{"id":91886,"date":"2026-01-27T09:27:04","date_gmt":"2026-01-27T02:27:04","guid":{"rendered":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=91886"},"modified":"2026-01-27T09:27:04","modified_gmt":"2026-01-27T02:27:04","slug":"selasa-27-januari-2026-5","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=91886","title":{"rendered":"Selasa, 27 Januari 2026"},"content":{"rendered":"<p>Sabda Kehidupan<br \/>\nSelasa 27 Januari 2026<br \/>\nMarkus 3:35 (Mrk 3:31-35)<br \/>\n\u201dBarangsiapa melakukan kehendak Allah, dialah saudara-Ku laki-laki, dialah saudara-Ku perempuan, dialah ibu-Ku.&#8221;<\/p>\n<p>Torang Samua Basudara<\/p>\n<p>Dalam Yesus kita semua bersaudara. Inilah makna sesungguhnya dari ungkapan Yesus dalam Injil hari ini, \u201cBarangsiapa melakukan kehendak Allah, dialah saudara-Ku laki-laki, dialah saudara-Ku perempuan, dialah ibu-Ku.\u201d<br \/>\nKita dipersatukan sebagai saudara-saudari Yesus, sebagai keluarga Allah, bukan lagi karena hubungan darah, melainkan karena semua adalah anak-anak Allah yang setia melakukan kehendak Allah.<br \/>\nDengan demikian Yesus merangkul semua orang yang setia melakukan kehendak Allah Bapa di surga sebagai ibu, bapa, dan saudara-saudariNya, sehingga dalam Yesus, \u201dTorang samua basudara.\u201d<\/p>\n<p>Betapa indahnya hidup ini bila kita memperlakukan sesama kita seperti seorang ibu dan ayah terhadap anaknya, sebagai anak terhadap ibu dan ayahnya. Atau sebagai kakak terhadap adiknya dan adik terhadap kakaknya.<br \/>\nBegitu dekatnya kita satu sama lain saat kita merasa \u2018mereka sudah seperti orangtua sendiri.\u2019 Atau \u2018Bagiku dia sudah seperti anak sendiri atau ia sudah seperti saudara sendiri.\u2019<\/p>\n<p>Yesus telah lebih dahulu melakukannya ketika Ia berkata kepada muridNya Yohanes, \u201citulah ibumu,\u201d dan kepada Maria ibuNya, \u201citulah anakmu.\u201d (Yoh 19:26-27). Dan kepada murid-muridNya Yesus bersabda, \u201ckamu adalah sahabatKu.\u201d (Yoh 15:14).\u2022<br \/>\nSebagai satu keluarga, Yesus mengajarkan kepada kita semua muridNya doa Bapa Kami, agar kita semua menjadi satu keluarga Allah, dengan Allah sebagai Bapa dan Yesus sendiri sebagai saudara kita.<br \/>\nKiranya keintiman relasi kita dengan Allah Tritunggal Mahakudus menjadi sumber kebahagiaan dan sukacita kita menjalani hidup yang penuh lika-liku ini.<br \/>\nHiduplah sebagai anak-anak Allah, saudara-saudari Yesus yang saling mengasihi satu sama lain. Itulah yang dikehendaki Allah bagi kita putra putri Allah.<\/p>\n<p>Syalom, damai di hati. Torang Samua Basudara dalam Yesus.&#x2764;&#xfe0f;<br \/>\nPs Revi Tanod Pr<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Kalender Liturgi 27 Jan 2026<br \/>\nSelasa Pekan Biasa III<br \/>\nPF S. Angela Merici, Perawan<br \/>\nWarna Liturgi: Hijau<br \/>\nBait Pengantar Injil: Mat 11:25<br \/>\nBacaan Injil: Mrk 3:31-35<br \/>\n***********<\/p>\n<p>Bait Pengantar Injil<br \/>\nMat 11:25<br \/>\nTerpujilah Engkau, ya Bapa, Tuhan langit dan bumi,<br \/>\nsebab misteri kerajaan Kaunyatakan kepada kaum sederhana.<\/p>\n<p>Bacaan Injil<br \/>\nMrk 3:31-35<br \/>\nBarangsiapa melaksanakan kehendak Allah, dialah saudara-Ku.<\/p>\n<p>Inilah Injil Suci menurut Markus:<\/p>\n<p>Sekali peristiwa datanglah ibu dan saudara-saudara Yesus<br \/>\nke tempat Ia sedang mengajar.<br \/>\nMereka berdiri di luar, lalu menyuruh orang memanggil Yesus.<br \/>\nWaktu itu ada orang banyak duduk mengelilingi Dia;<br \/>\nmereka berkata kepada Yesus,<br \/>\n&#8220;Lihat, ibu dan saudara-saudara-Mu ada di luar,<br \/>\ndan berusaha menemui Engkau.&#8221;<br \/>\nJawab Yesus kepada mereka,<br \/>\n&#8220;Siapa ibu-Ku? Siapa saudara-saudara-Ku?&#8221;<br \/>\nYesus memandang orang-orang yang duduk di sekeliling-Nya itu,<br \/>\nlalu berkata, &#8220;Ini ibu-Ku dan saudara-saudara-Ku!<br \/>\nBarangsiapa melakukan kehendak Allah,<br \/>\ndialah saudara-Ku laki-laki,<br \/>\ndialah saudara-Ku perempuan, dialah ibu-Ku.&#8221;<\/p>\n<p>Demikianlah sabda Tuhan.