{"id":88446,"date":"2025-11-22T08:38:14","date_gmt":"2025-11-22T01:38:14","guid":{"rendered":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=88446"},"modified":"2025-11-22T08:38:14","modified_gmt":"2025-11-22T01:38:14","slug":"sabtu-22-november-2025-5","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=88446","title":{"rendered":"Sabtu, 22 November 2025"},"content":{"rendered":"<p>Sabda Kehidupan<br \/>\nSabtu 22 November 2025<br \/>\nPeringatan St Sesilia<br \/>\nNovena Kristus Raja hari ke 9<br \/>\nLukas 20:34-35 (Luk 20:27-38)<br \/>\nJawab Yesus kepada mereka: &#8220;Orang-orang dunia ini kawin dan dikawinkan,tetapi mereka yang dianggap layak untuk mendapat bagian dalam dunia yang lain itu dan dalam kebangkitan dari antara orang mati, tidak kawin dan tidak dikawinkan.\u201d<\/p>\n<p>Hidup Sesudah Kematian: Mendambakan Cita-cita Surgawi<\/p>\n<p>Orang-orang Saduki tidak percaya adanya kebangkitan orang mati. Untuk menolak ajaran mengenai kebangkitan, mereka mengajukan kepada Yesus sebuah kasus yang sulit dibayangkan bila sampai terjadi: ada 7 bersaudara yang kawin dengan seorang wanita semasa hidupnya di dunia.<br \/>\nBila ada kebangkitan orang mati, siapa dari antara 7 bersaudara itu yang menjadi suaminya? Mereka semua adalah suaminya, jadi punya hak yang sama terhadap istrinya. Nah, bagaimana mungkin 1 orang perempuan tinggal bersama dengan 7 suami?<\/p>\n<p>Sungguh sebuah kasus yang sangat rumit bila kebangkitan ingin dipahami secara logika insani. Tapi syukurlah yang menjawab pertanyaan mereka adalah Yesus yang tahu persis bagaimana sebenarnya hidup di surga itu.<br \/>\nYesus telah turun dari surga untuk mewartakan kehidupan surgawi kepada kita dan menuntun kita ke sana. Jawab Yesus: &#8220;Orang-orang dunia ini kawin dan dikawinkan, tetapi mereka yang dianggap layak untuk mendapat bagian dalam dunia yang lain itu dan dalam kebangkitan dari antara orang mati, tidak kawin dan tidak dikawinkan. Sebab mereka tidak dapat mati lagi; mereka sama seperti malaikat-malaikat dan mereka adalah anak-anak Allah, karena mereka telah dibangkitkan.\u201d (20:34-36).<\/p>\n<p>Demikianlah Yesus mematahkan cara berpikir logis rasional yang tidak menempatkan perspektif iman dalam perkara-perkara kehidupan di dunia ini. Janganlah karena dianggap tidak masuk akal secara logika lantas kita menolak kebenaran iman mengenai kebangkitan dan hidup surgawi.<br \/>\nBetapa Yesus ingin agar realitas surgawi bisa dinikmati dan dicicipi oleh semua putra putri Allah selafi hidup di dunia ini.<\/p>\n<p>Hidup surgawi itu telah ada dalam hidup duniawi kita. Yakni hidup bersatu dengan Allah Tritunggal Mahakudus dan hidup bersatu dengan sesama. Dalam arti, bukan lagi hidup hanya untuk diri sendiri.<br \/>\nEntah dalam bentuk hidup perkawinan maupun dalam hidup selibat tidak kawin, kita hidup demi tujuan Allah yang menciptakan kita.<br \/>\nSemua jalan hidup yang kita pilih dan jalani di dunia ini adalah persiapan hidup surgawi, yang dimulai dengan saling mengasihi, saling menjadi bagian dalam iman akan Yesus dan pengharapan akan hidup kekal.<\/p>\n<p>Mari kita jadikan cita-cita surgawi yakni kebahagiaan kekal di surga menjadi tujuan hidup dan karya kita di dunia ini. Yesus telah bangkit, maka kebangkitan adalah cita-cita hidup kita yang mengimani Yesus. Dalam perspektif ini, semua yang kita kerjakan di dunia adalah persiapan untuk hidup dalam kebahagiaan kekal bersama Bapa Putera dan Roh Kudus serta semua keluarga Allah di surga.<\/p>\n<p>Selamat berakhir pekan. Selamat mengakhiri Novena Kristus Raja. Kita siap menyambut Hari Raya Kristus Raja Semesta Alam. Tuhan Yesus memberkati kita.\u2764\ufe0f<br \/>\nPs Revi Tanod Pr<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Kalender Liturgi 22 Nov 2025<br \/>\nSabtu Pekan Biasa XXXIII<br \/>\nPW S. Sesilia, Perawan dan Martir<br \/>\nWarna Liturgi: Merah<br \/>\nBait Pengantar Injil: 2Tim 1:10b<br \/>\nBacaan Injil: Luk 20:27-40<br \/>\n***********<\/p>\n<p>Bait Pengantar Injil<br \/>\n2Tim 1:10b<br \/>\nJuruselamat kita Yesus Kristus telah mematahkan kuasa maut<br \/>\ndan mendatangkan hidup yang tidak dapat binasa.<\/p>\n<p>Bacaan Injil<br \/>\nLuk 20:27-40<br \/>\nAllah bukanlah Allah orang mati,<br \/>\nmelainkan Allah orang hidup.<\/p>\n<p>Inilah Injil Suci menurut Santo Lukas:<\/p>\n<p>Pada suatu ketika<br \/>\ndatanglah kepada Yesus beberapa orang Saduki<br \/>\nyang tidak mengakui adanya kebangkitan.