{"id":89719,"date":"2025-12-13T16:45:05","date_gmt":"2025-12-13T09:45:05","guid":{"rendered":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=89719"},"modified":"2025-12-14T10:12:18","modified_gmt":"2025-12-14T03:12:18","slug":"sabtu-13-desember-2025-5","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=89719","title":{"rendered":"Sabtu, 13 Desember 2025"},"content":{"rendered":"<p>Sabda Kehidupan<br \/>\nSabtu 13 Desember 2025<br \/>\nPeringatan St Lusia<br \/>\nMatius 17:12 (Mat 17:10-13)<br \/>\n\u201dAku berkata kepadamu: Elia sudah datang, tetapi orang tidak mengenal dia, dan memperlakukannya menurut kehendak mereka. Demikian juga Anak Manusia akan menderita oleh mereka.&#8221;<\/p>\n<p>Harapan Yang Keliru<\/p>\n<p>Nubuat datangnya Mesias, Raja Damai, sudah diwartakan sejak lama oleh para nabi. Akan tetapi ketika Mesias datang orang Israel justru tidak mengenaliNya.<br \/>\nHal itu terjadi karena gambaran dan harapan mereka mengenai Mesias ternyata keliru. Mereka mengharapkan seorang raja dengan pakaian kebesaran, tinggal di istana yang megah dengan singgasana yang mulia melebihi raja-raja dunia.<br \/>\nDemikian juga bayangan dan harapan mereka mengenai sosok nabi Elia yang diutus Allah mendahului Sang Mesias. Ia seharusnya seorang nabi besar yang sanggup melakukan pelbagai mujizat seperti halnya nabi Elia dengan segala kejayaannya di masa lalu.<br \/>\nBetapa sulitnya mereka mengenali Elia baru dalam diri Yohanes Pembaptis yang tampil begitu bersahaja bahkan tak kelihatan sebagai seorang nabi.<\/p>\n<p>Di masa kini, sosok Yohanes Pembaptis sudah kita kenal dengan baik. Semua pesan kenabiannya untuk mempersiapkan kedatangan Kristus dapat kita baca dengan jelas dan berulangkali dalam Alkitab.<br \/>\nNamun seruan pertobatannya masih kalah bersaing dengan hiruk pikuk persiapan Natal lahiriah. Tak ada perubahan sikap, hati tetap keras dan angkuh, Tuhan tetap jauh dari pertimbangan keputusan kita.<br \/>\nDemikian juga halnya dengan harapan kita akan Sang Mesias. Yesus sudah sangat kita kenal, sebagaimana yang dilukiskan dalam Injil. Namun orang masih mengharapkan Mesias yang tinggal di istana dan yang memberikan kita kenyamanan hidup di istana raja dengan segala kemegahan duniawinya.<br \/>\nBanyak orang kecewa dan meninggalkan imannya akan Kristus dan tak lagi peduli dengan datangnya Tuhan, karena beriman tidak mendatangkan kemuliaan duniawi.<\/p>\n<p>Kiranya masa Adven ini masih menyisakan bagi kita kesempatan untuk persiapan batin, dan membaharui harapan kita yang sesungguhnya akan Tuhan yang tersalib untuk kita, serta menumbuhkan kerinduan dalam hati untuk lahirnya Sang Mesias dalam palungan hati kita.<br \/>\nMari kita siapkan tempat yang istimewa bagi Yesus dalam hati kita. Dia adalah segalanya bagi kita, bagi keluarga kita, bagi siapa saja.<\/p>\n<p>Selamat berakhir pekan. Maranatha, Tuhan datanglah di hati kami!&#x2764;&#xfe0f;<br \/>\nPs Revi Tanod Pr<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Kalender Liturgi 13 Des 2025<br \/>\nSabtu Masa Adven II<br \/>\nPW S. Lusia, Perawan dan Martir<br \/>\nWarna Liturgi: Merah<br \/>\nBait Pengantar Injil: Luk 3:4.6<br \/>\nBacaan Injil: Mat 17:10-13<br \/>\n************<\/p>\n<p>Bait Pengantar Injil<br \/>\nLuk 3:4.6<br \/>\nPersiapkanlah jalan untuk Tuhan,<br \/>\nluruskanlah jalan bagi-Nya,<br \/>\ndan semua orang akan melihat keselamatan yang dari Tuhan.<\/p>\n<p>Bacaan Injil<br \/>\nMat 17:10-13<br \/>\nElia sudah datang, tetapi orang tidak mengenal dia.<\/p>\n<p>Inilah Injil Suci menurut Matius:<\/p>\n<p>Ketika Yesus dan murid-murid-Nya turun dari gunung,<br \/>\npara murid bertanya kepada-Nya,<br \/>\n&#8220;Mengapa ahli-ahli Taurat berkata<br \/>\nbahwa Elia harus datang dahulu?&#8221;<br \/>\nYesus menjawab,<br \/>\n&#8220;Memang Elia akan datang dan memulihkan segala sesuatu.<br \/>\nDan Aku berkata kepadamu, Elia sudah datang,<br \/>\ntetapi orang tidak mengenal dia,<br \/>\ndan memperlakukannya menurut kehendak mereka.<br \/>\nDemikian pula Anak Manusia akan menderita oleh mereka.&#8221;<br \/>\nPada waktu itu mengertilah murid-murid Yesus<br \/>\nbahwa Ia berbicara tentang Yohanes Pembaptis.<\/p>\n<p>Demikianlah sabda Tuhan.<br \/>\n***********<\/p>\n<p>  \u210d&#x2618;&#xfe0f;<\/p>\n<p>Murid-murid bertanya kepada Yesus: &#8220;Kalau demikian mengapa ahli-ahli Taurat berkata bahwa Elia harus datang dahulu?&#8221; Jawab Yesus: &#8220;Memang Elia akan datang dan memulihkan segala sesuatu dan Aku berkata kepadamu: Elia sudah datang, tetapi orang tidak mengenal dia, dan memperlakukannya menurut kehendak mereka. Demikian juga Anak Manusia akan menderita oleh mereka.