{"id":92214,"date":"2026-02-02T08:25:22","date_gmt":"2026-02-02T01:25:22","guid":{"rendered":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=92214"},"modified":"2026-02-02T08:25:22","modified_gmt":"2026-02-02T01:25:22","slug":"senin-02-februari-2026-5","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=92214","title":{"rendered":"Senin, 02 Februari 2026"},"content":{"rendered":"<p>Sabda Kehidupan<br \/>\nSenin 02 Februari 2026<br \/>\nPesta Yesus dipersembahkan di Bait Allah<br \/>\nLukas 2:28-32 (Luk 2:22-40)<br \/>\nSimeon menyambut Anak itu dan menatang-Nya sambil memuji Allah, katanya: \u201cSekarang, Tuhan, biarkanlah hamba-Mu ini pergi dalam damai sejahtera, sesuai dengan firman-Mu, sebab mataku telah melihat keselamatan yang dari pada-Mu, yang telah Engkau sediakan di hadapan segala bangsa, yaitu terang yang menjadi penyataan bagi bangsa-bangsa lain dan menjadi kemuliaan bagi umat-Mu, Israel.&#8221;<\/p>\n<p>Hidup Dalam Terang Kristus<\/p>\n<p>Hari ini, tanggal 2 Februari, dalam hitungan kalender liturgi, adalah 40 hari sesudah hari kelahiran Yesus, tanggal 25 Desember.<br \/>\nSesuai tradisi Yahudi, pada hari ke 40 orangtua Yesus, Yosep dan Maria membawaNya ke Bait Allah untuk dipersembahkan kepada Allah dan untuk pentahiran ibuNya, Maria. Hal ini sesuai dengan perintah Allah dalam hukum Taurat, yakni dalam Kitab Keluaran 13 dan Imamat 12.<br \/>\nAdalah di Bait Allah pada hari itu, seorang bernama Simeon dan yang lainnya Hana. Mereka berdua dengan rindu menantikan kedatangan Mesias yang dijanjikan Allah. Oleh bisikan Roh Kudus Simeon maupun Hana dapat mengenali dalam bayi Yesus yang kecil, Mesias, Sang Terang dunia dan Penebus umat manusia.<br \/>\nSegala doa, harapan dan kerinduan hati mereka terpenuhi. Bagi Simeon dan Hana, tak ada lagi yang mereka harapkan dan rindukan selain berjumpa dengan Yesus Sang Mesias.<\/p>\n<p>Sesungguhnya pengabulan doa kita yang sebenarnya bukanlah pertama-tama terpenuhinya permintaan-permintaan yang kita ajukan, tapi lebih dari itu yakni perjumpaan dengan Allah, melalui pengenalan tanda-tanda kehadiran Allah, baik secara sakramental dalam setiap Sakramen yang kita ikuti terutama Ekaristi, maupun dalam setiap perjumpaan dengan Tuhan melalui berbagai peristiwa suka duka hidup kita.<br \/>\nPerjumpaan kita dengan Yesus memberi kita cahaya untuk melihat dengan iman, bagaimana Allah hadir dan menolong kita serta menemani kita berjalan bersama. Oleh penerangan Roh Kudus kita dimampukan membaca pesan-pesan Allah melalui berbagai peristiwa yang kita alami.<br \/>\nBahkan dalam peristiwa sedih, bencana dan malapetaka, ada cahaya ilahi yang menerangi hati kita untuk melihat ada tangan Tuhan di balik peristiwa itu, agar kita percaya, Allah Bapa, Yesus Tuhan kita, dan Allah Roh Kudus selalu ada beserta kita.<\/p>\n<p>\u201dYa Yesus, Cahaya Dunia, terangilah langkah hidup kami, agar kami dapat melihat tanda-tanda kehadiranMu di tengah kami. Biarlah terangMu bersinar dalam hati kami agar kami juga dapat menjadi terang bagi sesama. Gembirakanlah kami dengan tanda-tanda kehadiranMu dan dapt memandang wajahMu melalui orang-orang yang kami jumpai. Amin.\u201d<\/p>\n<p>Semangat Senin! Kiranya hidup dan karya kita menjadi persembahan yang berkenan pada Tuhan.