<br \/>\nMereka bertanya kepada Yesus,<br \/>\n&#8220;Guru, Musa menuliskan untuk kita perintah ini:<br \/>\n&#8216;Jika seorang yang mempunyai saudara laki-laki<br \/>\nmati meninggalkan isteri tetapi tidak meninggalkan anak,<br \/>\nmaka saudaranya harus kawin dengan wanita itu<br \/>\ndan membangkitkan keturunan bagi saudaranya.&#8217;<br \/>\nAda tujuh orang bersaudara.<br \/>\nYang pertama kawin dengan seorang wanita<br \/>\nlalu mati tanpa meninggalkan anak.<br \/>\nLalu wanita itu dikawini oleh yang kedua, dan oleh yang ketiga,<br \/>\ndan demikianlah berturut-turut oleh ketujuh saudara itu.<br \/>\nMereka semuanya mati tanpa meninggalkan anak.<br \/>\nAkhirnya perempuan itu pun mati.<br \/>\nBagaimana sekarang dengan wanita itu?<br \/>\nSiapakah di antara orang-orang itu yang menjadi suaminya pada hari kebangkitan?<br \/>\nSebab ketujuhnya telah beristerikan dia.&#8221;<\/p>\n<p>Berkatalah Yesus kepada mereka,<br \/>\n&#8220;Orang dunia ini kawin dan dikawinkan,<br \/>\ntetapi orang yang dianggap layak untuk mendapat bagian<br \/>\ndalam dunia yang lain itu<br \/>\ndan dalam kebangkitan dari antara orang mati<br \/>\ntidak kawin dan tidak dikawinkan.<br \/>\nSebab mereka tidak dapat mati lagi.<br \/>\nMereka sama dengan malaikat-malaikat<br \/>\ndan menjadi anak-anak Allah,<br \/>\nkarena mereka telah dibangkitkan.<\/p>\n<p>Tentang bangkitnya orang-orang mati,<br \/>\nMusa telah memberitahukannya dalam nas tentang semak duri,<br \/>\ndi mana Tuhan disebut Allah Abraham, Allah Ishak dan Allah Yakub.<br \/>\nIa bukanlah Allah orang mati, melainkan Allah orang hidup,<br \/>\nkarena di hadapan Dia semua orang hidup.&#8221;<\/p>\n<p>Mendengar itu beberapa ahli Taurat berkata,<br \/>\n&#8220;Guru, jawab-Mu itu tepat sekali.&#8221;<br \/>\nMaka mereka tidak berani lagi menanyakan apa-apa kepada Yesus.<\/p>\n<p>Demikianlah sabda Tuhan.<br \/>\n************<\/p>\n<p>EMBUN ROHANI PAGI DARI KOTA FIRENZE, ITALIA<\/p>\n<p>ENGKAU AKAN SEPERTI MALAIKAT DALAM KEABADIAN<\/p>\n<p>Kabar Baik dari Tuhan untukmu pagi: \u201cPada hari kebangkitan, engkau dan aku hidup seperti para malaikat, maka jadilah malaikat tak bersayap di dunia ini bagi sesamamu.\u201d<\/p>\n<p>Dalam injil hari ini Yesus menggambarkan tentang kehidupan yang akan datang: &#8220;Sebab mereka tidak dapat mati lagi; mereka sama seperti malaikat-malaikat dan mereka adalah anak-anak Allah, karena mereka telah dibangkitkan.&#8221; ( ayat 36 )<\/p>\n<p>Pesan suci hari ini bagimu:<\/p>\n<p>&#8211; Percayalah bahwa hidup abadi atau kebangkitan itu nyata karena Yesus sendiri mengatakan tentang keberadaannya;<\/p>\n<p>&#8211; \u2060Jalanilah hidup di dunia ini dengan rasa takut akan Allah dan cinta akan sesama;<\/p>\n<p>&#8211; \u2060Jadilah seperti para malaikat yang hanya tahu berbuat baik kepada sesamamu selama hidup masih terberi kepadamu.<\/p>\n<p>Ingatlah bahwa hidup kekal adalah anugrah yang harus kita perjuangkan dari dunia ini.<\/p>\n<p>Selamat beraktivitas untuk para sahabat.<\/p>\n<p>Salam, doa dan berkatku ( + ) untuk semua.<br \/>\n( Dari: Mgr. Inno Ngutra : Minnong &#8211; Duc in Altum )<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sabda Kehidupan Sabtu 22 November 2025 Peringatan St Sesilia Novena Kristus Raja hari ke 9 Lukas 20:34-35 (Luk 20:27-38) Jawab Yesus kepada mereka: &#8220;Orang-orang dunia ini kawin dan dikawinkan,tetapi mereka yang dianggap layak untuk&#46;&#46;&#46;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":66662,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1,20],"tags":[],"class_list":["post-88446","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-bacaan-harian","category-renungan-text"],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/katolikindonesia.org\/wp-content\/uploads\/2024\/12\/ardas-2025.png","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/88446","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=88446"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/88446\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":88447,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/88446\/revisions\/88447"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/66662"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=88446"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=88446"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=88446"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}