{"id":91095,"date":"2026-01-12T15:59:11","date_gmt":"2026-01-12T08:59:11","guid":{"rendered":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=91095"},"modified":"2026-01-12T15:59:11","modified_gmt":"2026-01-12T08:59:11","slug":"senin-12-januari-2026-5","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=91095","title":{"rendered":"Senin, 12 Januari 2026"},"content":{"rendered":"<p>Sabda Kehidupan<br \/>\nSenin 12 Januari 2026<br \/>\nMarkus 1:15 (Mrk 1:14-20)<br \/>\n\u201dWaktunya telah genap; Kerajaan Allah sudah dekat. Bertobatlah dan percayalah kepada Injil!&#8221;<\/p>\n<p>Semangat Baru<\/p>\n<p>Masa Natal baru saja berlalu. Hari ini, kita memasuki masa biasa, melanjutkan perjalanan mengikuti Yesus dalam keseharian tugas dan pekerjaan kita. Kiranya seruan Yesus dalam Injil hari ini menjadi penyemangat bagi kita: &#8220;Waktunya telah genap; Kerajaan Allah sudah dekat. Bertobatlah dan percayalah kepada Injil!&#8221;<br \/>\nKita harus bangun dari tidur dan memulai komitmen baru untuk lebih bersungguh-sungguh menjalankan perintah Tuhan, terlebih untuk hidup sesuai martabat kita sebagai anak-anak Allah, yakni sebagai putera puteri cahaya. Kita berjalan sambil membawa cahaya Kristus untuk menerangi dunia.<\/p>\n<p>Kisah Injil hari ini menceritakan juga mengenai pemanggilan murid-murid Yesus yang pertama. Saat Yesus memanggil mereka, mereka langsung bangkit dan mengikuti Dia. Bagi mereka Yesus begitu mempesona, sehingga mereka berani meninggalkan segalanya, termasuk keluarga dan pekerjaan mereka untuk mengikuti Yesus semata.<br \/>\nYesus-pun memanggil kita untuk memperbaharui komitmen kita dalam mengikuti Dia. Merangkul visi Yesus untuk mewartakan Kerajaan Allah dengan semangat pertobatan dan pembaharuan diri terus menerus. Menjadikan Yesus segalanya bagi kita dan percaya penuh pada tuntunanNya.<\/p>\n<p>Bila sebelumnya kita lebih mengandalkan kekuatan dan kemampuan kita, sehingga kita ragu apakah kita bisa bertahan dan berhasil, kini kita lebih berserah diri dan bersatu sepenuhnya seperti ranting pada Pokok Anggur.<br \/>\nYesus tidak meminta kita membanting tulang dan bekerja melampaui keterbatasan kita, tapi Ia berkata, \u201ctinggallah dalam Aku dan Aku tinggal dalam kamu. Jikalau kamu tinggal di dalam Aku dan firman-Ku tinggal di dalam kamu, mintalah apa saja yang kamu kehendaki, dan kamu akan menerimanya.\u201d (Yoh 15:4,7)<\/p>\n<p>Nabi Yesaya (Yes 40:31), mengumpamakan anak-anak Tuhan seperti rajawali. Katanya, \u201corang-orang yang menanti-nantikan Tuhan mendapat kekuatan baru: mereka seumpama rajawali yang naik terbang dengan kekuatan sayapnya; mereka berlari dan tidak menjadi lesu, mereka berjalan dan tidak menjadi lelah.\u201d<br \/>\nMari berjalan dengan penuh semangat, menggunakan daya ilahi yang dianugerahkan Tuhan, yakni iman yang teguh bahwa Yesus menyertai kita.<\/p>\n<p>Semangat baru di pekan yang baru, berkarya bersama Tuhan.&#x2764;&#xfe0f;<br \/>\nPs Revi Tanod Pr<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Kalender Liturgi 12 Jan 2026<br \/>\nSenin Pekan Biasa I<br \/>\nWarna Liturgi: Hijau<br \/>\nBait Pengantar Injil: Mrk 1:15<br \/>\nBacaan Injil: Mrk 1:14-20<br \/>\n************<\/p>\n<p>Bait Pengantar Injil<br \/>\nMrk 1:15<br \/>\nKerajaan Allah sudah dekat.<br \/>\nBertobatlah dan percayalah kepada Injil.<\/p>\n<p>Bacaan Injil<br \/>\nMrk 1:14-20<br \/>\nBertobatlah dan percayalah kepada Injil.<\/p>\n<p>Inilah Injil Suci menurut Markus:<\/p>\n<p>Sesudah Yohanes Pembaptis ditangkap,<br \/>\ndatanglah Yesus ke Galilea memberitakan Injil Allah.<br \/>\nYesus memberitakan,<br \/>\n&#8220;Waktunya telah genap. Kerajaan Allah sudah dekat.<br \/>\nBertobatlah dan percayalah kepada Injil!&#8221;<\/p>\n<p>Ketika Yesus sedang berjalan menyusur Danau Galilea,<br \/>\nIa melihat Simon dan Andreas, saudara Simon.<br \/>\nMereka sedang menebarkan jala di danau,<br \/>\nsebab mereka penjala ikan.<br \/>\nYesus berkata kepada mereka,<br \/>\n&#8220;Mari, ikutlah Aku,<br \/>\ndan kalian akan Kujadikan penjala manusia.&#8221;<br \/>\nMereka segera meninggalkan jalanya, dan mengikuti Yesus.<\/p>\n<p>Dan setelah Yesus meneruskan perjalanan-Nya sedikit lagi,<br \/>\ndilihat-Nya Yakobus, anak Zebedeus, dan Yohanes, saudaranya,<br \/>\nsedang membereskan jala di dalam perahu.<br \/>\nYesus segera memanggil mereka<br \/>\ndan mereka meninggalkan ayahnya, Zebedeus, dalam perahu<br \/>\nbersama orang-orang upahannya.<br \/>\nLalu mereka mengikuti Yesus.<\/p>\n<p>Demikianlah sabda Tuhan.