{"id":92269,"date":"2026-02-03T09:27:00","date_gmt":"2026-02-03T02:27:00","guid":{"rendered":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=92269"},"modified":"2026-02-03T09:27:00","modified_gmt":"2026-02-03T02:27:00","slug":"selasa-03-februari-2026-5","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=92269","title":{"rendered":"Selasa, 03 Februari 2026"},"content":{"rendered":"<p>Sabda Kehidupan<br \/>\nSelasa 03 Februari 2026<br \/>\nPeringatan St Blasius<br \/>\nMarkus 5:34 (Mrk 5:21-43)<br \/>\nKata-Nya kepada perempuan itu: &#8220;Hai anak-Ku, imanmu telah menyelamatkan engkau. Pergilah dengan selamat dan sembuhlah dari penyakitmu!&#8221;<\/p>\n<p>Yesus Sanggup Memulihkan Kita<\/p>\n<p>Seorang perempuan yang sudah 12 tahun menderita sakit pendarahan, sembuh seketika, saat ia menjamah jubah Yesus.<br \/>\nTidak seperti biasanya orang datang kepada Yesus dan menyampaikan permohonan secara lisan, perempuan ini hanya berucap dalam hatinya, &#8220;Asal kujamah saja jubah-Nya, aku akan sembuh.&#8221;<br \/>\nSentuhan kecil di ujung jubah Yesus oleh tangan penuh pengharapan dan iman, menarik keluar energi ilahi Yesus yang menyembuhkan. Bukan hanya kesembuhan fisik yang ia dapatkan, lebih dari itu, ia mendapatkan keselamatan. Ia sembuh jiwa dan raganya. Hidupnya dipulihkan seutuhnya.<\/p>\n<p>Mari datang selalu pada Yesus. Semua yang kita harapkan terjadi pada kita terpenuhi dalam Yesus. Jamahlah hatiNya dengan doa yang penuh iman. Kita percaya Yesus tetap sama, dahulu sekarang dan sampai selamanya.<br \/>\nIa memberi kita anugerah serta kasih karunia jauh melampaui apa yang kita harapkan.<br \/>\nKita minta rejeki, Yesus memberikan kita Roh KudusNya sebagai jawaban untuk semua doa kita. Kita minta kesembuhan, Yesus memberikan kita keselamatan, yakni persatuan kita denganNya sampai kekal.<\/p>\n<p>Dalam kisah Injil hari ini, Yesus juga membangkitkan anak Yairus, kepala rumah ibadat. Orang berpikir sudah terlambat karena si gadis kecil yang sakit sudah meninggal. Bagi Yesus tidak ada kata terlambat. Ia selalu on time, tepat pada waktunya.<br \/>\nPercayalah, Yesus sanggup memulihkan kita. Ia menjadikan segala sesuatu indah pada waktuNya. KepadaNya kita selalu berharap dan percaya. Kasih ilahiNya selalu mengalir di hidup kita.<br \/>\n\u201dSt Blasius, Uskup dan martir, doakanlah kami pada Yesus agar sembuh dari pelbagai penyakit.\u201d<\/p>\n<p>Selamat hari Selasa. Selalu ada harapan baru oleh kasih Tuhan bagi kita.&#x2764;&#xfe0f;<br \/>\nPs Revi Tanod Pr<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Kalender Liturgi 03 Feb 2026<br \/>\nSelasa Pekan Biasa IV<br \/>\nPF S. Ansgarius, Uskup<br \/>\nPF S. Blasius, Uskup dan Martir<br \/>\nWarna Liturgi: Hijau<br \/>\nBait Pengantar Injil: Mat 8:17<br \/>\nBacaan Injil: Mrk 5:21-43<br \/>\n************<\/p>\n<p>Bait Pengantar Injil<br \/>\nMat 8:17<br \/>\nYesus memikul kelemahan kita,<br \/>\ndan menanggung penyakit kita.<\/p>\n<p>Bacaan Injil<br \/>\nMrk 5:21-43<br \/>\nHai anak, Aku berkata kepadamu: Bangunlah!<\/p>\n<p>Inilah Injil Suci menurut Markus:<\/p>\n<p>Sekali peristiwa, setelah Yesus menyeberang dengan perahu,<br \/>\ndatanglah orang banyak berbondong-bondong<br \/>\nlalu mengerumuni Dia.<br \/>\nKetika itu Yesus masih berada di tepi danau.<br \/>\nMaka datanglah seorang kepala rumah ibadat yang bernama Yairus.<br \/>\nKetika melihat Yesus, tersungkurlah Yairus di depan kaki-Nya.<br \/>\nDengan sangat ia memohon kepada-Nya,<br \/>\n&#8220;Anakku perempuan sedang sakit, hampir mati.<br \/>\nDatanglah kiranya, dan letakkanlah tangan-Mu atasnya,<br \/>\nsupaya ia selamat dan tetap hidup.&#8221;<br \/>\nLalu pergilah Yesus dengan orang itu.<br \/>\nOrang banyak berbondong-bondong mengikuti Dia<br \/>\ndan berdesak-desakan di dekat-Nya.<\/p>\n<p>Adalah di situ seorang perempuan<br \/>\nyang sudah dua belas tahun lamanya menderita pendarahan.