{"id":93230,"date":"2026-02-27T09:31:02","date_gmt":"2026-02-27T02:31:02","guid":{"rendered":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=93230"},"modified":"2026-02-27T09:31:02","modified_gmt":"2026-02-27T02:31:02","slug":"jumat-27-februari-2026-5","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=93230","title":{"rendered":"Jumat, 27 Februari 2026"},"content":{"rendered":"<p>Sabda Kehidupan<br \/>\nJumat 27 Februari 2026<br \/>\nMatius 5:23-24 (Mat 5:20-26)<br \/>\n\u201dJika engkau mempersembahkan persembahanmu di atas mezbah dan engkau teringat akan sesuatu yang ada dalam hati saudaramu terhadap engkau, tinggalkanlah persembahanmu di depan mezbah itu dan pergilah berdamai dahulu dengan saudaramu, lalu kembali untuk mempersembahkan persembahanmu itu.\u201d<\/p>\n<p>Berdamailah Selalu<\/p>\n<p>Dalam kutipan Injil hari ini, Yesus mengingatkan kita bahwa relasi kita dengan Bapa di surga tak terlepas dari relasi kita dengan orang lain. Untuk apa datang beribadah dan membawa persembahan kepada Tuhan bila hati masih penuh dengan rasa marah, dendam dan benci serta pelbagai pikiran negatif terhadap orang lain.<br \/>\nMenganggap semua beres padahal ada ganjalan di hati, berarti orang itu berpura-pura. Tuhan yang tahu isi hati manusia tentu saja kecewa.<br \/>\nRasul Yohanes berkata, \u201cJikalau seorang berkata: &#8220;Aku mengasihi Allah,&#8221; dan ia membenci saudaranya, maka ia adalah pendusta, karena barangsiapa tidak mengasihi saudaranya yang dilihatnya, tidak mungkin mengasihi Allah, yang tidak dilihatnya.\u201d (1 Yoh 4:20).<\/p>\n<p>Rekonsiliasi atau berdamai kembali dengan saudara itulah persembahan terindah untuk Tuhan. Ingatlah ketika berdoa Bapa Kami, kita telah berjanji, \u201campunilah kami seperti kami-pun mengampuni yang bersalah pada kami.\u201d<br \/>\nBeranilah meminta maaf dari orang yang telah kita lukai agar ada damai di hati. Jadilah pemberi pengampunan bila hati terluka dan sakit.<br \/>\nCara terbaik untuk mengampuni adalah mengambil sikap seperti Yesus. Di atas kayu salib Yesus mengampuni orang-orang yang telah menganiayaNya. Ia juga meminta Bapa mengampuni mereka katanya, \u201cBapa ampunilah mereka sebab mereka tidak tahu apa yang dilakukannya.\u201d<br \/>\nBegitulah caranya kita mengerti dan mengampuni seorang anak kecil karena kita tahu dia tidak mengerti apa yang dia lakukan. Mengampuni selalu membawa damai. Allah Bapa pasti senang menerima persembahan hati kita telah berdamai lagi.<\/p>\n<p>Selamat hari Jumat. Damai selalu di hati.&#x1f64f;&#x2764;&#xfe0f;&#x1f607;<br \/>\nPs Revi Tanod Pr<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Kalender Liturgi 27 Feb 2026<br \/>\nJumat Prapaskah I<br \/>\nWarna Liturgi: Ungu<br \/>\nBait Pengantar Injil: Yeh 18:31<br \/>\nBacaan Injil: Mat 5:20-26<br \/>\n***********<\/p>\n<p>Bait Pengantar Injil<br \/>\nYeh 18:31<br \/>\nBuangkanlah daripadamu,<br \/>\nsegala durhaka yang kamu buat terhadap Aku, sabda Tuhan,<br \/>\ndan perbaharuilah hati serta rohmu.<\/p>\n<p>Bacaan Injil<br \/>\nMat 5:20-26<br \/>\nPergilah berdamai dahulu dengan saudaramu.<\/p>\n<p>Inilah Injil Suci menurut Matius:<\/p>\n<p>Dalam khotbah di bukit berkatalah Yesus kepada murid-murid-Nya,<br \/>\n&#8220;Jika hidup keagamaanmu tidak lebih benar<br \/>\ndaripada hidup keagamaan ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi,<br \/>\nkalian tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Surga.<\/p>\n<p>Kalian telah mendengar<br \/>\napa yang difirmankan kepada nenek moyang kita:<br \/>\nJangan membunuh; siapa yang membunuh harus dihukum.<br \/>\nTetapi Aku berkata kepadamu:<br \/>\nSetiap orang yang marah terhadap saudaranya harus dihukum;<br \/>\nbarangsiapa berkata kepada saudaranya: Kafir!