{"id":94223,"date":"2026-03-23T09:52:50","date_gmt":"2026-03-23T02:52:50","guid":{"rendered":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=94223"},"modified":"2026-03-23T09:52:50","modified_gmt":"2026-03-23T02:52:50","slug":"senin-23-maret-2026-5","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=94223","title":{"rendered":"Senin, 23 Maret 2026"},"content":{"rendered":"<p>Sabda Kehidupan<br \/>\nSenin 23 Maret 2026<br \/>\nYohanes 8:10-11 (Yoh 8:1-11)<br \/>\nLalu Yesus bangkit berdiri dan berkata kepadanya: &#8220;Hai perempuan, di manakah mereka? Tidak adakah seorang yang menghukum engkau?&#8221; Jawabnya: &#8220;Tidak ada, Tuhan.&#8221; Lalu kata Yesus: &#8220;Akupun tidak menghukum engkau. Pergilah, dan jangan berbuat dosa lagi mulai dari sekarang.&#8221;<\/p>\n<p>Sebagai Siapakah Saya Dalam Kisah Injil Ini?<\/p>\n<p>Bacalah keseluruhan kisah Injil hari ini mengenai seorang perempuan yang kedapatan berzinah dan dibawa ke hadapan Yesus oleh para ahli Taurat dan orang Farisi untuk dimintai pendapatNya.<br \/>\nMarilah kita merenungkan kisah Injil ini dengan bertanya pada diri sendiri, \u201cSebagai siapakah saya dalam kisah Injil ini?\u201d<\/p>\n<p>Kita mulai dengan menjadi seperti ahli Taurat dan orang Farisi. Mereka datang membawa batu untuk merajam perempuan malang yang kedapatan berbuat zinah. Mereka merasa orang-orang suci yang pantas menghakimi orang lain yang berdosa. Mereka juga datang hendak menjebak Yesus untuk mencari kesalahanNya dengan memanfaatkan kesalahan perempuan itu. Jadi mereka datang dengan membawa batu kebencian, prasangka dan iri serta dengki, yang siap dilemparkan kepada orang lain. Apakah kita punya sikap seperti itu?<br \/>\nYesus mengajak kita untuk masuk ke dalam diri sendiri, memeriksa hati nurani agar jangan cepat menghakimi orang lain. Ada waktu bagi kita untuk berbalik dan membatalkan semua niat buruk melalui penyesalan dan pertobatan.<\/p>\n<p>Mari melihat diri sebagai perempuan yang tertangkap berzinah. Ia seharusnya mati dirajam dengan batu karena dosanya. Hukum Taurat membenarkan hukuman mati ini. Perempuan ini tidak punya harapan untuk selamat. Baginya itulah hari terakhir hidupnya. Namun ia mendapati bahwa ternyata ia masih hidup. Para penghukum telah pergi dan tinggallah ia bersama Yesus. Yesus pun tidak menghukum dia sesudah Yesus menyelamatkannya dari singa-singa buas yang menghendaki kematiannya.<br \/>\nKita juga adalah pendosa seperti perempuan ini. Kita pantas dihukum dan kehilangan martabat kita. Tapi Yesus rela mati bagi kita sekalipun kita pendosa. Ia tidak membenarkan kedosaan kita, tapi Ia sangat mencintai kita dan ingin kita selamat dan bahagia bersamaNya. Mari datang selalu pada Yesus dan berterimakasih atas pertolonganNya. Jangan pernah lagi menjauh dariNya.<\/p>\n<p>Yang terutama dari pesan Injil ini, mari menjadi seperti Yesus yang selalu peduli dan tergerak hati oleh belaskasihan. Ia selalu melihat kebaikan orang lain dan meneguhkannya. Ia mengangkat mereka yang hina dan yang tidak diperhitungkan lagi. Ia memulihkan martabat sesama dan menuntunnya pulang. Bahagianya punya hati seperti Yesus.<br \/>\n\u201dYa Yesus yang lemah lembut dan rendah hati, jadikanlah hati kami seperti hatiMu. Amin.\u201d<\/p>\n<p>Semangat Senin! Buanglah batu untuk menghakimi orang. Lembutkan hati, jadilah seperti Yesus.