{"id":94163,"date":"2026-03-21T20:17:20","date_gmt":"2026-03-21T13:17:20","guid":{"rendered":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=94163"},"modified":"2026-03-21T20:17:23","modified_gmt":"2026-03-21T13:17:23","slug":"minggu-22-maret-2026-2","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=94163","title":{"rendered":"Minggu, 22 Maret 2026"},"content":{"rendered":"\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>ANTIFON PEMBUKA \u2013 Bdk. Mzm. 43:1-2<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Berilah keadilan kepadaku, ya Allah, dan perjuangkanlah perkaraku terhadap kaum yang tidak saleh. Luputkanlah aku dari penipu dan orang yang curang. Sebab, Engkaulah Allahku dan kekuatanku.<\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>PENGANTAR:<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Gambaran biji gandum yang jatuh di tanah dan mati agar dapat menghasilkan buah menunjukkan hidup dan wafat Yesus. Dengan ketaatan-Nya yang luar biasa kepada Bapa-Nya, la menapaki perjalanan perutusan-Nya dengan mantap. Karena la mengetahui bahwa dengan cara itulah la berkenan di hati Bapa, dan akan membuat semua orang pun berkenan di hadirat Bapa. Serunya: \u201cApabila Aku ditinggikan dari bumi, Aku akan menarik semua orang kepada-Ku\u201d. Semoga kita dapat mengalami makna baru saat kita masuk di ming-gu derita, wafat, dan sekaligus bangkit-Nya.<\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>SERUAN TOBAT:<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">I : Tuhan Yesus Kristus, Engkaulah biji gandum yang jatuh ke tanah dan mati agar dapat menghasilkan buah melimpah. Tuhan, kasihanilah kami..<\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">U :&nbsp;Tuhan, kasihanilah kami.<\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">I : Engkaulah Putra Allah yang belajar menjadi taat dalam penderitaan untuk menjadi pokok keselamatan kekal bagi mereka yang taat kepada-Mu. Kristus, kasihanilah kami.<\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">U :&nbsp;Kristus, kasihanilah kami.<\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">I :&nbsp;Engkaulah pelaksanaan perjanjian Allah yang baru, di mana Allah mengampuni kejahatan umat-Nya dan tidak akan mengingat lagi dosa-dosa mereka. Tuhan, kasihanilah kami.<\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">U :&nbsp;Tuhan, kasihanilah kami.<\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>DOA KOLEKTA:<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Marilah berdoa (hening sejenak): Tuhan dan Allah kami, Putra-Mu telah menyerahkan diri-Nya sampai wafat karena kasih-Nya kepada kami. Kami mohon, semoga berkat bantuan-Mu, kami hidup dan ber-tindak penuh semangat dalam kasih yang sama. Dengan pengantaraan Yesus Kristus, Putra-Mu, Tuhan kami, yang bersama dengan Dikau dalam persatuan Roh Kudus, hidup dan berkuasa, Allah, sepanjang segala masa. U: Amin<\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>ATAU:&nbsp;<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Marilah kita berdoa. (hening sejenak): Ya Allah, Engkau telah memperbarui perjanjian-Mu dengan kami dalam diri Yesus Kristus, Putra-Mu. Ia datang ke dunia dan mengorbankan hidup-Nya di kayu salib untuk menggenapi karya penyelamatan-Mu. Kami mohon semoga kami tidak menyia-nyiakan pengorbanan-Nya itu dengan senantiasa memperbarui hidup kami. Sebab, Dialah Tuhan dan Pengantara kami yang bersama dengan Dikau dalam persatuan Roh Kudus, hidup dan berkuasa, Allah, sepanjang segala masa.&nbsp;U: Amin<\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>BACAAN PERTAMA: Bacaan dari Nubuat Yehezkiel 37:12-14<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><em><strong>\u201cAku akan memberikan Roh-Ku kepadamu, sehingga kamu hidup.