{"id":90039,"date":"2025-12-20T10:36:07","date_gmt":"2025-12-20T03:36:07","guid":{"rendered":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=90039"},"modified":"2025-12-20T10:36:07","modified_gmt":"2025-12-20T03:36:07","slug":"sabtu-20-desember-2025-5","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=90039","title":{"rendered":"Sabtu, 20 Desember 2025"},"content":{"rendered":"<p>Sabda Kehidupan<br \/>\nSabtu 20 Desember 2025<br \/>\nLukas 1:38 (Luk 1:26-38)<br \/>\nKata Maria: &#8220;Sesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan; jadilah padaku menurut perkataanmu itu.&#8221;<\/p>\n<p>Berserah Selalu Pada Kehendak Tuhan<\/p>\n<p>Sungguh bukan hal yang mudah bagi Maria memahami rencana Allah yang agung mulia namun tak terselami oleh akal budi manusia. Oleh Malaikat Gabriel disampaikan kepada Maria bahwa ia dipilih Allah untuk menjadi Bunda Yesus, Putra Allah. Tapi bagaimana mungkin hal itu terjadi karena ia belum bersuami? Jawab malaikat Gabriel, &#8220;Roh Kudus akan turun atasmu dan kuasa Allah Yang Mahatinggi akan menaungi engkau; sebab itu anak yang akan kaulahirkan itu akan disebut kudus, Anak Allah. Sebab bagi Allah tidak ada yang mustahil.&#8221; (Luk 1:35,37).<br \/>\nMaria menanggapi rancangan Allah yang tak terselami ini dengan berserah sepenuhnya pada kehendak Allah. Maka dengan rendah hati Maria berserah diri, \u201cSesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan; jadilah padaku menurut perkataanmu itu.&#8221;<\/p>\n<p>Kita semua menyadari bahwa tidaklah mudah mengikuti Yesus, menjalankan apa yang dikehendaki Allah. Bunda Maria menjadi model dan teladan bagi kita bagaimana mengikuti Yesus, yakni dengan berserah penuh pada kehendak Allah. Inilah yang dinamakan iman. Percaya penuh pada kehendak Allah.<br \/>\nKiranya sikap iman Maria dalam menanggapi rencana Allah dalam hidupnya, menjadi sikap iman kita. Ingatlah bahwa sikap iman yang sama ditunjukkan Yesus ketika Ia bermohon kepada Bapa di surga saat menghadapi derita salib. Di taman Getsemani, Yesus berdoa, \u201cYa BapaKu, jikalau Engkau mau, ambillah cawan ini daripadaKu. Tetapi bukanlah kehendakKu, melainkan kehendakMu-lah yang terjadi\u201d.<br \/>\nUngkapan iman yang sama Yesus ajarkan dalam doa Bapa Kami. \u201cJadilah kehendakMu di atas bumi seperti di dalam surga.\u201d<br \/>\nUngkapkanlah dalam setiap doa kita ungkapan iman ini sebagai tanda penyerahan diri kita sepenuhnya pada kehendak Allah.<br \/>\n\u201dBukanlah kehendakku, melainkan kehendakMu-lah yang terjadi\u201d<\/p>\n<p>Selamat berakhir pekan. Biarlah kehendak Allah yang selalu terjadi.&#x2764;&#xfe0f;<br \/>\nPs Revi Tanod Pr<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Kalender Liturgi 20 Des 2025<br \/>\nSabtu Masa Adven<br \/>\nWarna Liturgi: Ungu<br \/>\nBacaan Injil: Luk 1:26-38<br \/>\n***********<\/p>\n<p>Bacaan Injil<br \/>\nLuk 1:26-38<br \/>\nEngkau akan mengandung dan melahirkan seorang anak laki-laki.<\/p>\n<p>Inilah Injil Suci menurut Lukas:<\/p>\n<p>Dalam bulan yang keenam<br \/>\nAllah mengutus malaikat Gabriel ke sebuah kota di Galilea,<br \/>\nbernama Nazaret,<br \/>\nkepada seorang perawan yang bertunangan<br \/>\ndengan seorang bernama Yusuf, dari keluarga Daud;<br \/>\nnama perawan itu Maria.<\/p>\n<p>Ketika masuk ke rumah Maria, malaikat itu berkata,<br \/>\n&#8220;Salam, hai engkau yang dikaruniai,<br \/>\nTuhan menyertai engkau.