{"id":93559,"date":"2026-03-07T16:46:37","date_gmt":"2026-03-07T09:46:37","guid":{"rendered":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=93559"},"modified":"2026-03-07T16:46:39","modified_gmt":"2026-03-07T09:46:39","slug":"minggu-08-maret-2026-2","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=93559","title":{"rendered":"Minggu, 08 Maret 2026"},"content":{"rendered":"\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>ANTIFON PEMBUKA \u2013 bdk. Mazmur 25:15-16<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Mataku tetap terarah kepada Tuhan sebab Ia mengeluarkan kakiku dari jerat. Berpalinglah kepadaku dan kasihanilah aku sebab sebatang kara dan celakalah aku.<\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>PENGANTAR:<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Untuk Minggu Prapaskah ketiga arah renungan akan membawa kita semua kepada permenungan makna pembabtisan. Sebagaimana para calon baptis dipersiapkan untuk pembaptisan, demikian pula kini kita diajak mendalami martabat kita sebagai orang yang disatukan dalam Kristus oleh karena pembaptisan yang kita terima.Melalui air baptis, kita semua disucikan dari dosa dan dianugerahi hidup baru dalam Kristus. Manusia lama kita ikut mati bersama wafat Kristus, dan kita diberi hidup baru melalui kebangkitan Kristus. Kristuslah sumber air hidup. Semoga kita merasakan disegarkan lagi dalam menghayati pelaksanaan janji baptis kita.<\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>SERUAN TOBAT:<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">I : Tuhan Yesus Kristus, umat di bawah pimpinan Musa yang menggerutu telah diberi air sebagai sarana keselamatan mereka.&nbsp;Tuhan, kasihanilah kami.<\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\"><em>U : Tuhan, kasihanilah kami.<\/em><\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">I : Engkau telah menjanjikan air kehidupan kepada wanita Samaria asalkan ia mau bertobat. Kristus, kasihanilah kami.&nbsp;<em>Kristus, kasihanilah kami.<\/em><\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">U :&nbsp;<em>Kristus, kasihanilah kami.<\/em><\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">I : Engkau akan memberi air pembaptisan yang mendatangkan rahmat Ilahi kepada siapa pun yang mau menerimanya.&nbsp;Tuhan, kasihanilah kami.<\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\"><em>U : Tuhan, kasihanilah kami.<\/em><\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>DOA KOLEKTA:<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Marilah kita berdoa. (<em>hening sejenak<\/em>):&nbsp;Ya Allah Yang Maharahim dan sumber segala kebaikan,&nbsp;Engkau telah menyatakan bahwa dosa dapat diampuni&nbsp;dengan puasa, doa, dan amal kasih.&nbsp;Sudilah memandang kami, ciptaan-Mu yang rapuh.&nbsp;Semoga belas kasih-Mu senantiasa mengangkat kami kembali&nbsp;ketika kami tertunduk karena menyadari kesalahan kami.&nbsp;Dengan pengantaraan Yesus Kristus, Putra-Mu, Tuhan kami,&nbsp;yang bersama dengan Dikau dalam persatuan Roh Kudus,&nbsp;hidup dan berkuasa, Allah, sepanjang segala masa.&nbsp;Amin<\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>BACAAN PERTAMA: Bacaan dari Kitab Keluaran 17:3-7<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong><em>\u201cBerikanlah air kepada kami, supaya kami dapat minum.