{"id":89398,"date":"2025-12-08T10:08:59","date_gmt":"2025-12-08T03:08:59","guid":{"rendered":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=89398"},"modified":"2025-12-08T10:08:59","modified_gmt":"2025-12-08T03:08:59","slug":"senin-08-desember-2025-5","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=89398","title":{"rendered":"Senin, 08 Desember 2025"},"content":{"rendered":"<p>Sabda Kehidupan<br \/>\nSenin 08 Desember 2025<br \/>\nHari Raya Santa Perawan Maria Dikandung Tanpa Dosa<br \/>\nLukas 1:31-32 (Luk 1:26-38)<br \/>\nSesungguhnya engkau akan mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki dan hendaklah engkau menamai Dia Yesus.Ia akan menjadi besar dan akan disebut Anak Allah Yang Mahatinggi. Dan Tuhan Allah akan mengaruniakan kepada-Nya takhta Daud, bapa leluhur-Nya.<\/p>\n<p>Hawa Baru Yang Luput Dari Dosa<\/p>\n<p>Sejak kejatuhan manusia pertama dalam dosa, Allah Bapa tidak ingin rencana keselamatanNya untuk semua manusia ciptaanNya gagal oleh kedosaan manusia.<br \/>\nOleh karena itu, Allah telah merancang karya penebusanNya bagi manusia dengan menjanjikan Hawa baru, yang akan melahirkan Sang Penebus Dosa.<br \/>\nDalam Kejadian 3:15, Allah berfirman kepada ular itu, \u201cAku akan mengadakan permusuhan antara engkau dan perempuan ini, antara keturunanmu dan keturunannya; keturunannya akan meremukkan kepalamu, dan engkau akan meremukkan tumitnya.\u201d<br \/>\nJanji Allah ini diteguhkan kembali oleh para Nabi yang menubuatkan bahwa Sang Penebus Dosa, Putra Allah sendiri, akan lahir dari seorang perawan (Yes 7:14). Sang perawan ini telah dipersiapkan Allah sejak awal ia dikandung, karena itu ia tak tersentuh oleh dosa asal karena kelak ia akan menjadi mempelai Roh Kudus, dan menjadi Ibunda Sang Penebus.<\/p>\n<p>Sikap iman Maria yang ia ungkapkan ketika Malaikat Gabriel menyampaikan kabar sukacita kelahiran Yesus yang akan dikandung Maria oleh kuasa Roh Kudus, menjadi bukti nyata, dia adalah Hawa Baru yang telah dipersiapkan Allah sejak kejatuhan manusia.<br \/>\nDengan seutuhnya berserah pada rancangan Allah yang tak terselami oleh akal budi manusia, Maria berkata, &#8220;Sesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan; jadilah padaku menurut perkataanmu itu.&#8221; (Luk 1:38).<br \/>\nMari kita meneladan sikap iman Bunda Maria untuk berserah penuh pada kehendak dan rancangan Allah bagi kita. Berkatalah selalu seperti Maria, \u201caku ini adalah hambaMu ya Tuhan, jadilah padaku menurut perkataanmu itu.\u201d<\/p>\n<p>\u201dDoakanlah kami ya Santa Bunda Allah, supaya kami dapat menikmati janji Kristus. Amin.\u201d<\/p>\n<p>Selamat Hari Raya, mari berserah selalu pada kehendak Tuhan&#x2764;&#xfe0f;<br \/>\nPs Revi Tanod Pr<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Kalender Liturgi 08 Des 2025<br \/>\nSenin Masa Adven II<br \/>\nWarna Liturgi: Putih<br \/>\nBait Pengantar Injil: Luk 1:28<br \/>\nBacaan Injil: Luk 1:26-38<br \/>\n************<\/p>\n<p>Bait Pengantar Injil<br \/>\nLuk 1:28<br \/>\nSalam, hai engkau yang dikaruniai,<br \/>\nTuhan menyertai engkau.<\/p>\n<p>Bacaan Injil<br \/>\nLuk 1:26-38<br \/>\nSalam, hai engkau yang dikaruniai,<br \/>\nTuhan menyertai engkau.<\/p>\n<p>Inilah Injil Suci menurut Lukas:<\/p>\n<p>Dalam bulan yang keenam<br \/>\nAllah mengutus malaikat Gabriel<br \/>\nke sebuah kota di Galilea, bernama Nazaret,<br \/>\nkepada seorang perawan yang bertunangan dengan seorang<br \/>\nbernama Yusuf dari keluarga Daud;<br \/>\nnama perawan itu Maria.<\/p>\n<p>Ketika masuk ke rumah Maria, malaikat itu berkata,<br \/>\n&#8220;Salam, hai engkau yang dikaruniai,<br \/>\nTuhan menyertai engkau.&#8221;<br \/>\nMaria terkejut mendengar perkataan itu,<br \/>\nlalu bertanya di dalam hatinya, apakah arti salam itu.<br \/>\nKata malaikat itu kepadanya,<br \/>\n&#8220;Jangan takut, hai Maria,<br \/>\nsebab engkau beroleh kasih karunia di hadapan Allah.<br \/>\nSesungguhnya engkau akan mengandung<br \/>\ndan akan melahirkan seorang anak laki-laki,<br \/>\ndan hendaklah engkau menamai Dia Yesus.