{"id":91145,"date":"2026-01-13T09:26:21","date_gmt":"2026-01-13T02:26:21","guid":{"rendered":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=91145"},"modified":"2026-01-13T09:26:25","modified_gmt":"2026-01-13T02:26:25","slug":"rabu-14-januari-2026","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=91145","title":{"rendered":"Rabu, 14 Januari 2026"},"content":{"rendered":"\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>ANTIFON PEMBUKA \u2013 Mazmur 40:7-8a<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Kurban dan persembahan tidak Kaukehendaki, tetapi Engkau telah membuka telingaku.<\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>PENGANTAR:<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Seorang petugas diharapkan tampil atas nama si pemberi tugas. Kalau begitu, ia setia akan tugasnya. Yesus dicari orang. Namun sebaliknya, la mencari yang hilang. Siapa pun yang dipilih Kristus harus mewartakan Dia, menemui siapa saja tanpa membeda-bedakan.<\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>DOA KOLEKTA:<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Marilah berdoa: Allah Bapa sumber kebahagiaan, semoga kami memahami tugas panggilan kami melalui Yesus, Putra-Mu terkasih, agar kami pantas memasuki kerajaan-Mu yang merupakan jalan kebahagiaan kami serta kebijaksanaan hidup kami. Demi Yesus Kristus Putra-Mu, \u2026.<\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>BACAAN PERTAMA: Bacaan dari Kitab Pertama Samuel 3:1-10.19-20<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><em><strong>\u201cBersabdalah ya Tuhan, hamba-Mu mendengarkan.\u201d<\/strong><\/em><\/h3>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Samuel yang masih muda menjadi pelayan Tuhan di bawah pengawasan Eli. Pada masa itu Tuhan jarang menyampaikan sabda-Nya; penglihatan-penglihatan pun tidak sering terjadi. Pada suatu hari, Eli, yang matanya mulai kabur dan tidak dapat melihat dengan baik, sedang berbaring di tempat tidurnya. Lampu rumah Allah belum lagi padam. Samuel telah tidur di dalam bait suci Tuhan, tempat tabut Allah. Lalu Tuhan memanggil, \u201cSamuel! Samuel!\u201d Samuel menjawab, \u201cYa Bapa.\u201d Lalu berlarilah ia kepada Eli, dan berkata, \u201cYa Bapa, bukankah Bapa memanggil aku?\u201d Tetapi Eli berkata, \u201cAku tidak memanggil; tidurlah kembali.\u201d Samuel pergi dan tidur lagi. Dan Tuhan memanggil Samuel sekali lagi. Samuel pun bangun, lalu pergi mendapatkan Eli serta berkata, \u201cYa, Bapa, bukankah Bapa memanggil aku?\u201d Tetapi Eli berkata, \u201cAku tidak memanggil, anakku; tidurlah kembali.\u201d Waktu itu Samuel belum mengenal Tuhan; sabda Tuhan belum pernah dinyatakan kepadanya. Dan Tuhan memanggil Samuel sekali lagi, untuk ketiga kalinya. Ia pun bangun, lalu pergi mendapatkan Eli serta berkata, \u201cYa Bapa, bukankah Bapa memanggil aku?\u201d Lalu mengertilah Eli, bahwa Tuhanlah yang memanggil anak itu. Sebab itu berkatalah Eli kepada Samuel, \u201cPergilah tidur, dan apabila engkau dipanggil lagi, katakanlah: \u201cBersabdalah, ya Tuhan, hamba-Mu mendengarkan.\u201d Maka pergilah Samuel, dan tidurlah ia di tempat tidurnya. Lalu datanglah Tuhan, berdiri di sana, dan memanggil seperti yang sudah-sudah, \u201cSamuel! Samuel!\u201d Dan Samuel menjawab, \u201cBersabdalah, ya Tuhan, hamba-Mu mendengarkan.\u201d Samuel semakin bertambah besar, dan Tuhan menyertai dia. Tidak ada satu pun dari sabda Tuhan itu yang dibiarkannya gugur. Maka tahulah seluruh Israel, dari Dan sampai Bersyeba, bahwa kepada Samuel telah dipercayakan jabatan nabi Tuhan.<br>Demikianlah sabda Tuhan<br>U. Syukur kepada Allah.