{"id":92950,"date":"2026-02-20T09:56:05","date_gmt":"2026-02-20T02:56:05","guid":{"rendered":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=92950"},"modified":"2026-02-20T09:56:05","modified_gmt":"2026-02-20T02:56:05","slug":"jumat-20-februari-2026-4","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=92950","title":{"rendered":"Jumat, 20 Februari 2026"},"content":{"rendered":"<p>Sabda Kehidupan<br \/>\nJumat 20 Februari 2026<br \/>\nMatius 9:15 (Mat 9:14-15)<br \/>\nJawab Yesus kepada mereka: &#8220;Dapatkah sahabat-sahabat mempelai laki-laki berdukacita selama mempelai itu bersama mereka? Tetapi waktunya akan datang mempelai itu diambil dari mereka dan pada waktu itulah mereka akan berpuasa.\u201d<\/p>\n<p>Puasa Kristiani Berpusat Pada Yesus<\/p>\n<p>Puasa kristiani adalah tanda kerinduan kita untuk semakin dekat dengan Yesus, Mempelai Gereja, terutama untuk memaknai misteri Paskah Kristus, sengsara &#8211; wafat &#8211; dan kebangkitanNya. Agar kita semakin menyadari makna penebusan Kristus melalui sengsara dan wafatNya di kayu salib untuk menyelamatkan kita dan kebangkitanNya yang jaya di hari raya Paskah. Karena itu disebut masa Pra-Paskah.<\/p>\n<p>Bersama Yesus kita memikul salib pengorbanan sambil menjalani laku tapa dan penyangkalan diri dengan berpantang dan berpuasa. Selama masa Prapaskah ini kita meningkatkan hidup doa lebih dari biasanya, agar kita dikuatkan menghadapi godaan si jahat dan seperti Yesus yang menang melawan godaan Iblis, kita juga mau taat dan setia pada kehendak Bapa.<\/p>\n<p>Kita mengisi masa tobat ini dengan berpuasa dan apa yang kita kurangi bagi diri sendiri kita bagi untuk sesama yang lebih membutuhkan. Kita berbagi kasih dan melayani agar semakin menyerupai Kristus \u201cyang datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani dan memberikan nyawaNya menjadi tebusan bagi banyak orang.\u201d (Mat 20:28).<br \/>\nSedekah yang kita berikan menjadi tanda solidaritas kita dengan saudara saudari dina Yesus. Yesus telah bersabda, \u201cSesungguhnya segala sesuatu yang kamu lakukan untuk salah seorang dari saudara-Ku yang paling hina ini, kamu telah melakukannya untuk Aku.\u201d (Mat 25:40).<\/p>\n<p>Semoga misteri Paskah Kristus, yakni pemberian diriNya, ketaatanNya pada kehendak Bapa, sengsara, wafat dan kebangkitan Kristus menjadi peristiwa hidup kita juga.<\/p>\n<p>Selamat hari Jumat. Hari wafat Yesus untuk menebus kita, memberi semangat untuk berbakti pada Tuhan.&#x1f64f;&#x2764;&#xfe0f;&#x1f607;<br \/>\nPs Revi Tanod Pr<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Kalender Liturgi 20 Feb 2026<br \/>\nJumat Rabu Abu<br \/>\nWarna Liturgi: Ungu<br \/>\nBait Pengantar Injil: Am 5:14<br \/>\nBacaan Injil: Mat 9:14-15<br \/>\n**********<\/p>\n<p>Bait Pengantar Injil<br \/>\nAm 5:14<br \/>\nCarilah yang baik dan jangan yang jahat,<br \/>\nsupaya kamu hidup,<br \/>\ndan Allah akan menyertai kamu.<\/p>\n<p>Bacaan Injil<br \/>\nMat 9:14-15<br \/>\nMempelai itu akan diambil dari mereka,<br \/>\ndan pada waktu itulah mereka akan berpuasa.<\/p>\n<p>Inilah Injil Suci menurut Matius:<\/p>\n<p>Sekali peristiwa datanglah murid-murid Yohanes kepada Yesus dan berkata,<br \/>\n&#8220;Mengapa kami dan orang Farisi berpuasa,<br \/>\ntetapi murid-murid-Mu tidak?&#8221;<br \/>\nJawab Yesus kepada mereka,<br \/>\n&#8220;Dapatkah sahabat-sahabat mempelai laki-laki berdukacita<br \/>\nselama mempelai itu bersama mereka?