<br \/>\nIa akan menjadi besar<br \/>\ndan akan disebut Anak Allah Yang Mahatinggi.<br \/>\nDan Tuhan Allah akan mengaruniakan kepada-Nya<br \/>\ntakhta Daud, bapa leluhur-Nya.<br \/>\nIa akan menjadi raja atas kaum keturunan Yakub<br \/>\nsampai selama-lamanya,<br \/>\ndan Kerajaan-Nya tidak akan berkesudahan.&#8221;<br \/>\nKata Maria kepada malaikat itu,<br \/>\n&#8220;Bagaimana hal itu mungkin terjadi,<br \/>\nkarena aku tidak bersuami?&#8221;<br \/>\nJawab malaikat itu kepadanya,<br \/>\n&#8220;Roh Kudus akan turun atasmu<br \/>\ndan kuasa Allah Yang Mahatinggi akan menaungi engkau;<br \/>\nsebab itu anak yang akan kaulahirkan itu<br \/>\nakan disebut kudus, Anak Allah.<br \/>\nDan sesungguhnya, Elisabet, sanakmu itu,<br \/>\nia pun sedang mengandung seorang anak laki-laki pada hari tuanya,<br \/>\ndan inilah bulan yang keenam bagi dia yang disebut mandul itu.<br \/>\nSebab bagi Allah tidak ada yang mustahil.&#8221;<br \/>\nMaka kata Maria,<br \/>\n&#8220;Sesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan;<br \/>\njadilah padaku menurut perkataanmu itu.&#8221;<br \/>\nLalu malaikat itu meninggalkan dia.<\/p>\n<p>Demikianlah sabda Tuhan.<br \/>\n************<\/p>\n<p>  \u210d <\/p>\n<p>\u201cSalam, hai engkau yang dikaruniai, Tuhan menyertai engkau,\u201d [Luk 1: 28]<\/p>\n<p>Kita rayakan hari ini Hari Raya St. Perawan Maria Dikandung Tanpa Dosa. Dalam Injil hari ini kita dengar Malaikat Gabriel memberi salam kepada Maria dan menyapanya sebagai \u201cyang dikaruniai&#8221;. Untuk menjadi ibu Sang Juruselamat, Maria diperlengkapi oleh Allah dengan karunia-karunia yang memampukannya untuk mengambil peran yang luar biasa ini. Ada tradisi di antara orang-orang Kristen, yang berasal dari gereja purba, untuk menghormati Maria sebagai perawan tak bercela yang mengandung Anak Allah di dalam rahimnya. Beberapa bapa gereja mula-mula mengaitkan ketaatan Maria dengan kasih karunia Allah yang luar biasa ini. &#8220;Menjadi taat dia menjadi sumber keselamatan bagi dirinya sendiri dan bagi seluruh umat manusia&#8230; Simpul ketidaktaatan Hawa dilepaskan oleh ketaatan Maria: apa yang diikat oleh Hawa dengan ketidakpercayaannya, dilepaskan oleh Maria karena imannya&#8221; (Adv. haeres 3.22.4, oleh Irenaeus, uskup Lyons, 130-200 M).<\/p>\n<p>Apa kunci yang dapat membuka kuasa dan anugerah kerajaan Allah dalam kehidupan pribadi kita? Yang pasti adalah Iman dan ketaatan! Ketika Adam dan Hawa tidak taat kepada Allah, mereka segera mengalami akibat dari tindakan mereka, yakni keterpisahan dari Allah yang mengasihi mereka. Namun, Allah dalam rahmat-Nya menjanjikan kepada mereka seorang Penebus yang akan menebus dosa mereka dan dosa dunia. Kita melihat penyingkapan yang luar biasa dari rencana penebusan Allah dalam peristiwa-peristiwa menjelang Inkarnasi, kelahiran Mesias. Jawaban &#8220;ya&#8221; dari Maria terhadap pesan ilahi adalah model iman bagi semua orang percaya. Maria percaya janji Tuhan bahkan ketika hal itu tampak mustahil. Dia penuh dengan kasih karunia karena dia percaya bahwa apa yang Tuhan katakan itu benar dan akan digenapi. Dia bersedia dan taat untuk melakukan kehendak Tuhan, meskipun itu tampak sulit dan mustahil.<\/p>\n<p>Orang mungkin bisa saja berargumen bahwa anugerah Dikandung Tak Bernoda yang dianugerahkan kepada Maria itu memungkinkan dia untuk menanggapi pesan ilahi itu dengan cara seperti itu. Namun, kenyataannya, kita tidak jauh berbeda: anugerah yang diberikan kepadanya pada saat konsepsi juga diberikan kepada kita pada saat baptisan kita. Anugerah yang sama dapat memberdayakan kita untuk mengatakan &#8220;ya&#8221; kepada kehendak Allah, kecuali jika kita memilih sebaliknya.<\/p>\n<p>Tuhan memberi kita rahmat untuk dapat mengatakan &#8220;ya&#8221; pada kehendak-Nya dan karya transformasi-Nya dalam hidup kita. Ia memberi kita rahmat dan mengharapkan kita untuk menanggapi dengan kehendak bebas, ketaatan, dan kepercayaan hati yang sama seperti yang dilakukan Maria. Ketika Tuhan memerintahkan, Ia juga memberikan rahmat, kekuatan, dan sarana untuk menanggapi. Kita bisa memilih untuk berserah pada kasih karunia-Nya atau menolak dan menempuh jalan kita sendiri. Percayakah anda pada janji-janji Allah? Apakah anda berserah pada kasih karunia-Nya?