<\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>MAZMUR TANGGAPAN: Mazmur 40:2.5.7-8a.8b-9.10<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong><em>Ref<\/em><em>. Ya Tuhan, aku datang untuk melakukan kehendak-Mu.<\/em><\/strong><\/h3>\n\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\">\n<li>1. Aku sangat menanti-nantikan Tuhan; lalu Ia menjengukku dan mendengar teriakku minta tolong. Berbahagialah orang, yang menaruh kepercayaannya pada Tuhan yang tidak berpihak kepada orang-orang yang angkuh, atau berpaling kepada orang-orang yang menganut kebohongan!<\/li>\n\n\n\n<li>Kurban dan persembahan tidak Kauinginkan, tetapi Engkau telah membuka telingaku; kurban bakar dan kurban silih tidak Engkau tuntut. Lalu aku berkata, \u201cLihatlah Tuhan, aku datang!\u201d<\/li>\n\n\n\n<li>Dalam gulungan kitab ada tertulis tentang aku; Aku senang melakukan kehendak-Mu, ya Allahku; Taurat-Mu ada di dalam dadaku.<\/li>\n\n\n\n<li>Aku mengabarkan keadilan di tengah jemaat yang besar, bibirku tidak kutahan terkatup; Engkau tahu itu, ya Tuhan.<\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>BAIT PENGANTAR INJIL:<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">U : Alleluya, alleluya, alleluya<br>S : (Yoh 10:27) Domba-domba-Ku mendengarkan suara-Ku. Aku mengenal mereka dan mereka mengikuti Aku. Alleluya.<\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>BACAAN INJIL: Inilah Injil Yesus Kristus menurut Markus 1:29-39<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><em><strong>\u201cIa menyembuhkan banyak orang yang menderita bermacam-macam penyakit.\u201d<\/strong><\/em><\/h3>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Sekeluarnya dari rumah ibadat di Kapernaum, Yesus dengan Yakobus dan Yohanes pergi ke rumah Simon dan Andreas. Ibu mertua Simon terbaring karena sakit demam. Mereka segera memberitahukan keadaannya kepada Yesus. Yesus pergi ke tempat perempuan itu, dan sambil memegang tangannya Yesus membangunkan dia, lalu lenyaplah demamnya. Kemudian perempuan itu melayani mereka. Menjelang malam, sesudah matahari terbenam, dibawalah kepada Yesus semua orang yang menderita sakit dan yang kerasukan setan. Maka berkerumunlah seluruh penduduk kota itu di depan pintu. Ia menyembuhkan banyak orang yang menderita bermacam-macam penyakit, dan mengusir banyak setan; Ia tidak memperbolehkan setan-setan itu berbicara, sebab mereka mengenal Dia. Keesokan harinya, waktu hari masih gelap, Yesus bangun dan pergi keluar. Ia pergi ke tempat yang sunyi, dan berdoa di sana. Tetapi Simon dan kawan-kawannya menyusul Yesus. Waktu menemukan Yesus, mereka berkata: \u201cSemua orang mencari Engkau.\u201d Jawab Yesus, \u201cMarilah kita pergi ke tempat lain, ke kota-kota yang berdekatan, supaya di sana juga Aku memberitakan Injil, karena untuk itu Aku telah datang.\u201d Lalu pergilah Yesus ke seluruh Galilea, memberitakan Injil dalam rumah-rumah ibadat mereka dan mengusir setan-setan.<br>Demikianlah Sabda Tuhan<br>U. Terpujilah Kristus.<\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>RESI DIBAWAKAN OLEH Fr. Blasius Dinda Anugraha SCJ<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><em><strong>Vivat Cor Iesu per Cor Mariae. Hiduplah Hati Yesus melalui Hati Maria.<\/strong><\/em><\/h3>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Sahabat&nbsp; Pendengar Resi Dehonian terkasih, jumpa kembali dengan saya Romo Andreas Nugroho SCJ dari komunitas SCJ-Rumah Dehon Palembang-Indonesia, dalam Resi \u2013 Renungan Singkat \u2013 Dehonian edisi&nbsp;<strong>Rabu, 10 Januari 2024, Hari Biasa Pekan Biasa I.&nbsp;<\/strong>Sabda Tuhan yang akan kita dengar dan renungkan hari ini dari: Injil Suci menurut&nbsp;<strong>Markus 1:29-39.