{"id":90919,"date":"2026-01-08T15:02:45","date_gmt":"2026-01-08T08:02:45","guid":{"rendered":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=90919"},"modified":"2026-01-08T15:02:46","modified_gmt":"2026-01-08T08:02:46","slug":"jumat-09-januari-2026-2","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=90919","title":{"rendered":"Jumat, 09 Januari 2026"},"content":{"rendered":"\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>ANTIFON PEMBUKA \u2013 Mazmur 112:4<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Bagi orang tulus hati telah terbit cahaya dalam kegelapan,&nbsp;yaitu Tuhan yang maharahim, penyayang yang adil.<\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>PENGANTAR:<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Tentang Yesus diceritakan bahwa Ia berkeliling berbuat amal dan menyembuhkan orang-orang sakit. Ada daya yang keluar dari diri-Nya. Hidup-Nya diabdikan kepada kaum papa, kecil, lemah, dan sakit. Semoga Roh Yesus hidup dan berkarya pula dalam diri kita dan semoga kita yang kini membagi-bagi roti dapat memberikan diri kita kepada sesama.<\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>DOA KOLEKTA:<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Marilah bedoa:&nbsp;Allah Bapa mahakuasa,&nbsp;kelahiran penyelamat dunia&nbsp;diwartakan oleh cahaya bintang di langit.&nbsp;Semoga kami semakin mengenal dan mengasihi Dia,&nbsp;yaitu Yesus Kristus Putra-Mu, \u2026.<\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>BACAAN PERTAMA: Bacaan dari Surat Pertama Rasul Yohanes 5:5-13<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><em><strong>\u201cKesaksian tentang Anak Allah.\u201d<\/strong><\/em><\/h3>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Saudara-saudara terkasih, tidak ada orang yang mengalahkan dunia, selain dia yang percaya bahwa Yesus adalah Anak Allah! Dia inilah yang telah datang dengan air dan darah, yaitu Yesus Kristus; bukan saja dengan air, tetapi dengan air dan dengan darah. Dan Rohlah yang memberi kesaksian, karena Roh adalah kebenaran. Sebab ada tiga yang memberi kesaksian di bumi: Roh, air, dan darah dan ketiganya adalah satu. Kesaksian manusia kita terima, tetapi kesaksian Allah lebih kuat. Sebab demikianlah kesaksian yang diberikan Allah tentang Anak-Nya. Barangsiapa percaya kepada Anak Allah, ia mempunyai kesaksian itu di dalam dirinya; barangsiapa tidak percaya kepada Allah, ia membuat Allah menjadi pendusta karena orang itu tidak percaya akan kesaksian yang diberikan Allah tentang Anak-Nya. Dan inilah kesaksian itu: Allah telah mengaruniakan hidup yang kekal kepada kita, dan hidup itu ada di dalam Anak-Nya. Barangsiapa memiliki Anak Allah, ia memiliki hidup; barangsiapa tidak memiliki Dia, ia tidak memiliki hidup. Semuanya ini kutuliskan kepada kamu supaya kamu, yang percaya kepada nama Anak Allah, tahu bahwa kamu memiliki hidup yang kekal.<br>Demikianlah sabda Tuhan<br>U. Syukur kepada Allah.<\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>MAZMUR TANGGAPAN: Mazmur 147:12-13.14-15.19-20<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>Ref.&nbsp;<em>Pujilah Tuhan, hai umat Allah! Pujilah Tuhan, hai umat Allah!<\/em><\/strong><\/h3>\n\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\">\n<li>Megahkanlah Tuhan, hai Yerusalem, pujilah Allahmu, hai Sion! Sebab Ia meneguhkan palang pintu gerbangmu, dan memberkati anak-anak yang ada padamu.<\/li>\n\n\n\n<li>Ia memberikan kesejahteraan kepada daerahmu dan mengenyangkan engkau dengan gandum yang terbaik. Ia menyampaikan perintah-Nya ke bumi; dengan segera firman-Nya berlari.