{"id":92233,"date":"2026-02-02T15:32:59","date_gmt":"2026-02-02T08:32:59","guid":{"rendered":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=92233"},"modified":"2026-02-02T15:33:01","modified_gmt":"2026-02-02T08:33:01","slug":"selasa-03-februari-2026","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=92233","title":{"rendered":"Selasa, 03 Februari 2026"},"content":{"rendered":"\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>ANTIFON PEMBUKA \u2013 Mazmur 86:3-4<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Engkaulah Allahku, kasihanilah aku, ya Tuhan, sebab kepada-Mulah aku berseru sepanjang hari. Buatlah jiwa hamba-Mu bersukacita, sebab kepada-Mulah kuangkat jiwaku.<\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>PENGANTAR:&nbsp;<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Absalom, putra Daud yang memberontak, tewas. Daud meratapi nya. Ia tetap menyayangi putranya. Yesus tak pernah meng hendaki manusia binasa, pun orang berdosa. Ia membawa hidup. la mau menyehatkan, maka la berkata, \u2018Berilah dia makan,\u2019 ketika orang masih keheran-heranan.<\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>DOA KOLEKTA:<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Marilah bedoa:Allah Bapa maha penyayang, Engkau menghendaki kami sehat dari kebencian dan balas dendam, serta mengutus Putra-Mu sebagai pembawa damai. Semoga sabda-Nya menyinari dan membimbing kami. Sebab Dialah Putra-Mu, Tuhan dan pengantara kami, yang \u2026.<\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>BACAAN PERTAMA: Bacaan dari Kitab Kedua Samuel 18:9-10.14b.24-25a.30.31b-33; 19:1-3<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Waktu melarikan diri, Absalom bertemu dengan anak buah Daud. Saat itu Absalom sedang memacu bagalnya. Ketika bagal itu lewat di bawah jalinan dahan-dahan pohon tarbantin yang besar, tersangkutlah rambut kepala Absalom pada pohon tarbantin itu, sehingga ia tergantung antara langit dan bumi, sedang bagal yang ditungganginya berlari terus. Seseorang melihatnya, lalu memberitahu Yoab, katanya, \u201cAku melihat Absalom tergantung pada pohon tarbantin.\u201d Lalu Yoab mengambil tiga lembing dalam tangannya, dan ditikamkannya ke dada Absalom! Waktu itu Daud sedang duduk di antara kedua pintu gerbang sementara penjaga naik ke sotoh pintu gerbang itu, di atas tembok. Ketika ia melayangkan pandangnya, dilihatnyalah orang datang berlari, seorang diri saja. Berserulah penjaga memberitahu raja. Lalu raja berkata kepada Ahimaas, \u201cPergilah ke samping, berdirilah di situ.\u201d Ahimaas pergi ke samping dan berdiri di situ. Kemudian tibalah orang Etiopia itu. Kata orang Etiopia itu, \u201cTuanku Raja mendapat kabar yang baik, sebab Tuhan telah memberi keadilan kepadamu pada hari ini! Tuhan melepaskan Tuanku dari tangan semua orang yang bangkit menentang Tuanku.\u201d Tetapi bertanyalah Raja Daud kepada orang Etiopia itu, \u201cSelamatkah Absalom, orang muda itu?\u201d Jawab orang Etiopia itu, \u201cBiarlah seperti orang muda itu musuh Tuanku Raja dan semua orang yang bangkit menentang Tuanku untuk berbuat jahat.\u201d Maka terkejutlah raja! Dengan sedih ia naik ke anjung pintu gerbang lalu menangis. Dan beginilah perkataannya sambil berjalan, \u201cAnakku Absalom, anakku! Ah, anakku Absalom, sekiranya aku boleh mati menggantikan engkau! Absalom, Absalom, anakku!\u201d Lalu diberitahukan oranglah kepada Yoab, \u201cKetahuilah, raja menangis dan berkabung karena Absalom.\u201d Pada hari itulah kemenangan menjadi perkabungan bagi seluruh tentara, sebab pada hari itu tentara mendengar orang berkata, \u201cRaja bersusah hati karena anaknya.\u201d Maka pada hari itu tentara Israel masuk kota dengan diam-diam, seperti tentara yang kena malu karena melarikan diri dari pertempuran.<br>Demikianlah sabda Tuhan.<br>U. Syukur kepada Allah.<\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>MAZMUR TANGGAPAN: Mazmur 86:1-2.3-4.5-6<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong><em>Ref.<\/em>&nbsp;<em>Sendengkanlah telinga-Mu, ya Tuhan, dan jawablah aku.