{"id":93620,"date":"2026-03-08T19:34:18","date_gmt":"2026-03-08T12:34:18","guid":{"rendered":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=93620"},"modified":"2026-03-08T19:34:21","modified_gmt":"2026-03-08T12:34:21","slug":"senin-09-maret-2026-4","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=93620","title":{"rendered":"Senin, 09 Maret 2026"},"content":{"rendered":"\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>ANTIFON PEMBUKA&nbsp; \u2014 Mazmur 84:3\u2063<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Penuh rindu hatiku mendambakan rumah Tuhan. Jiwa ragaku bersorak-sorai bagi Allah yang hidup.\u2063\u2063<\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>PENGANTAR\u2063:&nbsp;<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Sembuhnya Naaman karena mandi di Sungai Yordan mengacu pada pembaptisan yang membawa kehidupan. Yesus mengingatkan peristiwa itu untuk membuka mata hati para pendengar. Yang baru dari pesan-Nya ialah ajakan itu ditujukan kepada semua orang.\u2063\u2063<\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>DOA KOLEKTAN\u2063:&nbsp;<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Marilah berdoa: Allah Bapa sumber belas kasih, semoga kerahiman-Mu membersihkan dan menguatkan umat-Mu. Bimbinglah kami dengan rahmat-Mu, karena tanpa Engkau kami takkan mungkin selamat. Demi Yesus Kristus Putra-Mu, \u2026.\u2063\u2063<\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>ATAU\u2063:&nbsp;<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Marilah berdoa: Allah Bapa Yang Mahakudus, dengan sabda pembebasan-Mu sembuhkanlah kiranya kami dari segala kesalahan dan dosa. Perkenankanlah kami memandang Dia yang telah dinanti-nantikan para nabi, yakni Yesus Kristus Putra-Mu, ..\u2063<\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>BACAAN PERTAMA: Bacaan dari Kitab Kedua Raja-Raja 5:1-15a<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><em><strong>\u201cBanyak orang sakit kusta, dan tak seorang pun dari mereka yang ditahirkan, selain daripada Naaman orang Syria itu.\u201d<\/strong><\/em><\/h3>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Naaman, panglima raja Aram, adalah seorang terpandang di hadapan tuannya dan sangat disayangi, sebab oleh dia Tuhan telah memberikan kemenangan kepada orang Aram. Tetapi pahlawan tentara itu sakit kusta. Sekali peristiwa orang Aram pernah keluar bergerombol dan membawa tertawan seorang anak perempuan dari negeri Israel. Anak itu menjadi pelayan pada isteri Naaman. Berkatalah gadis itu kepada nyonyanya, \u201cSekiranya tuanku menghadap nabi yang di Samaria itu, tentulah nabi itu akan menyembuhkan dia dari penyakitnya.\u201d Lalu pergilah Naaman memberitahukan kepada tuannya, katanya, \u201cBegini-beginilah dikatakan oleh gadis yang dari negeri Israel itu.\u201d Maka jawab raja Aram, \u201cBaik, pergilah dan aku akan mengirim surat kepada raja Israel.\u201d Lalu berangkatlah Naaman. Sebagai persembahan ia membawa sepuluh talenta perak, enam ribu syikal emas dan sepuluh potong pakaian. Ia menyampaikan surat raja Aram itu kepada raja Israel, yang berbunyi, \u201cSesampainya surat ini kepadamu, maklumlah kiranya, bahwa aku menyuruh kepadamu Naaman pegawaiku, supaya engkau menyembuhkan dia dari penyakit kustanya.