{"id":93905,"date":"2026-03-16T18:39:06","date_gmt":"2026-03-16T11:39:06","guid":{"rendered":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=93905"},"modified":"2026-03-16T18:39:06","modified_gmt":"2026-03-16T11:39:06","slug":"senin-16-maret-2026-5","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=93905","title":{"rendered":"Senin, 16 Maret 2026"},"content":{"rendered":"<p>Sabda Kehidupan<br \/>\nSenin 16 Maret 2026<br \/>\nYohanes 4:49-50 (Yoh 4:43-54)<br \/>\nPegawai istana itu berkata kepada-Nya: &#8220;Tuhan, datanglah sebelum anakku mati.&#8221; Kata Yesus kepadanya: &#8220;Pergilah, anakmu hidup!&#8221; Orang itu percaya akan perkataan yang dikatakan Yesus kepadanya, lalu pergi.<\/p>\n<p>Percaya Akan Kuasa Sabda Yesus<\/p>\n<p>Pegawai istana dalam kisah Injil ini, setinggi apapun jabatannya, tetaplah seorang ayah yang sangat mencintai anaknya. Ia-pun berjalan kaki dari Kapernaum ke Kana, tempat Yesus berada pada waktu itu. Di waktu itu jarak tempuh Kapernaum ke Kana sekitar satu setengah hari jalan kaki. Cinta si ayah untuk anaknya tidak terpengaruh oleh jarak dan waktu. Cinta selalu menemukan jalan. Betapapun jauh dan berat tantangannya, ia berjalan mencari Yesus.<\/p>\n<p>Melihat cinta dan kesungguhan hati si Pegawai istana, Yesus-pun menolong anaknya dan menyembuhkan dia. Tapi kali ini, Yesus menunjukkan ke-Allah-annya yakni hanya dengan bersabda. Yesus tidak perlu pergi ke Kapernaum karena kuasa SabdaNya melampaui ruang dan waktu. Seketika itu juga anak itu sembuh.<br \/>\nWaktu itu tidak ada hp atau alat komunikasi jarak jauh untuk mengkonfirmasi bahwa anak itu sembuh.<br \/>\nSi Pegawai istana percaya apa yang dikatakan Yesus, tak perlu menunggu kepastian, iapun pulang. Ia mendapat kabar gembira dari para hambanya bahwa anaknya sembuh, pada jam yang sama ketika Yesus kemarin bersabda, \u201cpergilah, anakmu hidup!\u201d<\/p>\n<p>Kabar gembira Injil ini, kuasa Sabda dan kasih Yesus berlaku sepanjang masa. Mari selalu datang pada Yesus, menaruh harapan padaNya, percaya Yesus sanggup menolong kita.<br \/>\nMari kita membawa orang-orang yang kita cintai dalam doa-doa kita kepadaNya. Juga semua kerinduan yang ada dalam hati, kita bawa dalam doa. Yohanes berkata, \u201c\u2018Kita telah mengenal dan percaya akan kasih Allah pada kita. (1 Yoh 4:16). Dalam Yesus kasih Allah menjadi nyata. PenjelmaanNya, hidup dan karyaNya, derita dan sengsaraNya, telah menjadi jaminan pertolongan kita.<br \/>\nBukan hanya untuk sakit secara fisik, juga luka di hati dan luka batin oleh dosa. Dalam Yesus ada kesembuhan, pengampunan, dan pemulihan. PadaNya kita percaya dan tak henti berharap.<\/p>\n<p>Selamat hari Senin. Kasih Yesus menguatkan kita, memberi semangat baru.&#x1f64f;&#x2764;&#xfe0f;&#x1f607;<br \/>\nPs Revi Tanod Pr<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Kalender Liturgi 16 Mar 2026<br \/>\nSenin Prapaskah IV<br \/>\nWarna Liturgi: Ungu<br \/>\nBait Pengantar Injil: Am 5:14<br \/>\nBacaan Injil: Yoh 4:43-54<br \/>\n************<\/p>\n<p>Bait Pengantar Injil<br \/>\nAm 5:14<br \/>\nCarilah yang baik dan jangan yang jahat, supaya kamu hidup;<br \/>\ndengan demikian Allah akan menyertai kamu.<\/p>\n<p>Bacaan Injil<br \/>\nYoh 4:43-54<br \/>\nLihat anakmu hidup.<\/p>\n<p>Inilah Injil Suci menurut Yohanes:<\/p>\n<p>Sekali peristiwa<br \/>\nYesus berangkat dari Samaria dan pergi ke Galilea.<br \/>\nSebab Ia sendiri telah bersaksi,<br \/>\nbahwa seorang nabi tidak dihormati di negerinya sendiri.<br \/>\nSetelah Yesus tiba di Galilea,<br \/>\norang-orang Galilea pun menyambut Dia,<br \/>\nkarena mereka telah melihat segala sesuatu<br \/>\nyang dikerjakan Yesus di Yerusalem pada pesta itu,<br \/>\nsebab mereka sendiri pun turut ke pesta itu.<\/p>\n<p>Maka Yesus kembali lagi ke Kana di Galilea,<br \/>\ndi mana Ia membuat air menjadi anggur.<br \/>\nDan di Kapernaum ada seorang pegawai istana,<br \/>\nyang anaknya sedang sakit.<br \/>\nKetika pegawai itu mendengar,<br \/>\nbahwa Yesus telah datang dari Yudea ke Galilea,<br \/>\npergilah ia kepada-Nya,<br \/>\nlalu meminta supaya Yesus datang dan menyembuhkan anaknya,<br \/>\nsebab anaknya itu hampir mati.<\/p>\n<p>Maka kata Yesus kepadanya,<br \/>\n&#8220;Jika kamu tidak melihat tanda dan mujizat,<br \/>\nkamu tidak percaya.