{"id":89313,"date":"2025-12-06T20:35:30","date_gmt":"2025-12-06T13:35:30","guid":{"rendered":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=89313"},"modified":"2025-12-06T20:35:30","modified_gmt":"2025-12-06T13:35:30","slug":"sabtu-06-desember-2025-5","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=89313","title":{"rendered":"Sabtu, 06 Desember 2025"},"content":{"rendered":"<p>Sabda Kehidupan<br \/>\nSabtu 06 Desember 2025<br \/>\nPeringatan St Nikolaus (Sinterklaas)<br \/>\nMatius 10:8b (Mat 9:35 &#8211; 10:1,6-8)<br \/>\n\u201dKamu telah memperolehnya dengan cuma-cuma, karena itu berikanlah pula dengan cuma-cuma.\u201d<\/p>\n<p>Sinterklaas: Berbagi Berkat Tuhan<\/p>\n<p>Istilah \u2018gratis\u2019 atau cuma-cuma, berasal dari bahasa Latin \u201cgratia\u201d yang artinya \u201crahmat, anugerah, berkat.\u201d<br \/>\nAnugerah terindah yang Tuhan berikan kepada kita dengan cuma-cuma adalah hidup kita. Itulah jiwa dan raga kita dengan semua talenta dan kapasitas yang luar biasa yang menyertai kehidupan kita.<br \/>\nTak berhenti sebatas hidup insani kodrati, Allah Bapa menganugerahkan kepada kita hidupNya sendiri, yakni Roh KudusNya atau Roh Kristus, untuk tinggal dalam diri kita. Maka jadilah kita bait kediaman Roh Kudus.<br \/>\nHidup kita yang insani menjadi hidup ilahi. Semuanya gratis dan melimpah!<\/p>\n<p>Puncak dari anugerah Allah yang terbesar yakni ketika kita diangkat menjadi putra putri Allah dalam Yesus dan dimahkotai dengan keutamaan ilahi, yakni iman-harap-kasih.<br \/>\nBukan main betapa melimpah kasih dan anugerah Tuhan bagi kita. Oleh karena itu, mari berikhlas hati, berbagi kasih, berbagi berkat Tuhan. Jadikanlah hati kita seperti hati Yesus yang selalu tergerak oleh belaskasihan. Bahagianya hidup saat menjadi \u201cgrace\u201d berkat Tuhan bagi sesama.<br \/>\nRasul Paulus berkata, \u201cSebab segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia: Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya!\u201d (Roma 11 : 36)<br \/>\nKita telah telah memperoleh anugerah hidup ilahi ini dengan cuma-cuma, karena itu bagikanlah berkat Tuhan ini dengan cuma-cuma.<\/p>\n<p>Selamat berakhir pekan. Teruslah melayani dan berbagi kasih sampai Tuhan datang.&#x2764;&#xfe0f;<br \/>\nPs Revi Tanod Pr<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Kalender Liturgi 06 Des 2025<br \/>\nSabtu Masa Adven I<br \/>\nPF S. Nikolaus, Uskup<br \/>\nWarna Liturgi: Ungu<br \/>\nBait Pengantar Injil: Yes 33:22<br \/>\nBacaan Injil: Mat 9:35-10:1.6-8<br \/>\n************<\/p>\n<p>Bait Pengantar Injil<br \/>\nYes 33:22<br \/>\nInilah raja kita, Tuhan semesta alam.<br \/>\nIa datang membebaskan umat-Nya.<\/p>\n<p>Bacaan Injil<br \/>\nMat 9:35-10:1.6-8<br \/>\nMelihat orang banyak itu tergerak hati Yesus oleh belas kasihan.<\/p>\n<p>Inilah Injil Suci menurut Matius:<\/p>\n<p>Sekali peristiwa<br \/>\nYesus berkeliling ke semua kota dan desa.<br \/>\nIa mengajar dalam rumah-rumah ibadat<br \/>\ndan mewartakan Injil Kerajaan Surga<br \/>\nserta melenyapkan segala penyakit dan kelemahan.<\/p>\n<p>Melihat orang banyak yang mengikuti-Nya,<br \/>\ntergeraklah hati Yesus oleh belas kasihan,<br \/>\nkarena mereka lelah dan terlantar<br \/>\nseperti domba yang tidak bergembala.<br \/>\nMaka Yesus berkata kepada murid-murid-Nya,<br \/>\n&#8220;Tuaian memang banyak, tetapi pekerjanya sedikit.<br \/>\nMaka mintalah kepada tuan yang empunya tuaian,<br \/>\nsupaya Ia mengirimkan pekerja-pekerja untuk tuaian itu.&#8221;<br \/>\nLalu Yesus memanggil kedua belas murid-Nya<br \/>\ndan memberi mereka kuasa untuk mengusir roh-roh jahat<br \/>\ndan untuk melenyapkan segala penyakit dan segala kelemahan.<\/p>\n<p>Yesus mengutus mereka dan berpesan,<br \/>\n&#8220;Pergilah kepada domba-domba yang hilang dari umat Israel!<br \/>\nPergilah dan wartakanlah: Kerajaan Surga sudah dekat.<br \/>\nSembuhkanlah orang sakit; bangkitkanlah orang mati;<br \/>\ntahirkanlah orang kusta; usirlah setan-setan.<br \/>\nKalian telah memperoleh dengan cuma-cuma,<br \/>\nmaka berikanlah pula dengan cuma-cuma.<\/p>\n<p>Demikianlah sabda Tuhan.<br \/>\n***********<\/p>\n<p>  \u210d <\/p>\n<p>\u201cKamu telah memperolehnya dengan cuma-cuma, karena itu berikanlah pula dengan cuma-cuma,\u201d (Mat 10:8).