\u201d Segera sesudah raja Israel membaca surat itu, dikoyakkannyalah pakaiannya serta berkata, \u201cAllahkah aku ini, yang dapat mematikan dan menghidupkan sehingga orang ini mengirim pesan kepadaku, supaya kusembuhkan seorang dari penyakit kustanya? Sesungguhnya, perhatikanlah dan lihatlah, ia mencari gara-gara terhadap aku.\u201d Segera sesudah didengar oleh Elisa, abdi Allah itu, bahwa raja Israel mengoyakkan pakaiannya, dikirimnyalah pesan kepada raja, bunyinya, \u201cMengapa engkau mengoyakkan pakaianmu? Biarlah orang itu datang kepadaku, supaya ia tahu bahwa ada seorang nabi di Israel.\u201d Kemudian datanglah Naaman dengan kuda dan keretanya, lalu berhenti di depan pintu rumah Elisa. Elisa menyuruh seorang suruhan kepadanya mengatakan, \u201cPergilah mandi tujuh kali dalam sungai Yordan, maka tubuhmu akan pulih kembali, sehingga engkau menjadi tahir.\u201d Tetapi pergilah Naaman dengan gusar sambil berkata, \u201cAku sangka, setidak-tidaknya ia datang ke luar dan berdiri memanggil nama Tuhan, Allahnya, lalu menggerak-gerakkan tangannya di atas tempat penyakit itu, dan dengan demikian menyembuhkan penyakit kustaku! Bukankah Abana dan Parpar, sungai-sungai Damsyik, lebih baik dari segala sungai di Israel? Bukankah aku dapat mandi di sana dan menjadi tahir?\u201d Kemudian berpalinglah ia dan pergi dengan panas hati. Tetapi pegawai-pegawainya datang mendekat serta berkata kepadanya, \u201cBapak, seandainya nabi itu menyuruh perkara yang sukar kepadamu, bukankah Bapak akan melakukannya? Apalagi sekarang, ia hanya berkata kepadamu: Mandilah dan engkau akan menjadi tahir.\u201d Maka turunlah Naaman membenamkan dirinya tujuh kali dalam sungai Yordan, sesuai dengan perkataan abdi Allah itu. Lalu pulihlah tubuhnya kembali seperti tubuh seorang anak, dan ia menjadi tahir. Kemudian kembalilah Naaman dengan seluruh pasukannya kepada abdi Allah itu. Sesampai di sana majulah ia ke depan Elisa dan berkata, \u201cSekarang aku tahu, bahwa di seluruh bumi tidak ada Allah kecuali di Israel. Karena itu terimalah kiranya suatu pemberian dari hamba ini!\u201d<br>Demikianlah sabda Tuhan<br>U. Syukur kepada Allah.<\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>MAZMUR TANGGAPAN: Mazmur 42:2-3; 43:3-4<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong><em>Ref.<\/em>&nbsp;<em>Jiwaku haus pada-Mu Tuhan, ingin melihat wajah Allah.<\/em><\/strong><\/h3>\n\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\">\n<li>Seperti rusa yang merindukan sungai berair, demikianlah jiwaku merindukan Engkau, ya Allah.<\/li>\n\n\n\n<li>Jiwaku haus akan Allah, akan Allah yang hidup. Bilakah aku boleh datang melihat Allah?<\/li>\n\n\n\n<li>Suruhlah terang dan kesetiaan-Mu datang, supaya aku dituntun dan dibawa ke gunung-Mu yang kudus dan ke tempat kediaman-Mu!<\/li>\n\n\n\n<li>Maka aku dapat pergi ke mezbah Allah, menghadap Allah, sukacita dan kegembiraanku, dan bersyukur kepada-Mu dengan kecapi, ya Allah, ya Allahku.<\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>BAIT PENGANTAR INJIL:<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">U :<em>&nbsp;Terpujilah Kristus Tuhan, Raja mulia dan kekal.<\/em><br>S : (Mzm 130:5.7)&nbsp;<em>Aku menanti-nantikan Tuhan, dan mengharapkan firman-Nya, sebab pada Tuhan ada kasih setia, dan Ia banyak kali mengadakan pembebasan.