\u201d<\/em><\/strong><\/h3>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Sekali peristiwa, setelah bangsa Israel melewati padang gurun Sin, dan berkemah di Rafidim, kehausanlah mereka di sana. Maka bersungut-sungutlah bangsa itu kepada Musa dan berkata, \u201cMengapa pula engkau memimpin kami keluar dari Mesir untuk membunuh kami, anak-anak dan ternak kami dengan kehausan?\u201d Lalu berseru-serulah Musa kepada Tuhan, katanya, \u201cApakah yang akan kulakukan kepada bangsa ini? Sebentar lagi mereka akan melempari aku dengan batu!\u201d Maka berfirmanlah Tuhan kepada Musa, \u201cBerjalanlah di depan bangsa itu, dan bawalah serta beberapa orang dari antara para tua-tua Israel; bawalah juga tongkatmu yang kaupakai memukul Sungai Nil, dan pergilah. Maka Aku akan berdiri di depanmu di atas gunung batu di Horeb; pukullah gunung batu itu, dan dari dalamnya akan keluar air, sehingga bangsa itu dapat minum. Demikianlah diperbuat Musa di depan mata tua-tua Israel. Maka dinamailah tempat itu Masa dan Meriba, oleh karena orang Israel telah bertengkar, dan oleh karena mereka telah mencobai Tuhan dengan mengatakan, \u201cAdakah Tuhan di tengah-tengah kita atau tidak?\u201d<br>Demikianlah sabda Tuhan<br>U. Syukur kepada Allah.<\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>MAZMUR TANGGAPAN: Mzm 95:1-2,6-7,8-9<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong><em>Ref.<\/em>&nbsp;<em>Singkirkanlah penghalang Sabda-Mu, cairkanlah hatiku yang beku, dan bimbinglah kami di jalan-Mu.<\/em><\/strong><\/h3>\n\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\">\n<li>Marilah kita bernyanyi-nyanyi bagi Tuhan bersorak-sorai bagi Gunung Batu keselamatan kita. Biarlah kita menghadap wajah-Nya dengan lagu syukur, bersorak-sorailah bagi-Nya dengan nyanyian mazmur.<\/li>\n\n\n\n<li>Masuklah, mari kita sujud menyembah, berlutut di hadapan Tuhan yang menjadikan kita. Sebab Dialah Allah kita; kita ini umat gembalaan-Nya serta kawanan domba-Nya.<\/li>\n\n\n\n<li>Pada hari ini, kalau kamu mendengar suara-Nya, janganlah bertegar hati seperti di Meriba, seperti waktu berada di Masa di padang gurun, ketika nenek moyangmu mencobai dan menguji Aku, padahal mereka melihat perbuatan-Ku.<\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>BACAAN KEDUA: Bacaan dari Surat Rasul Paulus kepada Jemaat di Roma 5:1-2.5-8<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><em><strong>\u201cKasih Allah telah dicurahkan di dalam hati kita oleh Roh Kudus yang telah dikaruniakan kepada kita.\u201d<\/strong><\/em><\/h3>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Saudara-saudara, kita yang dibenarkan karena iman, kita hidup dalam damai sejahtera dengan Allah oleh karena Tuhan kita, Yesus Kristus. Oleh Dia kita juga beroleh jalan masuk ke dalam kasih karunia Allah. Di dalam kasih karunia itu kita berdiri dan bermegah dalam pengharapan akan menerima kemuliaan Allah. Dan pengharapan tidak mengecewakan, karena kasih Allah telah dicurahkan di dalam hati kita oleh Roh Kudus yang telah dikaruniakan kepada kita. Karena waktu kita masih lemah, Kristus telah mati untuk kita orang-orang durhaka pada waktu yang ditentukan oleh Allah. Sebab tidak mudah seorang mau mati untuk orang yang benar tetapi mungkin untuk orang yang baik ada orang yang berani mati. Tetapi Allah menunjukkan kasih-Nya kepada kita, oleh karena Kristus telah mati untuk kita, ketika kita masih berdosa.<br>Demikianlah sabda Tuhan<br>U. Syukur kepada Allah.