{"id":94210,"date":"2026-03-22T21:13:34","date_gmt":"2026-03-22T14:13:34","guid":{"rendered":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=94210"},"modified":"2026-03-22T21:13:35","modified_gmt":"2026-03-22T14:13:35","slug":"senin-23-maret-2026-4","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=94210","title":{"rendered":"Senin, 23 Maret 2026"},"content":{"rendered":"\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>ANTIFON PEMBUKA \u2014 Mazmur 5:62\u2063<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Kasihanilah aku, ya Allah, sebab orang menginjak-injak aku, sepanjang hari orang memerangi dan menghimpit aku.\u2063\u2063<\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>PENGANTAR\u2063:&nbsp;<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Kisah nyata biasanya lebih berbicara dari teori. Dua orang wanita, Susana dan wanita penghibur, dituduh berzina. Bagi kedua nya, terbuka kemungkinan diselamatkan tanpa mengurangi berat dosanya. Yang jelas, pengampunan dari pihak Tuhan mengungguli penalaran insani. Pesan Yesus masih menggema bagi kita, \u201cBarangsiapa tidak berdosa, boleh melemparkan batu pertama.\u201d\u2063\u2063<\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>DOA PEMBUKA\u2063:&nbsp;<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Marilah berdoa: Allah Bapa maha pengasih. demi cinta kasih-Mu yang agung kami Kauperkaya dengan pelbagai karunia. Bantulah kami berbalik dari hidup berdosa menuju hidup baru dan menjadi layak untuk Kerajaan Surga. Demi Yesus Kristus Putra-Mu\u2026..\u2063\u2063<\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>ATAU: \u2063<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Marilah berdoa: Allah Bapa maha penyayang, segala yang kami lakukan, Engkau tahu sedalam-dalamnya. Kami mohon, semoga segala pekerjaan kami Kauresapi semangat cinta kasih-Mu seturut teladan Putra-Mu terkasih, Yesus Kristus, \u2026.\u2063<\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>BACAAN PERTAMA: Bacaan dari Nubuat Daniel 13:1-9.15-17.19-30.33-6 (Singkat: 13:41c-62)<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><em><strong>\u201cSungguh, aku rela mati, meskipun aku tidak melakukan suatu pun dari yang mereka tuduhkan.\u201d<\/strong><\/em><\/h3>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Pada waktu itu Susana dijatuhi hukuman mati atas tuduhan berbuat serong. Maka berserulah Susana dengan suara nyaring, \u201cAllah yang kekal, yang mengetahui apa yang tersembunyi, dan mengenal sesuatu sebelum terjadi, Engkau pun tahu bahwa mereka itu memberikan kesaksian palsu terhadap aku. Sungguh, aku mati, meskipun aku tidak melakukan sesuatu pun dari yang mereka dustakan tentang aku.\u201d Maka Tuhan mendengarkan suaranya. Ketika Susana dibawa ke luar untuk dihabisi nyawanya, Allah membangkitkan roh suci dalam diri seorang anak muda, Daniel namanya. Anak muda itu berseru dengan suara nyaring, \u201cAku tidak bersalah terhadap darah perempuan itu!\u201d Maka segenap rakyat berpaling kepada Daniel, katanya, \u201cApa maksudnya kata-katamu itu?\u201d Daniel pun lalu berdiri di tengah-tengah mereka. Katanya, \u201cDemikian bodohkah kamu, hai orang Israel? Adakah kamu menghukum seorang puteri Israel tanpa pemeriksaan dan tanpa bukti? Kembalilah ke tempat pengadilan, sebab kedua orang itu memberikan kesaksian palsu terhadap perempuan ini!