<br \/>\nTetapi waktunya akan datang mempelai itu diambil dari mereka,<br \/>\ndan pada waktu itulah mereka akan berpuasa.&#8221;<\/p>\n<p>Demikianlah sabda Tuhan.<br \/>\n************<\/p>\n<p>Puasa memiliki dasar alkitabiah. Orang-orang di Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru mempraktikkannya dan Yesus sendiri mengajarkannya.<br \/>\nDalam Injil hari ini, orang-orang Farisi bertanya kepada Yesus mengapa murid-murid-Nya tidak berpuasa. Yesus menjawab mereka bahwa puasa bukanlah kebiasaan dalam pesta pernikahan. Kehadiran Yesus seperti pesta pernikahan di mana ada sukacita, makanan berlimpah, dan kemeriahan. Ia katakan bahwa selama murid-murid-Nya bersama-Nya, tidak ada alasan untuk berpuasa.<br \/>\nJadi, apa saja alasan untuk berpuasa?<br \/>\n1. Puasa membantu kita utk semakin dekat dengan Tuhan dan semakin fokus kepada-Nya. Dalam Perjanjian Lama, Musa menerima Sepuluh Perintah Allah setelah berpuasa selama empat puluh hari (Keluaran 34:28).<br \/>\n2. Puasa membantu kita meraih kemenangan. Bangsa Israel berpuasa sebelum berperang dan mereka menang (2 Tawarikh 20:2-3). Yesus berpuasa selama empat puluh hari dan Ia menang atas pencobaan (Matius 4:1-11).<br \/>\n3. Puasa memungkinkan kita untuk mendapatkan bimbingan dari Tuhan. Ini sangat penting selama masa pengambilan keputusan. Setelah berpuasa, Daniel menerima petunjuk dari Tuhan (Daniel 9:21-22).<br \/>\n4. Puasa memperkuat iman kita. Tubuh mungkin menjadi lemah secara fisik tetapi kita menjadi kuat secara rohani.<br \/>\n5. Puasa adalah latihan kerendahan hati. Kita menahan diri dari keinginan kita untuk menemukan kekuatan kita di dalam Tuhan.<br \/>\n6. Meskipun kita tidak pernah bisa memengaruhi Tuhan untuk menjawab doa kita namun puasa dapat mempersiapkan kita untuk menerima rahmat dan berkat-Nya.<br \/>\nLebih dari semuanya, puasa lahir dari kasih kita kepada Tuhan dan sesama. Kita ingin memuliakan-Nya dengan merendahkan diri dalam doa dan berbagi kasih kepada sesama.<\/p>\n<p>RP. PAUL KERANS, SVD<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sabda Kehidupan Jumat 20 Februari 2026 Matius 9:15 (Mat 9:14-15) Jawab Yesus kepada mereka: &#8220;Dapatkah sahabat-sahabat mempelai laki-laki berdukacita selama mempelai itu bersama mereka? Tetapi waktunya akan datang mempelai itu diambil dari mereka dan&#46;&#46;&#46;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":90462,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1,20],"tags":[],"class_list":["post-92950","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-bacaan-harian","category-renungan-text"],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/katolikindonesia.org\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/app-2026.png","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/92950","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=92950"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/92950\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":92951,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/92950\/revisions\/92951"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/90462"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=92950"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=92950"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=92950"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}