{"id":89733,"date":"2025-12-14T10:04:38","date_gmt":"2025-12-14T03:04:38","guid":{"rendered":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=89733"},"modified":"2025-12-14T10:04:38","modified_gmt":"2025-12-14T03:04:38","slug":"minggu-14-desember-2025-4","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=89733","title":{"rendered":"Minggu, 14 Desember 2025"},"content":{"rendered":"<p>Sabda Kehidupan<br \/>\nMinggu 14 Desember 2025<br \/>\nHari Minggu Advent III<br \/>\nHari Minggu Gaudete<br \/>\nMatius 11:4-5 (Mat 11:2-11)<br \/>\nYesus menjawab mereka: &#8220;Pergilah dan katakanlah kepada Yohanes apa yang kamu dengar dan kamu lihat: orang buta melihat, orang lumpuh berjalan, orang kusta menjadi tahir, orang tuli mendengar, orang mati dibangkitkan dan kepada orang miskin diberitakan kabar baik.&#8221;<\/p>\n<p>Gaudete! Mari Bersukacita! Tuhan Sudah Dekat<\/p>\n<p>Hari ini kita sudah berada pada Minggu ke 3 Masa Adven. Gereja mengajak kita untuk bersukacita! Tuhan sudah semakin dekat! Tinggal seminggu lagi kira merayakan Natal kelahiran Yesus.<br \/>\nDikisahkan dalam Injil hari ini bahwa Yohanes dari dalam penjara, menyuruh murid-muridnya bertanya kepada Yesus apakah Dia-lah Mesias yang dinantikan atau masih menunggu yang lain? Bukan karena Yohanes tidak tahu, tapi karena dia tak sempat melihat karya Yesus karena ia sudah ditangkap dan dipenjarakan oleh Raja Herodes.<\/p>\n<p>Ketika mendengar jawaban Yesus: orang buta melihat, orang lumpuh berjalan, orang kusta menjadi tahir, orang tuli mendengar, orang mati dibangkitkan dan kepada orang miskin diberitakan kabar baik, Yohanes sungguh bersukacita karena tahulah Yohanes bahwa jaman Mesianis telah tiba.<br \/>\nNubuat nabi Yesaya mengenai karya Sang Mesias telah terpenuhi. Bagi Yohanes itulah saat penuh sukacita karena perutusannya sebagai nabi yang diutus Allah untuk mendahului Mesias telah terpenuhi.<br \/>\nYohanes tak pernah menyesali kematiannya sebagai martir di tangan Herodes. Segala sesuatu telah dikerjakannya dengan tuntas. Baginya telah tersedia mahkota kemuliaan di surga.<\/p>\n<p>Kita-pun ikut bersukacita karena kedatangan Yesus semakin dekat. Dia yang adalah Mesias, Penebus dan Penyelamat kita, sekaligus sahabat kita yang paling dekat, segera akan tiba.<br \/>\nKedatangan Yesus akan memulihkan segala sesuatu. Mata kita yang buta akan semakin jelas melihat kebaikan-kebaikan Tuhan. Kita akan dikuatkan dari kelumpuhan kita karena terbelenggu oleh dosa. Kita akan mendengar kata-kata kasih dan peneguhan, ganti penghinaan dan caci maki. Luka batin kita disembuhkan Yesus karena pengampunanNya.<br \/>\nSemangat hidup kita yang telah padam, dinyalakannya, kita bangkit lagi dengan semangat hidup yang baru, karena Allah menjadi Imanuel.<br \/>\nMari kita bersukacita dan dengan penuh semangat dan gairah mempersiapkan apa yang terbaik bagi Yesus, semua yang menyenangkan hatiNya. Mari kita rindukan Tuhan dengan gembira. Maranatha, Tuhan Yesus datanglah!<\/p>\n<p>Selamat Hari Minggu Adven ke tiga. Gaudete, bersukacitalah dalam Tuhan!&#x2764;&#xfe0f;<br \/>\nPs Revi Tanod Pr<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Kalender Liturgi 14 Des 2025<br \/>\nMinggu Masa Adven III<br \/>\nWarna Liturgi: Ungu<br \/>\nBait Pengantar Injil: Yes 61:1<br \/>\nBacaan Injil: Mat 11:2-11<br \/>\n************<\/p>\n<p>Bait Pengantar Injil<br \/>\nYes 61:1<br \/>\nRoh Tuhan Allah ada padaku.<br \/>\nIa telah mengutus aku untuk menyampaikan kabar baik<br \/>\nkepada orang-orang sengsara.