{"id":92980,"date":"2026-02-21T10:03:03","date_gmt":"2026-02-21T03:03:03","guid":{"rendered":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=92980"},"modified":"2026-02-21T10:03:03","modified_gmt":"2026-02-21T03:03:03","slug":"sabtu-21-februari-2026-5","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=92980","title":{"rendered":"Sabtu, 21 Februari 2026"},"content":{"rendered":"<p>Sabda Kehidupan<br \/>\nSabtu 21 Februari 2026<br \/>\nLukas 5:31-32 (Luk 5:27-32)<br \/>\nJawab Yesus kepada mereka, kata-Nya: &#8220;Bukan orang sehat yang memerlukan tabib, tetapi orang sakit; Aku datang bukan untuk memanggil orang benar, tetapi orang berdosa, supaya mereka bertobat.&#8221;<\/p>\n<p>Yesus Datang Untuk Memanggil Orang Berdosa<\/p>\n<p>Almarhum Paus Fransiskus selalu mengingatkan bahwa Gereja itu adalah rumah sakit. Di sinilah tempat orang sakit datang berobat, orang berdosa datang bertobat.<br \/>\nGereja sebagai umat Allah adalah tempat kita mengalami pengampunan dan didamaikan kembali dengan Tuhan dan sesama. Semakin orang jauh dari Tuhan semakin besar upaya kita untuk mencari mereka yang hilang, dan pintu Gereja selalu terbuka untuk menyambutnya kembali.<br \/>\nSama seperti Bapa di surga yang menyambut dengan sukacita anakNya yang hilang dan kembali pulang ke rumah. Demikian juga halnya yang dilakukan Yesus untuk Lewi (Matius) si pemungut cukai.<br \/>\nIa sudah lama terbeban dengan pekerjaannya, yang membuatnya hidup dengan rasa bersalah. Sebagai orang Yahudi, ia menjadi pengkhianat bangsa. Apalagi sebagai pemungut cukai, dia menjadi kaya karena curang dan suka mengancam orang.<br \/>\nKetika Yesus memanggilnya pulang untuk mengembalikan martabatnya, ia langsung berdiri dan mengikuti Yesus.<\/p>\n<p>Gereja adalah rumah Allah, rumah kita, rumah sakit kita.<br \/>\nMari datang untuk check up. Barangkali kolesterol egoisme terlalu tinggi; ada penyumbatan saluran nadi belas kasih karena rasa benci, dendam dan irihati; mungkin asam urat terlalu tinggi karena terlalu banyak asupan pikiran negatif dan prasangka.<br \/>\nDemikian juga, jangan sampai karena beban dosa yang berat membuat kita stroke dan lumpuh karena dihantui rasa bersalah. Bukankah Yesus adalah \u201cpenyembuh segala luka, penegak hukum cinta?\u201d<br \/>\nYesus adalah dokter keluarga kita. Dia tahu semua jenis penyakit kita. Pada Dia-lah kita datang memohon kesembuhan dan pengampunan. Yesus adalah tempat kita mencurahkan isi hati yang penuh luka batin.<\/p>\n<p>\u201dAmpunilah kami ya Yesus. Tolong angkat kami yang tak mampu berdiri tegak karena beban dosa kami. Jadikanlah kami pengampun dan penyembuh luka hati. Biarlah ada damai dan sukacita di hati kami karena boleh mengampuni dan mencintai sebagaimana Engkau tetap mencintai dan mengampuni kami sekalipun kami banyak kali melukai hatiMu. Ya Yesus, ampunilah kami, orang berdosa ini. Amin.\u201d<\/p>\n<p>Selamat berakhir pekan. Syalom, damailah di hati!&#x1f64f;&#x2764;&#xfe0f;&#x1f607;<br \/>\nPs Revi Tanod Pr<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Kalender Liturgi 21 Feb 2026<br \/>\nSabtu Rabu Abu<br \/>\nPF S. Petrus Damianus, Uskup dan Pujangga Gereja<br \/>\nWarna Liturgi: Ungu<br \/>\nBait Pengantar Injil: Yeh 33:11<br \/>\nBacaan Injil: Luk 5:27-32<br \/>\n***********<\/p>\n<p>Bait Pengantar Injil<br \/>\nYeh 33:11<br \/>\nAku tidak berkenan akan kematian orang fasik,<br \/>\nmelainkan akan pertobatannya supaya ia hidup.<\/p>\n<p>Bacaan Injil<br \/>\nLuk 5:27-32<br \/>\nAku datang bukan untuk memanggil orang benar,<br \/>\ntetapi orang berdosa, supaya mereka bertobat.