{"id":92922,"date":"2026-02-19T16:29:19","date_gmt":"2026-02-19T09:29:19","guid":{"rendered":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=92922"},"modified":"2026-02-19T16:29:19","modified_gmt":"2026-02-19T09:29:19","slug":"kamis-19-februari-2026-5","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=92922","title":{"rendered":"Kamis, 19 Februari 2026"},"content":{"rendered":"<p>Sabda Kehidupan<br \/>\nKamis 19 Februari 2026<br \/>\nLukas 9:24-25 (Luk 9:22-25)<br \/>\n\u201dBarangsiapa mau menyelamatkan nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya; tetapi barangsiapa kehilangan nyawanya karena Aku, ia akan menyelamatkannya. Apa gunanya seorang memperoleh seluruh dunia, tetapi ia membinasakan atau merugikan dirinya sendiri?\u201d<\/p>\n<p>Jalan Salib Dan Penyangkalan Diri<\/p>\n<p>Sebelum Robert Wolter Mongisidi, Pahlawan Nasional kita, dihadapkan pada regu tembak untuk dieksekusi, pihak Belanda masih berusaha membujuknya untuk bekerjasama dan memihak Belanda yang hendak menguasai kembali Indonesia. Ia memilih mati daripada mengkhianati bangsanya.<br \/>\nDi depan regu tembak ia ditembak mati sambil memegang Alkitab. Ketika ia gugur di dalam Alkitab-nya ditemukan sebuah catatan yang ditulisnya, \u201cSetia sampai akhir dalam keyakinan.\u201d<br \/>\nIa telah gugur tapi telah menumbuhkan gelora semangat bela bangsa yang membawa Indonesia tetap merdeka. Gugur satu tumbuh seribu.<\/p>\n<p>Sungguh suatu semangat penyangkalan diri dan pemberian diri yang membuahkan kehidupan bagi banyak orang. Benarlah yang dikatakan Yesus, \u201cSesungguhnya jikalau biji gandum tidak jatuh ke dalam tanah dan mati, ia tetap satu biji saja; tetapi jika ia mati, ia akan menghasilkan banyak buah.\u201d (Yoh 12:24)<\/p>\n<p>Yesus sendiri telah menyerahkan nyawaNya demi menebus dan menyelamatkan kita. Masa Prapaskah ini menjadi momentum bagi kita untuk menjadi seperti Yesus. Melalui puasa dan pantang, serta berbagi kasih melalui kegiatan amal, kita ikut menyangkal diri, dan memikul salib.<br \/>\nKita berani kehilangan kepentingan diri sendiri untuk memberikan apa yang ada pada kita untuk kebaikan orang lain dan demi kemuliaan Tuhan<br \/>\nInilah keutamaan kristiani yang menjadi buah masa Prapaskah ini.<\/p>\n<p>Selamat menjalani masa Prapaskah dengan semangat penyangkalan diri.&#x2764;&#xfe0f;<br \/>\nPs Revi Tanod Pr<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Kalender Liturgi 19 Feb 2026<br \/>\nKamis Rabu Abu<br \/>\nWarna Liturgi: Ungu<br \/>\nBait Pengantar Injil: Mat 4:17<br \/>\nBacaan Injil: Luk 9:22-25<br \/>\n***********<\/p>\n<p>Bait Pengantar Injil<br \/>\nMat 4:17<br \/>\nBertobatlah, sabda Tuhan, sebab Kerajaan Surga sudah dekat.<\/p>\n<p>Bacaan Injil<br \/>\nLuk 9:22-25<br \/>\nBarangsiapa kehilangan nyawanya karena Aku,<br \/>\nia akan menyelamatkannya.<\/p>\n<p>Inilah Injil Suci menurut Lukas:<\/p>\n<p>Sekali peristiwa Yesus berkata kepada murid-murid-Nya<br \/>\nbahwa Anak Manusia harus menanggung banyak penderitaan,<br \/>\ndan ditolak oleh tua-tua, imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat,<br \/>\nlalu dibunuh, dan dibangkitkan pada hari ketiga.<\/p>\n<p>Kata-Nya kepada mereka semua,<br \/>\n&#8220;Setiap orang yang mau mengikut Aku, harus menyangkal dirinya,<br \/>\nmemikul salibnya setiap hari dan mengikut Aku.<br \/>\nKarena barangsiapa mau menyelamatkan nyawanya,<br \/>\nia akan kehilangan nyawanya;<br \/>\ntetapi barangsiapa kehilangan nyawanya karena Aku,<br \/>\nia akan menyelamatkannya.<br \/>\nApa gunanya seorang memperoleh seluruh dunia,<br \/>\ntetapi ia membinasakan atau merugikan dirinya sendiri?<\/p>\n<p>Demikianlah sabda Tuhan.