{"id":88511,"date":"2025-11-23T16:04:51","date_gmt":"2025-11-23T09:04:51","guid":{"rendered":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=88511"},"modified":"2025-11-23T16:04:51","modified_gmt":"2025-11-23T09:04:51","slug":"minggu-23-november-2025-5","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=88511","title":{"rendered":"Minggu, 23 November 2025"},"content":{"rendered":"<p>Sabda Kehidupan<br \/>\nMinggu 23 November 2025<br \/>\nHari Raya Tuhan Kita Yesus Kristus Raja Semesta Alam<br \/>\nHari Orang Muda Sedunia<br \/>\nLukas 24:42-43 (Luk 23:35-43)<br \/>\nLalu ia berkata: &#8220;Yesus, ingatlah akan aku, apabila Engkau datang sebagai Raja.&#8221; Kata Yesus kepadanya: &#8220;Aku berkata kepadamu, sesungguhnya hari ini juga engkau akan ada bersama-sama dengan Aku di dalam Firdaus.&#8221;<\/p>\n<p>Raja Semesta Alam Yang Tersalib<\/p>\n<p>Hari ini adalah hari Minggu terakhir dalam kalender liturgi, Gereja merayakan \u201cHari Raya Kristus Raja Semesta Alam.\u201d Kalender liturgi dimulai dengan masa Adven, penantian kedatangan Kristus, Mesias Sang Raja Damai. Dilanjutkan dengan masa Natal Kelahiran Kristus, lalu masa Prapaskah dan Paskah dan dipuncaki dengan pemahkotaan Yesus sebagai Raja Semesta Alam.<\/p>\n<p>Injil mewartakan bahwa Yesus datang sebagai Raja Semesta Alam, Dia-lah Raja Damai yang mengambil rupa sebagai seorang hamba, terendah di antara semua manusia. Ia bahkan disamakan dengan penjahat ulung. MahkotaNya adalah mahkota duri dan tahtaNya adalah salib hina.<br \/>\nAtas cara demikian Yesus menyatakan kepada kita semua, dalam kerajaanNya tak ada satupun orang yang rendah dan terhina, karena Sang Raja telah lebih dahulu mengambil tempat itu sebagai wujud nyata cintaNya yang tak terkirakan bagi semua anggota kerajaanNya.<\/p>\n<p>Lihatlah, sampai saat terakhir hidupNya, Yesus tak henti mengampuni, mengasihi dan memulihkan martabat kita manusia sebagai Putra Putri Allah. Oleh kematian dan kebangkitanNya, Yesus membuka kembali pintu gerbang Firdaus yang telah tertutup oleh dosa Adam.<br \/>\nBenarlah kata Paulus, \u201cSiapakah yang akan memisahkan kita dari kasih Kristus? Penindasan atau kesesakan atau penganiayaan, atau kelaparan atau ketelanjangan, atau bahaya, atau pedang? (Semuanya itu) tidak akan dapat memisahkan kita dari kasih Allah, yang ada dalam Kristus Yesus, Tuhan kita.\u201d (Roma 8:35, 39b).<\/p>\n<p>\u201dTerimakasih ya Yesus, Engkau telah rela menjadi hina dan miskin untuk mengangkat kami menjadi putera puteri kerajaan Allah. Engkaulah Tuhan dan Raja kami! Ingatlah akan kami apabila Engkau datang sebagai Raja.\u201d<\/p>\n<p>Selamat Hari Raya Kristus Raja Semesta Alam untuk kita semua anak-anak Raja.\u2764\ufe0f<br \/>\nPs Revi Tanod Pr<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Kalender Liturgi 23 Nov 2025<br \/>\nMinggu Pekan Biasa XXXIV<br \/>\nWarna Liturgi: Putih<br \/>\nBait Pengantar Injil: Mrk 11:9.10<br \/>\nBacaan Injil: Luk 23:35-43<br \/>\n************<\/p>\n<p>Bait Pengantar Injil<br \/>\nMrk 11:9.10<br \/>\nDiberkatilah Dia yang datang dalam nama Tuhan!