<\/strong><\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Sepadat apa pun acaranya Tuhan Yesus tetap punya saat teduh, waktu sendiri dan berdoa. Tuhan Yesus tidak larut dalam kesibukan dan menikmati nama-Nya yang sudah mulai tenar dan dicari-cari banyak orang. Ia tetap ingat tujuannya adalah untuk mewartakan Kerajaan Allah kepada semua orang.<\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Maka di saat para murid mencoba menahan DIA di tempat itu saja, dengan mengatakan: \u2018Semua orang mencari Engkau\u2019, Tuhan Yesus mengatakan: \u201cMarilah kita pergi ke tempat lain, ke kota-kota yang berdekatan, supaya di sana juga Aku memberitakan Injil, karena untuk itu Aku telah datang.\u201d<\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Saudari saudaraku, apa sebenarnya tujuan hidup manusia di dunia ini? Untuk bisa mengetahui tujuan hidup di dunia ini, kita perlu tahu siapa kita di hadapan Allah yang mahatinggi. Dalam pesta pembaptisan Tuhan hari senin lalu, menjadi jelas bahwa anda-saya adalah anak-anak dari satu Allah Bapa di surga. Maka, tujuan hidup di dunia adalah \u201charuslah kamu sempurna, sama seperti Bapamu yang di sorga adalah sempurna.\u201d (Matius 5:48).<\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Cara hidup untuk memperoleh kesempurnaan telah ditunjukkan oleh Bunda Maria, dengan secara tulus dan total melakukan kehendak Allah terjadi atas hidup-nya. Bagaimana dengan kita? Memang tidak mudah, kita punya banyak keinginan ini dan itu harus menyesuaikan diri dengan kehendak Allah yang sama sekali berbeda dengan maunya kita.<\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Jika kita adalah anak-anak Allah Bapa, bukankah kita akan melakukan karya-karya yang dikehendaki oleh Allah bapa kita?<\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Semoga kita bisa bekerjasama dengan rahmat Allah, agar bisa menjadi pembawa damai daripada permusuhan, pembawa pengampunan daripada ujaran kebencian, menjadi penuh syukur daripada iri hati dan dengki.<\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Berkat Allah yang Mahakuasa menyertai kita semua, + Bapa Putra dan Roh Kudus. Amin<\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>DOA PERSIAPAN PERSEMBAHAN:<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Allah Bapa sumber pembaruan hidup, perkenankanlah kami ikut menerima Roh Putra-Mu dalam mengikuti perjamuan atas nama-Mu serta mengalami daya cipta-Mu yang mau membarui dunia. Demi Kristus, Tuhan dan pengantara kami.<\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>ANTIFON KOMUNI \u2013 1 Samuel 3:10<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Samuel menjawab, \u201cBersabdalah ya Tuhan, hamba-Mu mendengarkan.\u201d<\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>DOA SESUDAH KOMUNI<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Marilah berdoa: Allah Bapa sumber pembaruan, perkenankanlah kami melatih diri dalam kejujuran seturut teladan Putra-Mu. Semoga hal itu memberikan kedamaian, menurut semangat baru Roh-Mu dan ciptaan baru alam raya karena karya tangan kami. Demi Kristus, Tuhan dan pengantara kami.<\/h4>\n\n\n\n<p><a href=\"https:\/\/resi.dehonian.or.id\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/Resi-Rabu-14-Januari-2026-oleh-Fr.