<\/p>\n<p>Bacaan Injil<br \/>\nMat 11:2-11<br \/>\nEngkaukah yang akan datang itu<br \/>\natau haruskah kami menantikan orang lain?<\/p>\n<p>Inilah Injil Suci menurut Matius:<\/p>\n<p>Sekali peristiwa<br \/>\nYohanes Pembaptis yang berada di penjara<br \/>\nmendengar tentang pekerjaan Kristus.<br \/>\nLalu ia menyuruh murid-muridnya bertanya kepada Yesus,<br \/>\n&#8220;Engkaukah yang akan datang itu<br \/>\natau haruskah kami menantikan orang lain?&#8221;<br \/>\nYesus menjawab mereka,<br \/>\n&#8220;Pergilah dan katakanlah kepada Yohanes<br \/>\napa yang kamu dengar dan kamu lihat:<br \/>\nOrang buta melihat,<br \/>\norang lumpuh berjalan,<br \/>\norang kusta menjadi tahir,<br \/>\norang tuli mendengar,<br \/>\norang mati dibangkitkan<br \/>\ndan kepada orang miskin diberitakan kabar baik.<br \/>\nBerbahagialah orang yang tidak sangsi dan tidak menolak Aku.&#8221;<\/p>\n<p>Setelah murid-murid Yohanes pergi,<br \/>\nmulailah Yesus berbicara kepada orang banyak tentang Yohanes,<br \/>\n&#8220;Untuk apakah kamu pergi ke padang gurun?<br \/>\nMelihat buluh yang digoyangkan angin kian ke mari?<br \/>\nAtau untuk apakah kamu pergi?<br \/>\nMelihat orang yang berpakaian halus?<br \/>\nOrang yang berpakaian halus itu tempatnya di istana raja.<br \/>\nJadi untuk apakah kamu pergi?<br \/>\nMelihat nabi?<br \/>\nBenar, dan Aku berkata kepadamu,<br \/>\nbahkan lebih dari pada nabi.<br \/>\nKarena tentang dia ada tertulis:<br \/>\nLihatlah, Aku menyuruh utusan-Ku mendahului Engkau!<br \/>\nia akan mempersiapkan jalan di hadapan-Mu.<\/p>\n<p>Aku berkata kepadamu:<br \/>\nCamkanlah,<br \/>\ndi antara mereka yang dilahirkan oleh perempuan<br \/>\ntidak pernah tampil seorang yang lebih besar<br \/>\ndari pada Yohanes Pembaptis.<br \/>\nNamun demikian,<br \/>\nyang terkecil dalam Kerajaan Surga lebih besar daripada Yohanes.&#8221;<\/p>\n<p>Demikianlah sabda Tuhan.<br \/>\n************<\/p>\n<p>  \u210d <\/p>\n<p>\u201dPergilah dan katakanlah kepada Yohanes apa yang kamu dengar dan kamu lihat: orang buta melihat, orang lumpuh berjalan, orang kusta menjadi tahir, orang tuli mendengar, orang mati dibangkitkan dan kepada orang miskin diberitakan kabar baik.\u201d [Mat 11: 4 \u2013 5].<\/p>\n<p>Hari ini adalah Minggu Advent III yang biasa disebut \u201cMinggu Gaudete\u201d. Gaudete berarti \u201cbersukacitalah\u201d \u201cbergembiralah\u201d. Seperti yang diserukan dalam antifon pembukaan: \u201cBersukacitalah senantiasa dalam Tuhan, sekali lagi kukatakan: Bersukacitalah! Sebab Tuhan sudah dekat!\u201d<\/p>\n<p>Apa alasan kita bersukacita? Kita bersukacita karena masa Adven sudah kita jalani lebih dari setengahnya. Kita bersukacita karena Natal semakin dekat. Namun mari kita tempatkan Yesus pada tempatnya. Banyak dari kita bersukacita karena perayaan kedatangan-Nya sudah dekat, namun kita lupakan DIA yang kita rayakan kedatangannya. Kita berpikir tentang hadiah-hadiah Natal, tetapi lupa hadiah terbesar yang akan kita terima: kelahiran Anak Allah sendiri. Hadiah yang tidak diikat dengan pita, tidak dibungkus dengan kertas kado dan tidak dapat dibeli dengan kartu kredit atau uang. Faktanya, harga yang dibayarkan-Nya terlalu tinggi untuk diukur dengan uang.