<\/p>\n<p>Inilah Injil Suci menurut Lukas:<\/p>\n<p>Sekali peristiwa<br \/>\nYesus melihat seorang pemungut cukai, yang bernama Lewi,<br \/>\nsedang duduk di rumah cukai.<br \/>\nYesus berkata kepadanya, &#8220;Ikutlah Aku!&#8221;<br \/>\nMaka berdirilah Lewi dan meninggalkan segala sesuatu,<br \/>\nlalu mengikut Dia.<br \/>\nLalu Lewi mengadakan suatu perjamuan besar untuk Yesus di rumahnya.<br \/>\nSejumlah besar pemungut cukai dan orang-orang lain turut makan bersama-sama dengan Dia.<br \/>\nOrang-orang Farisi dan ahli-ahli Taurat bersungut-sungut<br \/>\nkepada murid-murid Yesus,<br \/>\n&#8220;Mengapa kamu makan dan minum<br \/>\nbersama-sama dengan pemungut cukai dan orang berdosa?&#8221;<br \/>\nLalu jawab Yesus kepada mereka,<br \/>\n&#8220;Bukan orang sehat yang memerlukan tabib,<br \/>\ntetapi orang sakit!<br \/>\nAku datang bukan untuk memanggil orang benar,<br \/>\ntetapi orang berdosa, supaya mereka bertobat.&#8221;<\/p>\n<p>Demikianlah sabda Tuhan.<br \/>\n************<\/p>\n<p>Dalam Injil hari ini, kita bertanya: Apa yang membuat Yesus memanggil Lewi untuk mengikuti-Nya dan apa yang membuat Lewi meninggalkan segalanya untuk mengikuti Yesus? Alasan utamanya adalah bahwa Lewi yg adalah seorang berdosa dan dia sdh lelah hidup dalam dosa. Karena itu ketika Lewi dipanggil oleh Yesus, dia mengabaikan semua pertimbangan untuk mengikuti Yesus. Karena dia tahu bahwa akhirnya ada seseorang yang tidak menghakiminya dan seseorang yang bersedia memberinya kesempatan kedua untuk hidup jauh dari dosa.<\/p>\n<p>Dalam Injil ini, Yesus memberi kita pelajaran berharga tentang bagaimana kita dapat mengajak orang lain untuk bertobat.<br \/>\nPertama, janganlah kita menghakimi orang-orang yang kita anggap berdosa. Siapakah kita sehingga berhak menghakimi, padahal kita sendiri juga berdosa?<br \/>\nKedua, marilah kita selalu memberi orang lain kesempatan kedua, betapapun berdosanya mereka.<\/p>\n<p>Tentu saja byk orang yang sangat ingin menjalani hidup yg jauh dari dosa, tetapi tidak seorang pun mau memberi mereka kesempatan kedua. Tampaknya bagi org berdosa hampir semua orang menghukum mereka.<br \/>\nMarilah kita berjanji untuk tidak menghakimi. Marilah kita berjanji untuk memberi kesempatan kedua bg mereka yang kita anggap sebagai orang berdosa. Adanya orang berdosa karena ada orang yang menghakimi mrk dan tidak mau memberi mereka kesempatan kedua.<\/p>\n<p>RP. PAUL KERANS, SVD<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sabda Kehidupan Sabtu 21 Februari 2026 Lukas 5:31-32 (Luk 5:27-32) Jawab Yesus kepada mereka, kata-Nya: &#8220;Bukan orang sehat yang memerlukan tabib, tetapi orang sakit; Aku datang bukan untuk memanggil orang benar, tetapi orang berdosa,&#46;&#46;&#46;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":90462,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1,20],"tags":[],"class_list":["post-92980","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-bacaan-harian","category-renungan-text"],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/katolikindonesia.org\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/app-2026.png","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/92980","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=92980"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/92980\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":92981,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/92980\/revisions\/92981"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/90462"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=92980"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=92980"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=92980"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}