<\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>BAIT PENGANTAR INJIL:<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">U :&nbsp;<em>Terpujilah Kristus Tuhan, Raja mulia dan kekal.<\/em><br>S : (Yoh 4:42.15)&nbsp;<em>Tuhan, Engkau benar-benar Juruselamat dunia. Berilah aku air hidup, supaya aku tidak haus lagi.<\/em><\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>BACAAN INJIL: Inilah Injil Yesus Kristus menurut Yohanes 4:5-42 (Singkat: 4:5-15,19b-26,39a,40-42)<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><em><strong>\u201cMata air yang memancar sampai ke hidup yang kekal.\u201d<\/strong><\/em><\/h3>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Sekali peristiwa sampailah Yesus ke sebuah kota di Samaria, yang bernama Sikhar, dekat tanah yang dahulu diberikan Yakub kepada anaknya, Yusuf. Di situ terdapat sumur Yakub. Yesus sangat letih oleh perjalanan, karena itu Ia duduk di pinggir sumur itu. Hari kira-kira pukul dua belas. Maka datanglah perempuan Samaria hendak menimba air. Kata Yesus kepadanya, \u201cBerilah Aku minum!\u201d Sebab murid-murid Yesus telah pergi membeli makanan. Maka kata perempuan Samaria itu kepada-Nya, \u201cMasakan Engkau, seorang Yahudi, minta minum kepadaku, seorang Samaria?\u201d Maklumlah orang Yahudi tidak bergaul dengan orang Samaria. Jawab Yesus kepadanya, \u201cJikalau engkau tahu tentang karunia Allah dan siapa Dia yang berkata kepadamu \u2018Berilah Aku minum\u2019, niscaya engkau telah meminta kepada-Nya, dan Ia telah memberikan kepadamu air hidup.\u201d Kata perempuan itu kepada-Nya, \u201cTuhan, Engkau tidak punya timba dan sumur ini amat dalam; dari manakah Engkau memperoleh air hidup itu? Adakah Engkau lebih besar daripada bapa kami Yakub, yang memberikan sumur ini kepada kami dan ia sendiri telah minum dari dalamnya, ia beserta anak-anak dan ternaknya?\u201d Jawab Yesus kepadanya, \u201cBarangsiapa minum air ini, ia akan haus lagi!\u201d Tetapi barangsiapa minum air yang akan Kuberikan kepadanya ia tidak akan haus untuk selama-lamanya. Sebaliknya air yang akan Kuberikan kepadanya akan menjadi mata air di dalam dirinya, yang terus menerus memancar sampai ke hidup yang kekal.\u201d Kata perempuan itu kepada-Nya, \u201cTuhan, berilah aku air itu, supaya aku tidak haus, dan tidak usah datang lagi ke sini untuk menimba.\u201d Kata Yesus kepadanya, \u201cPergilah, panggillah suamimu dan datanglah ke sini.\u201d Kata perempuan itu, \u201cAku tidak mempunyai suami.\u201d Kata Yesus kepadanya, \u201cTepat katamu bahwa engkau tidak mempunyai suami, sebab engkau sudah mempunyai lima suami, dan yang sekarang ada padamu pun bukanlah suamimu. Dalam hal ini engkau berkata benar.\u201d Kata perempuan itu kepada Yesus, \u201cTuhan, nyata sekarang padaku, bahwa Engkau seorang nabi. Nenek moyang kami menyembah di atas gunung ini, tetapi kamu katakan, bahwa Yerusalemlah tempat orang menyembah.\u201d Kata Yesus kepadanya, \u201cPercayalah kepada-Ku, hai perempuan, saatnya akan tiba bahwa kamu akan menyembah Bapa bukan di gunung ini dan bukan juga di Yerusalem. Kamu menyembah apa yang tidak kamu kenal, tetapi kami menyembah yang kami kenal, sebab keselamatan datang dari bangsa Yahudi. Tetapi saatnya akan datang, dan sudah tiba sekarang, bahwa para penyembah yang benar akan menyembah Bapa dalam roh dan kebenaran, sebab Bapa menghendaki penyembah-penyembah yang demikian. Allah itu Roh, dan barangsiapa menyembah Dia, harus menyembah-Nya dalam Roh dan kebenaran.