{"id":94057,"date":"2026-03-19T10:24:56","date_gmt":"2026-03-19T03:24:56","guid":{"rendered":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=94057"},"modified":"2026-03-19T10:24:56","modified_gmt":"2026-03-19T03:24:56","slug":"kamis-19-maret-2026-5","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=94057","title":{"rendered":"Kamis, 19 Maret 2026"},"content":{"rendered":"<p>Sabda Kehidupan<br \/>\nKamis 19 Maret 2026<br \/>\nHari Raya St Yosep Suami St Maria<br \/>\nMatius 1:19-20 (Mat 1:16.18-21.24)<br \/>\nKarena Yusuf suaminya, seorang yang tulus hati dan tidak mau mencemarkan nama isterinya di muka umum, ia bermaksud menceraikannya dengan diam-diam. Tetapi ketika ia mempertimbangkan maksud itu, malaikat Tuhan nampak kepadanya dalam mimpi dan berkata: &#8220;Yusuf, anak Daud, janganlah engkau takut mengambil Maria sebagai isterimu, sebab anak yang di dalam kandungannya adalah dari Roh Kudus.\u201d<\/p>\n<p>St Yosep Bapa Pengasuh Yesus Dan Suami Maria Yang Setia<\/p>\n<p>Allah menghendaki agar PuteraNya menjadi manusia dan tinggal di antara kita. Itu berarti Yesus harus mempunyai ibu dan ayah. Orang-orang yang dipanggilNya Mama dan Papa, sebagaimana halnya semua manusia.<br \/>\nOleh ketetapan Allah, dipilihNya-lah dua tokoh yang punya peran yang sangat penting dan hakiki dalam misteri inkarnasi Yesus, yakni Maria dan Yosep. Peranan mereka sangatlah menentukan bagi Yesus.<\/p>\n<p>Sekalipun Putra Allah, Yesus tidak langsung menjadi besar. Dalam Credo Nicea kita imani bahwa \u201c Ia dilahirkan bukan dijadikan.\u201d<br \/>\nMaka Yesus mesti mengikuti proses pembentukan untuk menjadi manusia sejati melalui didikan dan perawatan orang tua.<br \/>\nDi sinilah peran penting Yosep dan Maria. Sikap keibuan dan kewanitaan St Maria yang penuh kasih sayang serta sikap seorang pria sejati dan kebapaan dari St Yosep, membuat Yesus tumbuh sebagai anak manusia yang mewarisi semua kasih keibuan dan kebapaan, sebagai nilai-nilai sejati kemanusiaan kita.<\/p>\n<p>Yesus mengalami bagaimana Yosep sebagai bapa pengasuhNya merawat dan membesarkanNya, mendidik dan melatihNya menjadi manusia sejati, pekerja yang rajin dan penuh tanggungjawab, pengasih dan penyayang, lemah lembut dan rendah hati. Yesus tentu sangat berterimakasih kepada St Yosep PapaNya, yang telah melatihNya untuk tegar dan kuat memikul kayu untuk perabotan, dan kelak menjadi kayu salib bagi Yesus.<br \/>\nKita berterimakasih pada Allah Bapa di Surga yang telah memilih Yosep menjadi bapa pengasuh Yesus, yang sampai akhir hidupnya telah menjadi ayah yang perkasa bagi Yesus dan suami yang setia bagi Maria.<\/p>\n<p>Bagi para pria, St Yosep menjadi inspirasi untuk menjadi pria sejati yang tulus dan jujur, pekerja keras dan rajin.<br \/>\nBagi para suami, kiranya St Yosep menjadi teladan seorang suami yang setia dan penuh tanggungjawab.<br \/>\nSebagai seorang ayah, semoga St Yosep menjadi teladan mendidik dan merawat anak-anaknya menjadi anak Tuhan yang sejati. Bagi keluarga kita, kiranya St Yosep menjadi pelindung yang budiman.<\/p>\n<p>\u201dSt Yosep doakanlah keluarga kami pada Yesus, Puteramu. Teladan hidupmu biarlah terus menjadi inspirasi bagi kami untuk tulus hati dan setia pada penyelenggaraan Allah serta taat dan setia mengikuti Yesus Tuhan kami. Amin.\u201d<\/p>\n<p>Selamat Hari Raya St Yosep. Allah terus menjaga kita dan St Yosep menyemangati kita dari surga.&#x1f64f;&#x2764;&#xfe0f;&#x1f607;<br \/>\nPs Revi Tanod Pr<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Kalender Liturgi 19 Mar 2026<br \/>\nKamis Prapaskah IV<br \/>\nWarna Liturgi: Putih<br \/>\nBait Pengantar Injil: Mzm 84:5<br \/>\nBacaan Injil: Mat 1:16.18-21.24a<br \/>\n***********<\/p>\n<p>Bait Pengantar Injil<br \/>\nMzm 84:5<br \/>\nBerbahagialah orang yang diam di rumah-Mu,<br \/>\nyang memuji-muji Engkau tanpa henti.<\/p>\n<p>Bacaan Injil<br \/>\nMat 1:16.18-21.24a<br \/>\nYusuf berbuat seperti yang diperintahkan malaikat Tuhan.