&#x2764;&#xfe0f;<br \/>\nPs Revi Tanod Pr<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Kalender Liturgi 02 Feb 2026<br \/>\nSenin Pekan Biasa IV<br \/>\nWarna Liturgi: Putih<br \/>\nBait Pengantar Injil: Luk 2:32<br \/>\nBacaan Injil: Luk 2:22-40<br \/>\n***********<\/p>\n<p>Bait Pengantar Injil<br \/>\nLuk 2:32<br \/>\nDialah terang yang menjadi penyataan bagi bangsa-bangsa lain<br \/>\ndan menjadi kemuliaan bagi umat-Mu, Israel.<\/p>\n<p>Bacaan Injil<br \/>\nLuk 2:22-40<br \/>\nMataku telah melihat keselamatan yang dari pada-Mu.<\/p>\n<p>Inilah Injil Suci menurut Lukas:<\/p>\n<p>Ketika genap waktu pentahiran menurut hukum Taurat Musa,<br \/>\nMaria dan Yosef membawa Anak Yesus ke Yerusalem<br \/>\nuntuk menyerahkan-Nya kepada Tuhan,<br \/>\nseperti ada tertulis dalam hukum Tuhan,<br \/>\n&#8220;Semua anak laki-laki sulung<br \/>\nharus dikuduskan bagi Allah.&#8221;<br \/>\nJuga mereka datang untuk mempersembahkan kurban<br \/>\nmenurut apa yang difirmankan dalam hukum Tuhan,<br \/>\nyaitu sepasang burung tekukur<br \/>\natau dua ekor anak burung merpati.<\/p>\n<p>Waktu itu adalah di Yerusalem seorang bernama Simeon.<br \/>\nIa seorang yang benar dan saleh hidupnya,<br \/>\nyang menantikan penghiburan bagi Israel.<br \/>\nRoh Kudus ada di atasnya,<br \/>\ndan kepadanya telah dinyatakan oleh Roh Kudus,<br \/>\nbahwa ia tidak akan mati sebelum ia melihat Mesias,<br \/>\nyaitu Dia yang diurapi Tuhan.<\/p>\n<p>Atas dorongan Roh Kudus, Simeon datang ke Bait Allah.<br \/>\nKetika Anak Yesus dibawa masuk oleh orang tua-Nya,<br \/>\nuntuk melakukan kepada-Nya apa yang ditentukan hukum Taurat,<br \/>\nSimeon menyambut Anak itu<br \/>\ndan menatang-Nya sambil memuji Allah, katanya,<br \/>\n&#8220;Sekarang Tuhan,<br \/>\nbiarkanlah hamba-Mu ini pergi dalam damai sejahtera,<br \/>\nsesuai dengan firman-Mu,<br \/>\nsebab mataku telah melihat keselamatan yang dari pada-Mu,<br \/>\nyang telah Engkau sediakan di hadapan segala bangsa,<br \/>\nyaitu terang yang menjadi penyataan bagi bangsa-bangsa lain<br \/>\ndan menjadi kemuliaan bagi umat-Mu, Israel.&#8221;<\/p>\n<p>Yusuf dan Maria amat heran akan segala sesuatu<br \/>\nyang dikatakan tentang Anak Yesus.<br \/>\nLalu Simeon memberkati mereka,<br \/>\ndan berkata kepada Maria, ibu Anak itu,<br \/>\n&#8220;Sesungguhnya Anak ini ditentukan<br \/>\nuntuk menjatuhkan atau membangkitkan banyak orang di Israel<br \/>\ndan untuk menjadi suatu tanda yang menimbulkan perbantahan<br \/>\n&#8211; dan suatu pedang akan menembus jiwamu sendiri -,<br \/>\nsupaya menjadi nyata pikiran hati banyak orang.&#8221;<\/p>\n<p>Ada juga disitu seorang nabi perempuan,<br \/>\nanak Fanuel dari suku Asyer, namanya Hana.<br \/>\nIa sudah sangat lanjut umurnya.<br \/>\nSesudah menikah, ia hidup tujuh tahun bersama suaminya,<br \/>\ndan sekarang ia sudah janda,<br \/>\nberumur delapan puluh empat tahun.<br \/>\nIa tidak pernah meninggalkan Bait Allah,<br \/>\ndan siang malam beribadah dengan berpuasa dan berdoa.<\/p>\n<p>Pada saat Anak Yesus dipersembahkan di Bait Allah<br \/>\nHana pun datang ke Bait Allah,<br \/>\ndan bersyukur kepada Allah<br \/>\nserta berbicara tentang Anak Yesus kepada semua orang<br \/>\nyang menantikan kelepasan untuk Yerusalem.