\u201d Jawab perempuan itu, \u201cAku tahu, bahwa Mesias yang disebut juga Kristus akan datang; apabila datang, Ia akan memberitakan segala sesuatu kepada kami.\u201d Kata Yesus kepadanya, \u201cAkulah Dia, yang sedang bercakap-cakap dengan engkau!\u201d Pada waktu itu datanglah murid-murid Yesus, dan mereka heran bahwa Yesus sedang bercakap-cakap dengan seorang perempuan. Tetapi tidak seorang pun berkata, \u201cApa yang Engkau kehendaki?\u201d Atau: \u201cApa yang Engkau percakapkan dengan dia?\u201d Sementara itu perempuan tadi meninggalkan tempayannya di situ, lalu pergi ke kota dan berkata kepada orang-orang yang di situ. Mari lihat! Di sana ada seorang yang mengatakan kepadaku segala sesuatu yang telah kuperbuat. Mungkinkah Dia itu Kristus?\u201d Maka mereka pun meninggalkan kota, lalu datang kepada Yesus. Sementara itu murid-murid mengajak Yesus, katanya, \u201cRabi, makanlah!\u201d Akan tetapi Yesus berkata kepada mereka, \u201cPada-Ku ada makanan yang tidak kamu kenal.\u201d Maka murid-murid itu berkata seorang kepada yang lain, \u201cAdakah orang yang telah membawa sesuatu kepada-Nya untuk dimakan?\u201d Kata Yesus kepada mereka, \u201cMakanan-Ku ialah melakukan kehendak Dia yang mengutus Aku dan menyelesaikan pekerjaan-Nya. Bukankah kamu mengatakan \u201cEmpat bulan lagi tibalah musim menuai?\u201d Tetapi Aku berkata kepadamu: Lihatlah sekelilingmu, dan pandanglah ladang-ladang yang sudah menguning dan matang untuk dituai. Sekarang juga penuai telah menerima upahnya, dan ia mengumpulkan buah untuk hidup yang kekal, sehingga penabur dan penuai sama-sama bersukacita. Sebab dalam hal ini benarlah peribahasa \u2018Yang seorang menabur dan yang lain menuai\u2019. Aku mengutus kamu untuk menuai apa yang tidak kamu usahakan. Orang-orang lain berusaha, dan kamu datang memetik hasil usaha mereka.\u201d Banyak orang Samaria dari kota itu telah menjadi percaya kepada Yesus karena perkataan perempuan itu, yang bersaksi, \u201cIa mengatakan kepadaku segala sesuatu yang telah kuperbuat.\u201d Ketika orang-orang Samaria itu sampai kepada Yesus, mereka meminta kepada-Nya, supaya Yesus tinggal pada mereka, dan Yesus pun tinggal di situ dua hari lamanya. Dan lebih banyak lagi orang yang menjadi percaya karena perkataan Yesus, dan mereka berkata kepada perempuan itu, \u201cKami percaya, tetapi bukan lagi karena apa yang kaukatakan, sebab kami sendiri telah mendengar Dia dan kami tahu, bahwa Dia benar-benar Juruselamat dunia.\u201d<br>Demikianlah Sabda Tuhan<br>U. Terpujilah Kristus.<\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>RESI DEHONIAN DIBAWAKAN OLEH Rm Yohanes Dwi Feri Antoro SCJ<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><em><strong>Vivat Cor Iesu per Cor Mariae. Hiduplah Hati Yesus melalui Hati Maria.<\/strong><\/em><\/h3>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Pendengar Resi Dehonian yang terkasih, selamat berjumpa kembali dengan saya, Romo Yohanes Dwi Feri Antoro SCJ dari Komunitas Asrama Putra Leo Dehon Metro, Lampung, dalam ReSi (Renungan Singkat) Dehonian, edisi hari Minggu Prapaskah III, 08 Maret 2026. Dalam bacaan injil, Yesus dikisahkan duduk ditepi sebuah sumur di Sikhar. Sumur itu disebut sumur Yakub. Pada saat itulah datang seorang perempuan Samaria untuk menimba air. Maka Yesus berkata:&nbsp;<strong><em>\u201cBerilah Aku minum.