{"id":94152,"date":"2026-03-21T19:44:05","date_gmt":"2026-03-21T12:44:05","guid":{"rendered":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=94152"},"modified":"2026-03-21T19:44:05","modified_gmt":"2026-03-21T12:44:05","slug":"sabtu-21-maret-2026-5","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=94152","title":{"rendered":"Sabtu, 21 Maret 2026"},"content":{"rendered":"<p>Sabda Kehidupan<br \/>\nSabtu 21 Maret 2026<br \/>\nYohanes 7:40-41 (Yoh 7:40-53)<br \/>\nBeberapa orang di antara orang banyak, yang mendengarkan perkataan-perkataan itu, berkata: &#8220;Dia ini benar-benar nabi yang akan datang.&#8221; Yang lain berkata: &#8220;Ia ini Mesias.&#8221; Tetapi yang lain lagi berkata: &#8220;Bukan, Mesias tidak datang dari Galilea!\u201d<\/p>\n<p>Melihat Yang Positif<\/p>\n<p>_Dalam pandangan beberapa orang yang mendengar dan menyaksikan pengajaran Yesus, mereka begitu kagum dan tersentuh. Ada yang berkata, \u201cDia ini benar-benar nabi yang akan datang.\u201d Yang lain lagi berkata,<br \/>\n\u201cBelum pernah seorang manusia berkata seperti orang itu!&#8221;_<br \/>\nInilah orang-orang yang mampu melihat apa yang indah, mengagumkan dan luar biasa dalam diri Yesus. Mereka diliputi rasa kagum dan bahagia, karena Mesias telah datang.<\/p>\n<p>Di pihak lain ada beberapa orang yang merasa tersaingi oleh karya Yesus. Mereka adalah para imam kepala dan orang Farisi. Orang-orang yang tinggi hati dan memandang rendah orang lain, apalagi Yesus yang mereka anggap orang kampung dan tidak terpelajar. Mereka menolak untuk melihat apapun yang baik dalam diri Yesus. Mereka tak mendapatkan apa-apa selain rasa dengki dan iri, bahkan berujung pada niat jahat ingin membunuh Yesus.<\/p>\n<p>Pepatah mengatakan, \u201cYou get what you see\u201d (engkau mendapatkan apa yang kau lihat). Bila seorang melihat yang baik, positif, indah dan istimewa dalam diri orang lain, itulah yang ia dapatkan. Seperti halnya lebah, ia selalu memandang yang indah dan harum.<br \/>\nNamun sebaliknya bila orang hanya melihat yang negatif, buruk, tak berharga, maka itulah yang ia dapatkan. Bagaikan lalat, matanya hanya melihat yang kotor dan busuk.<\/p>\n<p>Marilah kita mohon rahmat Allah, terang Roh Kudus, agar mata hati kita dimurnikan dan mampu melihat semua kebaikan Tuhan dalam diri sesama, dalam seluruh alam ciptaan serta dalam seluruh peristiwa hidup kita. Bangunlah selalu rasa kagum melihat semua kebaikan Tuhan serta penyelenggaraan ilahi dalam seluruh peristiwa hidup kita. Biarlah hidup kita penuh dengan pujian dan syukur atas semua yang Tuhan kerjakan dalam hidup kita.<br \/>\nBahagianya kita karena mampu memaknai semua peristiwa yang terjadi, baik suka maupun duka dalam terang kasih Allah, yang selalu hadir dan menyertai kita, dalam diri Yesus, yang adalah Tuhan dan Sahabat kita.<\/p>\n<p>Selamat berakhir pekan. Nikmatilah semua keindahan karya Tuhan di suka duka kehidupan.&#x1f64f;&#x2764;&#xfe0f;&#x1f607;<br \/>\nPs Revi Tanod Pr<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Kalender Liturgi 21 Mar 2026<br \/>\nSabtu Prapaskah IV<br \/>\nWarna Liturgi: Ungu<br \/>\nBait Pengantar Injil: Luk 8:15<br \/>\nBacaan Injil: Yoh 7:40-53<br \/>\n************<\/p>\n<p>Bait Pengantar Injil<br \/>\nLuk 8:15<br \/>\nOrang yang mendengarkan firman Tuhan,<br \/>\ndan menyimpannya dalam hati yang baik,<br \/>\ndan menghasilkan buah dalam ketekunan.<\/p>\n<p>Bacaan Injil<br \/>\nYoh 7:40-53<br \/>\nApakah Engkau juga orang Galilea?<\/p>\n<p>Inilah Injil Suci menurut Yohanes:<\/p>\n<p>Sekali peristiwa Yesus mengajar di Yerusalem.<br \/>\nBeberapa di antara orang banyak,<br \/>\nyang mendengarkan perkataan Yesus, berkata,<br \/>\n&#8220;Dia ini benar-benar nabi yang akan datang.&#8221;<br \/>\nYang lain berkata, &#8220;Ia ini Mesias.&#8221;<br \/>\nTetapi yang lain lagi berkata,<br \/>\n&#8220;Bukan, Mesias tidak datang dari Galilea!<br \/>\nKarena Kitab Suci mengatakan<br \/>\nbahwa Mesias berasal dari keturunan Daud<br \/>\ndan dari kampung Betlehem, tempat Daud dahulu tinggal.&#8221;<br \/>\nMaka timbullah pertentangan di antara orang banyak karena Yesus.