{"id":93395,"date":"2026-03-04T09:28:44","date_gmt":"2026-03-04T02:28:44","guid":{"rendered":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=93395"},"modified":"2026-03-04T09:28:44","modified_gmt":"2026-03-04T02:28:44","slug":"rabu-04-maret-2026-5","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=93395","title":{"rendered":"Rabu, 04 Maret 2026"},"content":{"rendered":"<p>Sabda Kehidupan<br \/>\nRabu 04 Maret 2026<br \/>\nMatius 20:18 (Mat 20:17-28)<br \/>\n\u201dSekarang kita pergi ke Yerusalem dan Anak Manusia akan diserahkan kepada imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat, dan mereka akan menjatuhi Dia hukuman mati..\u201d<\/p>\n<p>Berani Mengambil Resiko<\/p>\n<p>Yesus sudah tahu bahwa bila ia masuk kota Yerusalem ia akan ditangkap, diadili secara tidak adil, disiksa dan dihukum mati. Maka wajarlah kalau Yesus menghindar, atau mencari cara bagaimana agar hal itu tidak terjadi.<br \/>\nMencari aman dan selamat, terhindar dari kesulitan dan derita, adalah langkah yang diambil banyak orang karena tidak mau mengambil resiko dan ingin selamat sendiri.<\/p>\n<p>Yesus bukanlah seorang pengecut yang hanya menunjuk jalan tapi sendiri tak berani menjalaninya. Ia bukan tipe pemimpin yang mencari aman untuk diri sendiri. Yesus adalah Penyelamat dan Penebus yang berani serta rela memberikan nyawaNya demi menyelamatkan seluruh umat manusia.<br \/>\nMari kita mohon pada Yesus agar diberi semangat cinta yang sama untuk berani berkorban dan berani mengambil resiko demi menolong orang lain, membuat perubahan dan transformasi, demi cita-cita Kerajaan Allah.<\/p>\n<p>\u201dYa Yesus, berikanlah kami kekuatan untuk melayani lebih sungguh, dan keberanian untuk menanggung resiko oleh penolakan dan tantangan lainnya dalam tugas dan pelayanan kami.<br \/>\nKami percaya Engkau tak akan membiarkan kami berjalan sendiri menghadapi berbagai tantangan kehidupan ini. Engkaulah kekuatan kami. Amin.\u201d<\/p>\n<p>Selamat berkarya dengan semangat baru. Yesus menemani kita&#x1f64f;&#x2764;&#xfe0f;&#x1f607;<br \/>\nPs Revi Tanod Pr<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Kalender Liturgi 04 Mar 2026<br \/>\nRabu Prapaskah II<br \/>\nPF S. Kasimirus<br \/>\nWarna Liturgi: Ungu<br \/>\nBait Pengantar Injil: Yoh 8:12b<br \/>\nBacaan Injil: Mat 20:17-28<br \/>\n***********<\/p>\n<p>Bait Pengantar Injil<br \/>\nYoh 8:12b<br \/>\nAkulah terang dunia, sabda Tuhan,<br \/>\nbarangsiapa mengikut Aku ia akan mempunyai terang hidup.<\/p>\n<p>Bacaan Injil<br \/>\nMat 20:17-28<br \/>\nYesus akan dijatuhi hukuman mati.<\/p>\n<p>Inilah Injil Suci menurut Matius:<\/p>\n<p>Pada waktu Yesus akan pergi ke Yerusalem,<br \/>\nIa memanggil kedua belas murid-Nya tersendiri<br \/>\ndan berkata kepada mereka,<br \/>\n&#8220;Sekarang kita pergi ke Yerusalem<br \/>\ndan Anak Manusia akan diserahkan<br \/>\nkepada imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat,<br \/>\ndan mereka akan menjatuhi Dia hukuman mati.<br \/>\nMereka akan menyerahkan Dia kepada bangsa-bangsa<br \/>\nyang tidak mengenal Allah,<br \/>\nsupaya Ia diolok-olokkan, disesah dan disalibkan,<br \/>\ntetapi pada hari ketiga Ia akan dibangkitkan.&#8221;<\/p>\n<p>Maka datanglah ibu anak-anak Zebedeus<br \/>\nbeserta anak-anaknya kepada Yesus,<br \/>\nlalu sujud di hadapan-Nya untuk meminta sesuatu kepada-Nya.<br \/>\nKata Yesus, &#8220;Apa yang kaukehendaki?&#8221;<br \/>\nJawab ibu anak itu,<br \/>\n&#8220;Berilah perintah, supaya kedua anakku ini<br \/>\nkelak boleh duduk di dalam Kerajaan-Mu,<br \/>\nyang seorang di sebelah kanan-Mu<br \/>\ndan yang seorang lagi di sebelah kiri-Mu.&#8221;<br \/>\nTetapi Yesus menjawab,<br \/>\n&#8220;Kamu tidak tahu, apa yang kamu minta.<br \/>\nDapatkah kamu meminum cawan, yang harus Kuminum?&#8221;<br \/>\nKata mereka kepada-Nya, &#8220;Kami dapat.&#8221;<br \/>\nYesus berkata kepada mereka,<br \/>\n&#8220;Cawan-Ku memang akan kamu minum,<br \/>\ntetapi hal duduk di sebelah kanan-Ku atau di sebelah kiri-Ku,<br \/>\nAku tidak berhak memberikannya.