&#8221;<br \/>\nPegawai istana itu berkata kepada-Nya,<br \/>\n&#8220;Tuhan, datanglah sebelum anakku mati.&#8221;<br \/>\nKata Yesus kepadanya, &#8220;Pergilah, anakmu hidup!&#8221;<br \/>\nOrang itu percaya akan perkataan yang dikatakan Yesus kepadanya, lalu pergi.<br \/>\nKetika ia masih di tengah jalan<br \/>\nhamba-hambanya telah datang kepadanya dengan kabar,<br \/>\nbahwa anaknya hidup.<br \/>\nIa bertanya kepada mereka pukul berapa anak itu mulai sembuh.<br \/>\nJawab mereka, &#8220;Kemarin siang pukul satu demamnya hilang.&#8221;<br \/>\nMaka teringatlah ayah itu,<br \/>\nbahwa pada saat itulah Yesus berkata kepadanya, &#8220;Anakmu hidup.&#8221;<br \/>\nLalu ia pun percaya, ia dan seluruh keluarganya.<br \/>\nDan itulah tanda kedua yang dibuat Yesus<br \/>\nketika Ia pulang dari Yudea ke Galilea.<\/p>\n<p>Demikianlah sabda Tuhan.<br \/>\n***********<\/p>\n<p>Dalam injil Yohanes ada dua tanda heran yang dibuat Yesus di Kana Galilea. Tanda heran pertama adalah Yesus mengubah air menjadi anggur pada pesta pernikahan di Kana. Injil pagi ini adalah tanda heran kedua yaitu menyembuhkan anak seorang pegawai istana. Dalam adegan di Kana pertama, ibu Yesus menunjukkan kepercayaan yang besar pada firman Yesus yaitu dengan berkata kepada para pelayan &#8216;Lakukanlah apa pun yang Ia katakan kepadamu,&#8217;. Dalam adegan Kana kedua ini, pegawai istana juga menunjukkan kepercayaan yang besar pada firman Yesus. Ketika Yesus berkata kepadanya, &#8216;Pulanglah, anakmu akan hidup,&#8217; ia kemudian percaya apa yang dikatakan Yesus dan mulai pergi&#8217;. Ia melakukan apa yang Yesus katakan kepadanya yaitu pulang dan percaya pada janji Yesus bahwa anaknya akan hidup. Pegawai istana itu percaya akan firman Yesus. Padahal sebelumnya Yesus telah berkata kepadanya: &#8216;Kamu orang-orang Galilea, tidak akan percaya kecuali kamu melihat tanda-tanda dan mukjizat&#8217;.<\/p>\n<p>Di sini ada seorang Galilea yang tidak perlu melihat tanda-tanda dan mukjizat sebelum ia percaya. Pegawai istana itu percaya akan janji Yesus. Dan setelah percaya, ia kemudian melihat tanda-tanda dan mukjizat bahwa anaknya sembuh.<\/p>\n<p>Kita pun diminta untuk memiliki iman seperti yang dimiliki pegawai istana Galilea itu yaitu iman kepada firman Tuhan, iman yang menerima firman Tuhan apa adanya. Inilah jenis iman yang sama yang diminta ibu Yesus pada pesta pernikahan di Kana. Jika kita menerima firman Tuhan apa adanya, jika kita menyerahkan diri kepada firman dan janji Tuhan, maka kita pun akan seperti pegawai istana itu yg melihat tanda-tanda dan mukjizat. Setelah mendengar &amp; menerima firman Tuhan apa adanya maka kita pun akan melihat Tuhan bekerja dengan cara yang sama yaitu memberi kehidupan dalam hidup kita sendiri dan dalam hdp orang lain. Amen\u2026.<\/p>\n<p>RP. PAUL KERANS, SVD<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sabda Kehidupan Senin 16 Maret 2026 Yohanes 4:49-50 (Yoh 4:43-54) Pegawai istana itu berkata kepada-Nya: &#8220;Tuhan, datanglah sebelum anakku mati.&#8221; Kata Yesus kepadanya: &#8220;Pergilah, anakmu hidup!&#8221; Orang itu percaya akan perkataan yang dikatakan Yesus&#46;&#46;&#46;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":90462,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1,20],"tags":[],"class_list":["post-93905","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-bacaan-harian","category-renungan-text"],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/katolikindonesia.org\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/app-2026.png","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/93905","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=93905"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/93905\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":93906,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/93905\/revisions\/93906"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/90462"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=93905"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=93905"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=93905"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}