-Blasius-Dinda-Anugraha-SCJdari-Komunitas-SCJ-Visma-Vijaya-Praya-VVP-Yogyakarta-Indonesia.mp3\">Resi-Rabu 14 Januari 2026 oleh Fr. Blasius Dinda Anugraha SCJdari Komunitas SCJ Visma Vijaya Praya (VVP) Yogyakarta \u2013 Indonesia<\/a><\/p>\n\n\n\n<p>Sumber <a href=\"https:\/\/resi.dehonian.or.id\/2026\/01\/12\/rabu-14-januari-2026-hari-biasa-pekan-i\/\">https:\/\/resi.dehonian.or.id\/2026\/01\/12\/rabu-14-januari-2026-hari-biasa-pekan-i\/<\/a><\/p>\n\n\n\n<figure><iframe loading=\"lazy\" src=\"https:\/\/katolikindonesia.org\/?powerpress_pinw=91145-podcast&amp;powerpress_player=default\" width=\"320\" height=\"50\"><\/iframe><\/figure>\n<div class=\"powerpress_player\" id=\"powerpress_player_2255\"><audio class=\"wp-audio-shortcode\" id=\"audio-91145-1\" preload=\"none\" style=\"width: 100%;\" controls=\"controls\"><source type=\"audio\/mpeg\" src=\"https:\/\/resi.dehonian.or.id\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/Resi-Rabu-14-Januari-2026-oleh-Fr.-Blasius-Dinda-Anugraha-SCJdari-Komunitas-SCJ-Visma-Vijaya-Praya-VVP-Yogyakarta-Indonesia.mp3?_=1\" \/><a href=\"https:\/\/resi.dehonian.or.id\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/Resi-Rabu-14-Januari-2026-oleh-Fr.-Blasius-Dinda-Anugraha-SCJdari-Komunitas-SCJ-Visma-Vijaya-Praya-VVP-Yogyakarta-Indonesia.mp3\">https:\/\/resi.dehonian.or.id\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/Resi-Rabu-14-Januari-2026-oleh-Fr.-Blasius-Dinda-Anugraha-SCJdari-Komunitas-SCJ-Visma-Vijaya-Praya-VVP-Yogyakarta-Indonesia.mp3<\/a><\/audio><\/div><p class=\"powerpress_links powerpress_links_mp3\" style=\"margin-bottom: 1px !important;\">Podcast: <a href=\"https:\/\/resi.dehonian.or.id\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/Resi-Rabu-14-Januari-2026-oleh-Fr.-Blasius-Dinda-Anugraha-SCJdari-Komunitas-SCJ-Visma-Vijaya-Praya-VVP-Yogyakarta-Indonesia.mp3\" class=\"powerpress_link_pinw\" target=\"_blank\" title=\"Play in new window\" onclick=\"return powerpress_pinw('https:\/\/katolikindonesia.org\/?powerpress_pinw=91145-podcast');\" rel=\"nofollow\">Play in new window<\/a> | <a href=\"https:\/\/resi.dehonian.or.id\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/Resi-Rabu-14-Januari-2026-oleh-Fr.-Blasius-Dinda-Anugraha-SCJdari-Komunitas-SCJ-Visma-Vijaya-Praya-VVP-Yogyakarta-Indonesia.mp3\" class=\"powerpress_link_d\" title=\"Download\" rel=\"nofollow\" download=\"Resi-Rabu-14-Januari-2026-oleh-Fr.-Blasius-Dinda-Anugraha-SCJdari-Komunitas-SCJ-Visma-Vijaya-Praya-VVP-Yogyakarta-Indonesia.mp3\">Download<\/a><\/p><!--powerpress_player-->","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>ANTIFON PEMBUKA \u2013 Mazmur 40:7-8a Kurban dan persembahan tidak Kaukehendaki, tetapi Engkau telah membuka telingaku. PENGANTAR: Seorang petugas diharapkan tampil atas nama si pemberi tugas. Kalau begitu, ia setia akan tugasnya. Yesus dicari orang.&#46;&#46;&#46;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":90462,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"audio","meta":{"footnotes":""},"categories":[18,1,20],"tags":[],"class_list":["post-91145","post","type-post","status-publish","format-audio","has-post-thumbnail","hentry","category-renungan-audio","category-bacaan-harian","category-renungan-text","post_format-post-format-audio"],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/katolikindonesia.org\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/app-2026.png","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/91145","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=91145"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/91145\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":91148,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/91145\/revisions\/91148"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/90462"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=91145"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=91145"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=91145"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}