<br \/>\nDiberkatilah Kerajaan yang datang, Kerajaan bapa kita Daud.<\/p>\n<p>Bacaan Injil<br \/>\nLuk 23:35-43<br \/>\nTuhan, ingatlah akan daku,<br \/>\napabila Engkau datang sebagai Raja.<\/p>\n<p>Inilah Injil Suci menurut Lukas:<\/p>\n<p>Ketika Yesus bergantung di salib,<br \/>\npemimpin-pemimpin bangsa Yahudi mengejek-Nya,<br \/>\n&#8220;Orang lain Ia selamatkan,<br \/>\nbiarlah sekarang Ia menyelamatkan diri-Nya sendiri,<br \/>\njika Ia benar-benar Mesias, orang yang dipilih Allah!&#8221;<\/p>\n<p>Juga prajurit-prajurit mengolok-olokkan Dia;<br \/>\nmereka mengunjukkan anggur asam kepada-Nya dan berkata,<br \/>\n&#8220;Jika Engkau raja orang Yahudi, selamatkanlah diri-Mu!&#8221;<br \/>\nAda juga tulisan di atas kepala-Nya,<br \/>\n&#8220;Inilah Raja Orang Yahudi&#8221;.<\/p>\n<p>Salah seorang dari penjahat yang di gantung itu menghujat Yesus,<br \/>\nkatanya, &#8220;Bukankah Engkau Kristus?<br \/>\nSelamatkanlah diri-Mu sendiri dan kami!&#8221;<br \/>\nTetapi penjahat yang seorang lagi menegur dia, katanya,<br \/>\n&#8220;Tidakkah engkau takut, juga tidak kepada Allah?<br \/>\nPadahal engkau menerima hukuman yang sama!<br \/>\nKita memang selayaknya dihukum,<br \/>\nsebab kita menerima balasan yang setimpal dengan perbuatan kita,<br \/>\ntetapi orang ini tidak berbuat sesuatu yang salah.&#8221;<br \/>\nLalu ia berkata kepada Yesus,<br \/>\n&#8220;Yesus, ingatlah akan daku, apabila Engkau datang sebagai Raja!&#8221;<br \/>\nKata Yesus kepadanya,<br \/>\n&#8220;Aku berkata kepadamu, sesungguhnya hari ini juga<br \/>\nengkau akan ada bersama-sama Aku di dalam Firdaus.&#8221;<\/p>\n<p>Demikianlah Sabda Tuhan.<br \/>\n**************<\/p>\n<p>  \u210d <\/p>\n<p>\u201cYesus, ingatlah akan aku, apabila Engkau datang sebagai Raja.\u201d (Luk 23: 42)<\/p>\n<p>Hari ini, kita tiba di akhir tahun liturgi. Injil membawa kita ke Kalvari \u2014 ke sebuah adegan yang mungkin tampak seperti kekalahan, tetapi pada kenyataannya, inilah saat kemenangan terbesar Kristus. Takhta-Nya adalah salib. Mahkota-Nya terbuat dari duri. Jubah kerajaan-Nya adalah jubah ejekan. Namun, di sinilah kita melihat seperti apa kerajaan sejati itu.<\/p>\n<p>Betapa hebatnya Raja yang kita miliki! \u201cOrang lain Ia selamatkan, biarlah sekarang Ia menyelamatkan diri-Nya sendiri, \u201d ejek para pemimpin agama dan rakyat. Seorang Raja, diejek dan mati di salib demi menyelamatkan banyak orang. Bahkan dari salib, Ia berkata kepada seorang penjahat yang bertobat, \u201c\u201cHari ini juga engkau akan ada bersama-sama dengan Aku di dalam Firdaus.\u201d Tergantung di sana dengan tangan terbuka lebar, Ia memeluk seluruh dunia dalam gestur cinta dan rekonsiliasi. Inilah Raja yang kita puji hari ini dalam Ekaristi dan dalam hidup.<\/p>\n<p>Di sini, di kaki salib, kita melihat macam Raja yang kita miliki \u2014 seorang Raja yang tidak menghancurkan musuhnya tetapi mengampuni mereka, yang tidak memerintah dengan pasukan tetapi dengan tangan terbuka. Takhtanya tidak dibangun atas emas atau kemuliaan, tetapi atas cinta yang bertahan bahkan melalui kematian.