201cTentu bukan aku, Tuhan?\u201d Tetapi Yesus tidak terkejut dan Dia tahu apa yang telah dilakukan Yudas. Dia tahu apa yang akan terjadi. Namun demikian, Dia masih duduk bersama Yudas. Dia makan bersamanya. Dia masih berbicara kepadanya dengan lembut. Yesus tidak marah atau menolaknya. Dia membiarkan momen itu terjadi karena Dia tahu bahwa Rencana Allah sdg berjalan.<\/p>\n<p>Momen ini menunjukkan sebuah kebenaran mendasar bahwa tujuan Tuhan tidak pernah digagalkan oleh kegagalan manusia. Pengkhianatan Yudas tidak merusak rencana Tuhan; bahkan, itu adalah bagian dari rencana-Nya. Meskipun Yudas bertindak karena keserakahan dan niat yang salah arah namun Tuhan tetap memegang kendali. Salib akan datang dan tidak akan terhentikan. Inilah yg akan Tuhan gunakan untuk kebaikan terbesar yang pernah dikenal dunia yaitu keselamatan kita manusia.<\/p>\n<p>Jadi, Injil hari ini mengingatkan kita akan tiga hal:<br \/>\n1. Rencana Allah tidak dapat dihentikan, bahkan oleh pengkhianatan.<br \/>\n2. Yesus memahami rasa sakit karena disakiti oleh orang terdekat.<br \/>\n3. Selalu ada jalan kembali kepada Yesus bagi mereka yang bertobat.<\/p>\n<p>Kita mungkin sedang melewati masa-masa penuh kesedihan atau penyesalan. Kita mungkin merasa telah mengecewakan Yesus. Tetapi sebenarnya Dia masih mengundang kita ke meja perjamuan. Dia masih menawarkan kasih-Nya.<br \/>\nPada akhirnya, kisah Yudas tidak menghentikan kisah Tuhan. Begitu jg kisah kita masing\u00b2 tdk menghentikan kasihNya kpd kita.<\/p>\n<p>RP. PAUL KERANS, SVD<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sabda Kehidupan Kamis 02 April 2026 Kamis Putih: Mengenang Perjamuan Malam Terakhir Yohanes 13:1 (Yoh 13:1-15) Yesus telah tahu, bahwa saat-Nya sudah tiba untuk beralih dari dunia ini kepada Bapa. Sama seperti Ia senantiasa&#46;&#46;&#46;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":90462,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1,20],"tags":[],"class_list":["post-94748","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-bacaan-harian","category-renungan-text"],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/katolikindonesia.org\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/app-2026.png","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/94748","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=94748"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/94748\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":94749,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/94748\/revisions\/94749"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/90462"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=94748"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=94748"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=94748"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}