<\/em><\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>BACAAN INJIL: Inilah Injil Yesus Kristus menurut Lukas 4:24-30<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><em><strong>\u201cYesus seperti Elia dan Elisa, diutus bukan kepada orang-orang Yahudi.\u201d<\/strong><\/em><\/h3>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Ketika Yesus datang ke Nazaret, Ia berkata kepada umat di rumah ibadat, \u201cAku berkata kepadamu, sesungguhnya tidak ada nabi yang dihargai di tempat asalnya. Tetapi Aku berkata kepadamu, dan kata-Ku ini benar: Pada zaman Elia terdapat banyak janda di Israel, ketika langit tertutup selama tiga tahun enam bulan, dan ketika bahaya kelaparan yang hebat menimpa seluruh negeri. Tetapi Elia diutus bukan kepada salah seorang dari mereka, melainkan kepada seorang janda di Sarfat di tanah Sidon. Dan pada zaman nabi Elisa banyak orang kusta di Israel, tetapi tidak ada seorang pun dari mereka yang ditahirkan, selain daripada Naaman, orang Siria itu.\u201d Mendengar itu, sangat marahlah semua orang yang di rumah ibadat itu. Mereka bangun, lalu menghalau Yesus ke luar kota dan membawa Dia ke tebing gunung, tempat kota itu terletak, untuk melemparkan Dia dari tebing itu. Tetapi Yesus berjalan lewat dari tengah-tengah mereka, lalu pergi.<br>Demikianlah Sabda Tuhan<br>U. Terpujilah Kristus.&nbsp;<\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>RESI DIBAWAKAN OLEH Rm Fransiskus Edi Setiawan SCJ<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><em><strong>Vivat Cor Iesu per Cor Mariae. Hiduplah Hati Yesus melalui Hati Maria<\/strong><\/em><\/h3>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Saudara-saudari pendengar Resi Dehonian yang terkasih dalam Kristus, jumpa kembali dengan saya Rm. Fransiskus Edi Setiawan, SCJ dari Komunitas Rumah Dehonian St. Yohanes, Gudang Peluru, Jakarta, Indonesia dalam Resi (renungan singkat) Dehonian edisi Hari Senin, 09 Maret 2026, Hari Biasa Pekan Prapaskah III.<\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Saudara-saudari pendengar Resi Dehonian yang terkasih dalam Kristus, pada hari Senin biasa pekan prapaskah III ini, kita sebagai orang beriman diundang untuk membuka hati bagi rahmat Allah, mengatasi prasangka, dan tidak menolak kebenaran. Itulah jalan pertobatan yang ditunjukkan oleh Allah dalam masa penuh rahmat ini.<\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Dalam bacaan Injil hari ini, kita mendengarkan bahwa Yesus ditolak oleh orang Nazareth. Orang Nazareth merasa \u201ctahu banyak\u201d tentang Yesus, sehingga mereka menutup diri dari pengajaran-Nya. Bahkan Yesus sendiri menyatakan bahwa&nbsp;<em>tidak ada nabi yang dihargai di tempat asalnya<\/em>. Hal ini menunjukkan bahwa mereka adalah orang-orang yang tertutup hatinya terhadap warta keselamatan dari Allah yang dibawa oleh Yesus. Lebih dari pada itu Yesus memberikan contoh dalam sejarah bangsa mereka, yakni Elia dan Elisa yang menolong orang asing janda Sarfat yang terkena bencana kelaparan dan Naaman yang sakit kusta daripada orang Israel sendiri yang mengalami hal serupa pada zaman itu.<\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Saudara-saudari yang terkasih, penolakan terhadap Yesus di Nazareth menunjukkan bahwa hati yang tertutup adalah penghalang terbesar bagi rahmat Allah. Kita diajak untuk bertobat dari sikap iri, dengki, dan merasa lebih suci. Pertama-tama kita perlu menyadari bahwa rahmat Allah itu ditujukan bagi siapa saja yang membuka hati, bukan hanya untuk orang yang merasa berhak oleh karena jaminan perjanjian Allah dan umat-Nya. Oleh karena itu, kita harus membuka hati kita agar pemahaman kita tidak dangkal, tidak meremehkan kehadiran atau sapaan Tuhan melalui peristiwa sehari-hari, tidak mudah berprasangka buruk terhadap keadaan dan tidak menolak kebenaran dari Allah.