\u201d<\/em>&nbsp;<\/strong>Ungkapan ini tampak sederhana, tetapi sesungguhnya memiliki makna yang sangat dalam. Dari sini kita melihat bahwa Allah menjumpai manusia dengan kelembutan dan kasih.<\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Saudara\/I terkasih ada beberapa hal yang dapat kita renungkan bersama, terlebih dalam masa Prapaskah ini.&nbsp;<strong>Pertama, Perjumpaan dengan Tuhan secara personal membawa pada perubahan hidup.<\/strong>&nbsp;Dalam konteks sejarah, hubungan antara orang Yahudi dan orang Samaria tidaklah baik. Ada perbedaan sosial, budaya, dan agama yang membuat mereka saling menjaga jarak. Namun Yesus justru berdialog dengan perempuan Samaria tersebut. Sebuah peristiwa yang tidak dilakukan oleh orang-orang Yahudi pada umumnya. Tindakan Yesus ini ingin menembus sekat budaya, moral dan religius.<\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Perjumpaan antara Perempuan Samaria dan Yesus menjadikan saksi kehadiran Allah yang begitu dekat, khususnya pada situasi yang paling sulit dalam hidup manusia. Tuhan tidak melihat latar belakang, masa lalu, atau identitas kita. Ia datang untuk menjumpai setiap orang. Sebagai murid Kristus, kita pun dipanggil untuk berani menembus tembok-tembok perbedaan dengan kasih, dialog, dan sikap saling menghargai. Dalam masa Prapaskah ini kita bisa bertanya kepada diri sendiri: apakah kehadiran kita membawa kasih bagi orang lain, atau justru menambah jarak dan perpecahan?<\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\"><strong>Kedua, Yesus adalah sumber air hidup.<\/strong>&nbsp;Perempuan Samaria datang ke sumur untuk mengambil air, sesuatu yang sangat dibutuhkan untuk kehidupan sehari-hari. Namun Yesus berbicara tentang sesuatu yang lebih dalam. Ia berkata:&nbsp;<strong><em>\u201cBarangsiapa minum air yang Kuberikan kepadanya, ia tidak akan haus untuk selama-lamanya.\u201d<\/em><\/strong>&nbsp;Yesus berbicara tentang&nbsp;<em>air hidup<\/em>, yaitu rahmat dan kehidupan ilahi yang dapat memuaskan dahaga terdalam manusia. Saudara-saudari, zaman sekarang banyak orang yang sebenarnya sedang \u201chaus\u201d. Haus akan cinta, pengakuan, keamanan, dan makna hidup. Tetapi sering kali kita mencoba memuaskan dahaga itu dengan hal-hal yang tidak benar: harta, jabatan, popularitas, atau hiburan yang tidak ada batasnya. Kita berusaha mencarinya terus-menerus, tetapi hati tetap kosong. Masa Prapaskah mengingatkan kita bahwa hanya Tuhanlah yang dapat memuaskan hati manusia. Maka puasa, pantang, doa, dan sedekah bukan sekadar kewajiban saja melainkan cara untuk membersihkan hati kita agar lebih siap menerima \u201cair hidup\u201d yang berasal dari Tuhan.<\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\"><strong>Ketiga, Tuhan menyentuh luka hidup kita.<\/strong>&nbsp;Dalam percakapan, Yesus menyentuh sisi terdalam kehidupan perempuan Samaria. Ia mengetahui masa lalu perempuan itu yang rumi dan beratt. Namun yang menarik, Yesus tidak mempermalukannya dan tidak menghakiminya. Sebaliknya, Ia membuka jalan menuju pertobatan. Inilah wajah Allah yang penuh belas kasih. Tuhan mengetahui seluruh hidup kita: dosa kita, kegagalan kita, luka batin kita. Tetapi Ia tetap mengasihi kita. Mungkin ada di antara kita yang merasa tidak pantas datang kepada Tuhan. Merasa terlalu banyak dosa atau masa lalu yang kelam\/berat. Namun Injil hari ini memberikan harapan: tidak ada dosa yang lebih besar daripada kasih Allah. Oleh karena itu, kita diajak pada masa Prapaskah, untuk berani datang menerima sakramen tobat. Tuhan tidak datang untuk mempermalukan kita, tetapi untuk menyembuhkan dan membimbing kita.