{"id":93807,"date":"2026-03-13T18:42:47","date_gmt":"2026-03-13T11:42:47","guid":{"rendered":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=93807"},"modified":"2026-03-13T18:42:54","modified_gmt":"2026-03-13T11:42:54","slug":"sabtu-14-maret-2026-2","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=93807","title":{"rendered":"Sabtu, 14 Maret 2026"},"content":{"rendered":"\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>ANTIFON PEMBUKA&nbsp; \u2014 Mazmur 25.17-18\u2063\u2063<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Tuhan, lepaskanlah aku dari deritaku. Indahkanlah kehinaan dan kesusahanku dan hapuskanlah segala dosaku.\u2063\u2063<\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>PENGANTAR\u2063\u2063:&nbsp;<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Allah kita bukanlah pembalas dendam dan penghukum. Ia tidak berkenan akan kematian orang berdosa, tetapi menghendaki agar kita sungguh hidup. Adapun syaratnya: mau mencari kesucian sejati. Garis para nabi ditarik terus oleh Yesus. Mengusahakan kesucian mengandaikan bahwa niat kita untuk berdamai dan bertobat lebih kuat dari keyakinan bahwa hanya kita sajalah yang benar. Marilah kita berdamai dengan Tuhan dan sesama.\u2063\u2063<\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>DOA KOLEKTAN:<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Marilah berdoa: Allah Bapa maharahim, dalam masa tobat ini kami mempersiapkan diri untuk merayakan Paskah. Berilah kami rahmat-Mu, agar usaha kami berguna bagi kemajuan rohani kami. Demi Yesus Kristus Putra-Mu, \u2026\u2063\u2063<\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>ATAU\u2063\u2063:&nbsp;<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Marilah berdoa: Allah Bapa, sumber belas kasih, sungguh luas kesabaran-Mu dan besar belas kasih-Mu. Kami mohon, perkenankanlah kami mengikuti jalan yang benar, dan singkirkanlah segala kejahatan dari kami. Demi Yesus Kristus Putra-Mu, ..\u2063\u2063<\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>BACAAN PERTAMA: Bacaan dari Nubuat Yehezkiel 18:21-28<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><em><strong>\u201cAdakah Aku berkenan kepada kematian orang fasik? Bukankah kepada pertobatannya Aku berkenan supaya ia hidup?\u201d<\/strong><\/em><\/h3>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Beginilah Tuhan Allah berfirman, \u201cJikalau orang fasik bertobat dari segala dosa yang dilakukannya, dan berpegang pada segala ketetapan-Ku serta melakukan keadilan dan kebenaran, ia pasti hidup, ia tidak akan mati. Segala durhaka yang dibuatnya tidak akan diingat-ingat lagi, ia akan hidup karena kebenaran yang dilakukannya. Adakah Aku berkenan kepada kematian orang fasik? firman Tuhan Allah. Bukankah kepada pertobatannya Aku berkenan, supaya ia hidup? Jikalau orang benar berbalik dari kebenarannya dan melakukan kecurangan seperti segala kekejian yang dilakukan orang fasik, apa ia akan hidup? Segala kebenaran yang dilakukan tidak akan diingat-ingat lagi. Ia harus mati karena ia berubah setia, dan karena dosa yang dilakukannya. Tetapi kamu berkata: Tindakan Tuhan tidak tepat! Dengarlah dulu, hai kaum Israel! Apakah tindakan-Ku yang tidak tepat, ataukah tindakanmu yang itdak tepat. Kalau orang benar berbalik dari kebenarannya dan melakukan kecurangan sehingga ia mati, ia harus mati karena kecurangan yang dilakukannya. Sebaliknya, kalau orang fasik bertobat dari kefasikan yang dilakukannya, dan ia melakukan keadilan dan kebenaran, ia akan menyelamatkan nyawanya. Ia insyaf dan bertobat dari segala durhaka yang dibuatnya, maka ia pasti hidup, ia tidak akan mati.<\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Demikianlah sabda Tuhan<br>U. Syukur kepada Allah.<\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>MAZMUR TANGGAPAN: Mazmur 130:1-2.3-4ab.4c-6.7-8<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong><em>Ref.<\/em><em>&nbsp;Pada Tuhan ada kasih setia dan penebusan berlimpah<\/em><\/strong><br><strong>atau<em>&nbsp;Jika Engkau mengingat-ingat kesalahan, ya Tuhan, siapakah yang dapat tahan?<\/em><\/strong><\/h3>\n\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\">\n<li>Dari jurang yang dalam aku berseru kepada-Mu, ya Tuhan! Tuhan, dengarkanlah suaraku! Biarlah telinga-Mu menaruh perhatian, kepada suara permohonanku.