\u201d<\/strong><\/em><\/h3>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Beginilah firman Tuhan Allah, \u201cSungguh, Aku akan membuka kubur-kuburmu dan membangkitkan kamu dari dalamnya, hai umat-Ku. Dan Aku akan membawa kamu ke tanah Israel. Dan kamu akan mengetahui bahwa Akulah Tuhan pada saat Aku membuka kubur-kuburmu dan membangkitkan kamu dari dalamnya. Aku akan memberikan Roh-Ku ke dalam dirimu, sehingga kamu hidup kembali, dan Aku akan menempatkan kamu di tanahmu. Dan kamu akan mengetahui bahwa Aku, Tuhan, yang me-ngatakannya dan membuatnya.\u201d<br>Demikianlah sabda Tuhan.<br>U. Syukur kepada Allah.<\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>MAZMUR TANGGAPAN: Mazmur 130:1-2.3-4.5-6b.7b-8<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>Ref.&nbsp;<em>Pada Tuhan ada kasih setia dan penebusan berlimpah.<\/em><\/strong><\/h3>\n\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\">\n<li>Dari jurang yang dalam aku berseru kepada-Mu, ya Tuhan! Tuhan, dengarkanlah suaraku! Biarlah telinga-Mu menaruh perhatian, kepada suara permohonanku.<\/li>\n\n\n\n<li>Jika Engkau mengingat-ingat kesalahan, ya Tuhan, siapakah yang dapat tahan? Tetapi pada-Mu ada pengampunan, maka orang-orang bertakwa kepada-Mu.<\/li>\n\n\n\n<li>Aku menanti-nantikan Tuhan, jiwaku menanti-nanti, dan aku mengharapkan firman-Nya. Jiwaku mengharapkan Tuhan, lebih daripada pengawal mengharapkan pagi.<\/li>\n\n\n\n<li>Sebab pada Tuhan ada kasih setia, dan Ia banyak kali mengadakan pembebasan. Dialah yang akan membebaskan Israel, dari segala kesalahannya.<\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>BACAAN KEDUA: Bacaan dari Surat Rasul Paulus kepada Jemaat di Roma 8:8-11<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><em><strong>\u201cRoh Allah yang membangkitan Yesus dari antara orang mati diam di dalam dirimu.\u201d<\/strong><\/em><\/h3>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Saudara-saudara, mereka yang hidup dalam daging, tidak mungkin berkenan kepada Allah. Tetapi kamu tidak hidup dalam daging, melainkan dalam Roh, kalau Roh Allah memang tinggal di dalam dirimu. Tetapi jka orang tidak memiliki Roh Kristus, maka ia bukanlah milik Kristus. Tetapi jika Kristus ada dalam dirimu, maka tubuhmu memang mati karena dosa, tetapi rohmu hidup karena kebenaran. Dan jika Roh Allah, yang telah membangkitkan Yesus dari antara orang mati, diam dalam dirimu, maka Ia yang telah membangkitkan Yesus dari antara orang mati, akan menghidupkan juga tubuhmu yang fana oleh Roh-Nya yang diam dalam dirimu.<br>Demikianlah Sabda Tuhan.<br>U. Syukur kepada Allah.<\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>BAIT PENGANTAR INJIL:<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">U :&nbsp;<em>Terpujilah Kristus Tuhan, Raja mulia dan kekal.<\/em><\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">S : (Yoh 11:25a.26)&nbsp;<em>Akulah kebangkitan dan hidup, Sabda Tuhan; setiap orang yang percaya kepada-Ku, tidak akan mati selama-lamanya.<\/em><\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>BACAAN INJIL: Inilah Injil Yesus Kristus menurut Yohanes 11:1-45<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><em><strong>\u201cAkulah kebangkitan dan hidup.\u201d<\/strong><\/em><\/h3>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Ada seorang yang sedang sakit, namanya Lazarus. Ia tinggal di Betania, kampung Maria dan adiknya Marta. Maria adalah perempuan yang pernah meminyaki kaki Tuhan dengan minyak mur dan menyekanya dengan rambutnya. Dan Lazarus yang sakit itu adalah saudaranya. Kedua perempuan itu mengirim kabar kepada Yesus, \u201cTuhan, dia yang Engkau kasihi, sakit.\u201d Mendengar kabar itu Yesus berkata, \u201cPenyakit itu tidak akan membawa kematian, tetapi akan menyatakan kemuliaan Allah, sebab oleh penyakit itu Anak Allah akan dimuliakan.