&#8221; Pada waktu itu mengertilah murid-murid Yesus bahwa Ia berbicara tentang Yohanes Pembaptis. (Mat 10: 11 \u2013 13)<\/p>\n<p>Perikop Injil hari ini menceriterakan peristiwa setelah Yesus berubah rupa di puncak gunung, ketika tiga murid Yesus\u2014Petrus, Yakobus, dan Yohanes\u2014menyaksikan kemuliaan Yesus sebagai Anak Allah yang mulia. Dalam pengalaman itu, mereka melihat Musa, yang mewakili Hukum, dan Elia, yang mewakili tradisi nabi, berbicara dengan Yesus dan dengan demikian secara jelas mendukung misi Yesus sebagai Mesias, termasuk apa yang telah Ia katakan kepada mereka tentang penderitaan-Nya, kematian-Nya, dan kebangkitan-Nya. Sebuah nubuat yang mengundang pertanyaan bagi mereka: jika Yesus adalah Mesias, mengapa Elia belum kembali seperti yang dinubuatkan?<\/p>\n<p>Saat turun dari gunung, para murid bertanya kepada Yesus, \u201cMengapa para ahli Taurat mengatakan bahwa Elia harus datang terlebih dahulu?\u201d Yesus menjawab, \u201cAku berkata kepadamu, Elia sudah datang, tetapi mereka tidak mengenalinya dan memperlakukannya sesuka hati mereka.\u201d Yesus sebenarnya tidak menjawab pertanyaan itu, tetapi menegaskan bahwa Elia akan datang lagi. Faktanya, kata Yesus, dia sudah datang tetapi tidak dikenali dan diperlakukan dengan buruk, sama seperti Yesus sendiri tidak akan dikenali dan ditolak. Para murid segera menyadari bahwa Yesus sedang berbicara tentang Yohanes Pembaptis.<\/p>\n<p>Peran Elia yang kembali adalah untuk menyiapkan jalan bagi kedatangan Mesias, dan itulah tepatnya yang dilakukan Yohanes Pembaptis. Bacaan Pertama dari Kitab Sirakh adalah pujian bagi Elia, tetapi banyak bagiannya dapat diterapkan pada Yohanes Pembaptis.<\/p>\n<p>Sekali lagi, mari kita melihat diri kita dalam peran Yohanes, berbagi tanggung jawab dengannya untuk mempersiapkan jalan bagi Yesus agar masuk ke dalam kehidupan sesama di sekitar kita. Kita adalah Elia dan juga Yohanes. Seperti Elia dan Yohanes, kita dipanggil untuk menerima tantangan untuk hidup sebagai agen pembaruan. Dan, seperti Yohanes kita pun mungkin akan menghadapi tantangan, penolakan, dan bahkan penderitaan. Namun kita percaya bahwa melalui penderitaan dan ketekunan, karya transformatif Allah dalam diri kita akan berbuah bagi Kerajaan-Nya.<\/p>\n<p>Tuhan, jadikan kami seperti Yohanes Pembaptis, mempersiapkan jalan bagi Yesus dalam kehidupan sesama. Semoga kami berani menjadi agen-agen pambaharu dalam komunitas dan masyarakat kami. Amin.<\/p>\n<p>Selamat berakhir pekan. Kita adalah Yohanes. \u24bf\u24c1\u24ca! &#x2764;&#xfe0f;<br \/>\n&#x2764;\ufe0e.<\/p>\n<blockquote class=\"wp-embedded-content\" data-secret=\"SjdXA8bO2N\"><p><a href=\"https:\/\/sacerdos2000.com\/kita-adalah-yohanes\/\">Kita Adalah Yohanes<\/a><\/p><\/blockquote>\n<p><iframe loading=\"lazy\" class=\"wp-embedded-content\" sandbox=\"allow-scripts\" security=\"restricted\" style=\"position: absolute; visibility: hidden;\" title=\"&#8220;Kita Adalah Yohanes&#8221; &#8212; Sacerdos2000\" src=\"https:\/\/sacerdos2000.com\/kita-adalah-yohanes\/embed\/#?secret=1sluZklfv4#?secret=SjdXA8bO2N\" data-secret=\"SjdXA8bO2N\" width=\"500\" height=\"282\" frameborder=\"0\" marginwidth=\"0\" marginheight=\"0\" scrolling=\"no\"><\/iframe><\/p>\n<p>RP Joni Astanto MSC<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sabda Kehidupan Sabtu 13 Desember 2025 Peringatan St Lusia Matius 17:12 (Mat 17:10-13) \u201dAku berkata kepadamu: Elia sudah datang, tetapi orang tidak mengenal dia, dan memperlakukannya menurut kehendak mereka. Demikian juga Anak Manusia akan&#46;&#46;&#46;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":66662,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1,20],"tags":[],"class_list":["post-89719","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-bacaan-harian","category-renungan-text"],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/katolikindonesia.org\/wp-content\/uploads\/2024\/12\/ardas-2025.png","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/89719","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=89719"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/89719\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":89739,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/89719\/revisions\/89739"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/66662"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=89719"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=89719"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=89719"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}