{"id":90253,"date":"2025-12-25T19:50:52","date_gmt":"2025-12-25T12:50:52","guid":{"rendered":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=90253"},"modified":"2025-12-25T19:50:52","modified_gmt":"2025-12-25T12:50:52","slug":"kamis-25-desember-2025-5","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=90253","title":{"rendered":"Kamis, 25 Desember 2025"},"content":{"rendered":"<p>Sabda Kehidupan<br \/>\nKamis 25 Desember 2025<br \/>\nHari Raya Natal<br \/>\nYohanes 1:14 (Yoh 1:1-18)<br \/>\nFirman itu telah menjadi manusia, dan diam di antara kita, dan kita telah melihat kemuliaan-Nya, yaitu kemuliaan yang diberikan kepada-Nya sebagai Anak Tunggal Bapa, penuh kasih karunia dan kebenaran.<\/p>\n<p>Mengapa Allah Menjadi Manusia<\/p>\n<p>Di suatu hari Natal yang sangat dingin dan bersalju, seorang bapak lebih memilih tinggal di rumah dari pada ke gereja untuk merayakan Natal. Padahal istri dan anak-anaknya telah mengajaknya ke gereja. Baginya Natal hanyalah sebuah ritual tahunan dan tradisi keluarga. Semakin lama Natal semakin kehilangan maknanya.<br \/>\nTiba-tiba ia mendengar ada yang mengetuk pintu rumahnya. Pikirnya ada orang yang datang bertamu. Ternyata setelah dilihatnya, itu adalah beberapa ekor burung yang kedinginan lalu mematuk-matuk pintu rumahnya agar terasa hangat. Kasihan melihat ulah burung-burung itu, iapun membuka pintu agar mereka bisa masuk ke dalam rumah, merasakan kehangatan di dalam.<br \/>\nSayang, bukannya masuk, burung-burung itu malah menjauh. Ia mencoba memanggil-manggil mereka, bahkan mendekat dan memberi roti untuk menunjukkan maksud baiknya. Justru burung itu semakin menjauh. Dalam hatinya ia berpikir, \u201cAh seandainya burung-burung ini mengerti bahasaku, mereka pasti selamat dan tidak kedinginan. Sementara merenungi kejadian itu, sayup-sayup ia mendengar lonceng gereja berbunyi, misa Natal segera akan dimulai.<br \/>\nLalu sadarlah ia, mengapa ada Natal. Allah menjadi manusia, agar bahasa Allah, bahasa cinta dan kebaikan hati Allah untuk menyelamatkan manusia dimengerti dan dialami manusia. Maka bergegaslah ia ke gereja, bergabung dengan anak istrinya, serta semua keluarga Allah lainnya.<\/p>\n<p>\u201cTerima kasih Yesus, Engkau rela meninggalkan surga, menjadi sama seperti kami, agar kami dapat mendengar sapaan kasih Allah di tengah duka derita hidup kami. KehadiranMu di tengah kami membuat kami mampu melihat dan mengalami cintaMu yang tak terhingga bagi kami. Engkau mau lahir di kandang yang hina, untuk mengangkat kami yang selalu merasa hina dan rendah.<br \/>\nEngkau rela mati bagi kami, agar kami selamat dari kuasa dosa dan maut dan dapat berjalan bersamaMu menuju rumah Bapa di surga.<br \/>\nSelamat Natal Ya Yesus, lahirlah di hati kami masing-masing, tuntunlah jalan hidup kami. Amin.\u201d<\/p>\n<p>Selamat Hari Natal Bapak-Ibu. Saudara-saudariku, Bapak Uskup, Pastor, Suster, Frater-Bruder. Immanuel, Yesus ada bersama kita selalu.&#x2764;&#xfe0f;<br \/>\nPs Revi Tanod Pr<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Kalender Liturgi 25 Des 2025<br \/>\nKamis Masa Natal<br \/>\nWarna Liturgi: Putih<br \/>\nBacaan Injil: Yoh 1:1-18<br \/>\n***********<\/p>\n<p>Bacaan Injil<br \/>\nYoh 1:1-18<br \/>\nFirman telah menjadi manusia.<\/p>\n<p>Inilah Injil Suci menurut Yohanes:<\/p>\n<p>Pada awal mula adalah Firman.<br \/>\nFirman itu ada bersama-sama dengan Allah.<br \/>\ndan Firman itu adalah Allah.<br \/>\nFirman itu pada mulanya bersama-sama dengan Allah.<br \/>\nSegala sesuatu dijadikan oleh Dia,<br \/>\ndan tanpa Dia tidak ada suatu pun yang telah jadi<br \/>\ndari segala yang telah dijadikan.<br \/>\nDalam Dia ada hidup,<br \/>\ndan hidup itu adalah terang manusia.<br \/>\nTerang itu bercahaya di dalam kegelapan,<br \/>\ntetapi kegelapan tidak menguasainya.<\/p>\n<p>Datanglah seorang yang diutus Allah, namanya Yohanes.