&#8221;<br \/>\nMaria terkejut mendengar perkataan itu,<br \/>\nlalu bertanya di dalam hati, apakah arti salam itu.<br \/>\nKata malaikat itu kepadanya,<br \/>\n&#8220;Jangan takut, hai Maria,<br \/>\nsebab engkau beroleh kasih karunia di hadapan Allah.<br \/>\nSesungguhnya engkau akan mengandung<br \/>\ndan melahirkan seorang anak laki-laki,<br \/>\ndan hendaklah engkau menamai Dia Yesus.<br \/>\nIa akan menjadi besar dan disebut Anak Allah Yang Mahatinggi.<br \/>\nDan Tuhan Allah akan mengaruniakan kepada-Nya takhta Daud,<br \/>\nbapa leluhur-Nya.<br \/>\nIa akan menjadi raja atas kaum keturunan Yakub<br \/>\nsampai selama-lamanya,<br \/>\ndan Kerajaan-Nya tidak akan berkesudahan.&#8221;<br \/>\nKata Maria kepada malaikat itu,<br \/>\n&#8220;Bagaimana hal itu mungkin terjadi, karena aku belum bersuami?&#8221;<br \/>\nJawab malaikat itu kepadanya,<br \/>\n&#8220;Roh Kudus akan turun atasmu,<br \/>\ndan kuasa Allah Yang Mahatinggi akan menaungi engkau;<br \/>\nsebab itu anak yang akan kaulahirkan itu<br \/>\nakan disebut kudus, Anak Allah.<br \/>\nDan sesungguhnya, Elisabet sanakmu itu,<br \/>\nia pun sedang mengandung seorang anak laki-laki pada hari tuanya,<br \/>\ndan inilah bulan yang keenam bagi dia yang disebut mandul itu.<br \/>\nSebab bagi Allah tidak ada yang mustahil.&#8221;<br \/>\nMaka kata Maria,<br \/>\n&#8220;Sesungguhnya aku ini hamba Tuhan;<br \/>\nterjadilah padaku menurut perkataanmu itu.&#8221;<br \/>\nLalu malaikat itu meninggalkan Maria.<\/p>\n<p>Demikianlah sabda Tuhan.<br \/>\n************<\/p>\n<p>  \u210d  <\/p>\n<p>\u201cJangan takut, hai Maria, sebab engkau beroleh kasih karunia di hadapan Allah. Sesungguhnya engkau akan mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki dan hendaklah engkau menamai Dia Yesus. Ia akan menjadi besar dan akan disebut Anak Allah Yang Mahatinggi. Dan Tuhan Allah akan mengaruniakan kepada-Nya takhta Daud, bapa leluhur-Nya, dan Ia akan menjadi raja atas kaum keturunan Yakub sampai selama-lamanya dan Kerajaan-Nya tidak akan berkesudahan.&#8221; (Luk 1: 30 \u2013 32)<\/p>\n<p>Injil hari ini mengisahkan kepada kita kabar Malaikat kepada Maria, menerangkan bagaimana Allah menepati janji-Nya kepada Daud melalui Nabi Nathan, bahwa keturunan Daud akan memerintah selama-lamanya sebagai Juruselamat dunia. Salam Malaikat Gabriel kepada Maria: \u201cSalam, hai engkau yang dikaruniai, Tuhan menyertai engkau,\u201d mengingatkan kita akan Sabda Allah kepada Musa (Kel 3: 12), dan salam malaikat kepada Gideon (Hak 6: 12). Maria disebut \u201cyang dikaruniai\u201d atau \u201cpenuh rahmat\u201d. Ia dipenuhi pernaungan dan anugerah. Ia akan menjadi Tabut Perjanjian, kemah dan bait Allah. Allah akan ada dalam dirinya, secara harafiah dan secara fisik, dan dengan demikian ia akan menjadi Rumah Allah yang lebih agung, yang dijanjikan kepada Daud.<\/p>\n<p>Pertanyaan Maria, &#8220;Bagaimana hal itu mungkin terjadi, karena aku belum bersuami?&#8221; tentu adalah sebuah pertanyaan yang wajar. Akan tetapi Malaikat Gabriel mengingatkannya, \u201cbagi Allah tak ada yang mustahil,\u201d sebab Allah yang mahatinggi menaunginya dan Roh Kudus akan turun atasnya. Narasi Lukas ini menunjukkan bahwa Bayi yang dikandungnya bukan hanya disebut sebagai Anak Daud tetapi akan disebut \u201cAnak Allah.\u201d \u201cIa akan menjadi besar dan akan disebut Anak Allah Yang Mahatinggi. Dan Tuhan Allah akan mengaruniakan kepada-Nya takhta Daud, bapa leluhur-Nya.