\u201d Yesus memang mengasihi Marta dan kakaknya serta Lazarus. Namun setelah mendengarnya bahwa Lazarus sakit, Ia sengaja tinggal dua hari lagi di tempat di mana Ia berada; tetapi sesudah itu Ia berkata kepada murid-murid-Nya, \u201cMari kita kembali lagi ke Yudea.\u201d Murid-murid itu berkata kepada-Nya, \u201cRabi, baru-baru ini orang-orang Yahudi mencoba melempari Engkau; masihkah Engkau mau kembali ke sana?\u201d Jawab Yesus, \u201cBukankah ada dua belas jam dalam satu hari? Siapa yang berjalan pada siang hari, kakinya tidak terantuk, karena ia melihat terang dunia ini. Tetapi jikalau seorang berjalan pada malam hari, kakinya terantuk, karena terang tidak ada di dalam dirinya.\u201d Demikianlah perkataan-Nya, dan sesudah itu Yesus berkata kepada mereka, \u201cLazarus, saudara kita, telah tertidur, tetapi Aku pergi ke sana untuk membangunkan dia dari tidurnya.\u201d Maka kata murid-murid itu kepada-Nya, \u201cTuhan, jikalau ia tertidur, ia akan sembuh.\u201d Tetapi maksud Yesus ialah tertidur dalam arti mati, sedangkan sangka mereka Yesus berkata tentang tertidur dalam arti biasa. Karena itu Yesus berkata dengan terus terang, \u201cLazarus sudah mati. Tetapi syukurlah Aku tidak hadir pada waktu itu, sebab demikian lebih baik bagimu, supaya kamu dapat belajar percaya. Marilah sekarang kita pergi kepadanya!\u201d Lalu Tomas, yang disebut Didimus, berkata kepada teman-temannya, yaitu murid-murid yang lain, \u201cMarilah kita pergi juga untuk mati bersama-sama dengan Dia.\u201d Ketika Yesus tiba di Betania, didapati-Nya Lazarus telah empat hari terbaring di dalam kubur. Betania itu tidak jauh dari Yerusalem, kira-kira dua mil jauhnya. Di situ banyak orang Yahudi telah datang untuk menghibur Marta dan Maria berhubung dengan kematian saudaranya. Ketika Marta mendengar bahwa Yesus datang, ia pergi mendapatkan-Nya. Tetapi Maria tinggal di rumah. Maka kata Marta kepada Yesus, \u201cTuhan, sekiranya Engkau ada di sini, saudaraku pasti tidak mati. Tetapi sekarang pun aku tahu, bahwa Allah akan memberikan kepada-Mu segala sesuatu yang Engkau minta kepada-Nya.\u201d Kata Yesus kepada Marta, \u201cSaudaramu akan bangkit.\u201d Kata Marta kepada-Nya, \u201cAku tahu bahwa ia akan bangkit pada waktu orang-orang bangkit pada akhir zaman.\u201d Jawab Yesus, \u201cAkulah kebangkitan dan hidup. Barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan hidup walaupun sudah mati; dan setiap orang yang hidup serta percaya kepada-Ku, tidak akan mati selama-lamanya. Percayakah engkau akan hal ini?\u201d Jawab Marta, \u201cYa Tuhan, aku percaya bahwa Engkaulah Mesias, Anak Allah, Dia yang akan datang ke dalam dunia.\u201d Sesudah berkata demikian, Marta pergi memanggil saudaranya Maria, dan berbisik kepadanya, \u201cGuru ada di sana, dan Ia memanggil engkau.\u201d Mendengar itu, Maria segera bangkit, lalu pergi mendapatkan Yesus. Tetapi waktu itu Yesus belum sampai ke dalam kampung. Ia masih berada di tempat Marta menjumpai-Nya. Ketika orang-orang Yahudi yang bersama-sama Maria di rumah itu untuk menghiburnya melihat Maria tiba-tiba bangkit dan pergi ke luar, mereka mengikutinya, karena mereka menyangka bahwa ia pergi ke kubur untuk meratap di situ. Setibanya Maria di tempat Yesus berada dan melihat Dia, tersungkurlah Maria di depan kaki Yesus dan berkata kepada-Nya, \u201cTuhan, sekiranya Engkau ada di sini, saudaraku pasti tidak mati.\u201d Ketika Yesus melihat Maria menangis, dan juga orang-orang Yahudi yang datang bersama-sama dia, maka masygullah hati-Nya. Ia sangat terharu dan berkata, \u201cDi manakah dia kamu baringkan?\u201d Jawab mereka, \u201cTuhan, marilah dan lihatlah!\u201d Maka menangislah Yesus. Kata orang-orang Yahudi, \u201cLihatlah, betapa besar kasih-Nya kepadanya!\u201d Tetapi beberapa orang di antaranya berkata, \u201cIa yang memelekkan mata orang buta, tidak mampukah Ia bertindak sehingga orang ini tidak mati?