{"id":93998,"date":"2026-03-18T09:47:31","date_gmt":"2026-03-18T02:47:31","guid":{"rendered":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=93998"},"modified":"2026-03-18T09:47:31","modified_gmt":"2026-03-18T02:47:31","slug":"rabu-18-maret-2026-5","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=93998","title":{"rendered":"Rabu, 18 Maret 2026"},"content":{"rendered":"<p>Sabda Kehidupan<br \/>\nRabu 18 Maret 2026<br \/>\nYohanes 5:17 (Yoh 5:17-30)<br \/>\nIa berkata kepada mereka: &#8220;Bapa-Ku bekerja sampai sekarang, maka Akupun bekerja juga.&#8221;<\/p>\n<p>Mari Turut Bekerja Bersama Allah Tritunggal Mahakudus<\/p>\n<p>Karya Allah yang agung dan mulia adalah penciptaan alam semesta. Dengan memandang semua ciptaan Allah, kita dapat memandang Allah yang Maha Agung dan Maha Mulia yang sedang bekerja.<br \/>\nSetiap pagi saat mentari terbit, Allah begitu setia menjumpai dan menemani kita, memberi hidup baru.<br \/>\nAllah memahkotai ciptaanNya dengan menciptakan manusia yang adalah gambaran Allah sendiri dan menghembuskan RohNya untuk hidup manusia. Olehnya manusia memancarkan terang ilahi dalam seluruh hidup dan karyanya.<\/p>\n<p>Sayangnya dosa masuk ke dalam dunia oleh pekerjaan Iblis yang ingin menghancurkan ciptaan Allah. Terpujilah Allah yang tidak tinggal diam menyaksikan putra-putriNya binasa oleh dosa.<br \/>\nAllah kemudian merancang dan memulai karya yang lebih agung dan mulia, yakni karya keselamatan. Ia memanggil Abraham dan menciptakan umat pilihan. Namun dosa telah merasuk begitu dalam hingga umat pilihan Tuhan terus membangkang.<br \/>\nTak berhenti bekerja, Allah mengutus Yesus PutraNya untuk menyempurnakan karya penebusanNya.<br \/>\n\u201dKarena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.\u201d (Yoh 3:16).<\/p>\n<p>Yesus terus mengerjakan keselamatan kita oleh hidup dan karyaNya yang berpuncak pada misteri Paskah, yakni sengsara, wafat dan kebangkitanNya.<br \/>\nKitapun diajak ambil bagian dalam karya cintakasih Allah dengan mengasihi Allah dengan segenap hati, segenap jiwa, segenap akalbudi dan segenap kekuatan; dan mencintai sesama kita.<br \/>\nBukan dengan tidur dan bermalas-malasan, tapi dengan bekerja dan berdoa, beriman dan bertindak.<br \/>\nMari mencipta bersama Allah, mengerjakan keselamatan bersama Yesus. \u201cJanganlah hendaknya kerajinanmu kendor, biarlah rohmu menyala-nyala dan layanilah Tuhan.\u201d (Roma 12:11).<br \/>\nBiarlah melalui hidup dan karya kita semua orang tahu bahwa, \u201cAllah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia.\u201d (Rom 8.28)<\/p>\n<p>Selamat hari Rabu. Mari terus berkarya bersama Allah Bapa, Putra dan Roh Kudus.&#x2764;&#xfe0f;<br \/>\nPs Revi Tanod Pr<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Kalender Liturgi 18 Mar 2026<br \/>\nRabu Prapaskah IV<br \/>\nPF S. Sirilus dari Yerusalem, Uskup dan Pujangga Gereja<br \/>\nWarna Liturgi: Ungu<br \/>\nBait Pengantar Injil: Yoh 11:25a.26<br \/>\nBacaan Injil: Yoh 5:17-30<br \/>\n**********<\/p>\n<p>Bait Pengantar Injil<br \/>\nYoh 11:25a.26<br \/>\nAkulah kebangkitan dan hidup, sabda Tuhan.<br \/>\nSetiap orang yang percaya kepada-Ku, akan hidup,<br \/>\nsekalipun ia sudah mati.<\/p>\n<p>Bacaan Injil<br \/>\nYoh 5:17-30<br \/>\nSeperti Bapa membangkitkan orang-orang mati,<br \/>\ndan menghidupkannya, demikian juga Anak menghidupkan siapa saja yang dikehendaki-Nya.<\/p>\n<p>Inilah Injil Suci menurut Yohanes:<\/p>\n<p>Sekali peristiwa, Yesus berkata kepada orang-orang Yahudi,<br \/>\n&#8220;Bapa-Ku bekerja sampai sekarang, maka Aku pun bekerja juga.