{"id":89101,"date":"2025-12-02T13:35:05","date_gmt":"2025-12-02T06:35:05","guid":{"rendered":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=89101"},"modified":"2025-12-02T13:35:05","modified_gmt":"2025-12-02T06:35:05","slug":"selasa-02-desember-2025-4","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=89101","title":{"rendered":"Selasa, 02 Desember 2025"},"content":{"rendered":"<p>Sabda Kehidupan<br \/>\nSelasa 02 Desember 2025<br \/>\nLukas 10:23-24 (Luk 10:21-24)<br \/>\nSesudah itu berpalinglah Yesus kepada murid-murid-Nya tersendiri dan berkata: &#8220;Berbahagialah mata yang melihat apa yang kamu lihat. Karena Aku berkata kepada kamu: Banyak nabi dan raja ingin melihat apa yang kamu lihat, tetapi tidak melihatnya, dan ingin mendengar apa yang kamu dengar, tetapi tidak mendengarnya.&#8221;<\/p>\n<p>Betapa Istimewa Orang Yang Mampu Melihat Yesus Dan Mendengarkan SabdaNya<\/p>\n<p>Berabad-abad lamanya para nabi dan raja Israel ingin melihat datangnya Mesias, tapi tidak melihatNya dan ingin mendengar apa yang disabdakanNya tapi tidak mendengarnya karena belum genaplah waktunya yang ditetapkan Allah.<br \/>\nPenantian panjang ini kemudian terwujud saat Yesus datang dan terlahir ke dunia. Sangat disayangkan bahwa saat Yesus datang, banyak orang tidak menyadarinya karena fokus hidupnya bukan pada kerinduan hati untuk berjumpa dengan Tuhan tapi berpusat pada diri sendiri.<\/p>\n<p>Tuhan dicari hanya ketika manusia merasa tak berdaya. Sejauh ia mampu, ia tak membutuhkan Tuhan.<br \/>\nTak heran di tengah kesuksesan orang merasa hampa. Di tengah keramaian orang merasa sepi. Di tengah kesendirian orang merasa ditinggalkan. Di saat derita orang kehilangan makna hidup. Di tengah kesulitan hidup orang kehilangan harapan dan putus asa.<\/p>\n<p>Dalam Injil hari ini, Yesus menyebut bahagia orang yang mampu melihat dan mendengarkanNya. Orang-orang ini tentu menjadi sangat istimewa karena dipilih Allah untuk mengenali Sang Mesias, melihatNya hadir dalam keseharian mereka, bahkan bisa bercakap-cakap dengan Yesus, yang adalah Tuhan dan Raja, sekaligus sahabat dan saudara semua orang yang dekat denganNya.<br \/>\nSemoga kita masuk dalam kalangan orang-orang yang istimewa ini, yang sangat berbahagia karena hati kita selalu merindukan Yesus. Selalu mencari dan mengenali wajahNya di setiap wajah yang kita jumpai.<\/p>\n<p>Kita mohon agar diberi karunia untuk dapat melihat dengn iman tanda-tanda kehadiran Yesus baik dalam suka maupun duka derita hidup ini.<br \/>\nBiarlah dengan hati yang merindu kita menantikan kedatangan Yesus, mampu mengenali tanda-tanda kehadiranNya, mensyukuri semua penyelenggaraanNya, dan melaksanakan perintah-perintahNya.<\/p>\n<p>Selamat bersyukur dan bahagia melihat hadirnya Yesus di hari baru ini.\u2764\ufe0f<br \/>\nPs Revi Tanod Pr<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Kalender Liturgi 02 Des 2025<br \/>\nSelasa Masa Adven I<br \/>\nWarna Liturgi: Ungu<br \/>\nBacaan Injil: Luk 10:21-24<br \/>\n************<\/p>\n<p>&#8220;Bacaan Injil*<br \/>\nLuk 10:21-24<br \/>\nYesus bergembira dalam Roh Kudus.<\/p>\n<p>Inilah Injil Suci menurut Lukas:<\/p>\n<p>Pada waktu itu bergembiralah Yesus dalam Roh Kudus dan berkata,<br \/>\n&#8220;Aku bersyukur kepada-Mu, Bapa, Tuhan langit dan bumi,<br \/>\nkarena semuanya itu Engkau sembunyikan bagi orang bijak dan pandai,<br \/>\ntetapi Engkau nyatakan kepada orang kecil.<br \/>\nYa Bapa, itulah yang berkenan di hati-Mu.<\/p>\n<p>Semua telah diserahkan kepada-Ku oleh Bapa-Ku<br \/>\ndan tiada seorang pun yang tahu siapakah Anak selain Bapa,<br \/>\ndan siapakah Bapa selain Anak<br \/>\ndan orang yang oleh Anak diberi anugerah mengenal Bapa.&#8221;<\/p>\n<p>Sesudah itu berpalinglah Yesus kepada murid-murid-Nya dan berkata,<br \/>\n&#8220;Berbahagialah mata yang melihat apa yang kalian lihat.<br \/>\nSebab Aku berkata kepada kamu,<br \/>\nbanyak nabi dan raja ingin melihat apa yang kalian lihat,<br \/>\nnamun tidak melihatnya,<br \/>\ndan ingin mendengar apa yang kalian dengar,<br \/>\ntetapi tidak mendengarnya.&#8221;<\/p>\n<p>Demikianlah sabda Tuhan.<br \/>\n************<\/p>\n<p>  \u210d <\/p>\n<p>\u201cAku bersyukur kepada-Mu, Bapa, Tuhan langit dan bumi, karena semuanya itu Engkau sembunyikan bagi orang bijak dan orang pandai, tetapi Engkau nyatakan kepada orang kecil. Ya Bapa, itulah yang berkenan kepada-Mu,\u201d (Luk 10: 21).<\/p>\n<p>Kita sering kali terkesan dengan orang-orang yang bergelar berderet-deret. Kita percaya bahwa mereka pintar, bijaksana. Namun dalam keseharian, sering kali kita jumpai orang-orang bijak di antara orang-orang sederhana yang SD atau SMP pun tidak lulus!