\u201d Makin masygullah hati Yesus, lalu Ia pergi ke kubur itu. Kubur itu adalah sebuah gua yang ditutup dengan batu. Kata Yesus, \u201cAngkatlah batu itu!\u201d Marta, saudara orang yang meninggal itu, berkata kepada Yesus, \u201cTuhan, ia sudah berbau, sebab sudah empat hari ia mati.\u201d Jawab Yesus, \u201cBukankah sudah Kukatakan kepadamu: Jikalau engkau percaya, engkau akan melihat kemuliaan Allah?\u201d Maka mereka mengangkat batu itu. Lalu Yesus menengadah ke atas dan berkata, \u201cBapa, aku mengucap syukur kepada-Mu, karena Engkau telah mendengarkan Aku. Aku tahu bahwa Engkau selalu mendengarkan Aku. Tetapi oleh karena orang banyak yang berdiri mengelilingi Aku ini, Aku mengatakannya, supaya mereka percaya, bahwa Engkaulah yang telah mengutus Aku.\u201d Sesudah berkata demikian, berserulah Ia dengan suara keras, \u201cLazarus, marilah ke luar!\u201d Orang yang mati itu datang ke luar, kaki dan tangannya masih terikat dengan kain kafan, dan mukanya tertutup dengan kain peluh. Kata Yesus kepada mereka, \u201cBukalah kain-kain itu, dan biarkan ia pergi.\u201d Banyak di antara orang-orang Yahudi yang datang melawat Maria dan menyaksikan sendiri apa yang telah dibuat Yesus, percaya kepada-Nya.<br>Demikianlah Sabda Tuhan.<br>U. Terpujilah Kristus.<\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>RESI DIBAWAKAN OLEH Frater Diakon Novtavianus Aldi Prayoga SCJ<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><em><strong>Vivat Cor Iesu per Cor Mariae. Hiduplah Hati Yesus melalui Hati Maria<\/strong><\/em><\/h3>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\"><strong>Akulah Kebangkitan dan Hidup<\/strong><\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Sahabat Pendengar Resi Dehonian terkasih, jumpa dengan saya Frater Diakon Novtavianus Aldi Prayoga SCJ dari Komunitas Paroki St. Maria Tak Bernoda Tegalrejo, Belitang, Sumatera Selatan, Indonesia dalam Resi \u2013 Renungan Singkat Dehonian edisi&nbsp;Minggu, 22 Maret 2026.&nbsp;<\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Sahabat Resi Dehonian yang terkasih, kita telah memasuki Minggu Prapaskah ke V. Perjalanan masa tobat dan olah rohani kita sebentar lagi akan mencapai puncaknya pada peristiwa Paskah. Pada Minggu ini kita diajak untuk bermenung bersama Lazarus dan saudari-saudarinya.<\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Saudara-saudari yang dikasihi Tuhan, seringkali kita merasa Tuhan terlambat hadir saat kita menderita. Persis seperti jeritan hati Marta dan Maria: \u201cTuhan, sekiranya Engkau ada di sini, saudaraku pasti tidak mati.\u201d<\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Namun, dalam kisah ini kita melihat sisi paling manusiawi dari Yesus: Ia menangis. Yesus tidak hanya datang membawa kuasa, Ia datang membawa empati. Air mata-Nya menunjukkan bahwa Ia tidak jauh dari duka kita.<\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Tetapi Yesus tidak berhenti pada air mata. Ia berseru: \u201cLazarus, marilah ke luar!\u201d Perintah ini adalah pengingat bagi kita semua bahwa bagi Tuhan, tidak ada situasi yang terlalu \u201cberbau busuk\u201d atau terlalu \u201cmati\u201d untuk dipulihkan. Kematian Lazarus bukanlah akhir, melainkan tanda bagi kemuliaan Allah.<\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Hari ini, apakah ada bagian dari hidup kita yang terasa mati? Harapan yang pupus atau iman yang layu? Percayalah, Dia adalah Kebangkitan dan Hidup. Di mana ada iman, di situ batu penutup kubur akan terguling.<\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Semoga Hati Kudus Yesus selalu membimbing dalam hidup kita. Tuhan Memberkati. Amin<\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>DOA UMAT:<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">I : Kristus bersabda, \u201cSesungguhnya, jikalau biji gandum tidak jatuh ke dalam tanah dan mati, ia tetap satu biji saja; te-tapi jika mati, ia akan menghasilkan banyak buah.