{"id":88716,"date":"2025-11-26T14:20:07","date_gmt":"2025-11-26T07:20:07","guid":{"rendered":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=88716"},"modified":"2025-11-26T14:20:07","modified_gmt":"2025-11-26T07:20:07","slug":"rabu-26-november-2025-5","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=88716","title":{"rendered":"Rabu, 26 November 2025"},"content":{"rendered":"<p>Sabda Kehidupan<br \/>\nRabu 26 November 2025<br \/>\nLukas 21:13-15 (Luk 21:12-19)<br \/>\n\u201cHal itu akan menjadi kesempatan bagimu untuk bersaksi. Sebab itu tetapkanlah di dalam hatimu, supaya kamu jangan memikirkan lebih dahulu pembelaanmu. Sebab Aku sendiri akan memberikan kepadamu kata-kata hikmat, sehingga kamu tidak dapat ditentang atau dibantah lawan-lawanmu.\u201d<\/p>\n<p>Selalu Memohon Hikmat Tuhan<\/p>\n<p>Betapa indah janji Yesus ini bagi kita, \u201cAku sendiri akan memberikan kepadamu kata-kata hikmat.\u201d<br \/>\nKata hikmat berarti pemahaman dan pengertian yang dalam tentang berbagai hal kehidupan. Hikmat selalu dikaitkan dengan kebijaksanaan dalam bertutur kata dan mengambil sikap atau keputusan.<br \/>\nHikmat berasal dari Tuhan. Dalam Amsal 1:7 dikatakan, &#8220;takut akan Tuhan adalah permulaan pengetahun\u201d dalam hal ini pengetahuan ilahi atau hikmat Tuhan.<\/p>\n<p>Oleh karena itu memiliki hikmat jauh lebih penting daripada semua kekayaan dan kekuasaan, karena inilah kunci menghadapi semua situasi dalam kehidupan, terutama segala perkara yang sulit.<br \/>\nDengan penuh hikmat Paulus berkata, \u201cSegala perkara dapat kutanggung di dalam Dia yang memberi kekuatan kepadaku.\u201d (Flp 4:13).<\/p>\n<p>Hidup berpegang pada janji Tuhan dan menaruh segala pengharapan kita pada Tuhan adalah hidup yang diberkati dengan hikmat ilahi. \u201cTakut akan Tuhan\u201d membuat kita selalu datang dan berlindung pada Tuhan. Jangan berani menjauh dariNya, karena itulah awal kejatuhan kita. Hikmat Allah memberanikan kita untuk menjalani semua hal ikhwal hidup dengan dengan berani.<\/p>\n<p>\u201dYa Yesus, Sumber hikmat dan kebijaksanaan yang sejati. Utuslah Roh KebijaksanaanMu mencerahkan hati dan budi kami, dan memberi kami hikmat ilahi agar kami dapat memahami dan memaknai semua peristiwa hidup kami. Anugerahi kami hikmat salibMu untuk memahami semua susah derita hidup ini dan terus percaya atas kasih setiamu.<br \/>\nJadikanlah kami saksiMu, di setiap perkara hidup kami. Ya Yesus, Engkaulah andalan kami. Amin.\u201d<\/p>\n<p>Tetaplah tekun dan tabah. Tuhan Yesus menyertai kita dengan hikmatNya.\u2764\ufe0f<br \/>\nPs Revi Tanod Pr<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Kalender Liturgi 26 Nov 2025<br \/>\nRabu Pekan Biasa XXXIV<br \/>\nWarna Liturgi: Hijau<br \/>\nBait Pengantar Injil: Why 2:10C<br \/>\nBacaan Injil: Luk 21:12-19<br \/>\n***********<\/p>\n<p>Bait Pengantar Injil<br \/>\nWhy 2:10C<br \/>\nHendaklah engkau setia sampai mati, sabda Tuhan,<br \/>\ndan Aku akan mengaruniakan kepadamu mahkota kehidupan.<\/p>\n<p>Bacaan Injil<br \/>\nLuk 21:12-19<br \/>\nKarena nama-Ku kalian akan dibenci semua orang.<br \/>\nTetapi tidak sehelai pun rambut kepalamu akan hilang.<\/p>\n<p>Inilah Injil Suci menurut Lukas:<\/p>\n<p>Pada waktu itu Yesus berkata kepada murid-murid-Nya,<br \/>\n&#8220;Akan datang harinya kalian akan ditangkap dan dianiaya.<br \/>\nKarena nama-Ku kalian akan diserahkan ke rumah-rumah ibadat,<br \/>\ndimasukkan ke dalam penjara,<br \/>\ndan dihadapkan kepada raja-raja dan para penguasa.<br \/>\nHal itu akan menjadi kesempatan bagimu untuk bersaksi.<br \/>\nSebab itu tetap teguhlah di dalam hatimu,<br \/>\njangan kalian memikirkan lebih dahulu pembelaanmu.<br \/>\nAku sendirilah yang akan memberi kalian kata-kata hikmat,<br \/>\nsehingga kalian tidak dapat ditentang atau dibantah lawan-lawanmu.<\/p>\n<p>Dan kalian akan diserahkan juga oleh orangtuamu,<br \/>\nsaudara-saudaramu, kaum keluargamu dan sahabat-sahabatmu,<br \/>\ndan beberapa orang di antaramu akan dibunuh;<br \/>\nkarena nama-Ku kalian akan dibenci semua orang.<\/p>\n<p>Tetapi tidak sehelai pun rambut kepalamu akan hilang.<br \/>\nKalau kalian tetap bertahan, kalian akan memperoleh hidupmu.&#8221;<\/p>\n<p>Demikianlah sabda Tuhan.<br \/>\n***********<\/p>\n<p>  \u210d <\/p>\n<p>\u201cKamu akan ditangkap dan dianiaya; kamu akan diserahkan ke rumah-rumah ibadat dan penjara-penjara, dan kamu akan dihadapkan kepada raja-raja dan penguasa-penguasa oleh karena nama-Ku. Hal itu akan menjadi kesempatan bagimu untuk bersaksi&#8230;.. Kalau kamu tetap bertahan, kamu akan memperoleh hidupmu.