<\/li>\n\n\n\n<li>Ia memberitakan firman-Nya kepada Yakub, ketetapan dan hukum-hukum-Nya kepada Israel . Ia tidak berbuat demikian kepada segala bangsa, hukum-hukum-Nya tidak mereka kenal.<\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>BAIT PENGANTAR INJIL:<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">U :<em>&nbsp;Alleluya, alleluya<\/em><br>S : (Mat 4:23)&nbsp;<em>Yesus memberitakan Injil Kerajaan Allah serta melenyapkan segala penyakit dan kelemahan<\/em><\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>BACAAN INJIL: Inilah Injil Yesus Kristus menurut Lukas 5:12-16<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><em><strong>\u201cYesus menyembuhkan seorang yang sakit kusta.\u201d<\/strong><\/em><\/h3>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Sekali peristiwa Yesus berada di sebuah kota. Ada di situ seorang yang penuh kusta. Ketika melihat Yesus, tersungkurlah si kusta dan memohon, \u201cTuan, jika Tuan mau, Tuan dapat mentahirkan aku.\u201d Maka Yesus mengulurkan tangan-Nya menjamah orang itu dan berkata, \u201cAku mau, jadilah engkau tahir!\u201d Seketika itu juga lenyaplah penyakit kustanya. Yesus melarang orang itu memberitahukan hal ini kepada siapa pun juga dan Ia berkata, \u201cPergilah, perlihatkanlah dirimu kepada imam, dan persembahkanlah untuk pentahiranmu persembahan seperti yang diperintahkan Musa sebagai bukti bagi mereka.\u201d Tetapi kabar tentang Yesus makin jauh tersiar, dan datanglah orang banyak berbondong-bondong kepada-Nya untuk mendengar Dia dan untuk disembuhkan dari penyakit mereka. Akan tetapi Yesus mengundurkan diri ke tempat-tempat yang sunyi dan berdoa.<br>Demikilah Sabda Tuhan!<br>U. Terpujilah Kristus.<\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>RESI DIBAWAKAN OLEH Rm. Antonius Edi Prasetyo SCJ<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><em><strong>Vivat Cor Iesu per Cor Mariae. Hiduplah Hati Yesus melalui Hati Maria.<\/strong><\/em><\/h3>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\"><strong>Pendengar Resi Dehonian terkasih, jumpa kembali dengan saya, Romo Antonius Edi Prasetyo SCJ dari Komunitas SCJ Paroki St. Petrus Palembang dalam Resi \u2013 Renungan Singkat Dehonian Edisi Jumat 9 Januari 2026.<\/strong><\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Saudara\/I, Para Sahabat Hati Kudus Yesus yang terkasih. Pernah kita merasa atau mengalami, saat di mana kita benar-benar rapuh dan jatuh, justru yang paling kita takutkan adalah&nbsp;<strong>ditinggalkan<\/strong>? Bukan rasa sakitnya yang paling menyakitkan, tetapi perasaan:&nbsp;<em>\u201cAku kok sendirian? Kok nggak ada yang peduli padauk?\u201d<\/em><\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Hari ini Injil menampilkan kisah seorang yang sangat rapuh:&nbsp;<strong>seorang yang sakit kusta<\/strong>. Ia tidak mengalami sakit fisik, tetapi juga menderita secara relasional karena dikucilkan, dijauhi, dan tidak dianggap oleh masyarakat. Dalam kondisi seperti itu, ia berani datang kepada Yesus dan berkata,&nbsp;<em>\u201cTuan, jika Engkau mau, Engkau dapat mentahirkan aku.\u201d<\/em>&nbsp;Kalimat ini bukan sekadar permohonan kesembuhan, tetapi sebenarnya sebuah jeritan hati seseorang yang nyaris putus asa:&nbsp;<em>\u201cApakah masih ada yang peduli padaku?\u201d<\/em><\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">SIkap dan tanggapan Yesus sangat jelas dan tegas. Yesus tidak ragu mengulurkan tangan-Nya dan menjamah orang itu. Yesus tidak berdiri menjauh atau menghindar. Yesus tidak hanya berkata dari kejauhan. Ia mendekat, menyentuh, dan hadir. Bagi orang kusta, sentuhan itu mungkin lebih menyembuhkan daripada mukjizat itu sendiri. Karena selama ini, tidak ada yang mau dan berani menyentuhnya.