{"id":88440,"date":"2025-11-21T18:47:52","date_gmt":"2025-11-21T11:47:52","guid":{"rendered":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=88440"},"modified":"2025-11-21T18:47:52","modified_gmt":"2025-11-21T11:47:52","slug":"rantai-kasihmu-ibu-maria","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=88440","title":{"rendered":"Rantai Kasihmu, Ibu Maria"},"content":{"rendered":"<p>Rantai Kasihmu, Ibu Maria<\/p>\n<p>\u201cRantai Kasih-Mu, Ibu Maria!\u201d<\/p>\n<p>Ini adalah lagu doa yang diciptakan dengan bantuan SUNO AI tentang bagaimana Rosario yang sederhana dapat menjadi rantai kasih yang menambatkan hati kita kepada Yesus. Dalam hidup yang penuh gelombang, ketika bahtera iman terasa oleng, Bunda Maria hadir dengan lembut, menuntun kita menggenggam kembali butir demi butir doa yang membawa kita pulang.<\/p>\n<p>Rosario menjadi rantai pengharapan yang menyatukan kita semua &#8211;<br \/>\nkeluarga, sahabat, komunitas &#8211; dalam cinta yang sama menuju Putra-Nya.<\/p>\n<p>Semoga lagu ini membantu setiap hati yang letih menemukan pegangan,<br \/>\ndan menyadari bahwa Bunda Maria selalu berjalan bersama kita,<br \/>\nmemegang ujung rantai itu, sambil berkata pelan:<br \/>\n\u201cTetaplah berjalan bersama Yesus!&#8221;<\/p>\n<p>Disclaimer:<br \/>\nMusik dalam video ini dibuat menggunakan Suno AI, sebuah platform generatif berbasis kecerdasan buatan. Tidak ada musik atau melodi yang dimaksudkan untuk diambil dari karya pihak lain. Lirik, tema rohani, serta arah artistik adalah arahan Romo Koko SCJ. Output musik dihasilkan otomatis oleh AI dan tidak dimaksudkan meniru atau mereplikasi karya berhak cipta mana pun. Jika ada kemiripan nada atau gaya, hal tersebut bersifat kebetulan dan bukan unsur kesengajaan.<\/p>\n<p>Sumber Romo Koko<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Rantai Kasihmu, Ibu Maria \u201cRantai Kasih-Mu, Ibu Maria!\u201d Ini adalah lagu doa yang diciptakan dengan bantuan SUNO AI tentang bagaimana Rosario yang sederhana dapat menjadi rantai kasih yang menambatkan hati kita kepada Yesus. Dalam&#46;&#46;&#46;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":28971,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"video","meta":{"footnotes":""},"categories":[6,27,26,28,2],"tags":[],"class_list":["post-88440","post","type-post","status-publish","format-video","has-post-thumbnail","hentry","category-berita-sekitar","category-ekonomi","category-pengembangan","category-sosial","category-tokoh","post_format-post-format-video"],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/katolikindonesia.org\/wp-content\/uploads\/2023\/02\/ki.jpg","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/88440","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=88440"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/88440\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":88441,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/88440\/revisions\/88441"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/28971"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=88440"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=88440"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=88440"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}