{"id":91298,"date":"2026-01-16T10:32:28","date_gmt":"2026-01-16T03:32:28","guid":{"rendered":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=91298"},"modified":"2026-01-16T10:32:28","modified_gmt":"2026-01-16T03:32:28","slug":"jumat-16-januari-2026-5","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=91298","title":{"rendered":"Jumat, 16 Januari 2026"},"content":{"rendered":"<p>Sabda Kehidupan<br \/>\nJumat 16 Januari 2026<br \/>\nMarkus 2:3-4 (Mrk 2:1-12)<br \/>\nAda orang-orang datang membawa kepada-Nya seorang lumpuh, digotong oleh empat orang. Tetapi mereka tidak dapat membawanya kepada-Nya karena orang banyak itu, lalu mereka membuka atap yang di atas-Nya; sesudah terbuka mereka menurunkan tilam, tempat orang lumpuh itu terbaring.<\/p>\n<p>Arti Cinta Dan Persahabatan Dalam Komunitas<\/p>\n<p>Kisah Injil hari ini begitu indah. Kisah persahabatan 5 orang. Yang satu lumpuh. Lalu ke empat sahabatnya mengusung dia dan membawanya kepada Yesus. Sayang ada begitu banyak orang yang datang hingga mereka tak dapat masuk. Namun mereka tidak putus asa. Cinta pasti dapat menemukan jalan. Love will find the way! Mereka membuka atap rumah dan menurunkan temannya dari atap.<br \/>\nBetapa terkejut semua orang, termasuk Yesus. Tapi melihat ungkapan iman, harap dan cinta yang luar biasa ini, Yesus sangat tersentuh. Yesus langsung bertindak menyembuhkannya lahir dan batin. Dosanya diampuni dan ia sembuh dari kelumpuhannya.<\/p>\n<p>Sungguh sebuah pesan Injil yang indah mengenai arti persahabatan, yang diwarnai oleh iman, harap dan kasih yang melahirkan kreatifitas oleh sebuah komunitas kecil yang saling peduli.<br \/>\nBeriman haruslah kreatif. Dipadu dengan cinta yang dalam bagi sahabat atau anggota keluarga yang sakit, serta harapan kesembuhan dan pertolongan dari Yesus, menjadi kisah indah mengenai arti sebuah komunitas atau keluarga.<\/p>\n<p>Si lumpuh sungguh bersyukur karena ia dikelilingi sahabat-sahabat yang baik dan peduli serta siap menolong. Itulah arti persahabatan sejati, arti sebuah keluarga dan arti hidup dalam komunitas. Apalagi ada Yesus yang menjadi sumber pengharapan dan pertolongan serta pemersatu kita.<br \/>\nHiduplah dalam persaudaraan dan persahabatan komunitas, keluarga, persekutuan, jemaat, dwilayah rohani, kelompok kecil kategorial, dan temukanlah selalu pelbagai cara agar kita dapat bertemu dengan Yesus.<br \/>\nTeruslah membantu sahabat yang kesulitan bertemu Yesus agar mereka dapat berjumpa denganNya.<br \/>\nMari saling membesarkan hati untuk terus beriman dan percaya serta berharap dalam Yesus selalu ada jawaban, ada jalan, ada cinta dan pengampunan.<\/p>\n<p>Selamat hari Jumat. Mari beriman secara kreatif oleh dorongan cinta yang dalam.&#x2764;&#xfe0f;<br \/>\nPs Revi Tanod Pr<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Kalender Liturgi 16 Jan 2026<br \/>\nJumat Pekan Biasa I<br \/>\nWarna Liturgi: Hijau<br \/>\nBait Pengantar Injil: Luk 7:16<br \/>\nBacaan Injil: Mrk 2:1-12<br \/>\n***********<\/p>\n<p>Bait Pengantar Injil<br \/>\nLuk 7:16<br \/>\nSeorang nabi agung telah muncul di tengah-tengah kita,<br \/>\ndan Allah mengunjungi umat-Nya.<\/p>\n<p>Bacaan Injil<br \/>\nMrk 2:1-12<br \/>\nDi dunia ini Anak Manusia memiliki kuasa mengampuni dosa.