<\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Saudara-saudariku yang dikasihi Tuhan.&nbsp;Inilah wajah Allah yang diwartakan Injil hari ini:&nbsp;<strong>Allah yang peduli ketika manusia paling rapuh.<\/strong>&nbsp;Kadang, kerapuhan tidak selalu terlihat. Kita bisa rapuh karena gagal memenuhi harapan orang tua, merasa minder dan tidak cukup baik dibanding orang lain, jatuh dalam dosa yang sama berulang kali, merasa tidak dicintai dan tidak diperhatikan, atau gagal dalam usaha dan pekerjaan.<\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Sering kali dalam kerapuhan itu, kita berpikir bahwa aku tidak berharga, aku tidak layak, aku bodoh dan banyak ungkapan-ungkapan keputusasaan lain.\u201d Tetapi Injil hari ini mengingatkan kita.&nbsp;<strong>Justru saat dalam kerapuhan dan keputusasaan kita,&nbsp;<\/strong>Tuhan mendekat dan peduli. Kepedulian Tuhan tidak berarti Ia selalu langsung menghilangkan masalah. Tetapi Ia&nbsp;<strong>hadir<\/strong>,&nbsp;<strong>menyentuh<\/strong>, dan&nbsp;<strong>menyertai<\/strong>. Ia tidak membiarkan kita menjalani kerapuhan sendirian. Kita dingatkan bahwa dalam kerapuhan, kita diajak untuk berani diam di hadapan Tuhan, membawa luka dan pergumulan kita dalam doa, dan membiarkan diri dicintai oleh Allah sendiri.<\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Saudara-saudari yang terkasih, kalau hari ini kamu merasa rapuh, lelah, dan tidak kuat,<br>sabda Tuhan ini ingin mengatakan satu hal sederhana:&nbsp;<strong>Kamu tidak sendirian. Tuhan peduli. Dan Ia sedang mendekat. Biarlah berkatnya hadir menyertaimu, memberikan pengharapan, bahwa segala perkara dalam hidupmu dapat ditanggung bersama Dia yang memberi kekuatan kepadamu.<\/strong><\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Saya memberkati saudara dengan berkat Allah yang melimpah, dalam nama Bapa, Putera dan Roh Kudus. Amin.&nbsp;<strong>Semoga Hati Kudus Yesus senantiasa merajai hati kita semua. Amin&nbsp;&nbsp;<\/strong>&nbsp;<strong>Tuhan memberkati. Berkah Dalem.<\/strong><\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>DOA PERSIAPAN PERSEMBAHAN:&nbsp;<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Allah Bapa mahakudus,&nbsp;terimalah persembahan kami, umat-Mu,&nbsp;sebagai pernyataan iman kami kepada Kristus,&nbsp;yang akan kami terima dalam sakramen ini.&nbsp;Sebab Dialah \u2026.<\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>ANTIFON KOMUNI \u2013 I Yohanes 4:9<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Allah mengutus Putra-Nya ke dunia agar kita hidup oleh-Nya;&nbsp;dalam hal ini, nyatalah cinta kasih Allah kepada kita.<\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>DOA SESUDAH KOMUNI:&nbsp;<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Marilah berdoa:&nbsp;Tuhan dan Allah kami,&nbsp;dalam sakramen-Mu ini&nbsp;kami dipersatukan dengan Dikau.&nbsp;Semoga dayanya menguatkan kami agar kurnia-Mu sendiri&nbsp;membuat kami sanggup menerima anugerah-Mu.&nbsp;Demi Kristus, \u2026.<\/h4>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><a href=\"https:\/\/resi.dehonian.or.id\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/Resi-Jumat-09-Januari-2026-oleh-Rm.-Antonius-Edi-Prasetyo-SCJ-dari-Komunitas-SCJ-Paroki-St.