{"id":89208,"date":"2025-12-04T10:36:19","date_gmt":"2025-12-04T03:36:19","guid":{"rendered":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=89208"},"modified":"2025-12-04T10:36:19","modified_gmt":"2025-12-04T03:36:19","slug":"kamis-04-desember-2025-5","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=89208","title":{"rendered":"Kamis, 04 Desember 2025"},"content":{"rendered":"<p>Sabda Kehidupan<br \/>\nKamis 04 Desember 2025<br \/>\nMatius 7:24-25 (Mat 7:21, 24-27)<br \/>\n\u201dSetiap orang yang mendengar perkataan-Ku ini dan melakukannya, ia sama dengan orang yang bijaksana, yang mendirikan rumahnya di atas batu. Kemudian turunlah hujan dan datanglah banjir, lalu angin melanda rumah itu, tetapi rumah itu tidak rubuh sebab didirikan di atas batu.\u201d<\/p>\n<p>Jadilah Pelaku Firman<\/p>\n<p>Yesus menghendaki bahwa kita bukan hanya menjadi pendengar firman tapi terutama pelaku firman. Melakukan apa yang didengarkan. Atau mempraktekkan apa yang dipelajari. Jangan berhenti hanya sampai pada teori, tapi dipraktekkan.<br \/>\nPepatah berkata, \u201caction speaks louder than words\u201d maksudnya, \u201cperbuatan berbicara lebih keras daripada kata-kata.\u201d<br \/>\nOra et labora, berdoa dan bekerja. Keduanya haruslah menyatu. Jangan hanya berkata \u2018Tuhan memberkatimu\u2019 tapi tidak mengulurkan tangan untuk membantu.<br \/>\nPerkataan haruslah sejalan dengan perbuatan. \u201cWalk the talk\u201d &#8211; jalankan apa yang dikatakan!<\/p>\n<p>Paus Paulus VI pernah berkata, \u201cdunia tidak membutuhkan pengajar tetapi saksi!\u201d<br \/>\nBiarlah orang melihat dan mengalami kebaikan Allah lewat kesaksian hidup kita orang percaya yang tak pernah menyerah berbuat baik lewat perbuatan yang nyata, sekalipun dalam diam.<br \/>\nCinta kasih yang nyata melalui perbuatan baik dapat dilihat oleh orang buta dan didengar oleh orang tuli.<\/p>\n<p>Mari terus berbuat baik, Tuhan Yesus menyertai kita.&#x2764;&#xfe0f;<br \/>\nPs Revi Tanod Pr<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Kalender Liturgi 04 Des 2025<br \/>\nKamis Masa Adven I<br \/>\nPF S. Yohanes dari Damsyik, Imam dan Pujangga Gereja<br \/>\nWarna Liturgi: Ungu<br \/>\nBait Pengantar Injil: Yes 55:6<br \/>\nBacaan Injil: Mat 7:21.24-27<br \/>\n***********<\/p>\n<p>Bait Pengantar Injil<br \/>\nYes 55:6<br \/>\nCarilah Tuhan selama Ia berkenan ditemui;<br \/>\nberserulah kepada-Nya, selama Ia dekat.<\/p>\n<p>Bacaan Injil<br \/>\nMat 7:21.24-27<br \/>\nBarangsiapa melakukan kehendak Bapa akan masuk Kerajaan Allah.<\/p>\n<p>Inilah Injil Suci menurut Matius:<\/p>\n<p>Pada suatu ketika Yesus bersabda kepada murid-murid-Nya,<br \/>\n&#8220;Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku, &#8216;Tuhan! Tuhan&#8217;<br \/>\nakan masuk Kerajaan Surga,<br \/>\nmelainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku di surga.<\/p>\n<p>Semua orang yang mendengar perkataan-Ku dan melakukannya,<br \/>\nia sama dengan orang bijaksana<br \/>\nyang membangun rumahnya di atas batu.<br \/>\nKemudian turunlah hujan dan datanglah banjir,<br \/>\nlalu angin melanda rumah itu.<br \/>\nTetapi rumah itu tidak roboh sebab dibangun di atas batu.<br \/>\nTetapi setiap orang yang mendengar perkataan-Ku<br \/>\ndan tidak melakukannya,<br \/>\nia sama dengan orang bodoh,<br \/>\nyang membangun rumahnya di atas pasir.<br \/>\nKemudian turunlah hujan dan datanglah banjir,<br \/>\nlalu angin melanda rumah itu.<br \/>\nMaka robohlah rumah itu dan hebatlah kerusakannya.&#8221;<\/p>\n<p>Demikianlah sabda Tuhan.<br \/>\n************<\/p>\n<p>  \u210d <\/p>\n<p>\u201dSetiap orang yang mendengar perkataan-Ku ini dan melakukannya, ia sama dengan orang yang bijaksana, yang mendirikan rumahnya di atas batu. Kemudian turunlah hujan dan datanglah banjir, lalu angin melanda rumah itu, tetapi rumah itu tidak rubuh sebab didirikan di atas batu. Tetapi setiap orang yang mendengar perkataan-Ku ini dan tidak melakukannya, ia sama dengan orang yang bodoh, yang mendirikan rumahnya di atas pasir. Kemudian turunlah hujan dan datanglah banjir, lalu angin melanda rumah itu, sehingga rubuhlah rumah itu dan hebatlah kerusakannya.