<\/p>\n<p>Inilah Injil Suci menurut Matius:<\/p>\n<p>Menurut silsilah Yesus Kristus,<br \/>\nYakub memperanakkan Yusuf, suami Maria,<br \/>\nyang melahirkan Yesus yang disebut Kristus.<br \/>\nSebelum Kristus lahir,<br \/>\nMaria, ibu-Nya, bertunangan dengan Yusuf.<br \/>\nsebelum mereka hidup sebagai suami isteri.<\/p>\n<p>Karena Yusuf suaminya, seorang yang tulus hati,<br \/>\ndan tidak mau mencemarkan nama isterinya di muka umum,<br \/>\nia bermaksud menceraikannya dengan diam-diam.<\/p>\n<p>Tetapi ketika Yusuf mempertimbangkan maksud itu,<br \/>\nmalaikat Tuhan nampak kepadanya dalam mimpi dan berkata,<br \/>\n&#8220;Yusuf, anak Daud,<br \/>\njanganlah engkau takut mengambil Maria sebagai isterimu,<br \/>\nsebab anak yang di dalam kandungannya adalah dari Roh Kudus.<br \/>\nMaria akan melahirkan anak laki-laki,<br \/>\ndan engkau akan menamakan Dia Yesus,<br \/>\nkarena Dialah yang akan menyelamatkan umat-Nya<br \/>\ndari dosa mereka.&#8221;<br \/>\nSesudah bangun dari tidurnya,<br \/>\nYusuf berbuat seperti yang diperintahkan malaikat Tuhan itu<br \/>\nkepadanya.<\/p>\n<p>Demikianlah sabda Tuhan.<br \/>\n*************<\/p>\n<p>Hari ini Gereja merayakan Hari Raya Santo Yoseph suami Maria.<br \/>\nSanto Yoseph menjadi orang yang begitu istimewa dalam rencana keselamatan Allah. Apa yang membuat Yoseph begitu istimewah? Selain sebagai ayah dan suami yang bertanggung jawab bagi Yesus dan Maria, Yoseph juga menunjukkan kerendahan hati, ketaatan dan ketenangannya menuruti kehendak Tuhan.<br \/>\nDalam Injil, Santo Yoseph menerima tanpa ragu apa yang Tuhan kehendaki darinya. Memang dia berencana untuk diam-diam menceraikan Maria. Namun, saat malaikat muncul dalam mimpinya untuk sampaikan pesan Tuhan kepadanya, ia tidak pernah mempertanyakan kehendak Tuhan. Namun dengan rendah hati dan tenang ia menuruti apa yang dikatakan malaikat kepadanya. Bahwa Ia menunjukkan cintanya kepada Maria dan Yesus, dan ia juga bertanggung jawab utk menjaga, mendampingi dan merawat mereka.<br \/>\nMarilah kita merenungkan kerendahan hati Santo Yoseph dan membandingkannya dengan kerendahan hati kita di hadapan Tuhan dan sesama.<br \/>\nMarilah kita merenungkan ketaatan Yoseph kepada kehendak Tuhan dan membandingkannya dengan ketaatan kita sendiri kepada kehendak Tuhan teristimewah tentang kesetiaan kita pada perjanjian perkawinan dan janji kaul-kaul kita.<br \/>\nMarilah kita merenungkan pengorbanan dan cinta yang mendalam dari Yoseph kepada Maria dan Yesus, dan membandingkannya dengan cinta kita kepada istri dan anak-anak dan sesama yang kita layani.<br \/>\nSemoga perayaan hari ini menginspirasi kita untuk selalu rendaha hati, taat dan penuh cinta kepada Tuhan dan sesama.<\/p>\n<p>RP. PAUL KERANS, SVD<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sabda Kehidupan Kamis 19 Maret 2026 Hari Raya St Yosep Suami St Maria Matius 1:19-20 (Mat 1:16.18-21.24) Karena Yusuf suaminya, seorang yang tulus hati dan tidak mau mencemarkan nama isterinya di muka umum, ia&#46;&#46;&#46;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":90462,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1,20],"tags":[],"class_list":["post-94057","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-bacaan-harian","category-renungan-text"],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/katolikindonesia.org\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/app-2026.png","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/94057","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=94057"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/94057\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":94058,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/94057\/revisions\/94058"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/90462"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=94057"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=94057"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=94057"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}