<br \/>\nia datang sebagai saksi<br \/>\nuntuk memberi kesaksian tentang terang itu,<br \/>\nsupaya oleh dia semua orang menjadi percaya.<br \/>\nIa sendiri bukan terang itu,<br \/>\ntetapi ia harus memberi kesaksian tentang terang itu.<br \/>\nTerang yang sesungguhnya, yang menerangi setiap orang,<br \/>\nsedang datang ke dalam dunia.<br \/>\nTerang itu telah ada di dalam dunia,<br \/>\ndan dunia dijadikan oleh-Nya,<br \/>\ntetapi dunia tidak mengenal-Nya.<br \/>\nIa datang kepada milik kepunyaan-Nya,<br \/>\ntetapi orang-orang kepunyaan-Nya itu tidak menerima-Nya.<br \/>\nTetapi semua orang yang menerima Dia<br \/>\ndiberi-Nya kuasa menjadi anak-anak Allah,<br \/>\nyaitu mereka yang percaya dalam nama-Nya,<br \/>\norang-orang yang diperanakkan bukan dari darah atau daging,<br \/>\nbukan pula secara jasmani oleh keinginan seorang laki-laki,<br \/>\nmelainkan dari Allah.<\/p>\n<p>Firman itu telah menjadi manusia, dan diam di antara kita,<br \/>\ndan kita telah melihat kemuliaan-Nya,<br \/>\nyaitu kemuliaan yang diberikan kepada-Nya<br \/>\nsebagai Anak Tunggal Bapa,<br \/>\npenuh kasih dan kebenaran.<br \/>\nTentang Dia Yohanes memberi kesaksian dan berseru,<br \/>\n&#8220;Inilah Dia yang kumaksudkan ketika aku berkata:<br \/>\nSesudah aku akan datang Dia yang telah mendahului aku,<br \/>\nsebab Dia telah ada sebelum aku.&#8221;<br \/>\nKarena dari kepenuhan-Nya<br \/>\nkita semua telah menerima kasih karunia demi kasih karunia;<br \/>\nsebab hukum Taurat diberikan oleh Musa,<br \/>\ntetapi kasih karunia dan kebenaran datang oleh Yesus.<br \/>\nTidak seorang pun yang pernah melihat Allah;<br \/>\ntetapi Anak Tunggal Allah yang ada di pangkuan Bapa,<br \/>\nDialah yang menyatakan-Nya.<\/p>\n<p>Demikianlah sabda Tuhan.<br \/>\n************<\/p>\n<p>  \u210d <\/p>\n<p>\u201cTerang yang sesungguhnya, yang menerangi setiap orang, sedang datang ke dalam dunia. Ia telah ada di dalam dunia dan dunia dijadikan oleh-Nya, tetapi dunia tidak mengenal-Nya. Ia datang kepada milik kepunyaan-Nya, tetapi orang-orang kepunyaan-Nya itu tidak menerima-Nya,\u201d (Yoh 1: 9 \u2013 11)<\/p>\n<p>Selama berabad-abad, nampaknya simbol yang paling bermakna dan mudah dipahami sehubungan dengan perayaan Kelahiran Kristus adalah terang atau cahaya. Pelbagai macam ornamen yang berhubungan dengan \u201cterang\u201d dipasang: lampu yang berkerlap-kerlip, bintang. Bagi orang Kristen, lampu-lampu Natal harus memiliki makna yang jauh lebih dalam. Lampu-lampu itu menjadi pengingat yang paling penting: Kristus, Terang Dunia, telah datang untuk menghancurkan kegelapan pekat ketidaksempurnaan dan dosa manusia. Dia datang untuk membawa terang itu, kehidupan Allah sendiri, kepada mereka yang menanti dan dengan iman dan cinta menerima terang dan kehidupan itu ke dalam hati dan rumah mereka.<\/p>\n<p>Namun, seperti yang dikatakan St. Yohanes: &#8220;Terang yang sesungguhnya\u2026. datang ke dunia\u2026 Ia datang kepada milik kepunyaan-Nya, tetapi orang-orang kepunyaan-Nya itu tidak menerimanya.&#8221; Terang yang menghancurkan kegelapan pagi ini tidak hanya ditemukan di sini di tempat suci kita, altar, dan kandang Natal, tetapi juga menerangi Anda saat Anda berlutut dalam doa. Ia juga menerangi para pengemis miskin yang berbalut kain lusuh di bawah jembatan atau jalan toll di kota-kota kita. Ia menerangi kemewahan dan kemegahan gedung-gedung yang tinggi menjulang, namun juga menerangi orang miskin yang meringkuk kedinginan di sela-sela tiang jalan layang. Ia menerangi pejabat yang duduk goyang kaki sambil menghitung keuntungan yang dikeruk, menerangi mereka yang membabat hutan secara membabi buta, dan juga menerangi orang-orang yang harus mengais sampah untuk mencari makan. Ia membuka seluruh dunia bagi kita. Terang Kristus telah tiba. Dan dalam banyak kasus: \u201cIa telah datang kepada milik kepunyaan-Nya, tetapi orang-orang kepunyaan-Nya itu tidak menerimanya.