<\/p>\n<p>Sabda Yesus hari ini agak membingungkan. \u201cAku bersyukur kepada-Mu, Bapa, Tuhan langit dan bumi, karena semuanya itu Engkau sembunyikan bagi orang bijak dan orang pandai, tetapi Engkau nyatakan kepada orang kecil.\u201d Apa yang dimaksud oleh Yesus? Apakah Bapa pilih kasih dalam mewahyukan diri-Nya? Tidakkah Bapa bertindak tidak adil dengan menyembunyikan wahyu-Nya kepada sekelompok orang, yaitu para bijak dan pandai? Mengapa Ia mengutamakan orang kecil? Bukankah Ia memiliki kasih yang sama kepada semua anak-anak-Nya?<\/p>\n<p>Sah-sah saja kita bertanya demikian. Akan tetapi itu adalah hasil dari penafsiran yang terlalu harfiah terhadap perkataan Yesus. Di sini Yesus menggunakan cara berbicara dalam bahasa Ibrani. Orang Yahudi yakin bahwa segala sesuatu bergantung pada Tuhan. Mereka menempatkan Allah sebagai penyebab segala sesuatu, meski pada kenyataannya suatu hal sebenarnya terjadi sebagai konsekuensi dari pilihan bebas manusia. Dalam hal ini, para bijak dan pandai dengan bebas memutuskan bahwa mereka tidak tertarik untuk belajar tentang Tuhan, sedangkan orang-orang sederhana tertarik. Maka, dengan cara yang ringkas untuk menggambarkan hal ini, Yesus mengatakan bahwa Allah menyembunyikan rahasia-Nya dari beberapa orang dan mengungkapkannya kepada yang lain. Namun, Yesus sebenarnya menggambarkan pilihan bebas manusia dengan sebuah ungkapan Ibrani.<\/p>\n<p>Dalam beberapa terjemahan tertulis: \u201canak kecil\u201d bukan \u201corang kecil\u201d. Dari pengertian ini, kita juga dapat mengatakan bahwa yang dimaksudkan oleh Yesus adalah bahwa Allah menyatakan diri-Nya bagi siapa saja yang hatinya terbuka dan rendah hati, yang mempunyai kesederhanaan seperti anak kecil.<\/p>\n<p>Jadi, apakah anda dan saya \u201corang-orang bijak dan pandai\u201d atau \u201cseperti anak kecil\u201d yang dengen bebas membuka hati bagi-Nya? Mana yang lebih menggambarkan diri anda? Tentu tidak ada salahnya menjadi orang bijak dan pandai. Yang menjadi masalah adalah ketika kita menjadi sombong dan tinggi hati, merasa tahu segala-galanya. Idealnya adalah terbuka untuk belajar dengan rendah hati. Sikap ini menjadi penting, khususnya saat kita memasuki masa Advent. Advent adalah saat dimana iman seperti anak kecil dan keterbukaan diperlukan untuk memasuki misteri inkarnasi. Tanpa kerendahan hati dan keterbukaan kita tidak dapat menyelami anugerah yang mengagumkan di Hari Natal nanti, saat Yang Mahatinggi, mewahyukan diri dalam diri seorang bayi miskin di palungan.<\/p>\n<p>Tuhan, semoga aku selalu membuka hati untuk-Mu dengan rendah hati. Amin.<\/p>\n<p>Selamat beraktivitas. Buka diri bagi-Nya dengan rendah hati. \u24bf\u24c1\u24ca! \u2764\ufe0f<br \/>\n\u2764\ufe0e.<\/p>\n<blockquote class=\"wp-embedded-content\" data-secret=\"r706oJn2DA\"><p><a href=\"https:\/\/sacerdos2000.com\/dinyatakan-kepada-orang-orang-kecil\/\">Dinyatakan kepada Orang-Orang Kecil<\/a><\/p><\/blockquote>\n<p><iframe loading=\"lazy\" class=\"wp-embedded-content\" sandbox=\"allow-scripts\" security=\"restricted\" style=\"position: absolute; visibility: hidden;\" title=\"&#8220;Dinyatakan kepada Orang-Orang Kecil&#8221; &#8212; Sacerdos2000\" src=\"https:\/\/sacerdos2000.com\/dinyatakan-kepada-orang-orang-kecil\/embed\/#?secret=AZzNEuDWeU#?secret=r706oJn2DA\" data-secret=\"r706oJn2DA\" width=\"500\" height=\"282\" frameborder=\"0\" marginwidth=\"0\" marginheight=\"0\" scrolling=\"no\"><\/iframe><\/p>\n<p>RP Joni Astanto MSC<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sabda Kehidupan Selasa 02 Desember 2025 Lukas 10:23-24 (Luk 10:21-24) Sesudah itu berpalinglah Yesus kepada murid-murid-Nya tersendiri dan berkata: &#8220;Berbahagialah mata yang melihat apa yang kamu lihat. Karena Aku berkata kepada kamu: Banyak nabi&#46;&#46;&#46;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":66662,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1,20],"tags":[],"class_list":["post-89101","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-bacaan-harian","category-renungan-text"],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/katolikindonesia.org\/wp-content\/uploads\/2024\/12\/ardas-2025.png","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/89101","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=89101"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/89101\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":89102,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/89101\/revisions\/89102"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/66662"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=89101"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=89101"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=89101"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}