{"id":94636,"date":"2026-03-31T08:57:21","date_gmt":"2026-03-31T01:57:21","guid":{"rendered":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=94636"},"modified":"2026-03-31T08:57:21","modified_gmt":"2026-03-31T01:57:21","slug":"selasa-31-maret-2026-5","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=94636","title":{"rendered":"Selasa, 31 Maret 2026"},"content":{"rendered":"<p>Sabda Kehidupan<br \/>\nSelasa 31 Maret 2026<br \/>\nHari Selasa Dalam Pekan Suci<br \/>\nYohanes 13:31-32 (Yoh 13:21-33, 36-38)<br \/>\nSesudah Yudas pergi, berkatalah Yesus: &#8220;Sekarang Anak Manusia dipermuliakan dan Allah dipermuliakan di dalam Dia. Jikalau Allah dipermuliakan di dalam Dia, Allah akan mempermuliakan Dia juga di dalam diri-Nya, dan akan mempermuliakan Dia dengan segera.\u201d<\/p>\n<p>Kemuliaan Di Balik Sengsara<\/p>\n<p>Hari -hari sengsara Yesus telah tiba. Salah satu hal yang sangat menyengsarakan Yesus adalah pengkhianatan Yudas. Betapa menyakitkan dikhianati teman sendiri yang begitu dekat. Lebih parah lagi Yudas menjual persahabatannya dengan Yesus hanya untuk mendapatkan 30 keping perak.<\/p>\n<p>Sesungguhnya Yesus bisa saja menahan Yudas agar tidak mengikuti dorongan Iblis yang telah menguasai pikirannya. Namun Yesus lebih taat pada kehendak BapaNya daripada mengikuti keinginanNya sendiri.<br \/>\nUmat manusia harus ditebus dan diselamatkan dari akar dosa dan caranya tidak lain adalah dengan masuk ke sarang Iblis, itulah kengerian kematian.<\/p>\n<p>Apa yang paling menyengsarakan dan menyakitkan yang dialami manusia, dijalani Yesus sebagai ungkapan cintaNya yang tak terhingga bagi kita.<br \/>\nOleh karena itu, jalan sengsaraNya menjadi jalan kemuliaan untuk penebusan umat manusia melalui kematian dan kebangkitanNya.<br \/>\nKiranya kitapun diberanikan untuk menghadapi segala konsekwensi dari cinta yang tanpa syarat.<br \/>\nKita bukanlah pecundang yang takut ditolak dan hanya mau mencari senang atau menang sendiri.<br \/>\nYesus memberanikan kita untuk tidak menyerah menghadapi pengkhianatan. Bersama Yesus kita menjadi pemenang yang gagah berani, menjalani sengsara dan derita dengan penuh iman dan cinta.<\/p>\n<p>Bila khianat, penolakan, luka dan sengsara harus kita jalani untuk perjuangan yang luhur dan mulia, kita mohon agar Yesus menguatkan kita untuk bertahan dan setia. Di balik semuanya itu ada kemuliaan kemenangan Paskah. Kita mati dan bangkit bersama Yesus.<\/p>\n<p>Mari terus melangkah maju dan jangan menyerah. Yesus beserta kita.&#x1f64f;&#x2764;&#xfe0f;&#x1f607;<br \/>\nPs Revi Tanod Pr<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Kalender Liturgi 31 Mar 2026<br \/>\nSelasa Pekan Suci<br \/>\nWarna Liturgi: Ungu<br \/>\nBacaan Injil: Yoh 13:21-33.36-38<br \/>\n***********<\/p>\n<p>Bacaan Injil<br \/>\nYoh 13:21-33.36-38<br \/>\nSalah seorang di antara kamu akan menyerahkan Aku&#8230;<br \/>\nSebelum ayam jantan berkokok, engkau akan menyangkal Aku tiga kali.<\/p>\n<p>Inilah Injil Suci menurut Yohanes:<\/p>\n<p>Di dalam perjamuan Paskah dengan murid-murid-Nya<br \/>\nYesus sangat terharu, lalu bersaksi,<br \/>\n&#8220;Aku berkata kepadamu,<br \/>\nsesungguhnya seorang di antara kamu akan menyerahkan Aku.&#8221;<\/p>\n<p>Murid-murid itu memandang seorang kepada yang lain;<br \/>\nmereka bertanya-tanya siapa yang dimaksudkan-Nya.<br \/>\nSeorang di antara murid-murid Yesus,<br \/>\nyaitu murid yang dikasihi-Nya,<br \/>\nbersandar dekat kepada-Nya, di sebelah kanan-Nya.<br \/>\nKepada murid itu Simon Petrus memberi isyarat dan berkata,<br \/>\n&#8220;Tanyakanlah siapa yang dimaksudkan-Nya!&#8221;<br \/>\nMurid yang duduk dekat Yesus itu berpaling<br \/>\ndan berkata kepada Yesus,<br \/>\n&#8220;Tuhan, siapakah itu?&#8221;<br \/>\nJawab Yesus, &#8220;Dia adalah orang,<br \/>\nyang kepadanya Aku akan memberikan roti,<br \/>\nsesudah Aku mencelupkannya.<br \/>\n&#8220;Sesudah berkata demikian, Yesus mengambil roti,<br \/>\nmencelupkannya dan memberikannya kepada Yudas,<br \/>\nanak Simon Iskariot.<\/p>\n<p>Dan sesudah Yudas menerima roti itu, ia kerasukan Iblis.<br \/>\nMaka Yesus berkata kepadanya,<br \/>\n&#8220;Apa yang hendak kauperbuat, perbuatlah dengan segera.&#8221;<br \/>\nTetapi tidak ada seorang pun<br \/>\ndari antara mereka yang duduk makan itu<br \/>\nmengerti apa maksud Yesus mengatakan itu kepada Yudas.