<\/em><\/strong><\/h3>\n\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\">\n<li>Sendengkanlah telinga-Mu, ya Tuhan, dan jawablah aku, sebab sengsara dan miskinlah aku. Peliharalah nyawaku, sebab aku ini orang yang Kaukasihi, selamatkanlah hamba-Mu yang percaya kepada-Mu.<\/li>\n\n\n\n<li>Engkau adalah Allahku, kasihanilah aku, sebab kepada-Mulah aku berseru sepanjang hari. Buatlah jiwa hamba-Mu bersukacita, sebab kepada-Mulah, ya Tuhan, kuangkat jiwaku.<\/li>\n\n\n\n<li>Tuhan, Engkau sungguh baik dan suka mengampuni, kasih setia-Mu berlimpah bagi semua yang berseru kepada-Mu. Pasanglah telinga kepada doaku, ya Tuhan, dan perhatikanlah suara permohonanku.<\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>BAIT PENGANTAR INJIL :<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">U : Alleluya<br>S :&nbsp;<em>Yesus memikul kelemahan kita, dan menanggung penyakit kita.<\/em>&nbsp;Alleluya.<\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>BACAAN INJIL: Inilah Injil Yesus Kristus menurut Markus 5:21-43<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Sekali peristiwa, setelah Yesus menyeberang dengan perahu, datanglah orang banyak berbondong-bondong lalu mengerumuni Dia. Ketika itu Yesus masih berada di tepi danau. Maka datanglah seorang kepala rumah ibadat yang bernama Yairus. Ketika melihat Yesus, tersungkurlah Yairus di depan kaki-Nya. Dengan sangat ia memohon kepada-Nya, \u201cAnakku perempuan sedang sakit, hampir mati. Datanglah kiranya, dan letakkanlah tangan-Mu atasnya, supaya ia selamat dan tetap hidup.\u201d Lalu pergilah Yesus dengan orang itu. Orang banyak berbondong-bondong mengikuti Dia dan berdesak-desakan di dekat-Nya. Adalah di situ seorang perempuan yang sudah dua belas tahun lamanya menderita pendarahan. Ia telah berulang-ulang diobati oleh berbagai tabib, sampai habislah semua yang ada padanya; namun sama sekali tidak ada faedahnya, malah sebaliknya: keadaannya makin memburuk. Dia sudah mendengar berita-berita tentang Yesus. Maka di tengah-tengah orang banyak itu ia mendekati Yesus dari belakang dan menjamah jubah-Nya. Sebab katanya, \u201cAsal kujamah saja jubah-Nya, aku akan sembuh.\u201d Sungguh, seketika itu juga berhentilah pendarahannya dan ia merasa badannya sudah sembuh dari penyakit itu. Pada ketika itu juga Yesus mengetahui, bahwa ada tenaga yang keluar dari diri-Nya. Maka Ia berpaling di tengah orang banyak itu dan bertanya, \u201cSiapa yang menjamah jubah-Ku?\u201d Murid-murid-Nya menjawab, \u201cEngkau melihat sendiri bagaimana orang-orang ini berdesak-desakan dekat-Mu! Bagaimana mungkin Engkau bertanya: Siapa yang menjamah Aku?\u201d Lalu Yesus memandang sekeliling-Nya untuk melihat siapa yang telah melakukan hal itu. Maka perempuan tadi menjadi takut dan gemetar sejak ia mengetahui apa yang telah terjadi atas dirinya. Maka ia tampil dan tersungkur di depan Yesus. Dengan tulus ia memberitahukan segala sesuatu kepada Yesus. Maka kata Yesus kepada perempuan itu, \u201cHai anak-Ku, imanmu telah menyelamatkan engkau. Pergilah dengan selamat dan sembuhlah dari penyakitmu!\u201d Ketika Yesus masih berbicara datanglah orang dari keluarga kepala rumah ibadat itu dan berkata, \u201cAnakmu sudah mati! Apa perlunya lagi engkau menyusahkan Guru?\u201d Tetapi Yesus tidak menghiraukan perkataan mereka dan berkata kepada kepala rumah ibadat, \u201cJangan takut, percaya saja!\u201d Lalu Yesus tidak memperbolehkan seorang pun ikut serta, kecuali Petrus, Yakobus dan Yohanes, saudara Yakobus. Dan tibalah mereka di rumah kepala rumah ibadat, dan di sana Yesus melihat orang-orang ribut, menangis dan meratap dengan suara nyaring. Sesudah masuk, Yesus berkata kepada orang-orang itu, \u201cMengapa kamu ribut dan menagis? Anak ini tidak mati, tetapi tidur!\u201d Tetapi mereka menertawakan Dia. Maka Yesus menyuruh semua orang itu keluar. Lalu Ia membawa ayah dan ibu anak itu, dan mereka yang bersama-sama dengan Yesus masuk ke dalam kamar anak itu. Lalu dipegang-Nya tangan anak itu, katanya, \u201cTalita kum,\u201d yang berarti: Hai anak, Aku berkata kepadamu: Bangunlah!