<\/p>\n<p>Sukacita karena kedatangan Tuhan itu nyata. Namun tanda kedantangan-Nya juga harus diusahakan. Dalam bacaan Injil ditampilkan keraguan Yohanes Pembaptis yang sebelumnya telah memulai pewartaannya dengan penuh semangat. Menunjuk kepada sepupunya, ia menyatakan kepada murid-muridnya bahwa Yesus memang adalah Anak Domba Allah. Seiring berjalannya waktu, Yohanes mulai ragu. Metode Yesus tampaknya sangat berbeda dengan caranya sendiri. Yohanes berkotbah penuh dengan api dan amarah; Yesus sepertinya memiliki hati yang lembut. Yohanes ingin menebang pohon-pohon yang tidak berbuah; Yesus memberi mereka kesempatan lagi. Apakah Dia benar-benar Mesias yang dinantikan? Sebagai jawaban, Yesus mengajak Yohanes untuk melihat buah-buah pelayanan-Nya: orang buta melihat, orang lumpuh berjalan, orang kusta menjadi tahir, orang tuli mendengar, orang mati dibangkitkan! Tanda pasti Kerajaan Allah adalah sukacita yang berlimpah dan kesembuhan yang dibawanya. Apa yang dilakukan oleh Yesus menjadi perwujudan dari nubuat Yesaya seperti kita dengar dalam bacaan pertama. Allah sendiri datang menyelamatkan. \u201cPada waktu itu mata orang-orang buta akan dicelikkan, dan telinga orang-orang tuli akan dibuka. Pada waktu itu orang lumpuh akan melompat seperti rusa, dan mulut orang bisu akan bersorak-sorai; sebab mata air memancar di padang gurun, dan sungai di padang belantara,\u201d (Yes 35: 4 \u2013 6).<\/p>\n<p>Yesus sendiri memerintahkan: \u201cPergilah dan katakanlah apa yang kamu dengar dan kamu lihat.\u201d Perintah Yesus bukan hanya kepada murid-murid Yohanes, tetapi jug kepada kita semua. Kita semua diutus untuk menjadi saksi sukacita kedatangan-Nya. Bukan hanya diutus untuk mewartakan, tetapi juga menjadi tanda dan sarana sukacita kedatangan-Nya.<\/p>\n<p>Tuhan, jadikanlah aku saluran sukacita, kesembuhan, dan kehidupan-Mu bagi orang lain. Amin.<\/p>\n<p>Selamat Hari Minggu Sukacita! Jadilah saluran sukacita! \u24bf\u24c1\u24ca! &#x2764;&#xfe0f;<br \/>\n&#x2764;\ufe0e.<\/p>\n<blockquote class=\"wp-embedded-content\" data-secret=\"gyFrIaySGr\"><p><a href=\"https:\/\/sacerdos2000.com\/jadilah-saluran-sukacita\/\">Jadilah Saluran Sukacita<\/a><\/p><\/blockquote>\n<p><iframe loading=\"lazy\" class=\"wp-embedded-content\" sandbox=\"allow-scripts\" security=\"restricted\" style=\"position: absolute; visibility: hidden;\" title=\"&#8220;Jadilah Saluran Sukacita&#8221; &#8212; Sacerdos2000\" src=\"https:\/\/sacerdos2000.com\/jadilah-saluran-sukacita\/embed\/#?secret=FjzbIl5IHI#?secret=gyFrIaySGr\" data-secret=\"gyFrIaySGr\" width=\"500\" height=\"282\" frameborder=\"0\" marginwidth=\"0\" marginheight=\"0\" scrolling=\"no\"><\/iframe><\/p>\n<p>RP Joni Astanto MSC<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sabda Kehidupan Minggu 14 Desember 2025 Hari Minggu Advent III Hari Minggu Gaudete Matius 11:4-5 (Mat 11:2-11) Yesus menjawab mereka: &#8220;Pergilah dan katakanlah kepada Yohanes apa yang kamu dengar dan kamu lihat: orang buta&#46;&#46;&#46;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":66662,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1,20],"tags":[],"class_list":["post-89733","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-bacaan-harian","category-renungan-text"],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/katolikindonesia.org\/wp-content\/uploads\/2024\/12\/ardas-2025.png","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/89733","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=89733"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/89733\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":89734,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/89733\/revisions\/89734"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/66662"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=89733"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=89733"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=89733"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}