\u201d Oleh karena belas kasih-Nya yang begitu agung, marilah kita memanjatkan doa-doa kepada Allah Bapa di surga.<\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">L : Bagi para pemimpin Gereja dan negara.:&nbsp;Ya Bapa, dampingilah para pemimpin Gereja dan negara agar bersedia melayani rakyat dan umat-Mu dengan penuh rasa tanggung jawab. Marilah kita berdoa kepada-Nya\u2026<\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">U : Teguhkanlah iman, pengharapan, dan kasih kami, ya Tuhan.<\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">L : Bagi mereka yang diserahi tugas membimbing kaum muda: Ya Bapa, terangilah para pembimbing kaum muda dengan sinar terang rahmat-Mu agar mereka semakin mampu untuk membimbing kaum muda dalam memahami penderitaan,&nbsp;wafat dan kebangkitan Kristus. Marilah kita berdoa kepada-Nya<\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">U : Teguhkanlah iman, pengharapan, dan kasih kami, ya Tuhan.<\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">L : Bagi para penderita:&nbsp;Ya Bapa, dampingilah para penderita dengan rahmat-Mu sehingga mereka dapat mempersatukan penderitaan mereka dengan penderitaan Kristus demi keselamatan sesama. Marilah kita berdoa kepada-Nya \u2026<\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">U : Teguhkanlah iman, pengharapan, dan kasih kami, ya Tuhan:<\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">L : Bagi diri kita di sekitar altar:&nbsp;Ya Bapa, berkatilah kami agar Perayaan Ekaristi ini semakin mendorong kami untuk berani berbagi hidup demi kebaha. giaan sesama dalam hidup kami sehari-hari.&nbsp;Marilah kita berdoa kepada-Nya\u2026<\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">U : Teguhkanlah iman, pengharapan, dan kasih kami, ya Tuhan.<\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">I : Allah Bapa kami, kami sering merasa asing terhadap pen. deritaan dan kematian. Ajarilah kami menerimanya bukan sebagai sesuatu yang tak dapat dielakkan, melainkan se bagai jalan yang harus dilalui agar hidup kami semakin mirip dengan hidup Yesus Kristus, Tuhan dan Pengantara kami.<\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">U : Amin.<\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>DOA PERSIAPAN PERSEMBAHAN:<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">I : Allah Bapa kami Yang Mahakudus, terimalah persembahan kami ini dan jadikanlah sebagai sarana untuk memperbarui perjanjian-Mu dengan kami, yaitu Tubuh dan Darah Putra-Mu, Tuhan kami, Yesus Kristus, Sang Juru Selamat kami, kini dan sepanjang masa. U : Amin.<\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>ANTIFON KOMUNI \u2013 Yohanes 11:26<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Setiap orang yang hidup dan yang percaya kepada-Ku tidak akan mati selama-lamanya, Sabda Tuhan.<\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>DOA SESUDAH KOMUNI:<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Marilah berdoa: Ya Allah, sumber kehidupan sejati, kami bersyukur atas roti kehidupan yang telah kami terima sebagai bekal perjalanan hidup kami menuju kepada-Mu. Semoga, pengorbanan Putra-Mu yang kami rayakan ini, mendorong kami untuk berani berkorban demi kesejahteraan bersama. Demi Kristus, Tuhan dan Pengantara kami. U Amin.<\/h4>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><a href=\"https:\/\/resi.dehonian.or.id\/wp-content\/uploads\/2026\/03\/Resi-Minggu-22-Maret-2026-oleh-Frater-Diakon-Novtavianus-Aldi-Prayoga-SCJ-Dari-Komunitas-SCJ-Paroki-St-Maria-Tak-Bernoda-Tegalrejo-Belitang-OKUT-SumSel-Indonesia.mp3\">Resi-Minggu 22 Maret 2026 oleh Frater Diakon Novtavianus Aldi Prayoga SCJ Dari Komunitas SCJ Paroki St Maria Tak Bernoda Tegalrejo Belitang OKUT SumSel \u2013 Indonesia<\/a><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sumber <a