{"id":92686,"date":"2026-02-14T18:35:39","date_gmt":"2026-02-14T11:35:39","guid":{"rendered":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=92686"},"modified":"2026-02-14T18:35:39","modified_gmt":"2026-02-14T11:35:39","slug":"sabtu-14-februari-2026-5","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=92686","title":{"rendered":"Sabtu, 14 Februari 2026"},"content":{"rendered":"<p>Sabda Kehidupan<br \/>\nSabtu 14 Februari 2026<br \/>\nPeringatan St Sirilus dan St Metodius<br \/>\nMarkus 8:5-6 (Mrk 8:1-10)<br \/>\nYesus bertanya kepada mereka: &#8220;Berapa roti ada padamu?&#8221; Jawab mereka: &#8220;Tujuh.&#8221; Lalu Ia menyuruh orang banyak itu duduk di tanah. Sesudah itu Ia mengambil ketujuh roti itu, mengucap syukur, memecah-mecahkannya dan memberikannya kepada murid-murid-Nya untuk dibagi-bagikan dan mereka memberikannya kepada orang banyak.<\/p>\n<p>Appreciative Inquiry<\/p>\n<p>Ketimbang melihat kekurangan yang ada yang membuat orang merasa tidak cukup bahkan tidak berarti, Yesus mengajak murid-muridNya untuk melihat apa yang ada dan mensyukurinya.<br \/>\nInilah metode yang digunakan dalam manajemen perubahan dan pengembangan diri atau organisasi yang berfokus pada kekuatan atau potensi yang ada. Metode ini dikenal dengan sebutan \u201cAppreciative Inquiry.\u201d<\/p>\n<p>Yesus mengajak kita untuk mencari dan menemukan (inquiry), dan menghargai (appreciative) apa yang ada dengan cara mensyukurinya.<br \/>\nAlih-alih bertanya apa yang kurang atau apa yang salah, kita bertanya apa yang sudah ada atau apa yang sudah berjalan dengan baik. Pertanyaan pertama membuat kita pesimis dan cenderung mengeluh, sedangkan pertanyaan ke dua membuat kita optimis dan punya harapan.<br \/>\nDengan bersyukur dan menghargai apa yang ada, kita merasa diberkati oleh anugerah Tuhan dan tergerak untuk ikut berbagi apa yang ada.<br \/>\nDengan keyakinan bahwa Tuhan selalu menyediakan apa yang kita perlukan, maka iman kita bertumbuh dan makin kuat, pengharapan kita makin teguh, dan menggerakkan kita untuk berbuat kasih.<\/p>\n<p>Sekecil apapun yang ada pada kita akan menjadi begitu bernilai dan berharga bila kita sendiri menghargainya sebagai pemberian Tuhan.<br \/>\nCari dan temukan selalu anugerah-anugerah Tuhan yang ada pada kita, syukuri dan bagikan.<br \/>\nBetapa berartinya hidup ini ketika kita jalani dengan penuh syukur, dan dengan ikhlas hati kita pecahkan dan bagikan demi kebaikan sesama. Begitulah cara kita memuliakan Tuhan yang mencipta kita.<br \/>\nDengan demikian kita-pun dapat menjadi roti hidup bagi sesama, seperti Yesus yang telah memberikan Tubuh dan DarahNya bagi hidup dunia.<\/p>\n<p>Tanggal 14 Februari, orang biasanya merayakan hari cinta kasih ini dengan berbagi. Biasanya coklat. Apapun itu, ungkapan syukur dan berbagi adalah ungkapan kasih. Happy Valentine!<\/p>\n<p>Selamat berakhir pekan dengan penuh syukur dan bahagia&#x1f64f;&#x2764;&#xfe0f;&#x1f607;<br \/>\nPs Revi Tanod Pr<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Kalender Liturgi 14 Feb 2026<br \/>\nSabtu Pekan Biasa V<br \/>\nPW S. Sirilus, Rahib, dan Metodius, Uskup<br \/>\nWarna Liturgi: Putih<br \/>\nBait Pengantar Injil: Mat 4:4b<br \/>\nBacaan Injil: Mrk 8:1-10<br \/>\n***********<\/p>\n<p>Bait Pengantar Injil<br \/>\nMat 4:4b<br \/>\nManusia hidup bukan saja dari makanan,<br \/>\nmelainkan juga dari setiap sabda Allah.<\/p>\n<p>Bacaan Injil<br \/>\nMrk 8:1-10<br \/>\nMereka semua makan sampai kenyang.<\/p>\n<p>Inilah Injil Suci menurut Markus:<\/p>\n<p>Sekali peristiwa sejumlah besar orang mengikuti Yesus.<br \/>\nKarena mereka tidak mempunyai makanan,<br \/>\nYesus memanggil murid-murid-Nya dan berkata,<br \/>\n&#8220;Hati-Ku tergerak oleh belas kasihan kepada orang banyak ini.<br \/>\nSudah tiga hari mereka mengikuti Aku<br \/>\ndan mereka tidak mempunyai makanan.<br \/>\nJika mereka Kusuruh pulang ke rumahnya dengan lapar,<br \/>\nmereka akan rebah di jalan, sebab ada yang datang dari jauh.&#8221;<br \/>\nMurid-murid-Nya menjawab,<br \/>\n&#8220;Bagaimana di tempat yang sunyi ini<br \/>\norang dapat memberi mereka roti sampai kenyang?&#8221;<br \/>\nYesus bertanya kepada mereka, &#8220;Berapa roti ada padamu?&#8221;<br \/>\nJawab mereka, &#8220;Tujuh.&#8221;<\/p>\n<p>Lalu Yesus menyuruh orang banyak itu duduk di tanah.