\u201d (Luk 21: 12. 13. 19).<\/p>\n<p>Dalam Injil hari ini, Yesus melanjutkan sabda-Nya tentang tanda-tanda zaman. Ia berbicara dengan jujur tentang penganiayaan, pengkhianatan, dan penderitaan. Namun, pesan-Nya bukanlah pesan ketakutan, melainkan pesan keberanian dan kepercayaan.<\/p>\n<p>Yesus menyampaikan kepada murid-murid-Nya bahwa mengikuti-Nya akan membawa cobaan \u2014 bahkan dari orang-orang terdekat mereka. \u201cKamu akan dikhianati oleh orang tua, saudara, kerabat, dan teman-temanmu.\u201d Kata-kata ini mungkin terdengar keras, tetapi disertai dengan jaminan yang lebih dalam: \u201cTidak sehelaipun dari rambut kepalamu akan hilang.\u201d Apa yang tampak seperti kontradiksi sebenarnya adalah misteri iman \u2014 bahwa bahkan dalam penderitaan, tangan Allah tidak pernah melepaskan kita.<\/p>\n<p>Penganiayaan, kata Yesus, akan menjadi kesempatan kita untuk bersaksi. Ketika iman menuntut pengorbanan \u2014 ketika berkata jujur membuat kita terisolasi, atau ketika memilih belas kasihan daripada kenyamanan menjadi sulit \u2014 itulah saat kesaksian kita bersinar paling terang. Di dalam kegelapan, cahaya menjadi terlihat.<\/p>\n<p>Yesus juga menjanjikan kehadiran-Nya dalam cobaan kita: \u201cAku sendiri akan memberikan kepadamu kata-kata hikmat.\u201d Kita tidak ditinggalkan sendirian untuk membela diri. Roh Allah berbicara melalui kata-kata kita dan menopang kita ketika kekuatan manusia gagal.<\/p>\n<p>Bagi orang-orang Kristen awal yang menghadapi penjara dan kematian, kata-kata ini adalah tali penyelamat harapan. Dan kata-kata yang sama tetap relevan bagi kita hari ini. Ujian yang kita hadapi mungkin tidak se-dramatis itu, tetapi semua itu menguji ketekunan kita \u2014 ketekunan iman dalam dunia yang sering melupakan Allah.<\/p>\n<p>\u201cKalau kamu tetap bertahan, kamu akan memperoleh hidupmu.\u201d Dengan ketekunanmu, kamu akan menyelamatkan hidupmu. Inilah inti dari pengikut Kristus: terus percaya, mencintai, dan berharap \u2014 bahkan ketika dunia menjadi gentar \u2014 mengetahui bahwa Kristus telah menang.<\/p>\n<p>Tuhan, bebaskan kami dari segala ketakutan yang melumpuhkan sehingga kami memiliki keberanian yang lahir dari iman untuk memberikan kesaksian akan tuntutan Injil. Amin.<\/p>\n<p>Selamat pagi. Tetap teguh dalam iman dan pengharapan. \u24bf\u24c1\u24ca! \u2764\ufe0f<br \/>\n\u2764\ufe0e.<\/p>\n<blockquote class=\"wp-embedded-content\" data-secret=\"mQjHyJSwHw\"><p><a href=\"https:\/\/sacerdos2000.com\/kesempatan-bagimu-untuk-bersaksi\/\">Kesempatan Bagimu untuk Bersaksi<\/a><\/p><\/blockquote>\n<p><iframe loading=\"lazy\" class=\"wp-embedded-content\" sandbox=\"allow-scripts\" security=\"restricted\" style=\"position: absolute; visibility: hidden;\" title=\"&#8220;Kesempatan Bagimu untuk Bersaksi&#8221; &#8212; Sacerdos2000\" src=\"https:\/\/sacerdos2000.com\/kesempatan-bagimu-untuk-bersaksi\/embed\/#?secret=wxyy5IQcJz#?secret=mQjHyJSwHw\" data-secret=\"mQjHyJSwHw\" width=\"500\" height=\"282\" frameborder=\"0\" marginwidth=\"0\" marginheight=\"0\" scrolling=\"no\"><\/iframe><\/p>\n<p>RP Joni Astanto MSC<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sabda Kehidupan Rabu 26 November 2025 Lukas 21:13-15 (Luk 21:12-19) \u201cHal itu akan menjadi kesempatan bagimu untuk bersaksi. Sebab itu tetapkanlah di dalam hatimu, supaya kamu jangan memikirkan lebih dahulu pembelaanmu. Sebab Aku sendiri&#46;&#46;&#46;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":66662,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1,20],"tags":[],"class_list":["post-88716","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-bacaan-harian","category-renungan-text"],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/katolikindonesia.org\/wp-content\/uploads\/2024\/12\/ardas-2025.png","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/88716","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=88716"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/88716\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":88718,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/88716\/revisions\/88718"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/66662"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=88716"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=88716"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=88716"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}