<\/p>\n<p>Setiap ibu tentu menghendaki agar anak-anaknya mewarisi kebaikannya. Demikian juga Ibunda Surgawi kita menginginkan kita semua anak-anaknya kudus, murni dan taat. Mari kita hormati dia dengan menghidupi keutamaan-keutamaan iman dan ketaatannya. Allah juga telah memperlengkapi kita dengan kasih karunia untuk melaksanakan perintah-Nya: mengasihi Dia dan sesama.<\/p>\n<p>Pada tanggal 8 Desember 1854, saat diumumkan Dogma St. Perawan Maria Dikandung Tanpa Dosa, P. Jules Chevalier dan P. \u00c9mile Maugenest menyelesaikan Novena kepada Maria Yang Dikandung Tanpa Dosa memohon tanda untuk mendirikan Kongregasi Para Misionaris yang akan menyebarkan Devosi kepada Hati Kudus Yesus. Setelah menyelesaikan novena itu, mereka menerima dukungan keuangan yang tak terduga dan mulai membeli properti di Issoudun, mengubah kebun anggur dan gudang yang rusak menjadi rumah komunitas dan kapel pertama mereka \u2013 kapel yang kelak menjadi Basilika Bunda Hati Kudus. Dari awal yang sederhana ini, di sebuah gudang yang direnovasi di sebuah pedesaan di Prancis, keluarga besar Misionaris Hati Kudus telah berkembang, dengan para imam, Bruder, Suster, dan anggota awam yang bekerja bersama menuju visi yang sama di seluruh dunia. Maka tanggal 8 Desember dirayakan juga sebagai Hari Ulang Tahun berdirinya Tarekat Misionaris Hati Kudus (MSC).<\/p>\n<p>Bapa Surgawi, Engkau mengaruniakan kepada kami rahmat, belas kasihan, dan pengampunan yang melimpah melalui Putra-Mu, Tuhan kami Yesus Kristus. Bantu kami untuk menjalani kehidupan yang penuh rahmat seperti Maria, dengan percaya pada janji-janji-Mu dan dengan menjawab &#8220;ya&#8221; tanpa syarat terhadap kehendak dan rencana-Mu. Amin.<\/p>\n<p>Selamat Hari Raya St. Perawan Maria Dikandung Tanpa Dosa. Selamat HUT MSC. \u24bf\u24c1\u24ca! &#x2764;&#xfe0f;<br \/>\n&#x2764;\ufe0e.<\/p>\n<blockquote class=\"wp-embedded-content\" data-secret=\"TrrlYRR5Ym\"><p><a href=\"https:\/\/sacerdos2000.com\/yang-dikaruniai\/\">Yang Dikaruniai<\/a><\/p><\/blockquote>\n<p><iframe loading=\"lazy\" class=\"wp-embedded-content\" sandbox=\"allow-scripts\" security=\"restricted\" style=\"position: absolute; visibility: hidden;\" title=\"&#8220;Yang Dikaruniai&#8221; &#8212; Sacerdos2000\" src=\"https:\/\/sacerdos2000.com\/yang-dikaruniai\/embed\/#?secret=vN2QoRyJ4T#?secret=TrrlYRR5Ym\" data-secret=\"TrrlYRR5Ym\" width=\"500\" height=\"282\" frameborder=\"0\" marginwidth=\"0\" marginheight=\"0\" scrolling=\"no\"><\/iframe><\/p>\n<p>RP Joni Astanto MSC<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sabda Kehidupan Senin 08 Desember 2025 Hari Raya Santa Perawan Maria Dikandung Tanpa Dosa Lukas 1:31-32 (Luk 1:26-38) Sesungguhnya engkau akan mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki dan hendaklah engkau menamai Dia Yesus.Ia&#46;&#46;&#46;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":66662,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1,20],"tags":[],"class_list":["post-89398","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-bacaan-harian","category-renungan-text"],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/katolikindonesia.org\/wp-content\/uploads\/2024\/12\/ardas-2025.png","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/89398","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=89398"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/89398\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":89399,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/89398\/revisions\/89399"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/66662"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=89398"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=89398"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=89398"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}