<\/p>\n<p>Apa jadinya jika Allah menagih kita untuk membayar semua berkat dan rahmat yang kita terima dari-Nya setiap hari? Seperti misalnya, matahari yang kita nikmati di siang hari, hujan, air, makanan, kehidupan kita, laut dan bahkan udara yang kita hirup. Tetapi ini bukanlah Allah yang kita kenal sejak awal dunia. Ini bukan Allah yang diberitakan Yesus kepada kita. Tetapi Allah yang kita kenal adalah Allah yang penuh kasih dan murah hati.<\/p>\n<p>Sifat Allah adalah memberi. Allah adalah Pemberi. Karena Dia adalah Pemberi, kita telah menerima semua yang kita miliki sekarang seperti: penciptaan, penebusan dan pengudusan. Namun, dalam menerima semua ini dari-Nya, kita dipanggil untuk masuk ke dalam logika ilahi untuk memberi juga. Dosa tidak lain adalah menerima dan tidak memberi. Marilah kita menjadi seorang pemberi sehingga Allah berada di dalam kita dan kita di dalam Allah. \u201cKita telah menerima dengan cuma-cuma, maka berikanlah dengan cuma-cuma.\u201d<\/p>\n<p>Yesus menugaskan murid-murid-Nya untuk meneruskan pekerjaan yang telah Ia mulai, yaitu untuk menyampaikan firman Allah tentang Kerajaan Allah dan membawa kuasa penyembuhan-Nya kepada mereka yang letih lesu dan tertindas. Apa yang telah mereka terima dari Yesus harus mereka sampaikan kepada orang lain tanpa mengharapkan imbalan. Mereka harus menunjukkan melalui sikap mereka bahwa kepentingan utama mereka adalah Tuhan dan bukan keuntungan materi. Perkataan Yesus masih tetap relevan hingga saat ini, Kerajaan Surga sudah dekat. Kita tidak dapat membeli surga; tetapi mereka yang mengenal cinta dan belas kasih Yesus telah memiliki surga di dalam hati mereka.<\/p>\n<p>Pada akhirnya, Katekismus Gereja Katolik mengajarkan kepada kita: \u201cMurid Kristus tidak hanya harus memelihara iman dan menghidupinya, tetapi juga mengakuinya, dengan penuh keyakinan memberikan kesaksian dan menyebarkannya\u201d (KGK no. 1816). Iman adalah sebuah anugerah yang cuma-cuma dari Allah, dan dimaksudkan untuk dibagikan dan dilipatgandakan. Begitu banyak jiwa yang mencari tetapi masih belum menemukan Kristus. Mengapa? Itu karena mereka perlu melihat iman itu dihidupi. Kita dipanggil untuk menjadi saksi-saksi iman yang hidup.<\/p>\n<p>Tuhan, melalui baptisan, Engkau memanggilku untuk menjadi murid-Mu. Ingatkanlah aku, Tuhan, dan mampukanlah aku hidup sebagai murid-Mu yang sejati, dengan berbagi apa yang telah kuterima dari-Mu. Amin.<\/p>\n<p>Selamat berakhir pekan. Terima dengan cuma-cuma. Berikan dengan cuma-cuma! \u24bf\u24c1\u24ca! &#x2764;&#xfe0f;<br \/>\n&#x2764;\ufe0e.<\/p>\n<blockquote class=\"wp-embedded-content\" data-secret=\"chIwVFtI0B\"><p><a href=\"https:\/\/sacerdos2000.com\/terima-cuma-cuma-bagikan-cuma-cuma\/\">Terima Cuma-Cuma, Bagikan Cuma-Cuma<\/a><\/p><\/blockquote>\n<p><iframe loading=\"lazy\" class=\"wp-embedded-content\" sandbox=\"allow-scripts\" security=\"restricted\" style=\"position: absolute; visibility: hidden;\" title=\"&#8220;Terima Cuma-Cuma, Bagikan Cuma-Cuma&#8221; &#8212; Sacerdos2000\" src=\"https:\/\/sacerdos2000.com\/terima-cuma-cuma-bagikan-cuma-cuma\/embed\/#?secret=qZrwRLMB95#?secret=chIwVFtI0B\" data-secret=\"chIwVFtI0B\" width=\"500\" height=\"282\" frameborder=\"0\" marginwidth=\"0\" marginheight=\"0\" scrolling=\"no\"><\/iframe><\/p>\n<p>RP Joni Astanto MSC<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sabda Kehidupan Sabtu 06 Desember 2025 Peringatan St Nikolaus (Sinterklaas) Matius 10:8b (Mat 9:35 &#8211; 10:1,6-8) \u201dKamu telah memperolehnya dengan cuma-cuma, karena itu berikanlah pula dengan cuma-cuma.\u201d Sinterklaas: Berbagi Berkat Tuhan Istilah \u2018gratis\u2019 atau&#46;&#46;&#46;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":66662,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1,20],"tags":[],"class_list":["post-89313","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-bacaan-harian","category-renungan-text"],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/katolikindonesia.org\/wp-content\/uploads\/2024\/12\/ardas-2025.png","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/89313","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=89313"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/89313\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":89314,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/89313\/revisions\/89314"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/66662"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=89313"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=89313"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=89313"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}