<br \/>\nharus dihadapkan ke Mahkamah Agama<br \/>\ndan siapa yang berkata: Jahil!<br \/>\nharus diserahkan ke dalam neraka yang menyala-nyala.<\/p>\n<p>Sebab itu,<br \/>\njika engkau mempersembahkan persembahan di atas mezbah<br \/>\ndan engkau teringat akan sesuatu<br \/>\nyang ada dalam hati saudaramu terhadap engkau,<br \/>\ntinggalkanlah persembahan di depan mezbah itu,<br \/>\ndan pergilah berdamai dahulu dengan saudaramu,<br \/>\nlalu kembali untuk mempersembahkan persembahan itu.<\/p>\n<p>Segeralah berdamai dengan lawanmu<br \/>\nselama engkau bersama-sama dengan dia di tengah jalan,<br \/>\nsupaya lawanmu itu jangan menyerahkan engkau kepada hakim,<br \/>\ndan hakim itu menyerahkan engkau kepada pembantunya,<br \/>\ndan engkau dilemparkan ke dalam penjara.<br \/>\nAku berkata kepadamu:<br \/>\nSesungguhnya engkau tidak akan keluar dari sana,<br \/>\nsebelum engkau membayar hutangmu sampai lunas.&#8221;<\/p>\n<p>Demikianlah sabda Tuhan.<br \/>\n************<\/p>\n<p>EMBUN ROHANI PAGI DARI KOTA AMBON MANISE<\/p>\n<p>MURNIKAN PIKIRAN SUCIKAN HATI SEBELUM MEMOHON<\/p>\n<p>Kabar baik dari Tuhan bagimu pagi ini: \u201cTuhan selalu suka mengambulkan doa dan permohonan kita asalkan hati dan pikiran kita disucikan dan didamaikan dengan Tuhan dan sesama.\u201d<\/p>\n<p>Firman Tuhan pagi ini menegaskan bahwa: *\u2060<br \/>\n&#8220;Sebab itu, jika engkau mempersembahkan persembahanmu di atas mezbah dan engkau teringat akan sesuatu yang ada dalam hati saudaramu terhadap engkau, tinggalkanlah persembahanmu di depan mezbah itu dan pergilah berdamai dahulu dengan saudaramu, lalu kembali untuk mempersembahkan persembahanmu itu.\u201d ( ayat 23 &#8211; 24 )<\/p>\n<p>Pesan Ilahi untukmu pagi ini:<\/p>\n<p>&#8211; Damaikan hati dan pikiranmu dengan Tuhan dan sesama;<\/p>\n<p>&#8211; \u2060Naikanlah doa dan permohonan dengan hati yang penuh syukur;<\/p>\n<p>&#8211; \u2060Yakinlah bahwa Tuhan pasti suka menolongmu. Inilah yang disebut iman yang kokoh.<\/p>\n<p>Akhirnya berdamai dengan sesama tidak hanya menyenangkan Tuhan, melainkan membuat dirimu dapat hidup dengan tenang, aman dan damai.<\/p>\n<p>Selamat beraktivitas untuk para sahabat.<\/p>\n<p>Salam, doa dan berkatku ( + ) untuk semua. ( Dari: Mgr. Inno Ngutra : Minnong &#8211; Duc in Altum )<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sabda Kehidupan Jumat 27 Februari 2026 Matius 5:23-24 (Mat 5:20-26) \u201dJika engkau mempersembahkan persembahanmu di atas mezbah dan engkau teringat akan sesuatu yang ada dalam hati saudaramu terhadap engkau, tinggalkanlah persembahanmu di depan mezbah&#46;&#46;&#46;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":90462,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1,20],"tags":[],"class_list":["post-93230","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-bacaan-harian","category-renungan-text"],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/katolikindonesia.org\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/app-2026.png","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/93230","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=93230"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/93230\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":93231,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/93230\/revisions\/93231"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/90462"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=93230"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=93230"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=93230"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}