{"id":93711,"date":"2026-03-11T09:39:11","date_gmt":"2026-03-11T02:39:11","guid":{"rendered":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=93711"},"modified":"2026-03-11T09:39:11","modified_gmt":"2026-03-11T02:39:11","slug":"rabu-11-maret-2026-5","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=93711","title":{"rendered":"Rabu, 11 Maret 2026"},"content":{"rendered":"<p>Sabda Kehidupan<br \/>\nRabu 11 Maret 2026<br \/>\nMatius 5:17 (Mat 5:17-19)<br \/>\n\u201dJanganlah kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk meniadakan hukum Taurat atau kitab para nabi. Aku datang bukan untuk meniadakannya, melainkan untuk menggenapinya.\u201d<\/p>\n<p>Semuanya Digenapi Dalam Yesus<\/p>\n<p>Yesus datang untuk menyempurnakan hukum Taurat dan menggenapinya.<br \/>\nApa yang dahulu hanya bisa didengar atau dibaca dalam kitab Taurat, kini telah menjadi manusia dan tinggal di antara kita (Yoh 1:14). Semua janji Allah sejak Abraham hingga para nabi menjadi nyata dalam Yesus.<br \/>\nAllah yang dahsyat dan perkasa, nampak nyata dalam sabda dan karya serta mujizat Yesus.<br \/>\nAllah yang penuh kasih dan maharahim, lemah lembut dan sabar, nyata kita saksikan dan alami dalam diri Yesus, Tuhan kita yang lemah lembut dan rendah hati.<\/p>\n<p>Kisah sengsara Yesus, derita dan pengorbananNya menunjukkan betapa Allah mencintai kita sampai sehabis-habisnya. Perintah cintakasih Allah dalam bentuk seruan dan ajaran, menjadi sungguh nyata dalam sengsara dan salibNya.<br \/>\nKebangkitanNya dari kematian, menyempurnakan seluruh karya keselamatan Allah yang dulunya dirusak oleh dosa.<\/p>\n<p>Betapa bahagianya kita kini boleh mengambil bagian dalam kepenuhan kasih Allah dalam Yesus yang kini hidup bersama kita dalam Roh KudusNya.<br \/>\nRasul Yohanes berkata, \u201cKarena dari kepenuhan-Nya kita semua telah menerima kasih karunia demi kasih karunia; sebab hukum Taurat diberikan oleh Musa, tetapi kasih karunia dan kebenaran datang oleh Yesus Kristus.&#8221; (1 Yoh 16-17).<\/p>\n<p>Semoga kepenuhan Yesus tinggal dalam diri kita dan mengatasi kelemahan kita.<br \/>\nCinta kita yang terbatas disempurnakanNya. Hati kita yang kecil dibesarkanNya. Roh kita yang lemah dikuatkanNya. Yesus hidup di dalam kita dan kita hidup di dalam Dia. Kita menikmati hidup yang penuh dan melimpah kasih karunia dalam Yesus, Gembala kita yang baik, yang tak pernah membiarkan kita berkekurangan.<br \/>\nMari menimba air hidup dan menyantap Roti Kehidupan yang disediakan Yesus bagi kita setiap hari dari FirmanNya yang hidup.<\/p>\n<p>Selamat hari baru. Kiranya kepenuhan kasih Yesus melingkupi kita.&#x1f64f;&#x2764;&#xfe0f;&#x1f607;<br \/>\nPs Revi Tanod Pr<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Kalender Liturgi 11 Mar 2026<br \/>\nRabu Prapaskah III<br \/>\nWarna Liturgi: Ungu<br \/>\nBait Pengantar Injil: Yoh 6:63b.68a<br \/>\nBacaan Injil: Mat 5:17-19<br \/>\n**********<\/p>\n<p>Bait Pengantar Injil<br \/>\nYoh 6:63b.68a<br \/>\nSabda-Mu, ya Tuhan, adalah roh dan kehidupan.<br \/>\nEngkau mempunyai sabda kehidupan kekal.<\/p>\n<p>Bacaan Injil<br \/>\nMat 5:17-19<br \/>\nSiapa yang melakukan dan mengajarkan segala perintah Taurat,<br \/>\nia akan menduduki tempat yang tinggi.<\/p>\n<p>Inilah Injil Suci menurut Matius:<\/p>\n<p>Dalam khotbah di bukit Yesus berkata kepada murid-murid-Nya,<br \/>\n&#8220;Janganlah kamu menyangka,<br \/>\nbahwa Aku datang untuk meniadakan hukum Taurat<br \/>\natau kitab para nabi.<br \/>\nAku datang bukan untuk meniadakannya,<br \/>\nmelainkan untuk menggenapinya.