{"id":92509,"date":"2026-02-09T17:56:17","date_gmt":"2026-02-09T10:56:17","guid":{"rendered":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=92509"},"modified":"2026-02-09T17:56:17","modified_gmt":"2026-02-09T10:56:17","slug":"senin-09-februari-2026-5","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=92509","title":{"rendered":"Senin, 09 Februari 2026"},"content":{"rendered":"<p>Sabda Kehidupan<br \/>\nSenin 09 Februari 2026<br \/>\nMarkus 6:56 (Mrk 6:53-56)<br \/>\nKe manapun Ia pergi, ke desa-desa, ke kota-kota, atau ke kampung-kampung, orang meletakkan orang-orang sakit di pasar dan memohon kepada-Nya, supaya mereka diperkenankan hanya menjamah jumbai jubah-Nya saja. Dan semua orang yang menjamah-Nya menjadi sembuh.<\/p>\n<p>Yesus Menjadikan Segala Sesuatu Baik Adanya<\/p>\n<p>Yesus datang untuk memulihkan segala sesuatu di dunia ini. Demikian dikatakan dalam Markus 7:37, \u201cIa menjadikan segala-galanya baik, yang tuli dijadikan-Nya mendengar, yang bisu dijadikan-Nya berkata-kata.\u201d Keperkasaan Allah dan segala kemuliaanNya hadir dalam diri Yesus yang sanggup membaharui segalanya.<br \/>\nAkan tetapi bukan maksud Yesus datang untuk memamerkan kehebatanNya hingga bagaikan tukang sulap dalam sekejab Ia meniadakan segala penyakit dan tak ada lagi susah dan derita di dunia ini.<\/p>\n<p>Yesus datang agar kita semua percaya di dalam Dia kita dapat melihat dan mengalami segala bentuk kebaikan dan kasih Allah bagi kita.<br \/>\nYesus memilih menghampakan diri dan menjadi manusia agar supaya Ia menyatu dengan kita dalam suka maupun duka. Ia memilih untuk ikut terluka oleh penolakan manusia. Ia mengalami sikap iri dan benci sesama saudaraNya. Ia juga mengalami pengkhianatan yang menyakitkan oleh sahabat-sahabat dekatNya.<\/p>\n<p>Yesus tahu bahwa bukan hanya kesembuhan fisik dan mental yang diperlukan manusia, tapi penebusan dan penyelamatan dari dosa dengan segala manifestasinya.<br \/>\nYesus tahu bahwa kita manusia tak lepas dari dinamika hidup berupa sakit dan derita, luka batin dan putusnya relasi persaudaraan. Untuk itu Ia hadir menemani kita, memberi kekuatan, penghiburan dan harapan, agar dalam segala hal ihwal hidup ini, kita tetap percaya, Yesus sanggup memulihkan segala sesuatunya.<br \/>\nMaka apapun yang terjadi, bila Tuhan mengijinkannya terjadi, kita percaya itu semua demi kebaikan kita. Persatuan dengan Tuhan, perjumpaan dengan Yesus dan kasih setiaNya itulah sesungguhnya sumber kesembuhan dan pemulihan hidup kita.<\/p>\n<p>Tetaplah percaya dan bersatu hati denganNya. Tak ada sesuatupun di dunia ini yang sanggup memisahkan kita dari cinta Kristus. (Lihat Roma 8:31-38). Oleh kasih Kristus kita percaya semuanya akan menjadi baik. Ia menjadikan segala sesuatu indah pada waktuNya (Pkb 3:11).<\/p>\n<p>Semangat Senin, kasih Yesus selalu menguatkan kita.&#x1f64f;&#x2764;&#xfe0f;&#x1f607;<br \/>\nPs Revi Tanod Pr<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Kalender Liturgi 09 Feb 2026<br \/>\nSenin Pekan Biasa V<br \/>\nWarna Liturgi: Hijau<br \/>\nBait Pengantar Injil: Mat 4:23<br \/>\nBacaan Injil: Mrk 6:53-56<br \/>\n*********<\/p>\n<p>Bait Pengantar Injil<br \/>\nMat 4:23<br \/>\nYesus mewartakan kerajaan Allah<br \/>\ndan menyembuhkan semua orang sakit.<\/p>\n<p>Bacaan Injil<br \/>\nMrk 6:53-56<br \/>\nSemua orang yang menjamah Yesus, menjadi sembuh.<\/p>\n<p>Inilah Injil Suci menurut Markus:<\/p>\n<p>Pada suatu hari<br \/>\nYesus dan murid-murid-Nya mendarat di Genesaret<br \/>\ndan berlabuh di situ.<br \/>\nKetika mereka keluar dari perahu,<br \/>\norang segera mengenal Yesus.