&#x2764;&#xfe0f;<br \/>\nPs Revi Tanod Pr<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Kalender Liturgi 23 Mar 2026<br \/>\nSenin Prapaskah V<br \/>\nPF S. Turibius dari Mongrovejo, Uskup<br \/>\nWarna Liturgi: Ungu<br \/>\nBait Pengantar Injil: Yoh 33:11<br \/>\nBacaan Injil: Yoh 8:1-11<br \/>\n************<\/p>\n<p>Bait Pengantar Injil<br \/>\nYoh 33:11<br \/>\nAku tidak berkenan kepada kematian orang fasik,<br \/>\nmelainkan kepada pertobatannyalah Aku berkenan,<br \/>\nsupaya ia hidup.<\/p>\n<p>Bacaan Injil<br \/>\nYoh 8:1-11<br \/>\nBarangsiapa di antara kamu tidak berdosa,<br \/>\nhendaklah ia yang pertama melemparkan batu kepada perempuan ini.<\/p>\n<p>Inilah Injil Suci menurut Yohanes:<\/p>\n<p>Sekali peristiwa Yesus pergi ke bukit Zaitun.<br \/>\nDan pagi-pagi benar Ia berada lagi di Bait Allah,<br \/>\ndan seluruh rakyat datang kepada-Nya.<br \/>\nYesus duduk dan mengajar mereka.<\/p>\n<p>Maka ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi<br \/>\nmembawa kepada Yesus<br \/>\nseorang perempuan yang kedapatan berbuat zinah.<br \/>\nMereka menempatkan perempuan itu di tengah-tengah<br \/>\nlalu berkata kepada Yesus,<br \/>\n&#8220;Rabi, perempuan ini tertangkap basah<br \/>\nketika ia sedang berbuat zinah.<br \/>\nMusa dalam hukum Taurat memerintahkan kita<br \/>\nuntuk melempari dengan batu<br \/>\nperempuan-perempuan yang demikian.<br \/>\nApakah pendapatmu tentang hal itu?&#8221;<br \/>\nMereka mengatakan hal itu untuk mencobai Yesus,<br \/>\nsupaya mereka memperoleh sesuatu untuk menyalahkan-Nya.<br \/>\nTetapi Yesus membungkuk lalu menulis di tanah dengan jari-Nya.<br \/>\nDan ketika mereka terus-menerus bertanya kepada-Nya,<br \/>\nIa pun bangkit berdiri lalu berkata kepada mereka,<br \/>\n&#8220;Barangsiapa di antara kamu tidak berdosa,<br \/>\nhendaklah ia yang pertama melemparkan batu<br \/>\nkepada perempuan itu.&#8221;<br \/>\nLalu Yesus membungkuk pula dan menulis di tanah.<br \/>\nTetapi setelah mereka mendengar perkataan itu,<br \/>\npergilah mereka seorang demi seorang,<br \/>\nmulai dari yang tertua.<br \/>\nAkhirnya tinggallah Yesus seorang diri dengan perempuan itu,<br \/>\nyang tetap di tempatnya.<\/p>\n<p>Lalu Yesus bangkit berdiri dan berkata kepadanya,<br \/>\n&#8220;Hai perempuan, di manakah mereka?<br \/>\nTidak adakah seorang yang menghukum engkau?&#8221;<br \/>\nJawabnya, &#8220;Tidak ada, Tuhan.&#8221;<br \/>\nLalu kata Yesus, &#8220;Aku pun tidak menghukum engkau.<br \/>\nPergilah, dan jangan berbuat dosa lagi mulai dari sekarang.&#8221;<\/p>\n<p>Demikianlah sabda Tuhan.<br \/>\n***********<\/p>\n<p>  \u210d <\/p>\n<p>\u201cAkupun tidak menghukum engkau. Pergilah, dan jangan berbuat dosa lagi mulai dari sekarang,&#8221; (Yoh 8: 11)<\/p>\n<p>Seorang perempuan yang kedapatan berzina dibawa oleh para tua-tua kepada Yesus untuk diadili. Mereka berharap Yesus akan mengeluarkan pernyataan yang bertentangan dengan &#8220;hukum Musa&#8221; agar dapat menjebak-Nya.<\/p>\n<p>Kisah Susanna dalam bacaan pertama dan perempuan yang berzinah dalam Injil merupakan ungkapan yang kuat tentang keadilan dan belas kasihan ilahi. Bahkan para Farisi mungkin tidak mengharapkan Yesus menghukum mati perempuan yang kedapatan berzinah itu karena orang-orang Yahudi di bawah kekuasaan Romawi tidak memiliki wewenang untuk melakukannya.<\/p>\n<p>Yesus menghindari pertanyaan apakah perempuan itu bersalah atau tidak. Alih-alih menuduh perempuan itu, Ia mengajukan pernyataan balik: &#8220;Barangsiapa di antara kamu tidak berdosa, hendaklah ia yang pertama melemparkan batu kepada perempuan itu.