{"id":90804,"date":"2026-01-06T08:33:33","date_gmt":"2026-01-06T01:33:33","guid":{"rendered":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=90804"},"modified":"2026-01-06T08:33:33","modified_gmt":"2026-01-06T01:33:33","slug":"selasa-06-januari-2026-5","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=90804","title":{"rendered":"Selasa, 06 Januari 2026"},"content":{"rendered":"<p>Sabda Kehidupan<br \/>\nSelasa 06 Januari 2026<br \/>\nMarkus 6:34 (Mrk 6:34-44)<br \/>\nKetika Yesus mendarat, Ia melihat sejumlah besar orang banyak, maka tergeraklah hati-Nya oleh belas kasihan kepada mereka, karena mereka seperti domba yang tidak mempunyai gembala. Lalu mulailah Ia mengajarkan banyak hal kepada mereka.<\/p>\n<p>Cinta Akan Selalu Menemukan Jalan<\/p>\n<p>Selalu tergerak hati oleh belaskasihan, itulah sifat utama Hati Kudus Yesus.<br \/>\nDiceritakan oleh Markus bahwa sebenarnya Yesus dan murid-muridNya ingin beristirahat. Ditulis dalam Injil Markus 6:31\u201334: Ia berkata kepada mereka: \u201cMarilah ke tempat yang sunyi, supaya kita sendirian, dan beristirahatlah seketika!&#8221; Sebab memang begitu banyaknya orang yang datang dan yang pergi, sehingga makanpun mereka tidak sempat.<br \/>\nMaka berangkatlah mereka untuk mengasingkan diri dengan perahu ke tempat yang sunyi. Tetapi pada waktu mereka bertolak banyak orang melihat mereka dan mengetahui tujuan mereka. Dengan mengambil jalan darat segeralah datang orang dari semua kota ke tempat itu sehingga mendahului mereka.<br \/>\nKetika Yesus mendarat, Ia melihat sejumlah besar orang banyak, maka tergeraklah hati-Nya oleh belas kasihan kepada mereka, karena mereka seperti domba yang tidak mempunyai gembala.\u201d<\/p>\n<p>Hati Kudus Yesus yang penuh cinta selalu tergerak oleh belaskasihan dan gerakan hatiNya mengatasi semua kelelahan fisikNya. Tak sampai hati Yesus membiarkan orang yang datang meminta tolong padaNya pergi dengan tangan hampa. Ia pasti bertindak. CintaNya yang begitu besar bagi umat manusia pasti menemukan jalan bagiNya untuk bertindak.<\/p>\n<p>Biarlah keyakinan ini yang menjadi pegangan kita untuk tidak pernah ragu datang pada Yesus membawa semua beban hati kita. Ia selalu berkata, \u201cMarilah kepadaKu kalian semua yang letih lesu berbeban berat. Aku akan memberikan kelegaan kepadamu.\u201d<br \/>\nDi pihak lain, semoga hati kita juga selalu tergerak untuk berbelaskasih. Hati yang penuh belaskasih akan selalu menemukan jalan untuk membantu.<\/p>\n<p>Selamat memulai hari baru dengan semangat belaskasih Yesus.&#x2764;&#xfe0f;<br \/>\nPs Revi Tanod Pr<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Kalender Liturgi 06 Jan 2026<br \/>\nSelasa Masa Natal<br \/>\nWarna Liturgi: Putih<br \/>\nBait Pengantar Injil: Luk 4:18-19<br \/>\nBacaan Injil: Mrk 6:34-44<br \/>\n***********<\/p>\n<p>Bait Pengantar Injil<br \/>\nLuk 4:18-19<br \/>\nTuhan mengutus Aku menyampaikan kabar baik<br \/>\nkepada orang-orang miskin,<br \/>\ndan memberitakan pembebasan<br \/>\nkepada orang tawanan.<\/p>\n<p>Bacaan Injil<br \/>\nMrk 6:34-44<br \/>\nDengan mempergandakan roti, Yesus menyatakan dirinya sebagai nabi.<\/p>\n<p>Inilah Injil Suci menurut Markus:<\/p>\n<p>Begitu banyak orang mengikuti Yesus.