<\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\"><strong>Keempat, kita dipanggil menjadi saksi kasih Allah.<\/strong>&nbsp;Perjumpaan dengan Yesus mengubah hidup perempuan Samaria itu. Ia pergi ke kotanya dan berkata kepada orang-orang<strong>:&nbsp;<em>\u201cMari lihat! Ada seorang yang mengatakan kepadaku segala sesuatu yang telah kuperbuat.\u201d<\/em><\/strong>&nbsp;Ia yang sebelumnya datang sendirian untuk menimba air, kini menjadi pewarta kabar baik. Inilah makna sejati Prapaskah: bukan hanya menahan diri dari sesuatu, tetapi mengalami pembaruan hati yang membuat kita menjadi saksi kasih Tuhan. kita perlu membuka mata dan hati kita bahwa dunia saat ini tidak hanya membutuhkan kata-kata belaka, tetapi juga kesaksian hidup melalui tindakan, perkataan, dan perbuatan kita. Misalnya: berani jujur dalam pekerjaan, setia pada keluarga, peduli kepada orang miskin, serta sikap damai di tengah perbedaan.<\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Saudara-saudari terkasih, Di sumur Yakub, Yesus mengajak kita kembali kepada jalan kebenaran melalui pertobatan. Dalam masa Prapaskah ini, marilah kita datang ke \u201csumur\u201d kehidupan kita: sumur doa, sumur Sabda Tuhan, dan sumur Ekaristi. Di sana kita membiarkan Tuhan berbicara kepada hati kita. Semoga kita tidak hanya datang untuk mengambil \u201cair biasa\u201d bagi kebutuhan sehari-hari, tetapi membuka hati untuk menerima air hidup yang memberi kekuatan, pengharapan, dan keselamatan. Dan setelah mengalami perjumpaan dengan Kristus, semoga kita berani meninggalkan \u201ctempayan lama\u201d dalam diri kita yaitu dosa, egoisme, dan kebiasaan buruk agar berani menjadi saksi kasih Tuhan di tengah dunia saat ini. &nbsp;Semoga Tuhan memberkati kita semua, Bapa, Putera dan Roh Kudus. Amin.<\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>DOA UMAT:<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">I : Marilah kita dalam roh dan kebenaran berdoa kepada Allah Bapa kita, sumber segala kehidupan.<\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">L : Bagi Gereja Allah:&nbsp;Semoga Gereja Allah jangan sampai mengecewakan orang yang mendambakan hidup sejati, melainkan mengantarnya kepada Kristus, jalan, kebenaran, dan kehidupan.&nbsp;Marilah kita berdoa kepada-Nya..<\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">U : Tuhan, Engkaulah tumpuan harapan dan keselamatan kami.<\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">L : Bagi masyarakat kita:&nbsp;Semoga Allah mencurahkan Roh-Nya kepada masyarakat kita agar dalam setiap langkah hidup ini, kita selalu terarah kepada Yesus Kristus: jalan, kebenaran, dan kehidupan.&nbsp;Marilah kita berdoa kepada-Nya\u2026<\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">U : Tuhan, Engkaulah tumpuan harapan dan keselamatan kami.<\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">L : Bagi mereka yang mau meninggalkan Gereja:&nbsp;Semoga mereka yang mau meninggalkan Gereja Allah mengalami keterbukaan hati dan merasa tertarik untuk kembali dengan menyaksikan usaha-usaha kita yang jujur dalam hidup sesuai semangat Kristus.&nbsp;Marilah kita berdoa kepada-Nya\u2026.<\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">U : Tuhan, Engkaulah tumpuan harapan dan keselamatan kami.