<\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Saudari-saudari yang terkasih, marilah di masa prapaskah yang penuh rahmat ini, kita membuka hati bagi rahmat Allah, menjauhkan diri dari sikap iri, dengki dan prasangka buruk terhadap orang atau peristiwa serta mensyukuri rahmat dan kehadiran-Nya dalam hidup sehari-hari. Apapun yang terjadi dalam hidup ini, Allah ada di sana dan tidak meninggalkan kita. Hanya dengan hati terbuka, kita akan mampu melihat Allah yang berkarya.<\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Semoga Allah memberkati hidup kita, keluarga kita, niat baik dan usaha kita,&nbsp;Dalam nama Bapa dan Putera dan Roh Kudus. Amin.<\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>DOA PERSIAPAN PERSEMBAHAN\u2063:&nbsp;<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Allah Bapa mahakuasa, semoga persembahan ini menjadi kurban pepulih bagi-Mu dan menyucikan kami dari segala dosa dan kesalahan. Demi Kristus, \u2026.\u2063\u2063<\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>ATAU: \u2063<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Allah Bapa Yang Maharahim, sucikanlah persembahan roti anggur ini sebagai tanda pengampunan-Mu yang agung. Demi Kristus, \u2026.\u2063\u2063<\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>ANTIFON KOMUNI \u2013 Mazmur 14:1-2\u2063<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Tuhan, siapakah boleh tinggal di kemah-Mu? Siapakah boleh tinggal di gunung-Mu yang suci? Orang yang sempurna dan jujur.\u2063\u2063<\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>DOA SESUDAH KOMUNI: \u2063<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Marilah berdoa: Allah Bapa maharahim, semoga perayaan suci ini memberi kami kekuatan untuk hidup dan menghapus dosa-dosa kami. Demi Kristus,\u2026\u2063<\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>ATAU: \u2063<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Marilah berdoa: Allah Bapa sumber belas kasih, bila kami mau saling memaafkan, maka Engkau pun berbelas kasih kepada kami. Kami mohon, agar hati kami selalu terbuka terhadap sesama, agar dapat saling melayani dengan setia dan tulus ikhlas. Demi Kristus, \u2026.\u2063<\/h4>\n\n\n\n<p><a href=\"https:\/\/resi.dehonian.or.id\/wp-content\/uploads\/2026\/03\/Resi-Senin-09-Maret-2026-oleh-Rm-Fransiskus-Edi-Setiawan-SCJ-dari-Komunitas-SCJ-Biara-St-Yohanes-Gudang-Peluru-Jakarta-Indonesia.mp3\">Resi-Senin 09 Maret 2026 oleh Rm Fransiskus Edi Setiawan SCJ dari Komunitas SCJ Biara St Yohanes Gudang Peluru Jakarta \u2013 Indonesia<\/a><\/p>\n\n\n\n<p>Sumber <a href=\"https:\/\/resi.dehonian.or.id\/2026\/03\/08\/senin-09-maret-2026-hari-biasa-pekan-iii-prapaskah\/\">https:\/\/resi.dehonian.or.id\/2026\/03\/08\/senin-09-maret-2026-hari-biasa-pekan-iii-prapaskah\/<\/a><\/p>\n\n\n\n<figure><iframe loading=\"lazy\" src=\"https:\/\/katolikindonesia.org\/?powerpress_pinw=93620-podcast&amp;powerpress_player=default\" width=\"320\" height=\"50\"><\/iframe><\/figure>\n<div class=\"powerpress_player\" id=\"powerpress_player_7850\"><audio class=\"wp-audio-shortcode\" id=\"audio-93620-1\" preload=\"none\" style=\"width: 100%;\" controls=\"controls\"><source type=\"audio\/mpeg\" src=\"https:\/\/resi.dehonian.or.id\/wp-content\/uploads\/2026\/03\/Resi-Senin-09-Maret-2026-oleh-Rm-Fransiskus-Edi-Setiawan-SCJ-dari-Komunitas-SCJ-Biara-St-Yohanes-Gudang-Peluru-Jakarta-Indonesia.mp3?