<br \/>\nSesudah itu Ia mengambil ketujuh roti itu, mengucap syukur, lalu memecah-mecahkannya<br \/>\ndan memberikannya kepada murid-murid-Nya untuk dibagi-bagikan.<br \/>\nDan mereka memberikannya kepada orang banyak.<br \/>\nMereka mempunyai juga beberapa ikan.<br \/>\nSesudah mengucap berkat atasnya,<br \/>\nYesus menyuruh supaya ikan itu juga dibagi-bagikan.<br \/>\nDan mereka makan sampai kenyang.<br \/>\nKemudian orang mengumpulkan potongan-potongan roti yang sisa,<br \/>\nsebanyak tujuh bakul.<br \/>\nMereka itu ada kira-kira empat ribu orang.<br \/>\nLalu Yesus menyuruh mereka pulang.<br \/>\nAkhirnya Yesus segera naik ke perahu dengan murid-murid-Nya<br \/>\ndan bertolak ke daerah Dalmanuta.<\/p>\n<p>Demikianlah sabda Tuhan.<br \/>\n***********<\/p>\n<p>EMBUN ROHANI PAGI DARI KOTA AMBON MANISE<\/p>\n<p>TUHAN MAU MELAKUKAN MUJIZAT MELALUIMU JIKA ENGKAU RELA BERBAGI<\/p>\n<p>Kabar Baik dari Tuhan untukmu pagi ini: \u201cSekecil apa pun bantuan kita, tapi bila itu diberikan dengan tulus maka akan menjadi mujizat bagi orang yang menerimanya. Inilah caranya Tuhan melakukan mujizat melalui engkau dan apa yang Anda miliki asalkan engkau rela memberi dan berbagi kepada sesama.\u201d<\/p>\n<p>Dalam injil hari ini dikisahkan tentang proses terjadinya mujizat:<\/p>\n<p>1) Berawal dari situasi orang lain: \u201cPada waktu itu ada pula orang banyak di situ yang besar jumlahnya, dan karena mereka tidak mempunyai makanan.\u201d ( ayat 1 )<\/p>\n<p>2) Muncullah keprihatikan dari Yesus: \u201cHati-Ku tergerak oleh belas kasihan kepada orang banyak ini. Sudah tiga hari mereka mengikuti Aku dan mereka tidak mempunyai makanan.\u201d ( ayat 2 )<\/p>\n<p>3) Yesus melakukan tindakan: \u201cLalu Ia menyuruh orang banyak itu duduk di tanah. Sesudah itu Ia mengambil ketujuh roti itu, mengucap syukur, memecah-mecahkannya dan memberikannya kepada murid-murid-Nya untuk dibagi-bagikan, dan mereka memberikannya kepada orang banyak.\u201d ( ayat 6 )<\/p>\n<p>4) Mujizat terjadi: \u201cDan mereka makan sampai kenyang. Kemudian orang mengumpulkan potongan-potongan roti yang sisa, sebanyak tujuh bakul.\u201d ( ayat 8 )<\/p>\n<p>5) Mujizat terjadi ketika kita rela berbagi apa yang kita miliki: \u201cYesus bertanya kepada mereka: &#8220;Berapa roti ada padamu?&#8221; Jawab mereka: &#8220;Tujuh.&#8221; ( ayat 5 )<\/p>\n<p>Pesan Tuhan bagimu hari ini:<\/p>\n<p>&#8211; Apakah Anda memiliki perasaan simpati dan empati kepada mereka yang miskin dan menderita di sekitarmu?<\/p>\n<p>&#8211; \u2060Sejauh manakah Anda mau dan rela mewujudkan keprihatikan itu dalam bentuk tindakan dan perbuatan baik?<\/p>\n<p>&#8211; \u2060Relakah Anda berbagi apa yang Anda miliki kepada sesama yang miskin, menderita dan memerlukan bantuanmu?<\/p>\n<p>Ingatlah bahwa keprihatinan tanpa tindakan nyata maka hanyalah luapan perasaan semata, tapi mujizat hanya terjadi ketika kita rela memberi dan berbagi.<\/p>\n<p>Selamat berakhir pekan untuk para sahabat.<\/p>\n<p>Salam, doa dan berkatku ( + ) untuk semua.<br \/>\n( Dari: Mgr. Inno Ngutra : Minnong &#8211; Duc in Altum )<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sabda Kehidupan Sabtu 14 Februari 2026 Peringatan St Sirilus dan St Metodius Markus 8:5-6 (Mrk 8:1-10) Yesus bertanya kepada mereka: &#8220;Berapa roti ada padamu?&#8221; Jawab mereka: &#8220;Tujuh.&#8221; Lalu Ia menyuruh orang banyak itu duduk&#46;&#46;&#46;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":90462,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1,20],"tags":[],"class_list":["post-92686","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-bacaan-harian","category-renungan-text"],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/katolikindonesia.org\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/app-2026.png","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/92686","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=92686"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/92686\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":92687,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/92686\/revisions\/92687"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/90462"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=92686"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=92686"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=92686"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}