\u201d<\/p>\n<p>Di Utara dan Selatan, Timur dan Barat, terang-Nya bersinar. Namun, benarkah kita saat ini, seperti dunia pada zaman Kristus, lebih mencintai kegelapan daripada terang, memilih kematian daripada kehidupan? Saya ingat sebuah lagu indah dalam bahasa Inggris yang mengatakan: \u201cLet there be peace on earth, and let it begin with me!\u201d Semoga ada damai di bumi, dan biarlah damai itu mulai dari diriku sendiri. Dan itulah seluruh cerita dalam beberapa kata. Meskipun begitu banyak orang menolak untuk menjadi bagian dari penyebaran Terang Kristus di seluruh bumi, tugas seorang Kristen sejati adalah memegang obor Terang Kristus itu dan membagikannya. Terang Kristus, harus berjalan terus melintasi seluruh penjuru bumi. Dan itu mulai dari saya dan anda sendiri.<\/p>\n<p>Terang Kristus pasti mengusik dan mengganggu mereka yang acuh tak acuh menjalankan agama mereka. Dia mengusik para \u201cFarisi\u201d yang di luar nampak mulus, sementara di dalam \u201cpenuh dengan tulang-tulang orang mati.\u201d Dia menghadapi kehidupan dan tindakan orang-orang yang setengah hati, yang tidak bersemangat. Dan Dia akan terus berusaha untuk memulihkan keteraturan dari kekacauan kesalehan palsu, kemunafikan, prasangka, ketidakadilan, dan ketidakpedulian yang membanjiri tanah ciptaan-Nya.<\/p>\n<p>Dan upaya-Nya yang terus-menerus untuk membawa terang ke dunia hanya akan terwujud melalui kita semua. Sambutlah sang Terang di hati kita masing-masing. Terima tugas untuk membawa Terang itu ke manapun kita pergi. Hanya ketika kita semua menerima dan melaksanakan tugas itu, dunia kita akan mengenal damai dan cinta untuk semua.<\/p>\n<p>Mari, sebarkan Terang! Dialah \u201ccahaya kemuliaan Allah dan gambar wujud Allah\u201d sendiri (Ibr 1: 3).<\/p>\n<p>Selamat Natal untuk kita semua. Semoga Terang Kristus bersinar sepanjang Tahun Baru kita! \u24bf\u24c1\u24ca! &#x2764;&#xfe0f;<br \/>\n&#x2764;\ufe0e.<\/p>\n<blockquote class=\"wp-embedded-content\" data-secret=\"GeWA5DnSH7\"><p><a href=\"https:\/\/sacerdos2000.com\/terang-sesungguhnya-sedang-datang\/\">Terang Sesungguhnya Sedang Datang<\/a><\/p><\/blockquote>\n<p><iframe loading=\"lazy\" class=\"wp-embedded-content\" sandbox=\"allow-scripts\" security=\"restricted\" style=\"position: absolute; visibility: hidden;\" title=\"&#8220;Terang Sesungguhnya Sedang Datang&#8221; &#8212; Sacerdos2000\" src=\"https:\/\/sacerdos2000.com\/terang-sesungguhnya-sedang-datang\/embed\/#?secret=W3aPjvEI1B#?secret=GeWA5DnSH7\" data-secret=\"GeWA5DnSH7\" width=\"500\" height=\"282\" frameborder=\"0\" marginwidth=\"0\" marginheight=\"0\" scrolling=\"no\"><\/iframe><\/p>\n<p>RP Joni Astanto MSC<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sabda Kehidupan Kamis 25 Desember 2025 Hari Raya Natal Yohanes 1:14 (Yoh 1:1-18) Firman itu telah menjadi manusia, dan diam di antara kita, dan kita telah melihat kemuliaan-Nya, yaitu kemuliaan yang diberikan kepada-Nya sebagai&#46;&#46;&#46;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":66662,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1,20],"tags":[],"class_list":["post-90253","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-bacaan-harian","category-renungan-text"],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/katolikindonesia.org\/wp-content\/uploads\/2024\/12\/ardas-2025.png","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/90253","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=90253"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/90253\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":90254,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/90253\/revisions\/90254"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/66662"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=90253"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=90253"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=90253"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}