<\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">L : Bagi kita di sekitar sumber hidup sejati:&nbsp;Semoga kita selalu sadar akan kehendak Yesus, yang mengutus kita melanjutkan dan menyelesaikan karya-Nya.&nbsp;Marilah kita berdoa kepada-Nya\u2026.<\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">U : Tuhan, Engkaulah tumpuan harapan dan keselamatan kami.<\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">I : Allah Bapa Yang Maharahim, sengsara dan wafat Kristus merupakan bukti cinta kasih-Mu kepada kami. Perkenankanlah kami hidup sesuai dengan semangat-Nya. Maka, setiap hari kami akan memberi kesaksian atas cinta kasih sejati, sekarang dan sepanjang masa. Dengan pengantaraan Kristus, Tuhan kami.&nbsp;U : Amin.<\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>DOA PERSIAPAN PERSEMBAHAN:<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Ya Allah, semoga dengan kurban ini Engkau berkenan&nbsp;membantu kami agar kami bersedia mengampuni saudara-saudari kami&nbsp;sebagaimana kami sendiri mengharapkan pengampunan&nbsp;atas kesalahan-kesalahan kami.&nbsp;Dengan pengantaraan Kristus, Tuhan kami.&nbsp;Amin<\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>PREFASI \u2013&nbsp;<\/strong><strong><em>Perempuan Samaria<\/em><\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Sungguh layak dan sepantasnya bahwa kami selalu dan di mana pun bersyukur kepada-Mu, Tuhan, Bapa yang kudus, Allah Yang Mahakuasa dan kekal: dengan pengantaraan Kristus, Tuhan kami. Ketika Ia minta minum dari perempuan Samaria, Ia sudah menumbuhkan karunia iman dalam diri perempuan itu. Ia berkenan membangkitkan kehausan iman akan diri-Nya begitu kuat sehingga berkobarlah api kasih Ilahi dalam diri perempuan itu. Dari sebab itu, kami pun bersyukur kepada-Mu, dan bersama para Malaikat mewartakan Kekuatan-Mu dengan bernyanyi\/berseru:<\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Kudus, kudus, kuduslah Tuhan\u2026<\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>ANTIFON KOMUNI \u2013 Yoh. 4:13-14<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Barangsiapa minum air yang akan Kuberikan kepadanya, Sabda Tuhan, dalam dirinya air itu akan menjadi mata air, yang terus-menerus memancar sampai ke hidup yang kekal.<\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>DOA SESUDAH KOMUNI:<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Marilah kita berdoa:&nbsp;Ya Allah, kami telah dipuaskan dengan roti surgawi&nbsp;dan menerima jaminan hidup abadi&nbsp;meskipun kami masih berada di dunia ini.&nbsp;Dengan bersujud, kami mohon kepada-Mu&nbsp;agar sakramen yang kami terima mendapat kepenuhannya&nbsp;dalam kesaksian hidup kami.&nbsp;Dengan pengantaraan Kristus, Tuhan kami,&nbsp;yang hidup dan berkuasa sepanjang segala masa.&nbsp;U Amin.<\/h4>\n\n\n\n<p><a href=\"https:\/\/resi.dehonian.or.id\/wp-content\/uploads\/2026\/03\/Resi-Minggu-08-Maret-2026-oleh-Rm-Yohanes-Dwi-Feri-Antoro-SCJ-dari-Komunitas-Asrama-Putra-Leo-Dehon-Metro-Lampung-Indonesia.mp3\">Resi-Minggu 08 Maret 2026 oleh Rm Yohanes Dwi Feri Antoro SCJ dari Komunitas Asrama Putra Leo Dehon Metro Lampung \u2013 Indonesia<\/a><\/p>\n\n\n\n<p>Sumber <a href=\"https:\/\/resi.dehonian.or.id\/2026\/03\/07\/minggu-08-maret-2026-hari-minggu-prapaskah-iii\/\">https:\/\/resi.dehonian.or.id\/2026\/03\/07\/minggu-08-maret-2026-hari-minggu-prapaskah-iii\/<\/a><\/p>\n\n\n\n<figure><iframe