{"id":93043,"date":"2026-02-22T19:10:34","date_gmt":"2026-02-22T12:10:34","guid":{"rendered":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=93043"},"modified":"2026-02-22T19:10:34","modified_gmt":"2026-02-22T12:10:34","slug":"maria-bunda-allah-atau-bidadari-katolik","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=93043","title":{"rendered":"Maria: Bunda Allah atau Bidadari Katolik?"},"content":{"rendered":"<p>Maria: Bunda Allah atau Bidadari Katolik?<\/p>\n<p>Jika konten ini membuat Anda tersenyum pahit tapi tercerahkan, merasa iman ditegakkan tanpa harus mematikan akal, dan ingin melihat hoaks teologis tumbang satu per satu, maka kita berada di kubu yang sama.<\/p>\n<p>Channel ini berdiri di persimpangan iman Katolik dan nalar yang jujur. Tidak sensasional, tidak euforia rohani murahan. Yang ada: pengajaran yang tenang, tajam, kadang menyengat\u2014berakar pada ajaran Gereja, berpijak pada logika, dan setia pada kebenaran Kristiani yang utuh.<\/p>\n<p>Ruang ini terbuka bagi siapa pun: Katolik yang ingin berpikir lebih dalam, pencari yang ingin memahami tanpa prasangka, atau siapa saja yang lelah dengan teologi instan dan ingin iman yang bisa dipertanggungjawabkan.<\/p>\n<p>Jika karya ini layak diteruskan, Anda bisa ikut menopang:<br \/>\n&#x1f4b8; Donasi via Saweria<br \/>\n&#x1f449; https:\/\/saweria.co\/patrisallegro<\/p>\n<p>Subscribe, nyalakan lonceng, dan sebarkan bila perlu. Kebenaran tidak perlu diteriakkan\u2014cukup dijelaskan dengan jernih, lalu dibiarkan bekerja.<\/p>\n<p>Kita bertumbuh bersama: iman yang waras, akal budi yang rendah hati. &#x271d;&#xfe0f;<\/p>\n<p>#Katolik #ImanDanAkal #Teologi #Filsafat #KekristenanOtentik<\/p>\n<p>Sumber Patris Allegro<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Maria: Bunda Allah atau Bidadari Katolik? Jika konten ini membuat Anda tersenyum pahit tapi tercerahkan, merasa iman ditegakkan tanpa harus mematikan akal, dan ingin melihat hoaks teologis tumbang satu per satu, maka kita berada&#46;&#46;&#46;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":28971,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"video","meta":{"footnotes":""},"categories":[27,5,26,28,2],"tags":[],"class_list":["post-93043","post","type-post","status-publish","format-video","has-post-thumbnail","hentry","category-ekonomi","category-kateketik","category-pengembangan","category-sosial","category-tokoh","post_format-post-format-video"],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/katolikindonesia.org\/wp-content\/uploads\/2023\/02\/ki.jpg","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/93043","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=93043"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/93043\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":93044,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/93043\/revisions\/93044"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/28971"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=93043"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=93043"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=93043"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}