&#8221;<br \/>\nKarena perkataan itu,<br \/>\norang-orang Yahudi lebih berusaha lagi untuk membunuh Yesus,<br \/>\nbukan saja karena Ia meniadakan hari Sabat,<br \/>\ntetapi juga karena Ia mengatakan<br \/>\nbahwa Allah adalah Bapa-Nya sendiri,<br \/>\ndan dengan demikian menyamakan diri-Nya dengan Allah.<\/p>\n<p>Maka Yesus menjawab mereka, &#8220;Aku berkata kepadamu,<br \/>\nsesungguhnya Anak tidak dapat mengerjakan sesuatu<br \/>\ndari diri-Nya sendiri,<br \/>\njikalau Ia tidak melihat Bapa mengerjakannya;<br \/>\nsebab apa yang dikerjakan Bapa, itu juga yang dikerjakan Anak.<br \/>\nSebab Bapa mengasihi Anak,<br \/>\ndan Ia menunjukkan kepada-Nya segala sesuatu<br \/>\nyang dikerjakan-Nya sendiri,<br \/>\nbahkan Ia akan menunjukkan kepada-Nya<br \/>\npekerjaan yang lebih besar lagi daripada pekerjaan-pekerjaan itu,<br \/>\nsehingga kamu menjadi heran.<br \/>\nSebab sama seperti Bapa membangkitkan orang-orang mati<br \/>\ndan menghidupkannya,<br \/>\ndemikian juga Anak menghidupkan siapa saja<br \/>\nyang dikehendaki-Nya.<br \/>\nBapa tidak menghakimi siapa pun,<br \/>\nmelainkan telah menyerahkan penghakiman itu seluruhnya<br \/>\nkepada Anak,<br \/>\nsupaya semua orang menghormati Anak<br \/>\nsama seperti mereka menghormati Bapa.<br \/>\nBarangsiapa tidak menghormati Anak,<br \/>\nia juga tidak menghormati Bapa, yang mengutus Dia.<br \/>\nAku berkata kepadamu:<br \/>\nSungguh, barangsiapa mendengar perkataan-Ku<br \/>\ndan percaya kepada Dia yang mengutus Aku,<br \/>\nia mempunyai hidup yang kekal dan tidak turut dihukum,<br \/>\nsebab ia sudah pindah dari dalam maut ke dalam hidup.<\/p>\n<p>Aku berkata kepadamu:<br \/>\nSungguh, saatnya akan tiba dan sudah tiba,<br \/>\nbahwa orang-orang mati akan mendengar suara Anak Allah,<br \/>\ndan mereka yang mendengarnya, akan hidup.<br \/>\nSebab sama seperti Bapak mempunyai hidup dalam diri-Nya sendiri,<br \/>\ndemikian juga diberikan-Nya<br \/>\nAnak mempunyai hidup dalam diri-Nya sendiri.<br \/>\nDan Bapa telah memberikan kuasa kepada Anak untuk menghakimi,<br \/>\nkarena Ia adalah Anak Manusia.<br \/>\nJanganlah kamu heran akan hal itu,<br \/>\nsebab saatnya akan tiba,<br \/>\nbahwa semua orang yang di dalam kubur<br \/>\nakan mendengar suara Anak,<br \/>\ndan mereka yang telah berbuat baik akan keluar<br \/>\ndan bangkit untuk hidup yang kekal,<br \/>\ntetapi mereka yang telah berbuat jahat<br \/>\nakan bangkit untuk dihukum.<\/p>\n<p>Aku tidak dapat berbuat apa-apa dari diri-Ku sendiri.<br \/>\nAku menghakimi sesuai dengan apa yang Aku dengar,<br \/>\ndan penghakiman-Ku adil,<br \/>\nsebab Aku tidak menuruti kehendak-Ku sendiri,<br \/>\nmelainkan kehendak Dia yang mengutus Aku.&#8221;<\/p>\n<p>Demikianlah sabda Tuhan.<br \/>\n***********<\/p>\n<p>  \u210d <\/p>\n<p>Yesus menanggapi kritik atas penyembuhan yang Ia lakukan pada hari Sabat dengan berkata, \u201cBapa-Ku bekerja sampai sekarang, maka Aku pun bekerja.\u201d Perkataan-Nya mengungkapkan kesatuan yang mendalam antara diri-Nya dan Bapa. Hidup Yesus bukanlah tentang mempromosikan diri atau mengejar popularitas, melainkan tentang ketaatan dan kasih kepada Bapa.<\/p>\n<p>Ini adalah ajakan bagi kita untuk merenungkan bagaimana kita menjalani hidup kita sendiri. Di dunia yang terobsesi dengan pengakuan dan pencapaian pribadi, Yesus mengingatkan kita bahwa martabat terbesar tidak datang dari pengakuan yang kita terima, melainkan dari melakukan kehendak Allah. Seperti Yesus, kita dipanggil untuk hidup demi kemuliaan Bapa, bukan demi diri kita sendiri. Seperti yang diingatkan Santo Paulus: \u201cApa pun yang kamu lakukan, baik dalam perkataan maupun perbuatan, lakukanlah semuanya itu dalam nama Tuhan Yesus\u201d (Kolose 3:17).