{"id":89028,"date":"2025-12-01T09:32:14","date_gmt":"2025-12-01T02:32:14","guid":{"rendered":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=89028"},"modified":"2025-12-01T09:32:14","modified_gmt":"2025-12-01T02:32:14","slug":"senin-01-desember-2025-5","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=89028","title":{"rendered":"Senin, 01 Desember 2025"},"content":{"rendered":"<p>Sabda Kehidupan<br \/>\nSenin 01 Desember 2025<br \/>\nMatius 8:6-8 (Mat 8:5-11)<br \/>\n\u201dTuan, hambaku terbaring di rumah karena sakit lumpuh dan ia sangat menderita.&#8221; Yesus berkata kepadanya: &#8220;Aku akan datang menyembuhkannya.&#8221; Tetapi jawab perwira itu kepada-Nya: &#8220;Tuan, aku tidak layak menerima Tuan di dalam rumahku, katakan saja sepatah kata, maka hambaku itu akan sembuh\u2026\u201d<\/p>\n<p>Dahsyatnya Kuasa Sabda Yesus<\/p>\n<p>Permintaan atau doa si perwira Romawi yang bertugas di Kapernaum sesungguhnya sudah dikabulkan Yesus.<br \/>\nYesus sudah bersedia datang ke rumahnya untuk menyembuhkan hambanya yang menderita kelumpuhan. Yesus sungguh terkesan dengan si Perwira ini karena ia memohon bukan untuk dirinya sendiri melainkan untuk hambanya. Si Perwira ini telah menjadikan hambanya bagian dari dirinya sendiri dan keluarganya. Padahal sebagai perwira dan atasan, dia bisa saja mencari ganti hamba yang baru. Tergerak oleh cinta dan kerendahan hati si Perwira, tanpa bertanya lebih jauh Yesus langsung bersedia menolong.<\/p>\n<p>Namun yang membuat Yesus sangat kagum dengan Perwira Romawi ini, ia menaruh kepercayaan yang sangat besar akan kuasa Sabda Yesus.<br \/>\nKalau ia sebagai seorang perwira hanya dengan bersabda dapat memerintahkan bawahannya untuk menuruti perintahnya, maka ia yakin sabda Yesus sudah cukup untuk memulihkan hambanya.<br \/>\nYesus mewujudkan apa yang diimani perwira itu, katanya, \u201cPulanglah dan jadilah kepadamu seperti yang engkau percaya.&#8221; Maka pada saat itu juga sembuhlah hambanya.<\/p>\n<p>Sabda Yesus terus bergema hingga saat ini dan sampai selamanya, dan menhadi doa kita setiap kali menyambut Tubuh Kristus dalam Ekaristi. Katakanlah dengan penuh iman, \u201cYa Tuhan, saya tidak pantas Tuhan datang pada saya, tapi bersabdalah saja, maka saya akan sembuh.\u201d<\/p>\n<p>Selamat memasuki bulan Desember dan pekan yang baru di masa Adven ini. Yesus memberkati kita dengan sabdaNya.\u2764\ufe0f<br \/>\nPs Revi Tanod Pr<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Kalender Liturgi 01 Des 2025<br \/>\nSenin Masa Adven I<br \/>\nPW B. Dionisius dan Redemptus, Biarawan, Martir<br \/>\nWarna Liturgi: Merah<br \/>\nBait Pengantar Injil: Mzm 80:4<br \/>\nBacaan Injil: Mat 8:5-11<br \/>\n***********<\/p>\n<p>Bait Pengantar Injil<br \/>\nMzm 80:4<br \/>\nYa Allah, pulihkanlah kami,<br \/>\nbuatlah wajah-Mu bersinar, maka selamatlah kami.<\/p>\n<p>Bacaan Injil<br \/>\nMat 8:5-11<br \/>\nBanyak orang akan datang dari timur dan barat masuk Kerajaan Surga.<\/p>\n<p>Inilah Injil Suci menurut Matius:<\/p>\n<p>Pada waktu itu Yesus masuk ke kota Kapernaum.<br \/>\nMaka datanglah seorang perwira mendapatkan Dia<br \/>\ndan mohon kepada-Nya,<br \/>\n&#8220;Tuan, hambaku terbaring di rumah karena sakit lumpuh<br \/>\ndan ia sangat menderita.&#8221;<\/p>\n<p>Yesus berkata kepadanya, &#8220;Aku akan datang menyembuhkannya.&#8221;<br \/>\nTetapi perwira itu menjawab,<br \/>\n&#8220;Tuan, aku tidak layak menerima Tuan di dalam rumahku.<br \/>\nKatakan saja sepatah kata, maka hambaku itu akan sembuh.<br \/>\nSebab aku sendiri seorang bawahan,<br \/>\ndan di bawahku ada pula prajurit.<br \/>\nJika aku berkata kepada salah seorang prajurit itu: &#8216;Pergi!&#8217;,<br \/>\nmaka ia pergi;<br \/>\ndan kepada seorang lagi, &#8216;Datang!&#8217;, maka ia datang;<br \/>\nataupun kepada hambaku, &#8216;Kerjakanlah ini!&#8217;,<br \/>\nmaka ia mengerjakannya.&#8221;<\/p>\n<p>Mendengar hal itu heranlah Yesus.<br \/>\nMaka Ia berkata kepada mereka yang mengikuti-Nya,<br \/>\n&#8220;Aku berkata kepadamu,<br \/>\nsesungguhnya iman sebesar ini tidak pernah Kujumpai<br \/>\npada seorang pun di antara orang Israel.<br \/>\nAku berkata kepadamu,<br \/>\nBanyak orang akan datang dari Timur dan Barat,<br \/>\ndan duduk makan bersama dengan Abraham, Ishak dan Yakub<br \/>\ndi dalam Kerajaan Surga.&#8221;<\/p>\n<p>Demikianlah sabda Tuhan.