{"id":92856,"date":"2026-02-18T16:44:10","date_gmt":"2026-02-18T09:44:10","guid":{"rendered":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=92856"},"modified":"2026-02-18T16:44:10","modified_gmt":"2026-02-18T09:44:10","slug":"rabu-abu-18-februari-2026-5","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=92856","title":{"rendered":"Rabu Abu, 18 Februari 2026"},"content":{"rendered":"<p>Sabda Kehidupan<br \/>\nRabu 18 Februari 2026<br \/>\nHari Rabu Abu &#8211; Pantang dan Puasa<br \/>\nMatius 6:17-18 (Mat 6:1-6; 16-18)<br \/>\n\u201dApabila engkau berpuasa, minyakilah kepalamu dan cucilah mukamu, supaya jangan dilihat oleh orang bahwa engkau sedang berpuasa, melainkan hanya oleh Bapamu yang ada di tempat tersembunyi. Maka Bapamu yang melihat yang tersembunyi akan membalasnya kepadamu.&#8221;<\/p>\n<p>Masa Puasa &#8211; Masa Prapaskah &#8211; Masa Pertobatan Dan Pembaharuan Diri<\/p>\n<p>Hari ini adalah hari Rabu Abu, kita memulai kembali masa penuh rahmat yakni masa Pra-Paskah, masa persiapan Paskah Kristus, yang tahun 2026 ini jatuh pada tanggal 5 April.<br \/>\nGereja mengajak kita mempersiapkan Paskah Kristus Tuhan kita selama 40 hari dengan berpuasa dan berpantang.<\/p>\n<p>Sebagai tanda dimulainya masa penuh pertibatan ini, kita menandai diri kita dengan menaruh abu di dahi atau di kepala, sebagaimana bentuk pertobatan umat Israel sejak perjanjian lama (lihat Yosua 7:6, Ayub 2:12).<br \/>\nSaat menerimakan abu di dahi, imam berkata, \u201cBertobatlah dan percayalah kepada Injil.\u201d Atau \u201cIngatlah bahwa engkau berasal dari abu dan akan kembali menjadi abu.\u201d<br \/>\nRitual ini untuk mengingatkan kita manusia akan kefanaan hidup kita bila tanpa Allah. Kita menyadari siapakah kita di hadapan Allah. Kita begitu rapuh karena diciptakan dari tanah dan akan kembali menjadi abu. Hanya oleh kasih Allah kita diberi nafas kehidupan (Kejadian 2:7 dan 3:19).<\/p>\n<p>Yesus juga berpuasa 40 hari lamanya, untuk ikut mengalami arti penting dari puasa yakni berserah sepenuhnya pada kasih Allah. Maka kitapun ikut berpuasa selama 40 hari. Kali ini kita berpuasa untuk mempersiapkan Paskah Kristus, agar perayaan hari kemenanganNya atas dosa dan maut, kita persiapkan secara lahir batin melalui pertobatan, puasa, doa dan amal.<br \/>\nHidup doa kita perdalam agar kita semakin dekat dengan Tuhan yang telah menderita sengsara bagi kita.<br \/>\nPuasa membantu kita untuk menyangkal diri supaya hati kita tertuju pada Allah dan menyadari dosa dan kesalahan kita karena merasa sombong dan mandiri, egois dan hanya mencari kepentingan diri sendiri.<br \/>\nKita telah jauh dari Tuhan dan juga relasi kita dengan sesama telah jauh bahkan putus. Terlebih lagi di masa kini kita perlu melakukn pertobatan ekologis karena telah merusak alam ciptaan Tuhan oleh keserakahan kita.<\/p>\n<p>Dengan mengosongkan diri, memurnikan hati, membersihkan diri dan memperdalam hidup doa serta amal kasih, kita dipulihkan Allah untuk menjadi anakNya yang terkasih, bersinar kembali sebagai citra Allah.<br \/>\nSaat Paskah tiba, hati kita dipenuhi dengan sukacita karena dapat ikut mengalami misteri Paskah Kristus, yakni kita ikut wafat bersama Kristus dengan meninggalkan manusia lama yang kelam, lalu bangkit bersama Yesus serta mengalami hidup baru bersama Dia (Rom 6:11-12).<\/p>\n<p>Inilah saatnya kita mau mengalami rasa lapar dan haus akan kasih Allah. Kita percaya hanya Allah yang dapat memuaskan hati kita oleh kasih karuniaNya.<br \/>\nMari meninggalkan manusia lama kita, bertobat dan berbalik kepada Allah. Semoga pengampunan Allah oleh salib Yesus membaharui hidup kita, dan mendorong kita untuk sungguh hidup bagi Tuhan.<\/p>\n<p>Selamat memasuki masa Pra-Paskah. Kasih karunia Allah memuaskan lapar dan dahaga kita.&#x1f64f;&#x2764;&#xfe0f;&#x1f607;<br \/>\nPs Revi Tanod Pr<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Kalender Liturgi 18 Feb 2026<br \/>\nRabu Rabu Abu<br \/>\nWarna Liturgi: Ungu<br \/>\nBait Pengantar Injil: Mzm 95:8ab<br \/>\nBacaan Injil: Mat 6:1-6.16-18<br \/>\n***********<\/p>\n<p>Bait Pengantar Injil<br \/>\nMzm 95:8ab<br \/>\nPada hari ini, kalau kamu mendengar suara Tuhan,<br \/>\njanganlah bergetar hati.<\/p>\n<p>Bacaan Injil<br \/>\nMat 6:1-6.16-18<br \/>\nBapamu yang melihat yang tersembunyi akan mengganjar engkau.<\/p>\n<p>Inilah Injil Suci menurut Matius:<\/p>\n<p>Dalam khotbah di bukit Yesus bersabda kepada murid-murid-Nya,<br \/>\n&#8220;Hati-hatilah,<br \/>\njangan sampai melakukan kewajiban agamamu di hadapan orang<br \/>\nsupaya dilihat.