loading=\"lazy\" src=\"https:\/\/katolikindonesia.org\/?powerpress_pinw=93559-podcast&amp;powerpress_player=default\" width=\"320\" height=\"50\"><\/iframe><\/figure>\n<div class=\"powerpress_player\" id=\"powerpress_player_4680\"><audio class=\"wp-audio-shortcode\" id=\"audio-93559-1\" preload=\"none\" style=\"width: 100%;\" controls=\"controls\"><source type=\"audio\/mpeg\" src=\"https:\/\/resi.dehonian.or.id\/wp-content\/uploads\/2026\/03\/Resi-Minggu-08-Maret-2026-oleh-Rm-Yohanes-Dwi-Feri-Antoro-SCJ-dari-Komunitas-Asrama-Putra-Leo-Dehon-Metro-Lampung-Indonesia.mp3?_=1\" \/><a href=\"https:\/\/resi.dehonian.or.id\/wp-content\/uploads\/2026\/03\/Resi-Minggu-08-Maret-2026-oleh-Rm-Yohanes-Dwi-Feri-Antoro-SCJ-dari-Komunitas-Asrama-Putra-Leo-Dehon-Metro-Lampung-Indonesia.mp3\">https:\/\/resi.dehonian.or.id\/wp-content\/uploads\/2026\/03\/Resi-Minggu-08-Maret-2026-oleh-Rm-Yohanes-Dwi-Feri-Antoro-SCJ-dari-Komunitas-Asrama-Putra-Leo-Dehon-Metro-Lampung-Indonesia.mp3<\/a><\/audio><\/div><p class=\"powerpress_links powerpress_links_mp3\" style=\"margin-bottom: 1px !important;\">Podcast: <a href=\"https:\/\/resi.dehonian.or.id\/wp-content\/uploads\/2026\/03\/Resi-Minggu-08-Maret-2026-oleh-Rm-Yohanes-Dwi-Feri-Antoro-SCJ-dari-Komunitas-Asrama-Putra-Leo-Dehon-Metro-Lampung-Indonesia.mp3\" class=\"powerpress_link_pinw\" target=\"_blank\" title=\"Play in new window\" onclick=\"return powerpress_pinw('https:\/\/katolikindonesia.org\/?powerpress_pinw=93559-podcast');\" rel=\"nofollow\">Play in new window<\/a> | <a href=\"https:\/\/resi.dehonian.or.id\/wp-content\/uploads\/2026\/03\/Resi-Minggu-08-Maret-2026-oleh-Rm-Yohanes-Dwi-Feri-Antoro-SCJ-dari-Komunitas-Asrama-Putra-Leo-Dehon-Metro-Lampung-Indonesia.mp3\" class=\"powerpress_link_d\" title=\"Download\" rel=\"nofollow\" download=\"Resi-Minggu-08-Maret-2026-oleh-Rm-Yohanes-Dwi-Feri-Antoro-SCJ-dari-Komunitas-Asrama-Putra-Leo-Dehon-Metro-Lampung-Indonesia.mp3\">Download<\/a><\/p><!--powerpress_player-->","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>ANTIFON PEMBUKA \u2013 bdk. Mazmur 25:15-16 Mataku tetap terarah kepada Tuhan sebab Ia mengeluarkan kakiku dari jerat. Berpalinglah kepadaku dan kasihanilah aku sebab sebatang kara dan celakalah aku. PENGANTAR: Untuk Minggu Prapaskah ketiga arah&#46;&#46;&#46;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":90462,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"audio","meta":{"footnotes":""},"categories":[18,1,20],"tags":[],"class_list":["post-93559","post","type-post","status-publish","format-audio","has-post-thumbnail","hentry","category-renungan-audio","category-bacaan-harian","category-renungan-text","post_format-post-format-audio"],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/katolikindonesia.org\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/app-2026.png","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/93559","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=93559"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/93559\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":93561,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/93559\/revisions\/93561"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/90462"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=93559"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=93559"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=93559"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}