href=\"https:\/\/resi.dehonian.or.id\/2026\/03\/21\/minggu-22-maret-2026-hari-minggu-prapaskah-v\/\">https:\/\/resi.dehonian.or.id\/2026\/03\/21\/minggu-22-maret-2026-hari-minggu-prapaskah-v\/<\/a><\/p>\n\n\n\n<figure><iframe loading=\"lazy\" src=\"https:\/\/katolikindonesia.org\/?powerpress_pinw=94163-podcast&amp;powerpress_player=default\" width=\"320\" height=\"50\"><\/iframe><\/figure>\n<div class=\"powerpress_player\" id=\"powerpress_player_8039\"><audio class=\"wp-audio-shortcode\" id=\"audio-94163-1\" preload=\"none\" style=\"width: 100%;\" controls=\"controls\"><source type=\"audio\/mpeg\" src=\"https:\/\/resi.dehonian.or.id\/wp-content\/uploads\/2026\/03\/Resi-Minggu-22-Maret-2026-oleh-Frater-Diakon-Novtavianus-Aldi-Prayoga-SCJ-Dari-Komunitas-SCJ-Paroki-St-Maria-Tak-Bernoda-Tegalrejo-Belitang-OKUT-SumSel-Indonesia.mp3?_=1\" \/><a href=\"https:\/\/resi.dehonian.or.id\/wp-content\/uploads\/2026\/03\/Resi-Minggu-22-Maret-2026-oleh-Frater-Diakon-Novtavianus-Aldi-Prayoga-SCJ-Dari-Komunitas-SCJ-Paroki-St-Maria-Tak-Bernoda-Tegalrejo-Belitang-OKUT-SumSel-Indonesia.mp3\">https:\/\/resi.dehonian.or.id\/wp-content\/uploads\/2026\/03\/Resi-Minggu-22-Maret-2026-oleh-Frater-Diakon-Novtavianus-Aldi-Prayoga-SCJ-Dari-Komunitas-SCJ-Paroki-St-Maria-Tak-Bernoda-Tegalrejo-Belitang-OKUT-SumSel-Indonesia.mp3<\/a><\/audio><\/div><p class=\"powerpress_links powerpress_links_mp3\" style=\"margin-bottom: 1px !important;\">Podcast: <a href=\"https:\/\/resi.dehonian.or.id\/wp-content\/uploads\/2026\/03\/Resi-Minggu-22-Maret-2026-oleh-Frater-Diakon-Novtavianus-Aldi-Prayoga-SCJ-Dari-Komunitas-SCJ-Paroki-St-Maria-Tak-Bernoda-Tegalrejo-Belitang-OKUT-SumSel-Indonesia.mp3\" class=\"powerpress_link_pinw\" target=\"_blank\" title=\"Play in new window\" onclick=\"return powerpress_pinw('https:\/\/katolikindonesia.org\/?powerpress_pinw=94163-podcast');\" rel=\"nofollow\">Play in new window<\/a> | <a href=\"https:\/\/resi.dehonian.or.id\/wp-content\/uploads\/2026\/03\/Resi-Minggu-22-Maret-2026-oleh-Frater-Diakon-Novtavianus-Aldi-Prayoga-SCJ-Dari-Komunitas-SCJ-Paroki-St-Maria-Tak-Bernoda-Tegalrejo-Belitang-OKUT-SumSel-Indonesia.mp3\" class=\"powerpress_link_d\" title=\"Download\" rel=\"nofollow\" download=\"Resi-Minggu-22-Maret-2026-oleh-Frater-Diakon-Novtavianus-Aldi-Prayoga-SCJ-Dari-Komunitas-SCJ-Paroki-St-Maria-Tak-Bernoda-Tegalrejo-Belitang-OKUT-SumSel-Indonesia.mp3\">Download<\/a><\/p><!--powerpress_player-->","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>ANTIFON PEMBUKA \u2013 Bdk. Mzm. 43:1-2 Berilah keadilan kepadaku, ya Allah, dan perjuangkanlah perkaraku terhadap kaum yang tidak saleh. Luputkanlah aku dari penipu dan orang yang curang. Sebab, Engkaulah Allahku dan kekuatanku. PENGANTAR: Gambaran&#46;&#46;&#46;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":90462,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"audio","meta":{"footnotes":""},"categories":[18,1,20],"tags":[],"class_list":["post-94163","post","type-post","status-publish","format-audio","has-post-thumbnail","hentry","category-renungan-audio","category-bacaan-harian","category-renungan-text","post_format-post-format-audio"],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/katolikindonesia.org\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/app-2026.png","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/94163","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=94163"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/94163\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":94165,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/94163\/revisions\/94165"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/90462"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=94163"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=94163"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=94163"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}