<br \/>\nKarena jika demikian,<br \/>\nkamu tidak beroleh upah dari Bapamu yang di sorga.<br \/>\nJadi, apabila engkau memberi sedekah,<br \/>\njanganlah engkau mencanangkan hal itu,<br \/>\nseperti yang dilakukan orang munafik<br \/>\ndi rumah-rumah ibadat dan di lorong-lorong,<br \/>\nsupaya mereka dipuji orang.<br \/>\nAku berkata kepadamu: &#8216;Mereka sudah mendapat upahnya.&#8217;<br \/>\nTetapi jika engkau memberi sedekah,<br \/>\njanganlah diketahui tangan kirimu<br \/>\napa yang diperbuat tangan kananmu.<br \/>\nHendaklah sedekahmu itu diberikan dengan tersembunyi.<br \/>\nMaka Bapamu yang melihat yang tersembunyi<br \/>\nakan membalasnya kepadamu.<br \/>\nDan apabila kamu berdoa, janganlah berdoa seperti orang munafik.<br \/>\nMereka suka mengucapkan doanya<br \/>\ndengan berdiri dalam rumah-rumah ibadat<br \/>\ndan pada tikungan-tikungan jalan raya,<br \/>\nsupaya mereka dilihat orang.<br \/>\nAku berkata kepadamu, &#8216;Mereka sudah mendapat upahnya.&#8217;<br \/>\nTetapi jika engkau berdoa,<br \/>\nmasuklah ke dalam kamarmu, tutuplah pintu,<br \/>\ndan berdoalah kepada Bapamu yang ada di tempat tersembunyi.<br \/>\nMaka Bapamu yang melihat yang tersembunyi<br \/>\nakan membalasnya kepadamu.<\/p>\n<p>Dan apabila kamu berpuasa,<br \/>\njanganlah muram mukamu seperti orang munafik.<br \/>\nMereka mengubah air mukanya,<br \/>\nsupaya orang melihat bahwa mereka sedang berpuasa.<br \/>\nAku berkata kepadamu, &#8216;Mereka sudah mendapat upahnya.&#8217;<br \/>\nTetapi apabila engkau berpuasa,<br \/>\nminyakilah kepalamu dan cucilah mukamu,<br \/>\nsupaya jangan dilihat oleh orang bahwa engkau sedang berpuasa,<br \/>\nmelainkan hanya oleh Bapamu yang ada di tempat tersembunyi.<br \/>\nMaka Bapamu yang melihat yang tersembunyi<br \/>\nakan membalasnya kepadamu.&#8221;<\/p>\n<p>Demikianlah sabda Tuhan.<br \/>\n***********<\/p>\n<p>SENANGKAN TUHAN DENGAN MEMBANTU SESAMAMU<\/p>\n<p>Kabar Baik dari Tuhan untukmu pagi ini: \u201cPuasa kita hanya berkenan di hadapan Tuhan jika kita tidak rela membiarkan seorang pun di sekitar kita yang lapar, susah dan menderita.\u201d<\/p>\n<p>Dalam injil hari ini, Yesus menganjurkan tentang cara berpuasa yang benar :\u201cTetapi apabila engkau berpuasa, minyakilah kepalamu dan cucilah mukamu, supaya jangan dilihat oleh orang bahwa engkau sedang berpuasa, melainkan hanya oleh Bapamu yang ada di tempat tersembunyi. Maka Bapamu yang melihat yang tersembunyi akan membalasnya kepadamu.\u201d ( ayat 17 &#8211; 18 )<\/p>\n<p>Pesan Tuhan bagimu hari ini:<\/p>\n<p>&#8211; Puasa adalah masa berahmat yang Tuhan anugerahkan kepada kita melalui Gereja-Nya;<\/p>\n<p>&#8211; \u2060Puasa adalah saat terindah untuk memeriksa dan memperbaiki relasi kita dengan Tuhan dan sesama;<\/p>\n<p>&#8211; \u2060Puasa adalah saat terindah di mana kita rela berkorban demi kebahagiaan sesama;<\/p>\n<p>&#8211; \u2060Puasa adalah saat terindah di mana kita berjuang untuk membuat sesama berbahagia dan tersenyum karena tindakan kasih kita lewat berbagi.<\/p>\n<p>Dan di atas segalanya semoga di masa puasa ini Anda hanya mau menyenangkan Tuhan dengan cara membantu sesama.<\/p>\n<p>Selamat beraktivitas untuk para sahabat.<\/p>\n<p>Salam, doa dan berkatku ( + ) untuk semua. ( Dari: Mgr. Inno Ngutra : Minnong &#8211; Duc in Altum )<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sabda Kehidupan Rabu 18 Februari 2026 Hari Rabu Abu &#8211; Pantang dan Puasa Matius 6:17-18 (Mat 6:1-6; 16-18) \u201dApabila engkau berpuasa, minyakilah kepalamu dan cucilah mukamu, supaya jangan dilihat oleh orang bahwa engkau sedang&#46;&#46;&#46;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":90462,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1,20],"tags":[],"class_list":["post-92856","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-bacaan-harian","category-renungan-text"],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/katolikindonesia.org\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/app-2026.png","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/92856","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=92856"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/92856\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":92857,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/92856\/revisions\/92857"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/90462"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=92856"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=92856"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=92856"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}