<br \/>\n***********<\/p>\n<p>  \u210d <\/p>\n<p>Kita diminta untuk mengikuti Yesus \u201csetiap hari\u201d. Injil Markus dan Matius mempunyai teks paralel tentang memikul salib yang adalah tuntutan fundamental kemuridan. Akan tetapi, hanya Injil Lukas, yang menekankan bahwa itu harus dilakukan \u201csetiap hari\u201d&#8230; Maka itu juga harus dilakukan \u201chari ini\u201d. Keterangan waktu ini nampaknya memang unsur yang sangat penting dalam seluruh Injil Lukas. Dalam kisah kelahiran Yesus, misalnya, dikatakan: \u201cHari ini telah lahir bagimu Juruselamat, yaitu Kristus, Tuhan, di kota Daud,\u201d (Luk 2: 11). Saat mengawali karya publik-Nya, kepada Yesus diberikan gulungan kitab Nabi Yesaya, dan dia memaklumkan: \u201cPada hari ini genaplah nas ini saat kamu mendengarnya,\u201d (Luk 4: 21). Saat tergantung di kayu salib Yesus berkata: \u201cAku berkata kepadamu, sesungguhnya hari ini juga engkau akan ada bersama-sama dengan Aku di dalam Firdaus,\u201d (Luk 23: 43).<\/p>\n<p>Setiap perjalanan menuju hidup yang baru mulai dari keputusan yang kita buat \u201chari ini\u201d dan konsistensi untuk menghidupi keputusan itu \u201csetiap hari\u201d. Yesus berkata, \u201cSetiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus memikul salibnya setiap hari.\u201d Jika anda ingin memperlihatkan cinta anda bagi orang yang anda kasihi, anda harus mengungkapkannya setiap hari. \u201cSETIAP HARI\u201d menjadi kata kunci kita hari ini. Mudahlah sekali-sekali mengasihi. Mudahlah kadang-kadang mengasihi. Tetapi biasanya sulit mengasihi setiap hari. Demikian juga komitmen kita menjadi murid Kristus itu tidak hanya berdasar mood kalau mood lagi bagus, bersemangat mengikuti Kristus, kalau mood kurang baik, lalu kurang setia. Komitmen kita menghidupi iman Kristiani itu kita laksanakan setiap hari, setiap saat, bukan musiman seperti orang-orang yang menghadiri misa pada Hari Rabu Abu atau pada hari Paskah dan Natal.<\/p>\n<p>Semoga Masa prapasakah ini menjadi saat yang baik untuk mengevaluasi diri, sejauh mana saya setia menjalani tuntutan kemuridan.<\/p>\n<p>Tuhan, berilah kami setiap hari keberanian untuk mengikuti-Mu, tolonglah kami untuk menghidupi iman kami secara konsisten, seperti yang Engkau inginkan untuk kami jalani, tanpa kompromi atau tawar-menawar. Amin.<\/p>\n<p>Selamat pagi, selamat beraktivitas hari ini. Hari ini, esok, dan selamanya menjadi murid Kristus! \u24bf\u24c1\u24ca! &#x2764;&#xfe0f;<br \/>\n&#x2764;\ufe0e.<\/p>\n<blockquote class=\"wp-embedded-content\" data-secret=\"TNsiZ0yC1u\"><p><a href=\"https:\/\/sacerdos2000.com\/setiap-hari-setiap-saat\/\">Setiap Hari, Setiap Saat<\/a><\/p><\/blockquote>\n<p><iframe loading=\"lazy\" class=\"wp-embedded-content\" sandbox=\"allow-scripts\" security=\"restricted\" style=\"position: absolute; visibility: hidden;\" title=\"&#8220;Setiap Hari, Setiap Saat&#8221; &#8212; Sacerdos2000\" src=\"https:\/\/sacerdos2000.com\/setiap-hari-setiap-saat\/embed\/#?secret=S6capJIdeb#?secret=TNsiZ0yC1u\" data-secret=\"TNsiZ0yC1u\" width=\"500\" height=\"282\" frameborder=\"0\" marginwidth=\"0\" marginheight=\"0\" scrolling=\"no\"><\/iframe><\/p>\n<p>RP Joni Astanto MSC<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sabda Kehidupan Kamis 19 Februari 2026 Lukas 9:24-25 (Luk 9:22-25) \u201dBarangsiapa mau menyelamatkan nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya; tetapi barangsiapa kehilangan nyawanya karena Aku, ia akan menyelamatkannya. Apa gunanya seorang memperoleh seluruh dunia, tetapi&#46;&#46;&#46;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":90462,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1,20],"tags":[],"class_list":["post-92922","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-bacaan-harian","category-renungan-text"],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/katolikindonesia.org\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/app-2026.png","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/92922","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=92922"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/92922\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":92923,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/92922\/revisions\/92923"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/90462"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=92922"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=92922"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=92922"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}