\u201d Seketika itu juga anak itu bangkit berdiri dan berjalan, sebab umurnya sudah dua belas tahun. Semua orang yang hadir sangat takjub. Dengan sangat Yesus berpesan kepada mereka, supaya jangan sorang pun mengetahui hal itu. Lalu Ia menyuruh mereka memberi anak itu makan.<br>Demikianlah sabda Tuhan!<br>U. Terpujilah Kristus!<\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>RESI DIBAWAKAN OLEH Rm. FX Joko Susilo SCJ<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><em><strong>Vivat Cor Iesu per Cor Mariae. Hiduplah Hati Yesus melalui Hati Maria.<\/strong><\/em><\/h3>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\"><strong>Saudara-saudari yang terkasih, kita jumpa lagi dalam Resi \u2013 Renungan Singkat Dehonian&nbsp; hari ini,<\/strong>&nbsp;<strong>Selasa \u2013 03 Februari 2026, Hari Biasa Pekan IV. Bersama saya Romo Thomas Suratno, SCJ dari Komunitas SCJ Teluk Betung-Bandar Lampung, mendengar dan merenungkan sabda Tuhan, yakni firman Tuhan yang tersurat dalam Mrk 5:21-43.<\/strong><\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Percaya, itulah yang utama. Kalau kita percaya pada sesuatu pasti kita menjalankannya. Entah apa pun itu. Dalam segala hal di tengah kehidupan ini dibutuhkan kepercayaan. Jika kita berjalan malam dengan mengendarai sepeda motor atau mengemudikan mobil, banyak jurang yang kita lewati. Tetapi karena kita percaya bahwa kita pasti selamat maka kita berani melaluinya. Demikian pula ketika kita jalan malam sendirian kita percaya bahwa Tuhan akan menyertai kita sehingga kita selamat barulah kita melakukannya. Jadi, kepercayaan itulah yang membebaskan dan menyelamatkan kita.<\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Dalam warta Injil hari ini ada dua peristiwa penyelamatan yang terjadi. Peristiwa pertama, yakni penyembuhan wanita sakit pendarahan dan peristiwa kedua adalah Yesus yang menghidupkan anak Yairus.&nbsp; Kedua keajaiban ini mempunyai maksud yang sama, yakni bahwa dengan&nbsp; iman kita diselamatkan. Padahal mereka telah melakukan segala daya upaya dalam hal-hal yang insani untuk memperoleh penyembuhan tetapi hasilnya tidak ada. Kehadiran Yesus sungguh-sungguh membawa perubahan dan keselamatan. Dalam keadaan yang tak terduga keselamatan itu datang di tengah-tengah mereka. Mengapa mereka bisa selamat? Karena mereka beriman bahwa dengan campur tangan Yesus semua derita dan penyakit akan disembuhkan. Hal ini sangat jelas dikatakan oleh Yesus: \u201cHai anak-Ku, imanmu telah menyelamatkan engkau. Pergilah dengan selamat dan sembuhlah dari penyakitmu!\u201d<\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\"><strong>DOA:&nbsp;<\/strong>Ya Allah Bapa, kuatkanlah imanku supaya aku benar-benar dapat mengandalkan kuat kuasa-Mu, sehingga hidupku terhindar dari segala sakit penyakit dan akan merasakan tenang serta bahagia karena-Mu. Amin.<\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Semoga Allah yang mahakuasa memberkati saudara dalam nama Bapa dan Putera dan Roh Kudus. Amin.<\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>DOA PERSIAPAN PERSEMBAHAN<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Allah Bapa sumber kehidupan, berilah kami kekuatan dan Roh-Mu, rsementara kami berkumpul di sekitar altar. Semoga Putra-Mu sudi menjadi rezeki kehidupan kami. Sebab Dialah\u2026\u2026<\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>ANTIFON KOMUNI \u2013 Markus 4:41<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Yesus memegang tangan anak itu dan berkata, \u201cTalita kum\u2019 artinya, \u2018Hai Anak, Aku berkata kepadamu: Bangunlah!\u201d<\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>DOA SESUDAH KOMUNI:&nbsp;<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Marilah berdoa: Allah Bapa sumber kehidupan, kami bersyukur bahwasanya Engkau telah menghidupkan dan menghidupi kami berkat sabda Yesus, saksi-Mu yang terpercaya. Semoga berkat kedatangan-Nya,dunia ini Kaubangun kembali menjadi baru. Sebab Dialah Tuhan dan pengantara kami<\/h4>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><a href=\"https:\/\/resi.dehonian.or.id\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/Resi-Selasa-03-Februari-2026-oleh-Rm.