\u201d<br>Maka bergegaslah rakyat kembali ke tempat pengadilan. Orang tua-tua berkata kepada Daniel, \u201cKemarilah, duduklah di tengah-tengah kami dan beritahulah kami, sebab Allah telah menganugerahkan kepadamu martabat orang tua-tua.\u201d Lalu kata Daniel kepada orang yang ada di situ, \u201cPisahkanlah kedua orang tua-tua tadi jauh-jauh, maka mereka akan diperiksa.\u201d<br>Setelah mereka dipisahkan satu sama lain, Daniel memanggil seorang di antara mereka dan berkata kepadanya, \u201cHai engkau yang sudah beruban dalam kejahatan, sekarang engkau ditimpa dosa-dosa yang dahulu telah kauperbuat dengan menjatuhkan keputusan-keputusan yang tidak adil, dengan menghukum orang yang tidak bersalah dan melepaskan orang yang bersalah, meskipun Tuhan telah berfirman: Orang yang tak bersalah dan orang benar janganlah kaubunuh. Oleh sebab itu, jikalau engkau sungguh-sungguh melihat dia, katakanlah: Di bawah pohon apakah telah kaulihat mereka bercampur?\u201d Sahut orang tua-tua itu, \u201cDi bawah pohon mesui!\u201d Kembali Daniel berkata, \u201cBaguslah engkau mendustai kepalamu sendiri! Sebab malaikat Allah telah menerima firman dari Allah untuk membelah engkau!\u201d Setelah orang itu disuruh pergi, Daniel pun lalu menyuruh bawa yang lain kepadanya. Kemudian berkatalah Daniel kepada orang itu, \u201cHai keturunan Kanaan dan bukan keturunan Yehuda, kecantikan telah menyesatkan engkau dan nafsu birahi telah membengkokkan hatimu. Kamu sudah biasa berbuat begitu dengan puteri-puteri Israel, dan mereka pun terpaksa menuruti kehendakmu karena takut. Tetapi puteri Yehuda ini tidak mau mendukung kefasikanmu! Oleh sebab itu katakanlah kepadaku: Di bawah pohon apakah telah kaudapati mereka bercampur?\u201d Sahut orang tua-tua itu, \u201cDi bawah pohon berangan!\u201d Kembali Daniel berkata, \u2018\u201dBaguslah engkau mendustai kepalamu sendiri. Sebab malaikat Allah sudah menunggu-nunggu dengan pedang terhunus untuk membahan engkau, supaya engkau binasa!\u201d<br>Maka berserulah seluruh himpunan itu dengan suara nyaring. Mereka memuji Allah yang menyelamatkan siapa saja yang berharap kepada-Nya. Serentak mereka bangkit melawan kedua orang tua-tua itu, sebab Daniel telah membuktikan dengan mulut mereka sendiri bahwa mereka telah memberikan kesaksian palsu. Lalu mereka diperlakukan sebagaimana mereka sendiri mau mencelakakan sesamanya. Sesuai dengan Taurat Musa kedua orang itu dibunuh. Demikian pada hari itu diselamatkan darah yang tak bersalah.<br>Demikianlah sabda Tuhan<br>U. Syukur kepada Allah.<\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>MAZMUR TANGGAPAN: Mazmur 23:1-3a.3b-4.5.6<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><em><strong>Ref. Sekalipun berjalan dalam lembah yang kelam,<br>aku tidak takut bahaya, sebab Engkau besertaku.<\/strong><\/em><\/h3>\n\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\">\n<li>Tuhan adalah gembalaku, aku tidak kekurangan: \u2018ku dibaringkan-Nya di rumput yang hijau, di dekat air yang tenang. \u2018Ku dituntun-Nya di jalan yang lurus demi nama-Nya yang kudus.<\/li>\n\n\n\n<li>Sekalipun aku harus berjalan berjalan di lembah yang kelam, aku tidak takut akan bahaya, sebab Engkau besertaku; sungguh tongkat penggembalaan-Mu, itulah yang menghibur aku.