<br \/>\nIa telah berulang-ulang diobati oleh berbagai tabib,<br \/>\nsampai habislah semua yang ada padanya;<br \/>\nnamun sama sekali tidak ada faedahnya,<br \/>\nmalah sebaliknya: keadaannya makin memburuk.<br \/>\nDia sudah mendengar berita-berita tentang Yesus.<br \/>\nMaka di tengah-tengah orang banyak itu<br \/>\nia mendekati Yesus dari belakang dan menjamah jubah-Nya.<br \/>\nSebab katanya, &#8220;Asal kujamah saja jubah-Nya, aku akan sembuh.&#8221;<br \/>\nSungguh, seketika itu juga berhentilah pendarahannya<br \/>\ndan ia merasa badannya sudah sembuh dari penyakit itu.<\/p>\n<p>Pada ketika itu juga Yesus mengetahui,<br \/>\nbahwa ada tenaga yang keluar dari diri-Nya,<br \/>\nlalu Ia berpaling di tengah orang banyak dan bertanya,<br \/>\n&#8220;Siapa yang menjamah jubah-Ku?&#8221;<br \/>\nMurid-murid-Nya menjawab,<br \/>\n&#8220;Engkau melihat sendiri<br \/>\nbagaimana orang-orang ini berdesak-desakan dekat-Mu!<br \/>\nBagaimana mungkin Engkau bertanya: Siapa yang menjamah Aku?&#8221;<br \/>\nLalu Yesus memandang sekeliling-Nya<br \/>\nuntuk melihat siapa yang telah melakukan hal itu.<br \/>\nMaka perempuan tadi menjadi takut dan gemetar<br \/>\nsejak ia mengetahui apa yang telah terjadi atas dirinya.<br \/>\nMaka ia tampil dan tersungkur di depan Yesus.<br \/>\nDengan tulus ia memberitahukan segala sesuatu kepada Yesus.<br \/>\nMaka kata Yesus kepada perempuan itu,<br \/>\n&#8220;Hai anak-Ku, imanmu telah menyelamatkan engkau.<br \/>\nPergilah dengan selamat dan sembuhlah dari penyakitmu!&#8221;<\/p>\n<p>Ketika Yesus masih berbicara<br \/>\ndatanglah orang dari keluarga kepala rumah ibadat itu dan berkata,<br \/>\n&#8220;Anakmu sudah mati!<br \/>\nApa perlunya lagi engkau menyusahkan Guru?&#8221;<br \/>\nTetapi Yesus tidak menghiraukan perkataan mereka<br \/>\ndan berkata kepada kepala rumah ibadat,<br \/>\n&#8220;Jangan takut, percaya saja!&#8221;<br \/>\nLalu Yesus tidak memperbolehkan seorang pun ikut serta,<br \/>\nkecuali Petrus, Yakobus dan Yohanes, saudara Yakobus.<br \/>\nDan tibalah mereka di rumah kepala rumah ibadat,<br \/>\ndan di sana Yesus melihat orang-orang ribut,<br \/>\nmenangis dan meratap dengan suara nyaring.<br \/>\nSesudah masuk, Yesus berkata kepada orang-orang itu,<br \/>\n&#8220;Mengapa kamu ribut dan menangis?<br \/>\nAnak ini tidak mati, tetapi tidur!&#8221;<br \/>\nTetapi mereka menertawakan Dia.<\/p>\n<p>Maka Yesus menyuruh semua orang itu keluar.<br \/>\nLalu Ia membawa ayah dan ibu anak itu,<br \/>\ndan mereka yang bersama-sama dengan Yesus<br \/>\nmasuk ke dalam kamar anak itu.<br \/>\nLalu dipegang-Nya tangan anak itu, kata-Nya, &#8220;Talita kum,&#8221;<br \/>\nyang berarti: &#8220;Hai anak, Aku berkata kepadamu, bangunlah!&#8221;<br \/>\nSeketika itu juga anak itu bangkit berdiri dan berjalan,<br \/>\nsebab umurnya sudah dua belas tahun.<br \/>\nSemua orang yang hadir sangat takjub.<br \/>\nDengan sangat Yesus berpesan kepada mereka,<br \/>\nsupaya jangan seorang pun mengetahui hal itu,<br \/>\nlalu Ia menyuruh mereka memberi anak itu makan.<\/p>\n<p>Demikianlah sabda Tuhan.<br \/>\n***********<\/p>\n<p>  \u210d <\/p>\n<p>Hari ini Injil mengundang kita untuk hidup yang disembuhkan dan diperbarui melalui iman dan kasih. Kisah Yairus dan perempuan yang menderita pendarahan selamat 12 tahun mengajarkan kita tiga pelajaran tentang kasih, ketekunan, dan kepercayaan kepada Allah.<\/p>\n<p>Yairus, seorang kepala rumah ibadat, bukan orang sembarangan melainkan seorang pejabat tinggi. Ia meluangkan waktu dari kesibukannya untuk mencari penyembuhan bagi putrinya. Apa yang dilakukannya mengingatkan kita bahwa kasih membutuhkan pengorbanan. Baik itu untuk pasangan, anak-anak, rekan-rekan sekomunitas, atau bahkan untuk hubungan kita dengan Allah, kasih membutuhkan waktu, ruang, dan ketulusan. Apakah Anda memberi ruang dalam hidup Anda untuk orang-orang yang Anda cintai, ataukah kesibukan telah meminggirkan mereka? Kasih bertumbuh ketika kita mengosongkan diri untuk orang lain, membiarkan kasih karunia Allah menopang hubungan kita.