_=1\" \/><a href=\"https:\/\/resi.dehonian.or.id\/wp-content\/uploads\/2026\/03\/Resi-Senin-09-Maret-2026-oleh-Rm-Fransiskus-Edi-Setiawan-SCJ-dari-Komunitas-SCJ-Biara-St-Yohanes-Gudang-Peluru-Jakarta-Indonesia.mp3\">https:\/\/resi.dehonian.or.id\/wp-content\/uploads\/2026\/03\/Resi-Senin-09-Maret-2026-oleh-Rm-Fransiskus-Edi-Setiawan-SCJ-dari-Komunitas-SCJ-Biara-St-Yohanes-Gudang-Peluru-Jakarta-Indonesia.mp3<\/a><\/audio><\/div><p class=\"powerpress_links powerpress_links_mp3\" style=\"margin-bottom: 1px !important;\">Podcast: <a href=\"https:\/\/resi.dehonian.or.id\/wp-content\/uploads\/2026\/03\/Resi-Senin-09-Maret-2026-oleh-Rm-Fransiskus-Edi-Setiawan-SCJ-dari-Komunitas-SCJ-Biara-St-Yohanes-Gudang-Peluru-Jakarta-Indonesia.mp3\" class=\"powerpress_link_pinw\" target=\"_blank\" title=\"Play in new window\" onclick=\"return powerpress_pinw('https:\/\/katolikindonesia.org\/?powerpress_pinw=93620-podcast');\" rel=\"nofollow\">Play in new window<\/a> | <a href=\"https:\/\/resi.dehonian.or.id\/wp-content\/uploads\/2026\/03\/Resi-Senin-09-Maret-2026-oleh-Rm-Fransiskus-Edi-Setiawan-SCJ-dari-Komunitas-SCJ-Biara-St-Yohanes-Gudang-Peluru-Jakarta-Indonesia.mp3\" class=\"powerpress_link_d\" title=\"Download\" rel=\"nofollow\" download=\"Resi-Senin-09-Maret-2026-oleh-Rm-Fransiskus-Edi-Setiawan-SCJ-dari-Komunitas-SCJ-Biara-St-Yohanes-Gudang-Peluru-Jakarta-Indonesia.mp3\">Download<\/a><\/p><!--powerpress_player-->","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>ANTIFON PEMBUKA&nbsp; \u2014 Mazmur 84:3\u2063 Penuh rindu hatiku mendambakan rumah Tuhan. Jiwa ragaku bersorak-sorai bagi Allah yang hidup.\u2063\u2063 PENGANTAR\u2063:&nbsp; Sembuhnya Naaman karena mandi di Sungai Yordan mengacu pada pembaptisan yang membawa kehidupan. Yesus mengingatkan&#46;&#46;&#46;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":90462,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"audio","meta":{"footnotes":""},"categories":[18,1,20],"tags":[],"class_list":["post-93620","post","type-post","status-publish","format-audio","has-post-thumbnail","hentry","category-renungan-audio","category-bacaan-harian","category-renungan-text","post_format-post-format-audio"],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/katolikindonesia.org\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/app-2026.png","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/93620","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=93620"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/93620\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":93622,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/93620\/revisions\/93622"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/90462"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=93620"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=93620"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=93620"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}