<br \/>\nBeberapa orang di antara mereka mau menangkap Dia,<br \/>\ntetapi tidak ada seorang pun yang berani menyentuh-Nya.<\/p>\n<p>Maka ketika penjaga-penjaga<br \/>\nyang ditugaskan imam-imam kepala dan orang-orang Farisi<br \/>\npergi kepada imam-imam kepala,<br \/>\norang-orang Farisi berkata kepada mereka,<br \/>\n&#8220;Mengapa kamu tidak membawa-Nya?&#8221;<br \/>\nJawab penjaga-penjaga itu,<br \/>\n&#8220;Belum pernah seorang manusia berkata seperti orang itu!&#8221;<br \/>\nJawab orang Farisi itu kepada mereka,<br \/>\n&#8220;Adakah kamu juga disesatkan?<br \/>\nAdakah seorang di antara pemimpin-pemimpin<br \/>\nyang percaya kepada-Nya,<br \/>\natau seorang di antara orang-orang Farisi?<br \/>\nOrang banyak itu tidak mengenal hukum Taurat!<br \/>\nTerkutuklah mereka!&#8221;<\/p>\n<p>Nikodemus, seorang dari mereka,<br \/>\nyang dahulu telah datang kepada Yesus,<br \/>\nberkata kepada mereka,<br \/>\n&#8220;Apakah hukum Taurat kita menghukum seseorang<br \/>\nsebelum ia didengar,<br \/>\ndan sebelum orang mengetahui apa yang telah dibuat-Nya?&#8221;<br \/>\nJawab mereka, &#8220;Apakah engkau juga orang Galilea?<br \/>\nSelidikilah Kitab Suci,<br \/>\ndan engkau akan tahu<br \/>\nbahwa tidak ada nabi yang datang dari Galilea.&#8221;<br \/>\nLalu mereka pulang, masing-masing ke rumahnya,<\/p>\n<p>Demikianlah sabda Tuhan.<br \/>\n***********<\/p>\n<p>MENGHAKIMI SESAMA TANPA BUKTI<\/p>\n<p>&#8211; Kabar baik dari Tuhan bagimu pagi ini: \u201cTuhan inginkan agar kita hidup berdasarkan sikap saling hormat dan percaya, bukan curiga dan saling menghakimi.\u201d<\/p>\n<p>-Fakta yang kita temui dalam hidup: \u201cSering kita menilai dan menghakimi orang lain hanya berdasarkan cerita orang lain atau berita hoaks.\u201d<\/p>\n<p>&#8211; Firman penguat: \u201cNikodemus, seorang dari mereka, yang dahulu telah datang kepada-Nya, berkata kepada mereka: &#8220;Apakah hukum Taurat kita menghukum seseorang, sebelum ia didengar dan sebelum orang mengetahui apa yang telah dibuat-Nya?&#8221; ( ayat 29 )<\/p>\n<p>&#8211; Pesan dan pertanyaan refleksif bagi kita di pagi ini:<\/p>\n<p>1) Hargailah lewat pengakuan terhadap sesama atas apa yang mereka miliki sebagai kemampuan dan talenta;<\/p>\n<p>2) Singkirkan sikap cemburu, prasangka dan iri terhadap sesamamu;<\/p>\n<p>3) Hancurkanlah kebiasaan untuk cepat menilai dan menghakimi orang lain hanya berdasarkan pandangan dan cerita orang lain.<\/p>\n<p>Refleksi diri: \u201cLebih baik menilai dan memperbaiki diri sendiri daripada menghakimi orang lain atas kekurangan mereka yang kita juga sendiri miliki.\u201d<\/p>\n<p>Selamat berakhir pekan untuk para sahabat.<\/p>\n<p>Salam, doa dan berkatku ( + ) untuk semua.<br \/>\n( Dari: Mgr. Inno Ngutra : Minnong &#8211; Duc in Altum )<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sabda Kehidupan Sabtu 21 Maret 2026 Yohanes 7:40-41 (Yoh 7:40-53) Beberapa orang di antara orang banyak, yang mendengarkan perkataan-perkataan itu, berkata: &#8220;Dia ini benar-benar nabi yang akan datang.&#8221; Yang lain berkata: &#8220;Ia ini Mesias.&#8221;&#46;&#46;&#46;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":90462,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1,20],"tags":[],"class_list":["post-94152","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-bacaan-harian","category-renungan-text"],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/katolikindonesia.org\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/app-2026.png","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/94152","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=94152"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/94152\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":94153,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/94152\/revisions\/94153"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/90462"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=94152"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=94152"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=94152"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}