<br \/>\nMaka berlari-larilah mereka ke seluruh daerah itu<br \/>\ndan mulai mengusung orang-orang sakit di atas tilamnya<br \/>\nkepada Yesus, di mana saja kabarnya Ia berada.<br \/>\nKe mana pun Yesus pergi,<br \/>\n&#8211; ke desa-desa, ke kota-kota atau ke kampung-kampung -,<br \/>\norang meletakkan orang-orang sakit di pasar pasar<br \/>\ndan memohon kepada-Nya,<br \/>\nsupaya mereka diperkenankan<br \/>\nhanya menjamah jumbai jubah-Nya saja.<br \/>\nDan semua orang yang menjamah-Nya menjadi sembuh.<\/p>\n<p>Demikianlah sabda Tuhan.<br \/>\n*********<\/p>\n<p>EMBUN ROHANI PAGI DARI KOTA AMBON MANISE<\/p>\n<p>TIDAK ADA YANG MUSATAHIL KETIKA ENGKAU PERCAYA DAN BERDOA<\/p>\n<p>Kabar Baik dari Tuhan untukmu pagi ini: \u201cYesus memiliki kuasa untuk menyembuhkan segala sakit dan penyakit serta memulihkan setiap kemelut yang Anda alami asalkan engkau datang dan meminta kepada-Nya lewat doa-doamu. Sesaat ketika engkau bertekuk lutut di hadapan-Nya maka engkau akan dijamah, disembuhkan dan dipulihkan.\u201d<\/p>\n<p>Dalam injil ini dikisahkan: \u201cKe manapun Ia pergi, ke desa-desa, ke kota-kota, atau ke kampung-kampung, orang meletakkan orang-orang sakit di pasar dan memohon kepada-Nya, supaya mereka diperkenankan hanya menjamah jumbai jubah-Nya saja. Dan semua orang yang menjamah-Nya menjadi sembuh.\u201d ( ayat 56 )<\/p>\n<p>Pesan Tuhan bagimu hari ini:<\/p>\n<p>&#8211; Akui dan percayalah bahwa Yesus sangat sanggup menyembuhkan semua penyakit dan memulihkan setiap persoalan yang Anda hadapi dalam hidupmu;<\/p>\n<p>&#8211; \u2060Cari dan temuilah para dokter dan minumlah obat yang mereka anjurkan dan laksanakanlah nasehat yang mereka anjurkan;<\/p>\n<p>&#8211; \u2060Dan yang lebih utama adalah serahkanlah semua persoalan baik sakit maupun pergumulan yang Anda sedang hadapi kepada Yesus dalam doa-doamu.<\/p>\n<p>Jika yang buta pernah disembuhkan, yang tuli dibuat mendengar, yang bisu bisa berbicara, dan yang lumpuh dapat berjalan bahkan yang mati pun bisa bangkit maka Yesus pun sangat sanggup melakukannya untukmu asalkan engkau percaya dan berserah kepada-Nya dalam doa-doamu.<\/p>\n<p>Selamat beraktivitas untuk para sahabat.<\/p>\n<p>Salam, doa dan berkatku ( + ) untuk semua.<br \/>\n( Dari: Mgr. Inno Ngutra : Minnong &#8211; Duc in Altum )<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sabda Kehidupan Senin 09 Februari 2026 Markus 6:56 (Mrk 6:53-56) Ke manapun Ia pergi, ke desa-desa, ke kota-kota, atau ke kampung-kampung, orang meletakkan orang-orang sakit di pasar dan memohon kepada-Nya, supaya mereka diperkenankan hanya&#46;&#46;&#46;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":90462,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1,20],"tags":[],"class_list":["post-92509","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-bacaan-harian","category-renungan-text"],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/katolikindonesia.org\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/app-2026.png","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/92509","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=92509"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/92509\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":92510,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/92509\/revisions\/92510"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/90462"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=92509"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=92509"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=92509"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}