<\/li>\n\n\n\n<li>Kau siapkan hidangan bagiku dihadapan lawanku, Kauurapi kepalaku dengan minyak, dan pialaku melimpah.<\/li>\n\n\n\n<li>Kerelaan yang dari Tuhan dan kemurahan ilahi, mengiringi langkahku selalu, sepanjang umur hidupku, aku akan diam di rumah Tuhan, sekarang dan senantiasa.<\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>BAIT PENGANTAR INJIL:<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">U :&nbsp;<em>Terpujilah Kristus Tuhan, Raja mulia dan kekal.<\/em><br>S :&nbsp; (Yeh 33:11)&nbsp;<em>Aku tidak berkenan kepada kematian orang fasik, melainkan kepada pertobatannyalah Aku berkenan, supaya ia hidup.<\/em><\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>BACAAN INJIL: Inilah Injil Yesus Kristus menurut Yohanes 8:1-11<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><em><strong>\u201c<em>Barangsiapa di antara kamu tidak berdosa,<\/em><br><em>hendaklah ia yang pertama melemparkan batu kepada perempuan ini<\/em>.\u201d<\/strong><\/em><\/h3>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Sekali peristiwa Yesus pergi ke bukit Zaitun. Dan pagi-pagi benar Ia berada lagi di Bait Allah, dan seluruh rakyat datang kepada-Nya. Yesus duduk dan mengajar mereka.<br>Maka ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi membawa kepada Yesus seorang perempuan yang kedapatan berbuat zinah. Mereka menempatkan perempuan itu di tengah-tengah, lalu berkata kepada Yesus, \u201cRabi, perempuan ini tertangkap basah ketika ia sedang berbuat zinah. Musa dalam hukum Taurat memerintahkan kita untuk melempari dengan batu perempuan-perempuan yang demikian. Apakah pendapatmu tentang hal ini?\u201d Mereka mengatakan hal itu untuk mencobai Yesus, supaya mereka memperoleh sesuatu untuk menyalahkan-Nya. Tetapi Yesus membungkuk lalu menulis di tanah dengan jari-Nya. Dan ketika mereka terus-menerus bertanya kepada-Nya, Ia pun bangkit berdiri lalu berkata kepada mereka, \u201cBarangsiapa di antara kamu tidak berdosa, hendaklah ia yang pertama melemparkan batu kepada perempuan itu.\u201d Lalu Yesus membungkuk pula dan menulis di tanah. Tetapi setelah mendengar perkataan itu, pergilah mereka seorang demi seorang, mulai dari yang tertua. Akhirnya tinggallah Yesus seorang diri dengan perempuan itu, yang tetap di tempatnya.<br>Lalu Yesus bangkit berdiri dan berkata kepadanya. \u201cHai perempuan, di manakah mereka? Tidak adakah seorang yang menghukum engkau?\u201d Jawabnya, \u201cTidak ada, Tuhan.\u201d Lalu kata Yesus, \u201cAku pun tidak menghukum engkau. Pergilah, dan jangan berbuat dosa lagi mulai dari sekarang.\u201d<br>Demikianlah Sanda Tuhan!<br>U. Terpujilah Kristus!<\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>RESI DIBAWAKAN OLEH Br Andreas Gatot Yudoanggono SCJ<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><em><strong>Vivat Cor Iesu per Cor Mariae. Hiduplah Hati Yesus melalui Hati Maria.<\/strong><\/em><\/h3>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Sahabat Resi Dehonian yang dicintai dan mencintai Hati Kudus Yesus.. Salam jumpa Bersama Saya, Br. Andreas Gatot Yudoanggono SCJ dari Rumah SCJ Cipinang Cempedak Jakarta Timur Indonesia, dalam Resi (Renungan singkat) Edisi Senin, 23 Maret 2026, Hari Biasa Pekan Prapaskah ke V. Tema Resi kita kali ini adalah<strong>:&nbsp;<\/strong><strong>\u201cBelas Kasih dan Pertobatan: Jalan Menuju Hidup Baru\u201d&nbsp;<\/strong>Marilah kita mempersiapkan hati untuk mendengarkan bacaan hari ini.