<\/li>\n\n\n\n<li>Jika Engkau mengingat-ingat kesalahan, ya Tuhan, siapakah yang dapat tahan? Tetapi pada-Mu ada pengampunan, maka orang-orang bertakwa kepada-Mu.<\/li>\n\n\n\n<li>Aku menanti-nantikan Tuhan, jiwaku menanti-nanti, dan aku mengharapkan firman-Nya. Jiwaku mengharapkan Tuhan, lebih dari pada pengawal mengharapkan pagi.<\/li>\n\n\n\n<li>Sebab pada Tuhan ada kasih setia, dan Ia banyak kali mengadakan pembebasan. Dialah yang akan membebaskan Israel dari segala kesalahannya.<\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>BAIT PENGANTAR INJIL:<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">U :&nbsp;<em>Terpujilah Kristus Tuhan, Raja mulia dan kekal.<\/em><br>S :&nbsp; (Yeh 18:31)&nbsp;<em>Buanglah daripada-Mu segala durhaka yang kamu buat terhadap Aku, sabda Tuhan, dan perbaharuilah hati serta rohmu.<\/em><\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>BACAAN INJIL: Inilah Injil Yesus Kristus menurut Matius 5:20-26<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><em><strong>\u201cPergilah berdamai dahulu dengan saudaramu.\u201d<\/strong><\/em><\/h3>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Dalam khotbah di bukit berkatalah Yesus kepada murid-murid-Nya, \u201cJika hidup keagamaanmu tidak lebih benar dari pada hidup keagamaan ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, sesungguhnya kamu tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Surga. Kamu telah mendengar yang difirmankan kepada nenek moyang kita: Jangan membunuh; siapa yang membunuh harus dihukum. Tetapi Aku berkata kepadamu: Setiap orang yang marah terhadap saudaranya harus dihukum; siapa yang berkata kepada saudaranya: Kafir! harus dihadapkan ke Mahkamah Agama dan siapa yang berkata: Jahil! harus diserahkan ke dalam neraka yang menyala-nyala. Sebab itu, jika engkau mempersembahkan persembahanmu di atas mezbah dan engkau teringat akan sesuatu yang ada dalam hati saudaramu terhadap engkau, tinggalkanlah persembahanmu di depan mezbah itu dan pergilah berdamai dahulu dengan saudaramu, lalu kembali untuk mempersembahkan persembahanmu itu. Segeralah berdamai dengan lawanmu selama engkau bersama-sama dengan dia di tengah jalan, supaya lawanmu itu jangan menyerahkan engkau kepada hakim dan hakim itu menyerahkan engkau kepada pembantunya dan engkau dilemparkan ke dalam penjara. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya engkau tidak akan keluar dari sana, sebelum engkau membayar hutangmu sampai lunas.<br>Inilah Injil Tuhan.<br>U : Terpujilah Kristus.<\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>RESI DIBAWAKAN OLEH Fr. Markus Bambang Pamungkas SCJ<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong><em>Vivat&nbsp;<\/em><em>C<\/em><em>or Iesu per&nbsp;<\/em><em>C<\/em><em>or Mariae<\/em><em>.&nbsp;<\/em>Terpujilah Hati Yesus melalui Hati Maria.<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Bapa ibu dan saudara-saudari, para pendengar resi, dimanapun anda berada, semoga senantiasa diberkati oleh Allah. Dalam Injil kita mendengar tentang perumpamaan dua orang yang pergi ke Bait Allah untuk berdoa: seorang Farisi dan seorang pemungut cukai. Keduanya datang ke tempat yang sama, berdiri di hadapan Allah yang sama, tetapi pulang dengan keadaan hati yang sangat berbeda.<\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Orang Farisi berdiri dengan penuh keyakinan diri. Ia menceritakan segala kebaikannya: berpuasa dua kali seminggu, membayar persepuluhan, dan merasa dirinya tidak seperti orang lain yang dianggapnya berdosa. Doanya terdengar saleh, tetapi sesungguhnya ia sedang memuji dirinya sendiri. Ia tidak sungguh berbicara kepada Allah, melainkan sedang membandingkan diri dan merasa lebih benar dari sesamanya. Tanpa disadari, kesombongan rohani telah menutup hatinya terhadap rahmat.<\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Sebaliknya, pemungut cukai berdiri jauh-jauh. Ia tidak berani menengadah ke langit. Dengan hati yang hancur ia hanya berkata, \u201cYa Allah, kasihanilah aku orang berdosa ini.\u201d Ia tidak membawa daftar kebaikan. Ia hanya membawa kerendahan hati dan pengakuan akan dosanya. Dan justru orang inilah yang dibenarkan Allah.