&#8221; Ia mengajak pendengarnya untuk mengakui dosa mereka sendiri sebelum berani menuding orang lain! Dalam Matius 7:1-5 tertulis, &#8220;Jangan kamu menghakimi, supaya kamu tidak dihakimi.&#8221;<\/p>\n<p>Seperti yang diajarkan Yesus, perintah terbesar adalah mengasihi Allah dengan segenap hati, jiwa, dan akal budi, serta mengasihi sesama seperti diri sendiri. Kedua perintah ini merupakan dasar dari seluruh hukum dan para nabi. Sebelum menunjuk selumbar di mata saudaramu, marilah kita mengakui balok kayu di mata kita sendiri. Bukan niat Yesus untuk mengabaikan dosa perempuan yang berzina itu. Ingatlah apa yang Ia katakan: &#8220;Pergilah, dan jangan berbuat dosa lagi mulai dari sekarang.&#8221;<\/p>\n<p>Misi Kristus berpusat pada pengampunan. Para pengikut-Nya diharapkan untuk membagikan misi yang sama: mengampuni bukan tujuh kali, melainkan tujuh puluh kali tujuh kali. Semoga kata-kata yang dikatakan Yesus kepada perempuan itu, \u201cAku pun tidak menghukum Engkau\u201d kita pelajari, kita jadikan milik kita.<\/p>\n<p>Hari-hari ini, saat kita mempersiapkan diri secara mendalam untuk Pekan Suci dan Paskah, kita dipanggil untuk berdamai dengan Allah dan umat-Nya. Sudahkah saya meluangkan waktu untuk menerima sakramen pengampunan? Selain itu, sudahkah berdamai dengan sesama?<\/p>\n<p>Tuhan, ajar aku untuk mengampuni, seperti Engkau telah mengampuniku. Amin.<\/p>\n<p>Selamat beraktivitas di pekan yang baru. Mari saling mengampuni. \u24bf\u24c1\u24ca! &#x2764;&#xfe0f;<br \/>\n&#x2764;\ufe0e.<\/p>\n<blockquote class=\"wp-embedded-content\" data-secret=\"LRBrsSCnw0\"><p><a href=\"https:\/\/sacerdos2000.com\/kasih-tidak-melempar-batu\/\">Kasih Tidak Melempar Batu<\/a><\/p><\/blockquote>\n<p><iframe loading=\"lazy\" class=\"wp-embedded-content\" sandbox=\"allow-scripts\" security=\"restricted\" style=\"position: absolute; visibility: hidden;\" title=\"&#8220;Kasih Tidak Melempar Batu&#8221; &#8212; Sacerdos2000\" src=\"https:\/\/sacerdos2000.com\/kasih-tidak-melempar-batu\/embed\/#?secret=PlBYI81Nyz#?secret=LRBrsSCnw0\" data-secret=\"LRBrsSCnw0\" width=\"500\" height=\"282\" frameborder=\"0\" marginwidth=\"0\" marginheight=\"0\" scrolling=\"no\"><\/iframe><\/p>\n<p>RP Joni Astanto MSC<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sabda Kehidupan Senin 23 Maret 2026 Yohanes 8:10-11 (Yoh 8:1-11) Lalu Yesus bangkit berdiri dan berkata kepadanya: &#8220;Hai perempuan, di manakah mereka? Tidak adakah seorang yang menghukum engkau?&#8221; Jawabnya: &#8220;Tidak ada, Tuhan.&#8221; Lalu kata&#46;&#46;&#46;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":90462,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1,20],"tags":[],"class_list":["post-94223","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-bacaan-harian","category-renungan-text"],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/katolikindonesia.org\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/app-2026.png","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/94223","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=94223"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/94223\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":94224,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/94223\/revisions\/94224"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/90462"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=94223"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=94223"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=94223"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}