<br \/>\n************<\/p>\n<p>  \u210d<br \/>\nSenin, 12 Januari 2026, Senin Pekan Biasa I<br \/>\nBacaan: 1Sam. 1:1-8; Mzm. 116:12-13,14,17,18-19; Mrk. 1:14-20.<\/p>\n<p>\u201cMari, ikutlah Aku dan kamu akan Kujadikan penjala manusia.&#8221; Lalu merekapun segera meninggalkan jalanya dan mengikuti Dia, (Mrk 1: 17 \u2013 18).<\/p>\n<p>Sebelum saya ditahbiskan menjadi seorang imam, saya menjalani proses yang panjang bertahun-tahun, mulai dari wawancara, tes masuk seminari, menjalani pembinaan di Seminari Menengah dan Seminari Tinggi selama kurang lebih 10 tahun, dan tak jarang dilewati dengan pelbagai macam pergumulan. Injil hari ini mengisahkan panggilan murid-murid pertama Yesus. Tentu saja, mereka tidak menjalani proses semacam itu ketika dipanggil oleh-Nya.<\/p>\n<p>Andreas dan Simon sedang melempar jala di danau, sementara Yakobus dan Yohanes sedang membereskan jala mereka ketika Yesus memanggil mereka, &#8220;Mari, ikutlah Aku dan kamu akan Kujadikan penjala manusia.&#8221; Segera mereka meninggalkan segala sesuatu dan mengikuti Yesus. Mereka menjalani \u201cpembinaan\u201d bersama Yesus hanya selama kurang lebih tiga tahun.<\/p>\n<p>Kisah panggilan para murid pertama, memberi kita beberapa hal untuk merenungkan panggilan kita sendiri sebagai orang Kristen: Pertama, Yesus memanggil kita keseharian kita. Yesus \u201cmelihat Simon dan Andreas, saudara Simon. Mereka sedang menebarkan jala di danau, sebab mereka penjala ikan.\u201d Mereka sedang bekerja dan menjalankan rutinitas harian mereka. Yesus masuk ke dalam hidup mereka secara tiba-tiba dan memanggil mereka untuk menjadi rasul-Nya. Mereka menjawab \u2018ya\u2019 karena mereka terbuka kepada-Nya dan percaya kepada-Nya. Kita pun mendengar panggilan Kristus dan berusaha menanggapinya dalam keseharian kita.<\/p>\n<p>Kedua, panggilan Yesus bersifat mendesak. Ia berkata: \u201cWaktunya telah genap; Kerajaan Allah sudah dekat. Bertobatlah dan percayalah kepada Injil!\u201d Kata-kata Yesus menyampaikan urgensi dan tuntutan untuk mengikuti-Nya. Simon dan Andreas menyadari pentingnya momen itu, sehingga tidak ada waktu bagi mereka untuk menganalisis situasi atau mempertimbangkan pilihan lain. Panggilan Kristus mendesak, seolah-olah selalu menuntut namun penuh kasih. Ia membutuhkan kita, murid-murid-Nya, sekarang.<\/p>\n<p>Ketiga, mengikuti Yesus berarti mengubah hidup kita. Dia memanggil kita untuk bertobat dari kebiasaan lama, cara berpikir, dan cara hidup kita agar dapat sepenuhnya percaya dan hidup sesuai dengan sabda-Nya. Jika kita ingin benar-benar hidup sesuai dengan tuntutan sabda Allah, kita harus berada dalam pertobatan terus-menerus, yaitu meninggalkan diri yang lama dan hidup sesuai dengan diri baru dalam Kristus saat ini.<\/p>\n<p>Banyak jiwa yang menanti keselamatan Kristus. Dia membutuhkan \u201cnelayan-nelayan\u201d yang akan pergi dan \u201cmenjala\u201d mereka. Misi yang Dia percayakan kepada kita ini akan menghasilkan tangkapan terbesar. Mari kita cintai misi kita.<\/p>\n<p>Tuhan, bantu kami untuk menerima Injil-Mu dengan serius, menghidupinya bersama-Mu dan mewartakannya dengan penuh semangat. Amin.<\/p>\n<p>Selamat beraktivitas di pekan yang baru. Tuhan membutuhkan anda! ! <\/p>\n<p>RP Joni Astanto MSC<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sabda Kehidupan Senin 12 Januari 2026 Markus 1:15 (Mrk 1:14-20) \u201dWaktunya telah genap; Kerajaan Allah sudah dekat. Bertobatlah dan percayalah kepada Injil!&#8221; Semangat Baru Masa Natal baru saja berlalu. Hari ini, kita memasuki masa&#46;&#46;&#46;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":90462,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1,20],"tags":[],"class_list":["post-91095","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-bacaan-harian","category-renungan-text"],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/katolikindonesia.org\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/app-2026.png","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/91095","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=91095"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/91095\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":91096,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/91095\/revisions\/91096"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/90462"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=91095"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=91095"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=91095"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}