&nbsp;Dalam Nama Bapa dan Putera dan Roh Kudus. Amin<\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\"><strong>Para Sahabat, Saudari-saudara yang dikasihi dan mengasihi Hati Yesus.&nbsp;<\/strong>Dalam bacaan Injil hari ini, dikisahkan bahwa ada seorang perempuan yang kedapatan berbuat zinah dan dibawa oleh para ahli Taurat dan orang-orang Farisi kepada Tuhan Yesus. Mereka kemudian menempatkan perempuan itu di tengah-tengah dan menuntut Tuhan Yesus untuk menghakiminya sesuai dengan hukum Musa, yaitu dirajam. Namun Tuhan Yesus tidak langsung menjawab. Ia justru menulis di tanah, lalu berkata, \u201cBarangsiapa di antara kamu tidak berdosa, hendaklah ia yang pertama melemparkan batu.\u201d Mendengar sabda Tuhan itu, maka satu per satu dari mereka pergi, hingga akhirnya hanya tinggal Tuhan Yesus dan perempuan itu. Tuhan Yesus tidak menghukumnya, tetapi memberikan kesempatan baru dengan berkata, \u201cPergilah dan jangan berbuat dosa lagi.\u201d Perikop ini memperlihatkan bahwa belas kasih Tuhan selalu membuka jalan pertobatan.<\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Nah para sahabatku, dari perikop Injil ini apa yang bisa kira renungkan? Saya menawarkan 3 hal saja, yaitu<\/h4>\n\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>Belas kasih Tuhan selalu lebih besar daripada dosa manusia.<\/strong>\u00a0Tuhan Yesus tidak menutup mata terhadap dosa, tetapi Ia lebih dahulu melihat manusia yang membutuhkan belas kasih. Ia tidak menghakimi perempuan itu, melainkan mengangkat martabatnya. Dalam hidup kita, sering kali kita merasa tidak layak, gagal, atau jatuh dalam kesalahan. Namun Injil hari ini menegaskan bahwa kasih Tuhan tidak pernah habis. Ia selalu memberi kesempatan untuk bangkit kembali.\u00a0<em>Lalu pertanyaan bagi kita adalah: \u201cApakah saya percaya bahwa Tuhan tetap mengasihi saya, bahkan ketika saya jatuh dalam kelemahan?\u201d<\/em><\/li>\n\n\n\n<li><strong>Pertobatan dimulai dari keberanian untuk jujur pada diri sendiri<\/strong>: Ketika Tuhan Yesus berkata, \u201cBarangsiapa tidak berdosa, hendaklah ia yang pertama melemparkan batu,\u201d orang-orang itu mulai sadar akan dosa mereka sendiri. Mereka pergi satu per satu. Pertobatan sejati bukan hanya soal menyesal, tetapi keberanian untuk melihat diri dengan jujur dan rendah hati. Masa Prapaskah adalah waktu yang indah untuk membersihkan hati dan memperbarui hidup.\u00a0<em>Pertanyaan refleksi gai kita adalah: \u201cApakah saya berani mengakui kelemahan dan dosa saya di hadapan Tuhan?\u201d<\/em><\/li>\n\n\n\n<li><strong>Pertobatan adalah langkah nyata untuk memulai hidup baru<\/strong>: Tuhan Yesus tidak hanya mengampuni, tetapi juga mengajak perempuan itu untuk berubah: \u201cPergilah dan jangan berbuat dosa lagi.\u201d Pertobatan bukan sekadar kata-kata, melainkan juga tindakan. Bisa berupa memperbaiki sikap, memperdalam doa, atau berdamai dengan sesama. Setiap hari adalah kesempatan baru untuk menjadi pribadi yang lebih baik.\u00a0<em>Refleksi bagi kita adalah: \u201cLangkah kecil apa yang bisa saya lakukan hari ini sebagai tanda pertobatan saya?