<\/p>\n<p>Setelah menyelesaikan semua<br \/>\nyang harus dilakukan menurut hukum Tuhan,<br \/>\nkembalilah Maria dan Yusuf serta Anak Yesus<br \/>\nke kota kediamannya, yaitu kota Nazaret di Galilea.<br \/>\nAnak itu bertambah besar dan menjadi kuat,<br \/>\npenuh hikmat,<br \/>\ndan kasih karunia Allah ada pada-Nya.<\/p>\n<p>Demikianlah sabda Tuhan.<br \/>\n***********<\/p>\n<p>  \u210d <\/p>\n<p>\u201cDan ketika genap waktu pentahiran, menurut hukum Taurat Musa, mereka membawa Dia ke Yerusalem untuk menyerahkan-Nya kepada Tuhan,\u201d [Luk 2: 22]<\/p>\n<p>Hari ini kita rayakan Pesta Yesus dipersembahkan di Kenisah. Dalam tradisi Pesta ini sudah sejak abad ke-5 dirayakan di kota Yerusalem (Ritus Timur), dan sejak abad ke-6 diperluas ke seluruh Gereja Katolik Roma. Di Roma pesta ini dirayakan dengan nada pertobatan, sedangkan di Perancis dengan pemberkatan meriah dan perarakan lilin, sehingga sekarang masih dikenal sebagai &#8220;Misa Terang&#8221; (Candlemas\/misa lilin) atau sering juga disebut candelaria.<\/p>\n<p>Pesta Yesus dipersembahkan di Kenisah juga merupakan Hari Doa Sedunia untuk Hidup Bakti, saat khusus untuk mendoakan semua orang baik pria maupun wanita yang telah mempersembahkan dan menguduskan hidup mereka kepada Tuhan, karena cinta kepada Allah dan dalam pelayanan kepada umat Allah. Walau demikian, setiap orang beriman dipersembahkan kepada Tuhan, maka kita juga mengenang persembahan hidup kita kepada Tuhan pada saat baptisan. Sebagai orang yang dikuduskan, kita dikhususkan untuk melakukan pekerjaan Allah, tidak pernah sendirian tetapi bersama saudara-saudari kita.<\/p>\n<p>Injil Lukas menceritakan Yesus yang dipersembahkan di Bait Allah, di mana Maria dan Yusuf menaati Hukum Musa dengan menyerahkan Anak mereka kepada Allah. Perayaan ini mengingatkan kita pada tiga pelajaran penting bagi iman dan keluarga kita saat ini.<\/p>\n<p>Pertama, ketaatan Keluarga Kudus terhadap Hukum Tuhan menonjolkan keselarasan mereka dengan Firman Allah. Di tengah kemiskinan dan tantangan, mereka hidup sesuai dengan kehendak Allah. Mereka menjadi contoh bagaimana menempatkan Allah sebagai pusat keluarga, mempercayai Firman-Nya untuk membimbing kita melalui pelbagai macam cobaan hidup.<\/p>\n<p>Kedua, persitiwa Yesus dipersembahkan ini mengajarkan bahwa anak-anak bukanlah milik kita, melainkan anugerah yang dipercayakan Allah kepada kita. Maria dan Yusuf, meskipun memiliki harapan untuk Yesus, menyerahkan-Nya kepada rencana Allah yang lebih besar. Para orang tua diundang untuk mempersembahkan anak-anak mereka kepada Allah, membesarkan mereka untuk memenuhi rencana dan tujuan Allah bagi mereka.<\/p>\n<p>Ketiga, kesederhanaan persembahan Keluarga Kudus\u2014sepasang merpati\u2014menunjukkan bahwa Yesus lahir di antara orang-orang miskin. Kesederhanaan ini mengundnag kita untuk mendekati Kristus, yang mengidentifikasi diri-Nya dengan perjuangan kita.<\/p>\n<p>Simeon dan Hana, yang dipenuhi Roh Kudus, mengenali Bayi Yesus sebagai Mesias. Hidup mereka yang penuh iman dan penantian yang sabar mewakili harapan dan kepercayaan pada janji-janji Allah. Kidung Simeon, sebuah doa penyerahan diri yang damai, mengingatkan kita bahwa hidup yang dijalani untuk Allah membawa kepenuhan sejati. Persembahan hidup Hana yang tak tergoyahkan selama berpuluh-puluh tahun di Bait Allah mewakili sisa umat yang setia yang menantikan kedatangan campur tangan Allah dengan sukacita.