<\/p>\n<p>Yesus juga memberitahu kita hari ini bahwa Bapa telah mempercayakan-Nya untuk memberikan hidup dan menghakimi. Ia memberikan hidup kepada mereka yang mendengarkan suara-Nya dan percaya kepada-Nya. Sebagai pengikut Kristus, kita dipanggil untuk menjadi orang-orang yang memberikan hidup. Melalui pekerjaan kita, panggilan kita, dan tindakan sehari-hari kita, kita memiliki misi untuk membawa harapan dan penghiburan kepada orang lain. Kesucian tidak hanya terjadi di gereja; namun terjadi dalam tugas-tugas biasa setiap hari, ketika kita bekerja dengan cinta dan integritas.<\/p>\n<p>Akhirnya, Yesus mengingatkan kita bahwa akan ada penghakiman. Pilihan kita penting. Apakah kita hidup untuk diri sendiri, atau hidup untuk Allah? Hari ini adalah kesempatan untuk memperbarui fokus kita: bekerja bukan untuk kemasyhuran diri sendiri, melainkan untuk kemuliaan Allah; menjadi orang-orang yang memberi hidup, bukan mengambilnya.<\/p>\n<p>Tuhan Yesus, tolonglah kami untuk bekerja demi kemuliaan-Mu saja. Semoga hidup kami mencerminkan kasih-Mu dan memberi hidup kepada orang-orang di sekitar kami. Amin.<\/p>\n<p>Selamat berkarya. Arahkan semua demi kemuliaan Allah yang lebih besar. \u24bf\u24c1\u24ca! &#x2764;&#xfe0f;<br \/>\n&#x2764;\ufe0e.<\/p>\n<blockquote class=\"wp-embedded-content\" data-secret=\"7FmStBpN5N\"><p><a href=\"https:\/\/sacerdos2000.com\/demi-kemuliaan-allah-yang-lebih-besar\/\">Demi Kemuliaan Allah yang Lebih Besar<\/a><\/p><\/blockquote>\n<p><iframe loading=\"lazy\" class=\"wp-embedded-content\" sandbox=\"allow-scripts\" security=\"restricted\" style=\"position: absolute; visibility: hidden;\" title=\"&#8220;Demi Kemuliaan Allah yang Lebih Besar&#8221; &#8212; Sacerdos2000\" src=\"https:\/\/sacerdos2000.com\/demi-kemuliaan-allah-yang-lebih-besar\/embed\/#?secret=Du4DMRDqc0#?secret=7FmStBpN5N\" data-secret=\"7FmStBpN5N\" width=\"500\" height=\"282\" frameborder=\"0\" marginwidth=\"0\" marginheight=\"0\" scrolling=\"no\"><\/iframe><\/p>\n<p>RP Joni Astanto MSC<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sabda Kehidupan Rabu 18 Maret 2026 Yohanes 5:17 (Yoh 5:17-30) Ia berkata kepada mereka: &#8220;Bapa-Ku bekerja sampai sekarang, maka Akupun bekerja juga.&#8221; Mari Turut Bekerja Bersama Allah Tritunggal Mahakudus Karya Allah yang agung dan&#46;&#46;&#46;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":90462,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1,20],"tags":[],"class_list":["post-93998","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-bacaan-harian","category-renungan-text"],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/katolikindonesia.org\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/app-2026.png","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/93998","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=93998"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/93998\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":93999,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/93998\/revisions\/93999"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/90462"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=93998"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=93998"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=93998"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}