<br \/>\n************<\/p>\n<p>  \u210d <\/p>\n<p>\u201cTetapi jawab perwira itu kepada-Nya: &#8220;Tuan, aku tidak layak menerima Tuan di dalam rumahku, katakan saja sepatah kata, maka hambaku itu akan sembuh\u2026.. &#8220;Aku berkata kepadamu, sesungguhnya iman sebesar ini tidak pernah Aku jumpai pada seorangpun di antara orang Israel.\u201d (Mat 8: 8. 10).<\/p>\n<p>Saat kita memasuki masa Advent, bacaan hari ini menyoroti kasih karunia Allah yang tak terbatas dan visi-Nya bagi damai dan pemulihan. Dalam bacaan pertama, Nabi Yesaya menggambarkan masa depan di mana kehancuran menjadi batu loncatan menuju pembaruan. Bahkan di tengah tragedi, rencana penyelamatan Allah terus berlanjut, melindungi sisa umat-Nya yang setia. Zion, gunung suci tempat rumah Allah, bersinar sebagai pelita harapan.<\/p>\n<p>Namun, Injil hari ini menantang kita untuk memperluas pemahaman kita tentang kerajaan Allah. Seorang perwira Romawi\u2014simbol kekuasaan dan \u201corang luar\u201d dari iman Israel\u2014menunjukkan kerendahan hati dan kepercayaan yang mendalam kepada Yesus. Meskipun ada hambatan budaya dan agama, imannya membawanya kepada Kristus, dan hambanya disembuhkan. Yesus terkesima oleh iman perwira Romawi itu, menyatakan bahwa imannya lebih besar daripada yang pernah Ia temukan di Israel. Pada saat ini, Injil mengungkapkan bahwa Kerajaan Allah tidak mengenal batas; Ia terbuka bagi semua yang mencari-Nya dengan hati yang tulus.<\/p>\n<p>Pada masa Advent ini, kita diundang untuk meneladani kerendahan hati dan iman perwira Romawi itu, mengakui kehadiran Kristus baik dalam situasi suci maupun sehari-hari. Sama seperti orang Israel yang naik ke Gunung Zion, kita membutuhkan momen keheningan di Gereja untuk bertemu dengan Allah. Namun, iman kita juga harus mendorong kita ke \u201cpasar kehidupan\u201d, di mana seruan saudara-saudari kita yang berkebutuhan dan tanggapan kita menantang kita untuk menampakkan Kristus di dunia kita.<\/p>\n<p>Saat ini, kita sedang mempersiapkan diri bagi kedatangan Tuhan\u2014bukan hanya pada Natal, tetapi dalam setiap momen di mana iman bertemu dengan kebutuhan, cinta melampaui batas, dan harapan mengubah hidup.<\/p>\n<p>Mari kita renungkan, bagaimana saya dapat tumbuh dalam kerendahan hati dan kepercayaan seperti perwira Romawi itu? Di mana Kristus memanggil saya untuk membawa kehadiran-Nya ke dalam hidup orang lain pada masa Advent ini?<\/p>\n<p>Tuhan, mampukan kami membawa kehadiran-Mu dalam hidup sesama kami di sekitar kami. Amin.<\/p>\n<p>Selamat beraktivitas di pekan yang baru. \u24bf\u24c1\u24ca! \u2764\ufe0f<br \/>\n\u2764\ufe0e.<\/p>\n<blockquote class=\"wp-embedded-content\" data-secret=\"6FjzqN0diZ\"><p><a href=\"https:\/\/sacerdos2000.com\/tuhan-katakan-sepatah-kata-saja\/\">Tuhan, Katakan Sepatah Kata Saja<\/a><\/p><\/blockquote>\n<p><iframe loading=\"lazy\" class=\"wp-embedded-content\" sandbox=\"allow-scripts\" security=\"restricted\" style=\"position: absolute; visibility: hidden;\" title=\"&#8220;Tuhan, Katakan Sepatah Kata Saja&#8221; &#8212; Sacerdos2000\" src=\"https:\/\/sacerdos2000.com\/tuhan-katakan-sepatah-kata-saja\/embed\/#?secret=nBJRlyH9Ck#?secret=6FjzqN0diZ\" data-secret=\"6FjzqN0diZ\" width=\"500\" height=\"282\" frameborder=\"0\" marginwidth=\"0\" marginheight=\"0\" scrolling=\"no\"><\/iframe><\/p>\n<p>RP Joni Astanto MSC<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sabda Kehidupan Senin 01 Desember 2025 Matius 8:6-8 (Mat 8:5-11) \u201dTuan, hambaku terbaring di rumah karena sakit lumpuh dan ia sangat menderita.&#8221; Yesus berkata kepadanya: &#8220;Aku akan datang menyembuhkannya.&#8221; Tetapi jawab perwira itu kepada-Nya:&#46;&#46;&#46;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":66662,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1,20],"tags":[],"class_list":["post-89028","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-bacaan-harian","category-renungan-text"],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/katolikindonesia.org\/wp-content\/uploads\/2024\/12\/ardas-2025.png","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/89028","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=89028"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/89028\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":89029,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/89028\/revisions\/89029"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/66662"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=89028"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=89028"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=89028"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}