<br \/>\nKetika Yesus melihat jumlah orang yang begitu banyak,<br \/>\ntergeraklah hati-Nya oleh belas kasihan kepada mereka,<br \/>\nkarena mereka seperti domba yang tidak mempunyai gembala.<br \/>\nLalu mulailah Ia mengajarkan banyak hal kepada mereka.<br \/>\nKetika hari mulai malam,<br \/>\ndatanglah murid-murid Yesus kepada-Nya dan berkata,<br \/>\n&#8220;Tempat ini sunyi, dan hari sudah mulai malam.<br \/>\nSuruhlah mereka pergi<br \/>\nsupaya mereka dapat membeli makanan<br \/>\ndi desa dan kampung-kampung di sekitar ini.&#8221;<br \/>\nTetapi jawab Yesus,<br \/>\n&#8220;Kamu harus memberi mereka makan!&#8221;<br \/>\nKata mereka kepada-Nya,<br \/>\n&#8220;Jadi, haruskah kami pergi membeli roti hanya dengan dua ratus dinar<br \/>\ndan memberi mereka makan?&#8221;<br \/>\nTetapi Yesus berkata kepada mereka,<br \/>\n&#8220;Berapa banyak roti yang ada padamu? Cobalah periksa!&#8221;<br \/>\nSesudah memeriksanya, mereka berkata,<br \/>\n&#8220;Lima roti dan dua ikan.&#8221;<\/p>\n<p>Lalu Yesus menyuruh orang-orang itu<br \/>\nsupaya semuanya duduk berkelompok-kelompok<br \/>\ndi atas rumput hijau.<br \/>\nMaka duduklah mereka berkelompok-kelompok,<br \/>\nada yang seratus, ada yang lima puluh orang.<br \/>\nSetelah mengambil lima roti dan dua ikan itu,<br \/>\nYesus menengadah ke langit dan mengucap berkat,<br \/>\nlalu memecah-mecahkan roti itu<br \/>\ndan memberikannya kepada para murid,<br \/>\nsupaya dibagi-bagikan kepada orang-orang itu;<br \/>\nbegitu juga ikan itu dibagi-bagikan-Nya kepada mereka semua.<br \/>\nDan mereka semua makan sampai kenyang.<br \/>\nKemudian orang mengumpulkan potongan-potongan roti:<br \/>\ndua belas bakul penuh, belum termasuk sisa-sisa ikan.<br \/>\nYang ikut makan roti itu ada lima ribu orang laki-laki.<\/p>\n<p>Demikianlah sabda Tuhan.<br \/>\n************<\/p>\n<p>  \u210d <\/p>\n<p>\u201cKetika Yesus mendarat, Ia melihat sejumlah besar orang banyak, maka tergeraklah hati-Nya oleh belas kasihan kepada mereka, karena mereka seperti domba yang tidak mempunyai gembala. Lalu mulailah Ia mengajarkan banyak hal kepada mereka,\u201d (Mrk 6: 34).<\/p>\n<p>\u201cSedikit menjadi kelimpahan ketika Allah bekerja di dalamnya.\u201d Dalam Injil hari ini, Yesus memberi makan lebih dari lima ribu orang hanya dengan lima roti dan dua ikan, menunjukkan kasih-Nya yang mendalam terhadap orang banyak yang mencari penyembuhan dan pengajaran-Nya. Tergerak hati-Nya oleh kelaparan mereka \u2014 bukan hanya akan makanan tetapi juga akan harapan \u2014 Yesus mengubah persembahan yang sedikit menjadi kelimpahan.<\/p>\n<p>Mukjizat ini menunjuk pada realitas yang lebih dalam. Tindakan Yesus \u2014 mengambil, memberkati, memecah, dan memberikan \u2014 mencerminkan Ekaristi. Dalam pemecahan roti, misi Kristus sepenuhnya terwujud: Ia mengambil rupa manusia, memberkati umat manusia dengan kehadiran-Nya, dipecah dalam penderitaan, dan memberikan diri-Nya untuk keselamatan dunia. Pola yang sama terwujud dalam hidup kita sebagai orang-orang Katolik.<\/p>\n<p>Yesus menerima kita apa adanya \u2014 bercacat, terluka, dan tidak sempurna. Ia memberkati kita, mencurahkan kasih karunia meskipun kita memiliki kekurangan. Ia merengkuh keterpecahan kita dalam kasih-Nya, mengubah penderitaan kita menjadi kesempatan untuk bertumbuh. Akhirnya, Ia memberikan diri kita kepada sesama, memanggil kita untuk berbagi kasih-Nya dengan dunia.