&#8221; (Mat 7: 24 \u2013 27).<\/p>\n<p>Dalam Injil hari ini Yesus berbicara tentang dua orang pembangun. Yang satu membangun rumahnya atas dasar batu sedangkan yang lain membangun rumahnya atas dasar pasir. Yesus memuji orang yang membangun rumahnya atas dasar batu. Dan apakah batu itu? Batu itu tentu saja adalah diri-Nya sendiri dan ajaran-ajaran-Nya. Sabda-Nya, hidup-Nya, teladan hidup-Nya.<\/p>\n<p>Lalu apakah \u201crumah\u201d itu? Rumah itu adalah hidup kita dengan segala rencananya. Dalam membangun rumah itu, Yesus tidak hanya ingin menjadi atap yang melindungi dari terik matahari dan hujan. Ia juga tidak hanya ingin menjadi tembok atau dinding yang melindungi kita dari segala macam gangguan dari luar. Ia juga tidak hanya ingin menjadi jendela atau pintu yang memberi kita jalan keluar. Tetapi Ia ingin menjadi batu \u2013 fondasi, dasar yang menopang keseluruhan hidup kita.<\/p>\n<p>Akan tetapi, Yesus juga mengingatkan bahwa mendengar dan membaca Sabda-Nya saja tidak cukup. Apa yang kita dengar dan baca harus menjadi tindakan. \u201cBukan setiap orang yang berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan! akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di sorga,\u201d (Mat 7: 21).<\/p>\n<p>Masa Advent menjadi saat yang baik untuk kita melihat hidup kita. Apakah hidup kita dibangun atas dasar Kristus? Dan hidup yang dibangun atas dasar Dia, adalah menerima Sabda-Nya, membiarkan Sabda-Nya menuntun dan mengarahkan hidup kita dan membuat hidup kita kokoh di atas sang \u201cBatu Karang\u201d.<\/p>\n<p>Bangun rumahmu atas dasar batu. Bangunlah hidupmu atas dasar Tuhan dan Injil-Nya dan kamu tak akan pernah dikecewakan, sebab Ia mengasihimu dan besertamu selalu.<\/p>\n<p>Tuhan, di tengah badai dan ketegangan zaman ini, kiranya iman kami tidak pernah goyah, tetapi berikanlah kami keberanian untuk hidup seperti yang kami yakini, secara konsisten dan radikal, agar bersama Putra-Mu kami dapat melakukan kehendak-Mu. Amin.<\/p>\n<p>Selamat beraktivitas. Laksanakan Sabda Tuhan! \u24bf\u24c1\u24ca! &#x2764;&#xfe0f;<br \/>\n&#x2764;\ufe0e.<\/p>\n<blockquote class=\"wp-embedded-content\" data-secret=\"0pYzsPdYCu\"><p><a href=\"https:\/\/sacerdos2000.com\/fondasi-hidup\/\">Fondasi Hidup<\/a><\/p><\/blockquote>\n<p><iframe loading=\"lazy\" class=\"wp-embedded-content\" sandbox=\"allow-scripts\" security=\"restricted\" style=\"position: absolute; visibility: hidden;\" title=\"&#8220;Fondasi Hidup&#8221; &#8212; Sacerdos2000\" src=\"https:\/\/sacerdos2000.com\/fondasi-hidup\/embed\/#?secret=DlTh1QIbzq#?secret=0pYzsPdYCu\" data-secret=\"0pYzsPdYCu\" width=\"500\" height=\"282\" frameborder=\"0\" marginwidth=\"0\" marginheight=\"0\" scrolling=\"no\"><\/iframe><\/p>\n<p>RP Joni Astanto MSC<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sabda Kehidupan Kamis 04 Desember 2025 Matius 7:24-25 (Mat 7:21, 24-27) \u201dSetiap orang yang mendengar perkataan-Ku ini dan melakukannya, ia sama dengan orang yang bijaksana, yang mendirikan rumahnya di atas batu. Kemudian turunlah hujan&#46;&#46;&#46;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":66662,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1,20],"tags":[],"class_list":["post-89208","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-bacaan-harian","category-renungan-text"],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/katolikindonesia.org\/wp-content\/uploads\/2024\/12\/ardas-2025.png","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/89208","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=89208"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/89208\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":89209,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/89208\/revisions\/89209"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/66662"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=89208"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=89208"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=89208"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}