<\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Yesus menutup perumpamaan itu dengan sabda yang tegas: \u201cBarangsiapa meninggikan diri, ia akan direndahkan; dan barangsiapa merendahkan diri, ia akan ditinggikan.\u201d Kerendahan hati menjadi pintu masuk bagi belas kasih Allah. Bukan banyaknya jasa yang menyelamatkan, melainkan hati yang terbuka.<\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Spiritualitas L\u00e9on Dehon sangat sejalan dengan pesan Injil ini. Ia menekankan sikap penyerahan diri total kepada Hati Yesus melalui ungkapannya yang terkenal:&nbsp;<em>\u201cEcce venio\u201d<\/em>&nbsp;\u2014 \u201cInilah aku, ya Tuhan, aku datang untuk melakukan kehendak-Mu.\u201d Ungkapan ini bukanlah seruan kesombongan rohani, melainkan doa seorang hamba yang sadar akan kelemahannya dan sepenuhnya bergantung pada kasih Allah. Bagi Pater Dehon, kita datang kepada Tuhan bukan karena kita layak, tetapi karena kita percaya pada cinta-Nya yang lebih besar daripada dosa kita.<\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Hari ini merupakan peringatan hari kelahiran Pater Dehon ke 183. Maka saya mengundang kita semua, seperti saya mengundang diri saya sendiri, mari kita bersama-sama meneladan Pater Dehon yang selalu mengajak para pengikutnya untuk terus memiliki kerendahan hati. Baik itu kepada kehendak Allah, maupun dalam pelayanan. Mari kita juga belajar dari pemungut cukai: berani jujur di hadapan Tuhan, mengakui kelemahan, dan percaya pada belas kasih-Nya. Dan bersama Pater Dehon, kita pun dapat berkata dengan rendah hati: \u201cEcce venio, Tuhan. Aku datang dengan segala keterbatasanku. Bentuklah hatiku seturut Hati-Mu.\u201d<\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Maka, bapa ibu dan saudara-saudari, para pendengar resi yang budiman, mari kita meneladan Pater Dehon yang terus mengandalkan Allah dalam hidupnya. Mari kita juga mengandalkan Allah, membiarkan kehendak Allah menjadi kehendakku setiap hari. Mari kita terus mohon kepada Allah, agar Roh-Nya senantiasa menuntun dan membimbing kita semua. Semoga Allah senantiasa memberkati niat-niat baik kita semua.<\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>DOA PERSIAPAN PERSEMBAHAN\u2063\u2063:&nbsp;<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Allah Bapa maha penyayang, terimalah persembahan ini sebagai tanda perdamaian antara Engkau dengan umat-Mu Semoga berkat kemurahan hati-Mu kami Kauanugerahi keselamatan Demi Kristus, \u2026\u2063\u2063<\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>ATAU \u2063\u2063:&nbsp;<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Allah Bapa kami sumber kerukunan, semoga berkat roti anggur, berkat Yesus Putra-Mu terkasih, kami Kaukuduskan menjadi umat-Mu dan rukun bersatu padu dengan sesama. Demi Kristus, \u2026.\u2063\u2063<\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>ANTIFON KOMUNI \u2014 Yehezkiel 33:11\u2063\u2063<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Tuhan telah bersumpah: Aku menghendaki bukan supaya orang berdosa mati. melainkan supaya ia bertobat dan hidup\u2063\u2063<\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>DOA SESUDAH KOMUNI:&nbsp;<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Marilah berdoa: Allah Bapa mahakudus, anugerah-Mu telah menyegarkan kami. Semoga kami Kausucikan dari noda hidup di masa lampau dan Kauberi bagian dalam misteri Paskah Putra-Mu. Sebab Dialah \u2026.\u2063<\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>ATAU:<\/strong>\u2063<\/h2>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Marilah berdoa: Allah Bapa sumber belas kasih, Engkau menyelami diri kami masing-masing sampai ke lubuk hati kami. Kami mohon. semoga kami dapat berbelas kasih kepada sesama sebagaimana Engkau sendiri berbelas kasih kepada kami. Demi Kristus\u2026..