<\/p>\n<p>Inilah Injil Suci menurut Markus:<\/p>\n<p>Selang beberapa hari sesudah Yesus datang ke Kapernaum,<br \/>\ntersiarlah kabar, bahwa Ia ada di rumah.<br \/>\nMaka datanglah orang-orang berkerumun<br \/>\nsehingga tidak ada lagi tempat,<br \/>\nbahkan di muka pintu pun tidak.<\/p>\n<p>Sementara Yesus memberitakan sabda kepada mereka,<br \/>\nbeberapa orang datang membawa kepada-Nya seorang lumpuh,<br \/>\ndigotong oleh empat orang.<br \/>\nTetapi mereka tidak dapat membawanya ke hadapan Yesus karena orang banyak itu.<br \/>\nMaka mereka membuka atap yang di atas Yesus.<br \/>\nSesudah atap terbuka,<br \/>\nmereka menurunkan tilam, tempat orang lumpuh itu terbaring.<br \/>\nMelihat iman mereka, berkatalah Yesus kepada orang lumpuh itu,<br \/>\n&#8220;Hai anak-Ku, dosamu sudah diampuni!&#8221;<br \/>\nTetapi di situ duduk juga beberapa ahli Taurat.<br \/>\nMereka berpikir dalam hati,<br \/>\n&#8220;Mengapa orang ini berkata begitu? Ia menghujat Allah!<br \/>\nSiapa yang dapat mengampuni dosa selain Allah sendiri?&#8221;<br \/>\nTetapi Yesus langsung tahu dalam hati-Nya<br \/>\nbahwa mereka berpikir demikian;<br \/>\nmaka Ia berkata kepada mereka,<br \/>\n&#8220;Mengapa kamu berpikir begitu dalam hatimu?<br \/>\nManakah lebih mudah:<br \/>\nmengatakan kepada orang lumpuh itu &#8216;Dosamu sudah diampuni&#8217;,<br \/>\natau mengatakan &#8216;Bangunlah, angkatlah tilammu dan berjalan?&#8217;?<br \/>\nTetapi supaya kamu tahu,<br \/>\nbahwa di dunia ini Anak Manusia berkuasa mengampuni dosa,&#8221;<br \/>\n&#8211; lalu berkatalah Yesus kepada orang lumpuh itu -:<br \/>\n&#8220;Kepadamu Kukatakan: bangunlah,<br \/>\nangkatlah tempat tidurmu dan pulanglah ke rumahmu!&#8221;<\/p>\n<p>Dan orang itu pun bangun, segera mengangkat tempat tidurnya<br \/>\ndan pergi ke luar di hadapan orang-orang itu.<br \/>\nMereka semua takjub lalu memuliakan Allah, katanya:<br \/>\n&#8220;Yang seperti ini belum pernah kita lihat!&#8221;<\/p>\n<p>Demikianlah sabda Tuhan.<br \/>\n************<\/p>\n<p>  \u210d <\/p>\n<p>Ketika Yesus melihat iman mereka, berkatalah Ia kepada orang lumpuh itu: &#8220;Hai anak-Ku, dosamu sudah diampuni!&#8221; (Mrk 2: 5)<\/p>\n<p>Dalam mukjizat-mukjizat penyembuhan oleh Yesus, biasanya iman dari orang yang sakit itu yang menjadi faktor paling menentukan bagi penyembuhan. Mereka yang mempunyai iman teguh bahwa Yesus dapat menyembuhkan mereka, mendapatkan kesembuhan. Dalam perikope Injil hari ini Yesus kagum akan iman keempat sahabat yang membawa orang lumpuh itu kepada Yesus. Melihat iman mereka itu, Ia berkata kepada si lumph: \u201cHai anak-Ku, dosamu sudah diampuni.\u201d<\/p>\n<p>Kita menjumpai empat orang sahabat si lumpuh itu yang tahu apa yang perlu untuk membawa sahabat mereka itu kepada Yesus sesegera mungkin. Kendati bermacam-macam hambatan dan kendala yang mereka hadapi, mereka pikul sahabat mereka itu ke hadapan Tuhan dan dengan itu hidup si lumpuh diubah selamanya. Yesus bukan hanya menyembuhkan si lumpuh itu secara fisik, tetapi Ia juga menyembuhkannya secara rohani \u2013 membebaskannya dari belenggu dosa. Perubahan yang paling penting dalam diri si lumpuh itu adalah perubahan hati, pembaruan hidup.<\/p>\n<p>Keempat sahabat itu tahu apa yang Yesus dapat lakukan dan mereka yakin jika mereka membawa sahabat mereka itu ke hadapan-Nya, ia dapat berjalan kembali. Yesus melihat iman mereka. Dan karena iman mereka, si lumpuh itu disembuhkan.