<\/p>\n<p>Saudara-saudari, merayakan Kristus Raja berarti bertanya pada diri kita sendiri: kerajaan mana yang kita miliki? Kerajaan kekuasaan, kesombongan, dan ketakutan \u2014 atau kerajaan belas kasihan, kebenaran, dan rahmat?<\/p>\n<p>Kristus meraja di mana pun cinta mengalahkan kebencian, di mana pun pengampunan lebih kuat dari balas dendam, di mana pun orang miskin diangkat dan yang terluka disembuhkan. Inilah pemerintahan Allah yang dimulai kini dan di sini \u2014 dalam setiap tindakan kasih, setiap gestur damai, setiap momen belas kasihan.<\/p>\n<p>Jadi hari ini, marilah kita memandang Salib \u2014 dan melihat Raja kita. Dia yang memerintah bukan dengan kekuatan, tetapi dengan belas kasihan. Dia yang berkuasa bukan dari takhta emas, tetapi dari hati yang tak pernah berhenti mencintai.<\/p>\n<p>Tuhan Yesus, jadikanlah kami umat yang membawa kehangatan keadilan dan kasih-Mu kepada semua orang di bumi ini, agar Kerajaan-Mu bertumbuh di tengah-tengah kami sekarang dan selamanya. Amin.<\/p>\n<p>Selamat Hari Minggu. Selamat Hari Raya Kristus Raja Semesta Alam! \u24bf\u24c1\u24ca! \u2764\ufe0f<br \/>\n\u2764\ufe0e.<\/p>\n<blockquote class=\"wp-embedded-content\" data-secret=\"dIRaLoyxRg\"><p><a href=\"https:\/\/sacerdos2000.com\/meraja-dari-salib\/\">Meraja Dari Salib<\/a><\/p><\/blockquote>\n<p><iframe loading=\"lazy\" class=\"wp-embedded-content\" sandbox=\"allow-scripts\" security=\"restricted\" style=\"position: absolute; visibility: hidden;\" title=\"&#8220;Meraja Dari Salib&#8221; &#8212; Sacerdos2000\" src=\"https:\/\/sacerdos2000.com\/meraja-dari-salib\/embed\/#?secret=fbntmqmNHc#?secret=dIRaLoyxRg\" data-secret=\"dIRaLoyxRg\" width=\"500\" height=\"282\" frameborder=\"0\" marginwidth=\"0\" marginheight=\"0\" scrolling=\"no\"><\/iframe><\/p>\n<p>RP Joni Astanto MSC<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sabda Kehidupan Minggu 23 November 2025 Hari Raya Tuhan Kita Yesus Kristus Raja Semesta Alam Hari Orang Muda Sedunia Lukas 24:42-43 (Luk 23:35-43) Lalu ia berkata: &#8220;Yesus, ingatlah akan aku, apabila Engkau datang sebagai&#46;&#46;&#46;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":66662,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1,20],"tags":[],"class_list":["post-88511","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-bacaan-harian","category-renungan-text"],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/katolikindonesia.org\/wp-content\/uploads\/2024\/12\/ardas-2025.png","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/88511","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=88511"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/88511\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":88512,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/88511\/revisions\/88512"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/66662"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=88511"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=88511"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=88511"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}