<\/h4>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><a href=\"https:\/\/resi.dehonian.or.id\/wp-content\/uploads\/2026\/03\/Resi-Sabtu-14-Maret-2025-oleh-Fr-Markus-Bambang-Pamungkas-SCJ-dari-Komunitas-SCJ-Visma-Vijaya-Praya-VVP-Yogyakarta-Indonesia.mp3\">Resi-Sabtu 14 Maret 2025 oleh Fr Markus Bambang Pamungkas SCJ dari Komunitas SCJ Visma Vijaya Praya (VVP) Yogyakarta \u2013 Indonesia<\/a><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sumber <a href=\"https:\/\/resi.dehonian.or.id\/2026\/03\/13\/sabtu-14-maret-2026-hari-biasa-pekan-i-prapaskah-dehonian-day-bagi-keluarga-besar-dehonian\/\">https:\/\/resi.dehonian.or.id\/2026\/03\/13\/sabtu-14-maret-2026-hari-biasa-pekan-i-prapaskah-dehonian-day-bagi-keluarga-besar-dehonian\/<\/a><\/p>\n\n\n\n<figure><iframe loading=\"lazy\" src=\"https:\/\/katolikindonesia.org\/?powerpress_pinw=93807-podcast&amp;powerpress_player=default\" width=\"320\" height=\"50\"><\/iframe><\/figure>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><a href=\"https:\/\/resi.dehonian.or.id\/wp-content\/uploads\/2026\/03\/Panduan-Ekaristi-Kelahiran-Yohanes-Leo-Dehon-1.pdf\">Panduan Ekaristi Kelahiran Yohanes Leo Dehon-1<\/a><\/p>\n<div class=\"powerpress_player\" id=\"powerpress_player_2044\"><audio class=\"wp-audio-shortcode\" id=\"audio-93807-1\" preload=\"none\" style=\"width: 100%;\" controls=\"controls\"><source type=\"audio\/mpeg\" src=\"https:\/\/resi.dehonian.or.id\/wp-content\/uploads\/2026\/03\/Resi-Sabtu-14-Maret-2025-oleh-Fr-Markus-Bambang-Pamungkas-SCJ-dari-Komunitas-SCJ-Visma-Vijaya-Praya-VVP-Yogyakarta-Indonesia.mp3?_=1\" \/><a href=\"https:\/\/resi.dehonian.or.id\/wp-content\/uploads\/2026\/03\/Resi-Sabtu-14-Maret-2025-oleh-Fr-Markus-Bambang-Pamungkas-SCJ-dari-Komunitas-SCJ-Visma-Vijaya-Praya-VVP-Yogyakarta-Indonesia.mp3\">https:\/\/resi.dehonian.or.id\/wp-content\/uploads\/2026\/03\/Resi-Sabtu-14-Maret-2025-oleh-Fr-Markus-Bambang-Pamungkas-SCJ-dari-Komunitas-SCJ-Visma-Vijaya-Praya-VVP-Yogyakarta-Indonesia.mp3<\/a><\/audio><\/div><p class=\"powerpress_links powerpress_links_mp3\" style=\"margin-bottom: 1px !important;\">Podcast: <a href=\"https:\/\/resi.dehonian.or.id\/wp-content\/uploads\/2026\/03\/Resi-Sabtu-14-Maret-2025-oleh-Fr-Markus-Bambang-Pamungkas-SCJ-dari-Komunitas-SCJ-Visma-Vijaya-Praya-VVP-Yogyakarta-Indonesia.mp3\" class=\"powerpress_link_pinw\" target=\"_blank\" title=\"Play in new window\" onclick=\"return powerpress_pinw('https:\/\/katolikindonesia.org\/?powerpress_pinw=93807-podcast');\" rel=\"nofollow\">Play in new window<\/a> | <a href=\"https:\/\/resi.dehonian.or.id\/wp-content\/uploads\/2026\/03\/Resi-Sabtu-14-Maret-2025-oleh-Fr-Markus-Bambang-Pamungkas-SCJ-dari-Komunitas-SCJ-Visma-Vijaya-Praya-VVP-Yogyakarta-Indonesia.mp3\" class=\"powerpress_link_d\" title=\"Download\" rel=\"nofollow\" download=\"Resi-Sabtu-14-Maret-2025-oleh-Fr-Markus-Bambang-Pamungkas-SCJ-dari-Komunitas-SCJ-Visma-Vijaya-Praya-VVP-Yogyakarta-Indonesia.mp3\">Download<\/a><\/p><!--powerpress_player-->","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>ANTIFON PEMBUKA&nbsp; \u2014 Mazmur 25.17-18\u2063\u2063 Tuhan, lepaskanlah aku dari deritaku. Indahkanlah kehinaan dan kesusahanku dan hapuskanlah segala dosaku.\u2063\u2063 PENGANTAR\u2063\u2063:&nbsp; Allah kita bukanlah pembalas dendam dan penghukum. Ia tidak berkenan akan kematian orang berdosa, tetapi&#46;&#46;&#46;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":90462,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"audio","meta":{"footnotes":""},"categories":[18,1,20],"tags":[],"class_list":["post-93807","post","type-post","status-publish","format-audio","has-post-thumbnail","hentry","category-renungan-audio","category-bacaan-harian","category-renungan-text","post_format-post-format-audio"],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/katolikindonesia.org\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/app-2026.png","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/93807","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=93807"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/93807\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":93809,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/93807\/revisions\/93809"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/90462"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=93807"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=93807"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=93807"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}