<\/p>\n<p>Mari renungkan sejenak, apakah saya mempunyai iman seperti keempat sahabat itu? Apakah saya membawa teman atau sahabat saya yang amat membutuhkan pertolongan kepada Yesus, apapun halangan dan kendala yang saya hadapi? Kita tahu siapa Yesus dan apa yang dapat Ia lakukan. Tetapi mengapa kita sering kali tidak membawa sesama kepada-Nya?<\/p>\n<p>Acapkali kita tidak mempunyai iman seperti keempat sahabat si lumpuh itu. Sebagai murid-murid Kristus, kita tahu bahwa kita dipanggil untuk membawa sesama kepada Yesus; akan tetapi kelemahan kita, atau keengganan kita, ketidakpedulian kita membuat kita tidak berani melakukan apa yang perlu kita lakukan terhadap sesama di sekitar kita. Kita perlu rahmat dan karunia Roh Kudus yang membimbing cara kita merasa, berpikir dan bertindak. Roh Kudus akan membuka mata kita tidak hanya terhadap mereka di sekitar kita yang membutuhkan kesembuhan, tetapi juga menuntun kita untuk bertindak.<\/p>\n<p>Tuhan, jadikan kami sahabat-sahabat sejati, yang dengan penuh iman, dengan segala usaha dan secara kreatif, membawa sesama kepada-Mu. Amin.<\/p>\n<p>Selamat beraktivitas. Jadilah sahabat-sahabat sejati! \u24bf\u24c1\u24ca! &#x2764;<br \/>\n&#x2764;\ufe0e.<\/p>\n<blockquote class=\"wp-embedded-content\" data-secret=\"gMxmdmB6Ev\"><p><a href=\"https:\/\/sacerdos2000.com\/sahabat-sahabat-sejati\/\">Sahabat-Sahabat Sejati<\/a><\/p><\/blockquote>\n<p><iframe loading=\"lazy\" class=\"wp-embedded-content\" sandbox=\"allow-scripts\" security=\"restricted\" style=\"position: absolute; visibility: hidden;\" title=\"&#8220;Sahabat-Sahabat Sejati&#8221; &#8212; Sacerdos2000\" src=\"https:\/\/sacerdos2000.com\/sahabat-sahabat-sejati\/embed\/#?secret=V7NIdViAS2#?secret=gMxmdmB6Ev\" data-secret=\"gMxmdmB6Ev\" width=\"500\" height=\"282\" frameborder=\"0\" marginwidth=\"0\" marginheight=\"0\" scrolling=\"no\"><\/iframe><\/p>\n<p>RP Joni Astanto MSC<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sabda Kehidupan Jumat 16 Januari 2026 Markus 2:3-4 (Mrk 2:1-12) Ada orang-orang datang membawa kepada-Nya seorang lumpuh, digotong oleh empat orang. Tetapi mereka tidak dapat membawanya kepada-Nya karena orang banyak itu, lalu mereka membuka&#46;&#46;&#46;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":90462,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1,20],"tags":[],"class_list":["post-91298","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-bacaan-harian","category-renungan-text"],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/katolikindonesia.org\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/app-2026.png","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/91298","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=91298"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/91298\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":91299,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/91298\/revisions\/91299"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/90462"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=91298"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=91298"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=91298"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}