\u201d<\/em><\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Nah para sahabatku, saudari saudara yang dikasihi dan mengasihi Hati Yesus. Kisah perempuan yang kedapatan berzinah hari ini mengajarkan kepada kita bahwa belas kasih dan pertobatan adalah dua sisi dari rahmat Tuhan. Belas kasih membuat kita tidak putus asa, dan pertobatan membuat kita tidak tinggal dalam dosa. Tuhan selalu membuka pintu bagi siapa saja yang mau kembali kepada-Nya. Selama masa Prapaskah ini, marilah kita datang kepada Tuhan dengan rendah haru dan menaruh pengaharapan penuh kepada Hati Yesus.<\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Semoga Hati Kudus Yesus semakin merajai hati kita sehingga kita berani bertobat dengan tulus, menerima belas kasih-Nya dengan penuh syukur, dan hidup sebagai pribadi yang terus diperbarui setiap hari.<\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\"><em>Hati Yesus yang lemah lembut dan rendah hati, jadikanlah hati kami seperti Hati-Mu. Amin. Dalam nama Bapa dan Putra dan Roh Kudus. Amin. Tuhan memberkati. Berkah Dalem.<\/em><\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>DOA PERSIAPAN PERSEMBAHAN: \u2063<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Allah Bapa sumber kesucian, semoga dala merayakan misteri suci ini kami dapat mempersembahkan kepada-Mu jiwa yang murni dan hati yang gembira sebagai hasil matiraga kami. Demi Kristus, Tuhan\u2063&nbsp;\u2063<\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>ATAU : \u2063<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Allah Bapa maha penyayang. perkenankanlah kami dalam roti anggur ini melihat cinta kasih yang menjiwai Putra-Mu, dan semoga hidup menyerupai Dia. Sebab Dialah \u2026\u2063\u2063<\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>ANTIFON KOMUNI&nbsp; \u2014&nbsp; Yohanes 8:10-11\u2063<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Hai wanita, tiadakah yang menghukum engkau? Tidak seorang pun, Tuhan. Aku pun tidak, tetapi mulai sekarang jangan berdosa la\u2063\u2063<\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>DOA SESUDAH KOMUNI :&nbsp;\u2063<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Marilah berdoa: Allah Bapa mahakudus, Engkau menguatkan kami dengan sakramen-Mu. Semoga berkat dayanya kami selalu Kaubersihkan dari kebiasaan buruk dan Kaujadikan sanggup mengikuti jejak Kristus, sehingga kami dengan mantap menuju kepada-Mu. Demi Kristus, \u2026.\u2063\u2063<\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>ATAU: \u2063<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Marilah berdoa: Allah Bapa harapan orang berdosa, bila umat bertobat, Engkau menampakkan belas kasih-Mu. Kami mohon, semoga kami dapat saling mengampuni, sebagaimana Engkau mengampuni kami. Demi Kristus,\u2026 \u2063<\/h4>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><a href=\"https:\/\/resi.dehonian.or.id\/wp-content\/uploads\/2026\/03\/Resi-Senin-23-Maret-2026-oleh-Br-Andreas-Gatot-Yudoanggono-SCJ-dari-Komunitas-SCJ-Cipinang-Cempedak-Jakarta-Indonesia.mp3\">Resi-Senin 23 Maret 2026 oleh Br Andreas Gatot Yudoanggono SCJ dari Komunitas SCJ Cipinang-Cempedak Jakarta Indonesia<\/a><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sumber <a href=\"https:\/\/resi.dehonian.or.id\/2026\/03\/22\/senin-23-maret-2026-hari-biasa-pekan-v-prapaskah\/\">https:\/\/resi.dehonian.or.id\/2026\/03\/22\/senin-23-maret-2026-hari-biasa-pekan-v-prapaskah\/<\/a><\/p>\n\n\n\n<figure><iframe loading=\"lazy\" src=\"https:\/\/katolikindonesia.org\/?powerpress_pinw=94210-podcast&amp;powerpress_player=default\" width=\"320\" height=\"50\"><\/iframe><\/figure>\n<div class=\"powerpress_player\" id=\"powerpress_player_7941\"><audio class=\"wp-audio-shortcode\" id=\"audio-94210-1\" preload=\"none\" style=\"width: 100%;\" controls=\"controls\"><source type=\"audio\/mpeg\" src=\"https:\/\/resi.dehonian.or.id\/wp-content\/uploads\/2026\/03\/Resi-Senin-23-Maret-2026-oleh-Br-Andreas-Gatot-Yudoanggono-SCJ-dari-Komunitas-SCJ-Cipinang-Cempedak-Jakarta-Indonesia.mp3?