<br \/>\nKarena Aku berkata kepadamu:<br \/>\nSungguh, selama belum lenyap langit dan bumi ini,<br \/>\nsatu iota atau satu titik pun<br \/>\ntidak akan ditiadakan dari hukum Taurat,<br \/>\nsebelum semuanya terjadi.<br \/>\nKarena itu siapa yang meniadakan salah satu perintah Taurat<br \/>\nsekalipun yang paling kecil,<br \/>\ndan mengajarkannya demikian kepada orang lain,<br \/>\nia akan menduduki tempat-tempat yang paling rendah<br \/>\ndi dalam Kerajaan Surga.<br \/>\nTetapi siapa yang melakukan dan mengajarkan<br \/>\nsegala perintah Taurat,<br \/>\nia akan menduduki tempat yang tinggi di dalam Kerajaan Sorga.&#8221;<\/p>\n<p>Demikianlah sabda Tuhan.<br \/>\n***********<\/p>\n<p>JADIKAN FIRMAN TUHAN SEBAGAI PEDOMAN HIDUP<\/p>\n<p>Kabar baik dari Tuhan bagimu pagi ini: \u201cFirman Tuhan bukan sekedar bacaan sejarah iman, melainkan adalah pernyataan cinta Allah atau diri Allah sendiri yang menjadi manusia dan tinggal di antara kita. Maka barangsiapa membaca, merenungkan dan melaksanakannya maka sesungguhnya ia sangat dekat dengan Allah itu sendiri.\u201d<\/p>\n<p>Dalam Firman Tuhan pagi ini ditegaskan bahwa: \u201cKarena itu siapa yang meniadakan salah satu perintah hukum Taurat sekalipun yang paling kecil, dan mengajarkannya demikian kepada orang lain, ia akan menduduki tempat yang paling rendah di dalam Kerajaan Sorga; tetapi siapa yang melakukan dan mengajarkan segala perintah-perintah hukum Taurat, ia akan menduduki tempat yang tinggi di dalam Kerajaan Sorga.&#8221; ( ayat 19 )<\/p>\n<p>Pesan dan pertanyaan refleksif bagi kita di pagi ini:<\/p>\n<p>1) Sudahkan Anda membaca, merenungkan dan melaksanakan firman Tuhan setiap hari?<\/p>\n<p>2) Sadarlah bahwa setiap saat Anda membaca dan merenungkan kitab suci maka Anda sesungguhnya Anda mendengarkan apa yang Tuhan kehendaki kepadamu;<\/p>\n<p>3) Jadikanlah firman Tuhan sebagai pedoman hidupmu setiap saat maka hidupmu akan berdaya pikat terhadap orang lain.<\/p>\n<p>Akhirnya sadarlah bahwa cara terbaik untuk mendekatkan diri dengan Tuhan adalah ketika Anda menjadikan firman-Nya menjadi pedoman hidupmu.<\/p>\n<p>Selamat beraktivitas untuk para sahabat.<\/p>\n<p>Salam, doa dan berkatku ( + ) untuk semua.<br \/>\n( Dari: Mgr. Inno Ngutra : Minnong &#8211; Duc in Altum )<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sabda Kehidupan Rabu 11 Maret 2026 Matius 5:17 (Mat 5:17-19) \u201dJanganlah kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk meniadakan hukum Taurat atau kitab para nabi. Aku datang bukan untuk meniadakannya, melainkan untuk menggenapinya.\u201d Semuanya Digenapi&#46;&#46;&#46;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":90462,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1,20],"tags":[],"class_list":["post-93711","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-bacaan-harian","category-renungan-text"],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/katolikindonesia.org\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/app-2026.png","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/93711","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=93711"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/93711\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":93712,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/93711\/revisions\/93712"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/90462"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=93711"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=93711"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=93711"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}