-Petrus-Kenten-Palembang-Indonesia.mp3\">Resi-Jumat 09 Januari 2026 oleh Rm. Antonius Edi Prasetyo SCJ dari Komunitas SCJ Paroki St. Petrus Kenten Palembang \u2013 Indonesia<\/a><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sumber <a href=\"https:\/\/resi.dehonian.or.id\/2026\/01\/08\/jumat-09-januari-2026-hari-biasa-sesudah-penampakan-tuhan\/\">https:\/\/resi.dehonian.or.id\/2026\/01\/08\/jumat-09-januari-2026-hari-biasa-sesudah-penampakan-tuhan\/<\/a><\/p>\n\n\n\n<figure><iframe loading=\"lazy\" src=\"https:\/\/katolikindonesia.org\/?powerpress_pinw=90919-podcast&amp;powerpress_player=default\" width=\"320\" height=\"50\"><\/iframe><\/figure>\n<div class=\"powerpress_player\" id=\"powerpress_player_9901\"><audio class=\"wp-audio-shortcode\" id=\"audio-90919-1\" preload=\"none\" style=\"width: 100%;\" controls=\"controls\"><source type=\"audio\/mpeg\" src=\"https:\/\/resi.dehonian.or.id\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/Resi-Jumat-09-Januari-2026-oleh-Rm.-Antonius-Edi-Prasetyo-SCJ-dari-Komunitas-SCJ-Paroki-St.-Petrus-Kenten-Palembang-Indonesia.mp3?_=1\" \/><a href=\"https:\/\/resi.dehonian.or.id\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/Resi-Jumat-09-Januari-2026-oleh-Rm.-Antonius-Edi-Prasetyo-SCJ-dari-Komunitas-SCJ-Paroki-St.-Petrus-Kenten-Palembang-Indonesia.mp3\">https:\/\/resi.dehonian.or.id\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/Resi-Jumat-09-Januari-2026-oleh-Rm.-Antonius-Edi-Prasetyo-SCJ-dari-Komunitas-SCJ-Paroki-St.-Petrus-Kenten-Palembang-Indonesia.mp3<\/a><\/audio><\/div><p class=\"powerpress_links powerpress_links_mp3\" style=\"margin-bottom: 1px !important;\">Podcast: <a href=\"https:\/\/resi.dehonian.or.id\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/Resi-Jumat-09-Januari-2026-oleh-Rm.-Antonius-Edi-Prasetyo-SCJ-dari-Komunitas-SCJ-Paroki-St.-Petrus-Kenten-Palembang-Indonesia.mp3\" class=\"powerpress_link_pinw\" target=\"_blank\" title=\"Play in new window\" onclick=\"return powerpress_pinw('https:\/\/katolikindonesia.org\/?powerpress_pinw=90919-podcast');\" rel=\"nofollow\">Play in new window<\/a> | <a href=\"https:\/\/resi.dehonian.or.id\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/Resi-Jumat-09-Januari-2026-oleh-Rm.-Antonius-Edi-Prasetyo-SCJ-dari-Komunitas-SCJ-Paroki-St.-Petrus-Kenten-Palembang-Indonesia.mp3\" class=\"powerpress_link_d\" title=\"Download\" rel=\"nofollow\" download=\"Resi-Jumat-09-Januari-2026-oleh-Rm.-Antonius-Edi-Prasetyo-SCJ-dari-Komunitas-SCJ-Paroki-St.-Petrus-Kenten-Palembang-Indonesia.mp3\">Download<\/a><\/p><!--powerpress_player-->","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>ANTIFON PEMBUKA \u2013 Mazmur 112:4 Bagi orang tulus hati telah terbit cahaya dalam kegelapan,&nbsp;yaitu Tuhan yang maharahim, penyayang yang adil. PENGANTAR: Tentang Yesus diceritakan bahwa Ia berkeliling berbuat amal dan menyembuhkan orang-orang sakit. Ada&#46;&#46;&#46;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":90462,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"audio","meta":{"footnotes":""},"categories":[18,1,20],"tags":[],"class_list":["post-90919","post","type-post","status-publish","format-audio","has-post-thumbnail","hentry","category-renungan-audio","category-bacaan-harian","category-renungan-text","post_format-post-format-audio"],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/katolikindonesia.org\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/app-2026.png","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/90919","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=90919"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/90919\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":90921,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/90919\/revisions\/90921"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/90462"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=90919"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=90919"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=90919"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}