{"id":89435,"date":"2025-12-08T17:02:20","date_gmt":"2025-12-08T10:02:20","guid":{"rendered":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=89435"},"modified":"2025-12-08T17:02:20","modified_gmt":"2025-12-08T10:02:20","slug":"deklarasi-fundasi-pertapaan-ocso-santa-maria-bukit-belaban-ketapang","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=89435","title":{"rendered":"Deklarasi Fundasi Pertapaan OCSO Santa Maria Bukit Belaban &#8211; Ketapang"},"content":{"rendered":"<p>Deklarasi Fundasi Pertapaan OCSO Santa Maria Bukit Belaban &#8211; Ketapang<\/p>\n<p>Pada hari Rabu, 3 Desember 2025, Keuskupan Ketapang merayakan sebuah peristiwa sejarah: Deklarasi Fundasi Pertapaan Santa Maria Bukit Belaban, Penggadungan, yang dilaksanakan di dalam Perayaan Ekaristi kudus. Dalam suasana yang sarat syukur dan harapan, Mgr. Pius Riana Prapdi, Uskup Ketapang, memimpin perayaan ini sebagai tanda restu Gereja lokal atas kelahiran komunitas monastik baru di tanah Kalimantan Barat.<\/p>\n<p>Perayaan ini juga dihadiri oleh dua pemimpin Ordo Cisterciensis Strictioris Observantiae (OCSO): Dom Isaac Majoors OCSO dari Pertapaan Koningshoeven, Tilburg serta Dom Gonzaga Rudiyat OCSO, Abbas Pertapaan Santa Maria Rawaseneng. Dalam momen yang penuh makna ini, Deklarasi Fundasi dibacakan oleh Rm. Athanasius Subarjo OCSO (pemimpin tertunjuk) dan ditandatangani oleh Mgr. Pius Riana Prapdi, Dom Isaac Majoors, dan Dom Gonzaga Rudiyat bersama enam rahib awal di Ketapang :<br \/>\nRm. Athanasius Subarjo, Fr. Johan, Fr. Guillaume Gion, Fr. Placidus, Fr. Agustinus, dan Fr. Christian.<\/p>\n<p>Deklarasi fundasi bukan hanya sebuah upacara resmi, tetapi juga kelahiran sebuah rumah doa. Di Bukit Belaban inilah ritme \u201cOra et Labora\u201d akan mulai berdenyut: hidup dalam keheningan, memuji Allah dalam liturgi harian, bekerja dengan tangan sendiri, dan menyumbangkan doa bagi Gereja dan dunia. Kehadiran para rahib di tanah Kalimantan Barat menjadi tanda bahwa Roh Kudus terus menuntun Gereja untuk menumbuhkan oase rohani di tempat-tempat yang baru.<\/p>\n<p>Semoga Pertapaan Santa Maria Bukit Belaban menjadi tanah subur bagi benih-benih kontemplasi, persaudaraan, dan damai sejahtera. Kiranya Santa Maria, Bunda para Pertapa, mendampingi komunitas ini agar terus setia dalam doa, kerja, dan kasih, sehingga kehadirannya menjadi berkat bagi seluruh umat Keuskupan Ketapang dan bagi Gereja di Indonesia.<\/p>\n<p>Di tengah dunia yang serba cepat dan bising, kehadiran fundasi baru ini juga menjadi undangan istimewa bagi kaum muda untuk membuka hati pada kemungkinan panggilan membaktikan hidup bagi Tuhan dalam keheningan. Pertapaan Santa Maria Bukit Belaban menawarkan ruang di mana seorang muda dapat menemukan kembali dirinya, mendengar suara Tuhan tanpa hiruk pikuk, dan belajar mengasihi dalam kesetiaan sehari-hari. Semoga semakin banyak kaum muda yang berani bertanya dalam doa: \u201cTuhan, apakah Engkau memanggil aku untuk hidup bagi-Mu dalam keheningan ini?\u201d \u2014 sebab Gereja selalu membutuhkan hati-hati muda yang siap menyerahkan hidupnya bagi damai, doa, dan kasih Kristus.<\/p>\n<p>Amin.<\/p>\n<p>Sumber Pertapaan Rawaseneng<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Deklarasi Fundasi Pertapaan OCSO Santa Maria Bukit Belaban &#8211; Ketapang Pada hari Rabu, 3 Desember 2025, Keuskupan Ketapang merayakan sebuah peristiwa sejarah: Deklarasi Fundasi Pertapaan Santa Maria Bukit Belaban, Penggadungan, yang dilaksanakan di dalam&#46;&#46;&#46;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":28971,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"video","meta":{"footnotes":""},"categories":[6,27,26,28,2],"tags":[],"class_list":["post-89435","post","type-post","status-publish","format-video","has-post-thumbnail","hentry","category-berita-sekitar","category-ekonomi","category-pengembangan","category-sosial","category-tokoh","post_format-post-format-video"],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/katolikindonesia.org\/wp-content\/uploads\/2023\/02\/ki.jpg","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/89435","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=89435"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/89435\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":89436,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/89435\/revisions\/89436"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/28971"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=89435"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=89435"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=89435"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}