{"id":92804,"date":"2026-02-17T05:46:19","date_gmt":"2026-02-16T22:46:19","guid":{"rendered":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=92804"},"modified":"2026-02-17T05:46:19","modified_gmt":"2026-02-16T22:46:19","slug":"selasa-17-februari-2026-5","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=92804","title":{"rendered":"Selasa, 17 Februari 2026"},"content":{"rendered":"<p>Sabda Kehidupan<br \/>\nSelasa 17 Februari 2026<br \/>\nTahun Baru Imlek<br \/>\nMarkus 8:15 Mrk 8:14-21)<br \/>\nLalu Yesus memperingatkan mereka, kata-Nya: &#8220;Berjaga-jagalah dan awaslah terhadap ragi orang Farisi dan ragi Herodes.&#8221;<\/p>\n<p>Yin Dan Yang &#8211; Prinsip Keseimbangan Dan Harmoni<\/p>\n<p>Yin Yang adalah konsep filosofi Tiongkok kuno yang menjelaskan dua kekuatan berlawanan namun saling melengkapi dan bergantung di alam semesta, seperti terang-gelap, panas-dingin, atau feminin-maskulin.<br \/>\nSecara kebetulan, hari ini adalah Perayaan Tahun Baru Cina atau Imlek (Im = bulan, lek = penanggalan). Disebut juga Sin Cia (= bulan pertama tahun baru). Maka hari ini menurut kalender bulan di Cina menandai berakhirnya musim dingin yang beku, diganti dengan musim semi yang hangat dan menyegarkan. Munculnya hidup baru dan harapan baru.<\/p>\n<p>Pesan Yesus dalam Injil untuk mewaspadai ragi orang Farisi dan ragi Herodes, mengingatkan kita mengenai 2 prinsip ekstrim fanatisme agama dan sekularisme, atau ekstrim terang-gelap (Yin-Yang).<br \/>\nRagi orang Farisi, ekstrim kanan adalah formalisme agama yang dijalankan kaum Farisi yang mengabaikan apa yang menjadi inti atau jiwa dari agama yakni iman, harap dan cinta kasih.<br \/>\nDi pihak lain Yesus meminta untuk waspada terhadap pengaruh prinsip dan pola hidup Raja Herodes dan pengikutnya, yang tidak peduli dengan nilai keagamaan, hanya mengejar kekuasaan dan harta duniawi, atau ekstrim kiri sekularisme.<\/p>\n<p>Peringatan Yesus bagi murid-muridNya dahulu menjadi pesan yang sangat bermakna bagi kita saat ini, agar jangan karena formalisme agama, orang hanya melihat perbedaan yang memisahkan. Penganut agama yang satu merasa benar dan mempersalahkan yang lain, tanpa melihat nilai-nilai keimanan dan kemanusiaan yang harusnya mempersatukan kita sebagai anak-anak Allah yang tetap harus saling mengasihi sekalipun berbeda agama.<br \/>\nDemikian juga jangan sampai karena mengejar kuasa dan harta dunia, kita lupa akan harta rohani, itulah roti hidup yakni Yesus sendiri yang adalah sumber rejeki hidup kita.<\/p>\n<p>Prinsip keseimbangan ora et labora, berdoa dan bekerja, jasmani dan rohani, surgawi dan duniawi, menjadi pesan yang indah di hari ini.<br \/>\nKita harus bekerja mencari nafkah, tapi jangan lupa bersyukur kepada Tuhan dan berbagi kasih dengan sesama. Terus bekerja sambil berdoa, terus jaga keseimbangan, jasmani dan rohani.<\/p>\n<p>Selamat hari baru di Tahun Baru Imlek. Harapan baru atas kasih setia Tuhan bagi seluruh umat manusia. Tuhan Yesus memberkati&#x1f64f;&#x2764;&#xfe0f;&#x1f607;<br \/>\nPs Revi Tanod Pr<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Kalender Liturgi 17 Feb 2026<br \/>\nSelasa Pekan Biasa VI<br \/>\nPF Tujuh Saudara Suci Pendiri Tarekat Hamba-Hamba SP Maria<br \/>\nWarna Liturgi: Hijau<br \/>\nBait Pengantar Injil: Yoh 14:23<br \/>\nBacaan Injil: Mrk 8:14-21<br \/>\n***********<\/p>\n<p>Bait Pengantar Injil<br \/>\nYoh 14:23<br \/>\nJika seorang mengasihi Aku, ia akan mentaati sabda-Ku.<br \/>\nBapa-Ku akan mengasihi dia,<br \/>\ndan Kami akan datang kepadanya.<\/p>\n<p>Bacaan Injil<br \/>\nMrk 8:14-21<br \/>\nAwaslah terhadap ragi orang Farisi dan ragi Herodes<\/p>\n<p>Inilah Injil Suci menurut Markus:<\/p>\n<p>Pada suatu hari murid-murid Yesus lupa membawa roti.