\u201d Yang diperlukan dari Maria adalah jawaban iman. Ia menerima untuk melaksanakan apa yang disampaikan oleh Malaikat Gabriel.<\/p>\n<p>Sahabat-sahabat, marilah kita menjadi sarana yang rendah hati di tangan Allah, mempercayakan diri pada kuasa dan kebaikan-Nya. St. Agustinus pernah mengingatkan bahwa Allah yang menciptakan kita tanpa persetujuan kita, sebenarnya dapat menyelamatkan kita tanpa persetujuan kita, meskipun karena kebebasan kita, kita dapat salah mengambil keputusan menjauh dari-Nya. Walau demikian, Ia tak pernah berhenti menyelamatkan kita. Maka, marilah kita bekerjasama dalam memenuhi rencana keselamatan Allah bersama Maria dalam iman dan kerendahan hati.<\/p>\n<p>Seperti Maria mengandung Yesus, membawa Sang Juruselamat bagi kita, menjadi tugas kita juga untuk \u201cmengandung\u201d dan membawa Yesus ke manapun kita pergi, ke dalam hidup sesama di sekitar kita dengan kasih, kerahiman, pengampunan dan pelayanan. \u201cBiarlah jiwa Maria ada di dalam diri kita masing-masing untuk memuliakan Tuhan. Biarlah semangat Maria ada dalam diri kita masing-masing untuk bergembira di dalam Kristus.\u201d kata St. Ambrosius.<\/p>\n<p>Tuhan, tolonglah aku untuk menjalani hidup penuh kasih karunia seperti yang dilakukan Maria dengan percaya kepada janji-janji-Mu dan tanpa syarat menjawab &#8220;ya&#8221; atas kehendak dan rencana-Mu untuk hidupku. Amin.<\/p>\n<p>Selamat berakhir pekan. Mari kita bawa Yesus di manapun kita berada. \u24bf\u24c1\u24ca! &#x2764;&#xfe0f;<br \/>\n&#x2764;\ufe0e.<\/p>\n<blockquote class=\"wp-embedded-content\" data-secret=\"qruZXioLfw\"><p><a href=\"https:\/\/sacerdos2000.com\/mengandung-yesus\/\">Mengandung Yesus<\/a><\/p><\/blockquote>\n<p><iframe loading=\"lazy\" class=\"wp-embedded-content\" sandbox=\"allow-scripts\" security=\"restricted\" style=\"position: absolute; visibility: hidden;\" title=\"&#8220;Mengandung Yesus&#8221; &#8212; Sacerdos2000\" src=\"https:\/\/sacerdos2000.com\/mengandung-yesus\/embed\/#?secret=KpuQEj7x6F#?secret=qruZXioLfw\" data-secret=\"qruZXioLfw\" width=\"500\" height=\"282\" frameborder=\"0\" marginwidth=\"0\" marginheight=\"0\" scrolling=\"no\"><\/iframe><\/p>\n<p>RP Joni Astanto MSC<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sabda Kehidupan Sabtu 20 Desember 2025 Lukas 1:38 (Luk 1:26-38) Kata Maria: &#8220;Sesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan; jadilah padaku menurut perkataanmu itu.&#8221; Berserah Selalu Pada Kehendak Tuhan Sungguh bukan hal yang mudah bagi&#46;&#46;&#46;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":66662,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1,20],"tags":[],"class_list":["post-90039","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-bacaan-harian","category-renungan-text"],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/katolikindonesia.org\/wp-content\/uploads\/2024\/12\/ardas-2025.png","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/90039","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=90039"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/90039\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":90040,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/90039\/revisions\/90040"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/66662"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=90039"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=90039"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=90039"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}