<br \/>\nItu akan diberikan kepada orang-orang<br \/>\nbagi siapa Bapa-Ku telah menyediakannya.&#8221;<\/p>\n<p>Mendengar itu,<br \/>\nmarahlah kesepuluh murid yang lain kepada kedua saudara itu.<br \/>\nTetapi Yesus memanggil mereka lalu berkata,<br \/>\n&#8220;Kamu tahu, bahwa pemerintah bangsa-bangsa<br \/>\nmemerintah rakyatnya dengan tangan besi<br \/>\ndan pembesar-pembesar menjalankan kuasanya<br \/>\ndengan keras atas mereka.<br \/>\nTidaklah demikian di antara kamu!<br \/>\nBarangsiapa ingin menjadi besar di antara kamu,<br \/>\nhendaklah ia menjadi pelayanmu,<br \/>\ndan barangsiapa ingin menjadi terkemuka di antara kamu,<br \/>\nhendaklah ia menjadi hambamu.<br \/>\nSama seperti Anak Manusia:<br \/>\nIa datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani,<br \/>\ndan untuk memberikan nyawa-Nya<br \/>\nmenjadi tebusan bagi banyak orang.&#8221;<\/p>\n<p>Demikianlah sabda Tuhan.<br \/>\n************<\/p>\n<p>Dalam Injil hari ini, ibu Yakobus dan Yohanes meminta Yesus untuk supaya kedua putranya akan duduk satu di sebelah kanan-Nya dan satu di sebelah kiri-Nya di dalam kerajaan-Nya, Yesus menjawab, &#8220;Kamu tidak tahu apa yang kamu minta.&#8221;<\/p>\n<p>Dengan menggunakan ibu mereka sebagai utusan, kedua murid itu bercita-cita untuk menjadi hebat di mata manusia, namun mereka adalah pengikut Yesus. Apakah mereka benar-benar pengikut atau hanya berpura-pura menjadi pengikut? Jika mereka pengikut Yesus yg sejati, mereka tidak akan meminta tempat duduk terbaik di samping Dia.<\/p>\n<p>Jangan sampai kita melupakan fakta bahwa hakikat sejati mengikuti Yesus adalah melayani dengan rendah hati. Dan bukan melayani agar kita dilihat orang atau mencari kedudukan tertinggi agar kita diperhatikan, dikagumi, dan dihormati.<\/p>\n<p>Pengikut sejati tidak haus akan kekuasaan, gengsi, dan hak istimewa. Ia merasa puas melayani dengan rendah hati meskipun tidak ada yang memperhatikan dan mengapresiasi.<br \/>\nInilah paradoks dari kemuridan sejati, hal ini bertentangan dengan cara berpikir duniawi kita dan mengarahkan kita pada esensi sejati kemuridan yang megedepankan kerendahan hati dan pengorbanan.<\/p>\n<p>Jika kita ingin mengikuti-Nya, kita harus mempersiapkan diri untuk banyak pengorbanan yang harus Anda lalui demi kemuliaan Allah yang lebih besar. Banyak dari kita enggan terhadap penderitaan dan pengorbanan; kita menginginkan kehidupan yang mudah dan nyaman. Tetapi kehidupan yang mudah dan nyaman bukanlah jalan hidup Yesus, karena jalan hidup-Nya penuh dengan cobaan, kerendahan hati, dan pengorbanan.<\/p>\n<p>RP. PAUL KERANS, SVD<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sabda Kehidupan Rabu 04 Maret 2026 Matius 20:18 (Mat 20:17-28) \u201dSekarang kita pergi ke Yerusalem dan Anak Manusia akan diserahkan kepada imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat, dan mereka akan menjatuhi Dia hukuman mati..\u201d Berani&#46;&#46;&#46;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":90462,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1,20],"tags":[],"class_list":["post-93395","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-bacaan-harian","category-renungan-text"],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/katolikindonesia.org\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/app-2026.png","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/93395","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=93395"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/93395\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":93396,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/93395\/revisions\/93396"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/90462"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=93395"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=93395"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=93395"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}