<\/p>\n<p>Perempuan yang dua belas tahun lamanya menderita pendarahan menunjukkan kekuatan iman di hadapan kegagalan. Setelah bertahun-tahun menderita, ia berpaling kepada Yesus, percaya bahwa hanya dengan menyentuh jubah-Nya dapat menyembuhkannya. Ia mengajarkan kepada kita bahwa perjuangan masa lalu kita dapat membentuk kita, membantu kita memahami penderitaan orang lain dan membimbing mereka kepada Kristus. Tuhan mengubah bahkan momen-momen keputusasaan kita menjadi kesempatan untuk mengalami kasih-Nya dan membagikannya kepada orang lain.<\/p>\n<p>Akhirnya, perintah Yesus kepada perempuan muda, anak Yaiurs, \u201cTalita Kum!\u201d &#8211; &#8220;Hai anak, Aku berkata kepadamu, bangunlah!\u201d \u2013 mengingatkan kita bahwa tidak ada situasi yang melampaui harapan. Orang-orang di sekitar kita mungkin berkata sebaliknya, tetapi dengan iman, Allah dapat membangkitkan apa yang tampaknya hilang dan mati. Ia dapat memulihkan hubungan, memperbarui roh kita, dan menghidupkan kembali apa yang terasa mati. Percayalah kepada-Nya, dan peganglah kebenaran bahwa tidak ada yang mustahil bagi Allah.<\/p>\n<p>Sebagai peziarah, marilah kita berjalan dengan iman, percaya bahwa Allah dapat menyembuhkan luka-luka kita, menghidupkan kembali cinta kita, dan memimpin kita ke dalam kehidupan baru. Dengan Kristus, segala sesuatu mungkin. Percayalah pada janji-janji-Nya, dan bangkitlah untuk hidup sepenuhnya dalam kasih karunia-Nya.<\/p>\n<p>Tuhan Yesus, Engkau mengasihi kami masing-masing secara pribadi dengan kasih yang unik dan pribadi. Sentuh hidupku dengan kuasa-Mu yang menyelamatkan, sembuhkan dan pulihkan aku ke kepenuhan hidup. Bantu aku untuk memberikan diri sepenuhnya dalam pelayanan kasih kepada sesama.<\/p>\n<p>Selamat beraktivitas. Anda sedang berputus asa dan kehilangan harapan? Anda merasa tak berdaya? Percayakan hidup-Mu pada Yesus! \u24bf\u24c1\u24ca! &#x2764;<br \/>\n&#x2764;\ufe0e.<\/p>\n<blockquote class=\"wp-embedded-content\" data-secret=\"cMT4jUBGLD\"><p><a href=\"https:\/\/sacerdos2000.com\/iman-yang-menyembuhkan\/\">Iman Yang Menyembuhkan<\/a><\/p><\/blockquote>\n<p><iframe loading=\"lazy\" class=\"wp-embedded-content\" sandbox=\"allow-scripts\" security=\"restricted\" style=\"position: absolute; visibility: hidden;\" title=\"&#8220;Iman Yang Menyembuhkan&#8221; &#8212; Sacerdos2000\" src=\"https:\/\/sacerdos2000.com\/iman-yang-menyembuhkan\/embed\/#?secret=WPPmyLFOJy#?secret=cMT4jUBGLD\" data-secret=\"cMT4jUBGLD\" width=\"500\" height=\"282\" frameborder=\"0\" marginwidth=\"0\" marginheight=\"0\" scrolling=\"no\"><\/iframe><\/p>\n<p>RP Joni Astanto MSC<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sabda Kehidupan Selasa 03 Februari 2026 Peringatan St Blasius Markus 5:34 (Mrk 5:21-43) Kata-Nya kepada perempuan itu: &#8220;Hai anak-Ku, imanmu telah menyelamatkan engkau. Pergilah dengan selamat dan sembuhlah dari penyakitmu!&#8221; Yesus Sanggup Memulihkan Kita&#46;&#46;&#46;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":90462,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1,20],"tags":[],"class_list":["post-92269","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-bacaan-harian","category-renungan-text"],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/katolikindonesia.org\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/app-2026.png","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/92269","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=92269"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/92269\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":92270,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/92269\/revisions\/92270"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/90462"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=92269"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=92269"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=92269"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}