<\/p>\n<p>Sukacita Maria dan Yusuf dalam menaati Hukum mencerminkan hubungan yang dalam dan penuh kasih dengan Allah, sementara keterbukaan Simeon dan Hana terhadap Roh Kudus mengungkapkan vitalitas hidup yang berakar pada iman. Perjumpaan ini juga mencerminkan hidup yang dibaktikan: perjumpaan dengan Kristus yang mengubah kita. Melalui Gereja dan karisma komunitas religius, orang-orang yang dibaktikan, bertemu dengan Kristus, mengenali-Nya, dan menerima misi-Nya. Semoga Roh Kudus memimpin kita untuk hidup dengan sukacita dalam panggilan kita, memupuk persatuan dan keterbukaan terhadap suara Allah, saat kita melanjutkan perjalanan bersama.<\/p>\n<p>Tuhan, saat kami mengenangkan Dikau yang dipersembahkan di kenisah, teguhkanlah persembahan diri kami kepadamu, baik sebagai biarawan-biarawati maupun sebagai umat biasa. Semoga kami seperti Simeon dan Hana, mengenali Engkau dan menerima serta menjalankan misi-Mu dengan setia. Amin.<\/p>\n<p>Selamat beraktivitas di pekan yang baru. Persembahkan hidupmu kepada Allah! \u24bf\u24c1\u24ca! &#x2764;<br \/>\n&#x2764;\ufe0e.<\/p>\n<blockquote class=\"wp-embedded-content\" data-secret=\"k5SSszuKS0\"><p><a href=\"https:\/\/sacerdos2000.com\/yesus-dipersembahkan-di-kenisah\/\">Yesus Dipersembahkan di Kenisah<\/a><\/p><\/blockquote>\n<p><iframe loading=\"lazy\" class=\"wp-embedded-content\" sandbox=\"allow-scripts\" security=\"restricted\" style=\"position: absolute; visibility: hidden;\" title=\"&#8220;Yesus Dipersembahkan di Kenisah&#8221; &#8212; Sacerdos2000\" src=\"https:\/\/sacerdos2000.com\/yesus-dipersembahkan-di-kenisah\/embed\/#?secret=TZ0j9DAUQW#?secret=k5SSszuKS0\" data-secret=\"k5SSszuKS0\" width=\"500\" height=\"282\" frameborder=\"0\" marginwidth=\"0\" marginheight=\"0\" scrolling=\"no\"><\/iframe><\/p>\n<p>RP Joni Astanto MSC<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sabda Kehidupan Senin 02 Februari 2026 Pesta Yesus dipersembahkan di Bait Allah Lukas 2:28-32 (Luk 2:22-40) Simeon menyambut Anak itu dan menatang-Nya sambil memuji Allah, katanya: \u201cSekarang, Tuhan, biarkanlah hamba-Mu ini pergi dalam damai&#46;&#46;&#46;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":90462,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1,20],"tags":[],"class_list":["post-92214","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-bacaan-harian","category-renungan-text"],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/katolikindonesia.org\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/app-2026.png","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/92214","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=92214"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/92214\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":92215,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/92214\/revisions\/92215"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/90462"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=92214"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=92214"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=92214"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}