<\/p>\n<p>Misi ini bukan tanpa tantangan. Berbagi kasih, pengampunan, dan waktu seringkali terasa tidak dihargai, bahkan melelahkan. Namun, kebaikan kecil yang berakar pada Kristus memiliki kekuatan yang luar biasa. Sapaan sederhana kepada teman yang kesepian, kesabaran terhadap seseorang yang membuat kita frustrasi, atau kata-kata penghiburan bagi yang putus asa dapat menjadi keajaiban bagi siapa saja yang haus akan kasih dan keterhubungan.<\/p>\n<p>Di dunia yang kekurangan belas kasih, kesediaan kita untuk berbagi \u2014 waktu, pengampunan, atau bahkan telinga (hati) yang mendengarkan \u2014 menghadirkan Kristus bagi sesama. Sama seperti Yesus melipatgandakan roti, Dia akan melipatgandakan usaha kecil kita, menggunakannya untuk membangun kerajaan kasih-Nya.<\/p>\n<p>Tuhan, gerakkan hati kami agar membangun komunitas kami menjadi komunitas pelayanan, kasih, dan harapan, yang terbuka bagi semua kebutuhan dan aspirasi yang adil. Amin.<\/p>\n<p>Selamat berbagi kehidupan. ! &#x2764;<br \/>\n&#x2764;\ufe0e.<\/p>\n<blockquote class=\"wp-embedded-content\" data-secret=\"rShM3R51Es\"><p><a href=\"https:\/\/sacerdos2000.com\/berbagi-kehidupan-di-dunia-yang-lapar\/\">Berbagi Kehidupan di Dunia yang Lapar<\/a><\/p><\/blockquote>\n<p><iframe loading=\"lazy\" class=\"wp-embedded-content\" sandbox=\"allow-scripts\" security=\"restricted\" style=\"position: absolute; visibility: hidden;\" title=\"&#8220;Berbagi Kehidupan di Dunia yang Lapar&#8221; &#8212; Sacerdos2000\" src=\"https:\/\/sacerdos2000.com\/berbagi-kehidupan-di-dunia-yang-lapar\/embed\/#?secret=1ktVHJpUQf#?secret=rShM3R51Es\" data-secret=\"rShM3R51Es\" width=\"500\" height=\"282\" frameborder=\"0\" marginwidth=\"0\" marginheight=\"0\" scrolling=\"no\"><\/iframe><\/p>\n<p>RP Joni Astanto MSC<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sabda Kehidupan Selasa 06 Januari 2026 Markus 6:34 (Mrk 6:34-44) Ketika Yesus mendarat, Ia melihat sejumlah besar orang banyak, maka tergeraklah hati-Nya oleh belas kasihan kepada mereka, karena mereka seperti domba yang tidak mempunyai&#46;&#46;&#46;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":90462,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1,20],"tags":[],"class_list":["post-90804","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-bacaan-harian","category-renungan-text"],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/katolikindonesia.org\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/app-2026.png","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/90804","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=90804"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/90804\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":90805,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/90804\/revisions\/90805"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/90462"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=90804"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=90804"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=90804"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}