<br \/>\nKarena Yudas memegang kas, ada yang menyangka<br \/>\nbahwa Yesus menyuruh dia membeli apa-apa<br \/>\nyang perlu untuk perayaan itu,<br \/>\natau memberi apa-apa kepada orang miskin.<br \/>\nYudas menerima roti itu lalu segera pergi.<br \/>\nPada waktu itu hari sudah malam.<\/p>\n<p>Sesudah Yudas pergi, berkatalah Yesus,<br \/>\n&#8220;Sekarang Anak Manusia dipermuliakan,<br \/>\ndan Allah dipermuliakan di dalam Dia.<br \/>\nJikalau Allah dipermuliakan di dalam Dia,<br \/>\nAllah akan mempermuliakan Dia juga di dalam diri-Nya,<br \/>\ndan akan mempermuliakan Dia dengan segera.<br \/>\nHai anak-anak-Ku,<br \/>\ntinggal sedikit waktu saja Aku bersama kamu.<br \/>\nKamu akan mencari Aku,<br \/>\ndan seperti yang telah Kukatakan kepada orang-orang Yahudi<br \/>\n&#8216;Ke tempat Aku pergi tidak mungkin kamu datang&#8217;<br \/>\ndemikian pula Aku mengatakannya sekarang kepada kamu.<\/p>\n<p>Simon Petrus berkata kepada Yesus,<br \/>\n&#8220;Tuhan, ke manakah Engkau pergi?&#8221;<br \/>\nJawab Yesus,<br \/>\n&#8220;Ke tempat Aku pergi,<br \/>\nengkau tidak dapat mengikuti Aku sekarang,<br \/>\ntetapi kelak engkau akan mengikuti Aku.&#8221;<br \/>\nKata Petrus kepada-Nya,<br \/>\n&#8220;Tuhan, mengapa aku tidak dapat mengikuti Engkau sekarang?<br \/>\nAku akan memberikan nyawaku bagi-Mu!&#8221;<br \/>\nSahut Yesus, &#8220;Nyawamu akan kauberikan bagi-Ku?<br \/>\nSesungguhnya Aku berkata kepadamu:<br \/>\nSebelum ayam berkokok,<br \/>\nengkau akan menyangkal Aku tiga kali.&#8221;<\/p>\n<p>Demikianlah sabda Tuhan.<br \/>\n**********<\/p>\n<p>Ketika kita berdosa, kita sedang menciptakan jarak dengan Tuhan. Namun, meskipun kita berdosa atau mengkhianati Tuhan, kita tetap tidak berada di luar jangkauan penebusan. Yesus sangat mengasihi kita sehingga Dia akan selalu mengampuni kita, tidak peduli berapa kali kita berdosa dan mengkhianati-Nya.<\/p>\n<p>Dalam Injil hari ini, Yesus menyebut pengkhianatan-Nya oleh Yudas Iskariot. Bagaimana mungkin Yudas bisa mengkhianati Tuhan dan Gurunya? Tampaknya tidak terpikirkan bagi rasul ini untuk mengkhianati guru dan tuannya, tetapi itu terjadi. Mengapa? Ini karena Yudas membiarkan Setan mengendalikan dirinya.<\/p>\n<p>Namun yang menyedihkan dari pengkhianatan Yudas adalah hal itu berujung pada kematiannya sendiri. Yudas bisa saja kembali kepada Tuhan, tetapi ia tidak melakukannya. Namun sebaliknya, ia memilih untuk terpuruk dalam keputusasaan yg berujung pada bunuh diri. Seandainya Yudas tahu bahwa Yesus sedang menunggu kepulangannya, ia tidak akan bunuh diri.<\/p>\n<p>Selama kita masih hidup di dunia ini, Setan dan berbagai godaan dosa akan selalu ada untuk menggoda kita. Dan banyak dari kita akan menyerah pada godaan dosa ini. Namun kita tidak boleh lupa bahwa betapapun beratnya dosa kita, kita tidak berada di luar jangkauan penebusan.<br \/>\nTuhan Yesus selalu menunggu kita untuk kembali kepada-Nya! Dia selalu siap untuk merangkul kita kembali dengan Pengampunan, Belas Kasih, dan Kasih tanpa syarat.<\/p>\n<p>P. PAUL KERANS, SVD<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sabda Kehidupan Selasa 31 Maret 2026 Hari Selasa Dalam Pekan Suci Yohanes 13:31-32 (Yoh 13:21-33, 36-38) Sesudah Yudas pergi, berkatalah Yesus: &#8220;Sekarang Anak Manusia dipermuliakan dan Allah dipermuliakan di dalam Dia. Jikalau Allah dipermuliakan&#46;&#46;&#46;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":90462,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1,20],"tags":[],"class_list":["post-94636","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-bacaan-harian","category-renungan-text"],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/katolikindonesia.org\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/app-2026.png","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/94636","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=94636"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/94636\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":94637,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/94636\/revisions\/94637"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/90462"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=94636"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=94636"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=94636"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}