<br \/>\n***********<\/p>\n<p>  \u210d <\/p>\n<p>\u201cLalu datanglah ibu dan saudara-saudara Yesus. Sementara mereka berdiri di luar, mereka menyuruh orang memanggil Dia. Ada orang banyak duduk mengelilingi Dia, mereka berkata kepada-Nya: &#8220;Lihat, ibu dan saudara-saudara-Mu ada di luar, dan berusaha menemui Engkau,&#8221; (Mrk 3: 31 \u2013 32)<\/p>\n<p>Injil Markus mencatat dua kali kerabat Yesus mencari-Nya dan ingin menemui-Nya. Yang pertama, setelah kerabat-Nya mendengar bahwa Ia melayani hingga lupa diri, mereka datang untuk mengambil Dia, (Mrk 3: 20 \u2013 21). Kedua, seperti baca dari Bacaan Injil hari ini, Ibu dan saudara-saudara-Nya datang untuk menemui Dia. Markus mencatat reaksi kerabat-Nya yang khawatir bahwa Dia telah kehilangan akal sehat-Nya. Sementara itu, otoritas agama menuduh Dia berada di bawah pengaruh kekuatan jahat. Namun, misi Yesus didorong oleh kuasa Roh Kudus. Roh Kudus inilah yang memberikan-Nya kebebasan ilahi\u2014kebebasan untuk mencintai dan melayani tanpa batas atau syarat.<\/p>\n<p>Yesus bebas dari ikatan kekayaan. Ia meninggalkan kenyamanan Nazaret, memilih hidup dalam kemiskinan dan ketidakpastian (Mat 6:25-34). Ia melayani orang sakit dan miskin dengan bebas tanpa meminta imbalan apa pun (Mat 10:8). Pelayanannya ditandai oleh kemurahan-hati yang murni, teladan bagi semua yang mengikutinya.<\/p>\n<p>Ia juga bebas dari cengkeraman kekuasaan. Meskipun Ia mengundang banyak orang untuk mengikuti-Nya, Ia tidak pernah memaksa siapa pun. Yesus menghindari berasosiasi dengan orang-orang berkuasa dan secara konsisten memilih untuk berdiri bersama orang-orang terpinggirkan, mengajarkan murid-murid-Nya untuk melakukan hal yang sama (Lk 22:25-27).<\/p>\n<p>Akhirnya, Yesus bebas dari pengejaran ketenaran dan pengakuan. Ia berbicara kebenaran dengan berani, bahkan ketika hal itu menyebabkan penolakan dan kesalahpahaman (Mrk 3:21). Integritas-Nya yang tak tergoyahkan membawa-Nya ke salib, di mana Ia tetap tak terkorupsi oleh ketakutan, pengaruh, atau ambisi duniawi (Mat 10:28).<\/p>\n<p>Kebebasan Yesus ini menantang kita. Apakah kita bebas, ataukah kekayaan, kekuasaan, ketenaran dan kesuksesan memenjarakan kita? Apakah kita, dalam kehidupan sehari-hari, membawa udara segar kebebasan, kejujuran, dan kasih kepada orang-orang di sekitar kita?<\/p>\n<p>Marilah kita memohon kepada Bunda Maria untuk membimbing kita dalam menerima kebebasan anak-anak Allah (Rom 8:15,20-23), sehingga kita dapat hidup dan mencintai seperti yang diajarkan Kristus\u2014dengan hati yang bebas dan dipenuhi cinta ilahi.<\/p>\n<p>Tuhan, karuniai kami kebebasan sejati, untuk melayani Engkau dan sesama. Amin.<\/p>\n<p>Selamat beraktivitas. Melayani Tuhan dan sesama dengan bebas. \u24bf\u24c1\u24ca! &#x2764;<br \/>\n&#x2764;\ufe0e.<\/p>\n<blockquote class=\"wp-embedded-content\" data-secret=\"6Zd2Lb3xIU\"><p><a href=\"https:\/\/sacerdos2000.com\/hidup-dalam-kebebasan-kristus\/\">Hidup dalam Kebebasan Kristus<\/a><\/p><\/blockquote>\n<p><iframe loading=\"lazy\" class=\"wp-embedded-content\" sandbox=\"allow-scripts\" security=\"restricted\" style=\"position: absolute; visibility: hidden;\" title=\"&#8220;Hidup dalam Kebebasan Kristus&#8221; &#8212; Sacerdos2000\" src=\"https:\/\/sacerdos2000.com\/hidup-dalam-kebebasan-kristus\/embed\/#?secret=eVeEvqxKCh#?secret=6Zd2Lb3xIU\" data-secret=\"6Zd2Lb3xIU\" width=\"500\" height=\"282\" frameborder=\"0\" marginwidth=\"0\" marginheight=\"0\" scrolling=\"no\"><\/iframe><\/p>\n<p>RP Joni Astanto MSC<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sabda Kehidupan Selasa 27 Januari 2026 Markus 3:35 (Mrk 3:31-35) \u201dBarangsiapa melakukan kehendak Allah, dialah saudara-Ku laki-laki, dialah saudara-Ku perempuan, dialah ibu-Ku.&#8221; Torang Samua Basudara Dalam Yesus kita semua bersaudara. Inilah makna sesungguhnya dari&#46;&#46;&#46;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":90462,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1,20],"tags":[],"class_list":["post-91886","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-bacaan-harian","category-renungan-text"],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/katolikindonesia.org\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/app-2026.png","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/91886","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=91886"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/91886\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":91887,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/91886\/revisions\/91887"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/90462"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=91886"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=91886"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=91886"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}