-Thomas-Suratno-SCJ-dari-Komunitas-SCJ-Teluk-Betung-Bandar-Lampung-Indonesia.mp3\">Resi-Selasa 03 Februari 2026 oleh Rm. Thomas Suratno SCJ dari Komunitas SCJ Teluk Betung Bandar Lampung Indonesia<\/a><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sumber <a href=\"https:\/\/resi.dehonian.or.id\/2026\/02\/01\/selasa-03-februari-2026-hari-biasa-pekan-iv\/\">https:\/\/resi.dehonian.or.id\/2026\/02\/01\/selasa-03-februari-2026-hari-biasa-pekan-iv\/<\/a><\/p>\n\n\n\n<figure><iframe loading=\"lazy\" src=\"https:\/\/katolikindonesia.org\/?powerpress_pinw=92233-podcast&amp;powerpress_player=default\" width=\"320\" height=\"50\"><\/iframe><\/figure>\n<div class=\"powerpress_player\" id=\"powerpress_player_5012\"><audio class=\"wp-audio-shortcode\" id=\"audio-92233-1\" preload=\"none\" style=\"width: 100%;\" controls=\"controls\"><source type=\"audio\/mpeg\" src=\"https:\/\/resi.dehonian.or.id\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/Resi-Selasa-03-Februari-2026-oleh-Rm.-Thomas-Suratno-SCJ-dari-Komunitas-SCJ-Teluk-Betung-Bandar-Lampung-Indonesia.mp3?_=1\" \/><a href=\"https:\/\/resi.dehonian.or.id\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/Resi-Selasa-03-Februari-2026-oleh-Rm.-Thomas-Suratno-SCJ-dari-Komunitas-SCJ-Teluk-Betung-Bandar-Lampung-Indonesia.mp3\">https:\/\/resi.dehonian.or.id\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/Resi-Selasa-03-Februari-2026-oleh-Rm.-Thomas-Suratno-SCJ-dari-Komunitas-SCJ-Teluk-Betung-Bandar-Lampung-Indonesia.mp3<\/a><\/audio><\/div><p class=\"powerpress_links powerpress_links_mp3\" style=\"margin-bottom: 1px !important;\">Podcast: <a href=\"https:\/\/resi.dehonian.or.id\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/Resi-Selasa-03-Februari-2026-oleh-Rm.-Thomas-Suratno-SCJ-dari-Komunitas-SCJ-Teluk-Betung-Bandar-Lampung-Indonesia.mp3\" class=\"powerpress_link_pinw\" target=\"_blank\" title=\"Play in new window\" onclick=\"return powerpress_pinw('https:\/\/katolikindonesia.org\/?powerpress_pinw=92233-podcast');\" rel=\"nofollow\">Play in new window<\/a> | <a href=\"https:\/\/resi.dehonian.or.id\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/Resi-Selasa-03-Februari-2026-oleh-Rm.-Thomas-Suratno-SCJ-dari-Komunitas-SCJ-Teluk-Betung-Bandar-Lampung-Indonesia.mp3\" class=\"powerpress_link_d\" title=\"Download\" rel=\"nofollow\" download=\"Resi-Selasa-03-Februari-2026-oleh-Rm.-Thomas-Suratno-SCJ-dari-Komunitas-SCJ-Teluk-Betung-Bandar-Lampung-Indonesia.mp3\">Download<\/a><\/p><!--powerpress_player-->","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>ANTIFON PEMBUKA \u2013 Mazmur 86:3-4 Engkaulah Allahku, kasihanilah aku, ya Tuhan, sebab kepada-Mulah aku berseru sepanjang hari. Buatlah jiwa hamba-Mu bersukacita, sebab kepada-Mulah kuangkat jiwaku. PENGANTAR:&nbsp; Absalom, putra Daud yang memberontak, tewas. Daud meratapi&#46;&#46;&#46;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":90462,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"audio","meta":{"footnotes":""},"categories":[18,1,20],"tags":[],"class_list":["post-92233","post","type-post","status-publish","format-audio","has-post-thumbnail","hentry","category-renungan-audio","category-bacaan-harian","category-renungan-text","post_format-post-format-audio"],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/katolikindonesia.org\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/app-2026.png","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/92233","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=92233"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/92233\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":92236,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/92233\/revisions\/92236"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/90462"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=92233"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=92233"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=92233"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}