<br \/>\nHanya sebuah saja yang ada pada mereka dalam perahu.<br \/>\nLalu Yesus memperingatkan mereka, kata-Nya,<br \/>\n&#8220;Berjaga-jagalah dan awaslah<br \/>\nterhadap ragi orang Farisi dan ragi Herodes.&#8221;<\/p>\n<p>Maka mereka berpikir-pikir, dan seorang berkata kepada yang lain,<br \/>\n&#8220;Itu dikatakan-Nya karena kita tidak mempunyai roti.&#8221;<\/p>\n<p>Ketika Yesus tahu, apa yang mereka perbincangkan,<br \/>\nIa berkata, &#8220;Mengapa kamu memperbincangkan soal tidak ada roti?<br \/>\nBelum jugakah kalian memahami dan mengerti?<br \/>\nTelah degilkah hatimu?<br \/>\nKalian mempunyai mata, tidakkah kalian melihat?<br \/>\nDan Kalian mempunyai telinga, tidakkah kalian mendengar?<br \/>\nSudah lupakah kalian waktu Aku memecah-mecahkan lima roti untuk lima ribu orang itu,<br \/>\nberapa bakul penuh<br \/>\npotongan-potongan roti kamu kumpulkan?&#8221;<br \/>\nJawab mereka, &#8220;Dua belas bakul.&#8221;<\/p>\n<p>&#8220;Dan pada waktu tujuh roti untuk empat ribu orang itu,<br \/>\nberapa bakul penuh<br \/>\npotongan-potongan roti kamu kumpulkan?&#8221;<br \/>\nJawab mereka, &#8220;Tujuh bakul.&#8221;<br \/>\nLalu kata Yesus kepada mereka,<br \/>\n&#8220;Masihkah kalian belum mengerti?&#8221;<\/p>\n<p>Demikianlah sabda Tuhan.<br \/>\n***********<\/p>\n<p>Dalam Injil hari ini, Yesus memperingatkan murid-murid-Nya untuk waspada terhadap ragi orang Farisi dan Herodes. Ia menggunakan ragi sebagai metafora bahwa mereka tidak boleh terprovokasi oleh bujukan orang Farisi dan Herodes untuk meninggalkan Dia demi mereka.<br \/>\nBaik orang Farisi maupun Herodes mewakili kekuasaan baik kekuasaan agama maupun pemerintahan yang pada dasarnya bersifat duniawi dan sementara. Yesus sebenarnya mengatakan kepada murid-murid-Nya untuk tidak meninggalkan Dia demi mereka. Pada intinya, Yesus mengatakan kepada mereka untuk tidak mengutamakan dunia daripada kasih mereka kepada Tuhan.<\/p>\n<p>Dunia sekuler memiliki banyak godaan seperti: kekuasaan, uang, keserakahan, popularitas, nafsu, ego, dan lain-lain\u2026 Kita harus berhati-hati terhadap hal-hal duniawi ini, kita tidak boleh membiarkan diri kita tertipu oleh godaan-godaan sementara ini.<\/p>\n<p>Marilah kita tetap teguh dalam kasih, persekutuan, dan kesetiaan kita kepada Yesus melalui perkataan dan perbuatan kita. Sebab apa gunanya kita memiliki segala sesuatu yang ditawarkan dunia ini jika kita tidak memiliki Tuhan?<\/p>\n<p>RP. PAUL KERANS, SVD<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sabda Kehidupan Selasa 17 Februari 2026 Tahun Baru Imlek Markus 8:15 Mrk 8:14-21) Lalu Yesus memperingatkan mereka, kata-Nya: &#8220;Berjaga-jagalah dan awaslah terhadap ragi orang Farisi dan ragi Herodes.&#8221; Yin Dan Yang &#8211; Prinsip Keseimbangan&#46;&#46;&#46;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":90462,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1,20],"tags":[],"class_list":["post-92804","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-bacaan-harian","category-renungan-text"],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/katolikindonesia.org\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/app-2026.png","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/92804","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=92804"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/92804\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":92805,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/92804\/revisions\/92805"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/90462"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=92804"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=92804"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=92804"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}