_=1\" \/><a href=\"https:\/\/resi.dehonian.or.id\/wp-content\/uploads\/2026\/03\/Resi-Senin-23-Maret-2026-oleh-Br-Andreas-Gatot-Yudoanggono-SCJ-dari-Komunitas-SCJ-Cipinang-Cempedak-Jakarta-Indonesia.mp3\">https:\/\/resi.dehonian.or.id\/wp-content\/uploads\/2026\/03\/Resi-Senin-23-Maret-2026-oleh-Br-Andreas-Gatot-Yudoanggono-SCJ-dari-Komunitas-SCJ-Cipinang-Cempedak-Jakarta-Indonesia.mp3<\/a><\/audio><\/div><p class=\"powerpress_links powerpress_links_mp3\" style=\"margin-bottom: 1px !important;\">Podcast: <a href=\"https:\/\/resi.dehonian.or.id\/wp-content\/uploads\/2026\/03\/Resi-Senin-23-Maret-2026-oleh-Br-Andreas-Gatot-Yudoanggono-SCJ-dari-Komunitas-SCJ-Cipinang-Cempedak-Jakarta-Indonesia.mp3\" class=\"powerpress_link_pinw\" target=\"_blank\" title=\"Play in new window\" onclick=\"return powerpress_pinw('https:\/\/katolikindonesia.org\/?powerpress_pinw=94210-podcast');\" rel=\"nofollow\">Play in new window<\/a> | <a href=\"https:\/\/resi.dehonian.or.id\/wp-content\/uploads\/2026\/03\/Resi-Senin-23-Maret-2026-oleh-Br-Andreas-Gatot-Yudoanggono-SCJ-dari-Komunitas-SCJ-Cipinang-Cempedak-Jakarta-Indonesia.mp3\" class=\"powerpress_link_d\" title=\"Download\" rel=\"nofollow\" download=\"Resi-Senin-23-Maret-2026-oleh-Br-Andreas-Gatot-Yudoanggono-SCJ-dari-Komunitas-SCJ-Cipinang-Cempedak-Jakarta-Indonesia.mp3\">Download<\/a><\/p><!--powerpress_player-->","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>ANTIFON PEMBUKA \u2014 Mazmur 5:62\u2063 Kasihanilah aku, ya Allah, sebab orang menginjak-injak aku, sepanjang hari orang memerangi dan menghimpit aku.\u2063\u2063 PENGANTAR\u2063:&nbsp; Kisah nyata biasanya lebih berbicara dari teori. Dua orang wanita, Susana dan wanita&#46;&#46;&#46;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":90462,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"audio","meta":{"footnotes":""},"categories":[18,1,20],"tags":[],"class_list":["post-94210","post","type-post","status-publish","format-audio","has-post-thumbnail","hentry","category-renungan-audio","category-bacaan-harian","category-renungan-text","post_format-post-format-audio"],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/katolikindonesia.org\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/app-2026.png","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/94210","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=94210"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/94210\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":94212,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/94210\/revisions\/94212"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/90462"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=94210"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=94210"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=94210"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}