{"id":87968,"date":"2025-11-14T16:15:51","date_gmt":"2025-11-14T09:15:51","guid":{"rendered":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=87968"},"modified":"2025-11-14T16:15:51","modified_gmt":"2025-11-14T09:15:51","slug":"jumat-14-november-2025-5","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=87968","title":{"rendered":"Jumat, 14 November 2025"},"content":{"rendered":"<p>Sabda Kehidupan<br \/>\nJumat 14 November 2025<br \/>\nNovena Kristus Raja Hari Pertama<br \/>\nLukas 17:26-27 (Luk 17:26-37)<br \/>\n\u201dSama seperti terjadi pada zaman Nuh, demikian pulalah halnya kelak pada hari-hari Anak Manusia: mereka makan dan minum, mereka kawin dan dikawinkan, sampai kepada hari Nuh masuk ke dalam bahtera, lalu datanglah air bah dan membinasakan mereka semua..&#8221;<\/p>\n<p>Jangan Terlena Oleh Rutinitas<\/p>\n<p>Yesus mengingatkan kita apa yang terjadi di jaman Nabi Nuh. Orang hidup seakan Tuhan tidak ada. Mereka hidup hanya mengejar kepentingannya sendiri, tidak peduli keadaan sekitar, merasa semua beres saja, terus melakukan kejahatan, seakan tak ada hukum Tuhan yang berlaku, padahal Tuhan sudah murka akan kelakuan mereka.<br \/>\nPada saat Tuhan memerintahkan Nabi Nuh untuk membuat bahtera, ia dianggap gila karena pertama ia sudah tua dan bukan profesional dalam hal perkapalan. Ke dua, ia membangun bahtera di musim panas dan ke tiga lokasinya berada di pegunungan yang jauh dari pantai.<br \/>\n_Semua orang menertawakan dia.<br \/>\nMereka tidak menyadari akan datangnya hukuman Tuhan berupa air bah yang kemudian memusnahkan segala makhluk hidup di muka bumi._<\/p>\n<p>Ketika musibah air bah datang, barulah orang sadar apa yang terjadi namun sudah terlambat.<br \/>\nMusibah selalu ada di setiap masa. Covid 19 yang terjadi beberapa tahun lalu bagaikan air bah di jaman ini. Bersyukurlah Tuhan tak pernah meninggalkan kita dan akhirnya pandemi itu berlalu.<br \/>\nYesus mengingatkan kita melalui peristiwa air bah, jangan sampai orang terlena dengan rutinitas keseharian, melakukan apa saja yang menyenangkan dirinya, dan tidak sadar ada hal yang mesti dikerjakannya untuk Tuhan.<br \/>\nAda tugas perutusan untuk melayani Tuhan, ada pekerjaan dan perjuangan iman untuk mencari kehendak Tuhan, serta mengejar keselamatan kekal.<br \/>\nJangan sampai hari-hari lewat begitu saja tanpa membawa arti. Mari belajar dari Nuh. Jangan takut dikatakan gila karena teguh memegang nilai dan prinsip iman, rajin ke gereja dan setia berdoa dan terus memperjuangkan kebenaran. Berani berkorban untuk menolong orang lain di saat orang sibuk dengan diri sendiri.<br \/>\nHidup yang penuh makna karena dipersembahkan untuk Tuhan dan dibaktikan untuk kebaikan bersama, itulah kebahagiaan kita. Saat Tuhan memanggil pulang, kita siap sedia selalu.<\/p>\n<p>Selamat memulai Novena Kristus Raja Semesta Alam. Saat Kristus datang sebagai Raja, kita siap sedia menyambutNya.\u2764\ufe0f<br \/>\nPs Revi Tanod Pr<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sabda Kehidupan Jumat 14 November 2025 Novena Kristus Raja Hari Pertama Lukas 17:26-27 (Luk 17:26-37) \u201dSama seperti terjadi pada zaman Nuh, demikian pulalah halnya kelak pada hari-hari Anak Manusia: mereka makan dan minum, mereka&#46;&#46;&#46;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":66662,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1,20],"tags":[],"class_list":["post-87968","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-bacaan-harian","category-renungan-text"],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/katolikindonesia.org\/wp-content\/uploads\/2024\/12\/ardas-2025.png","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/87968","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=87968"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/87968\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":87969,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/87968\/revisions\/87969"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/66662"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=87968"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=87968"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=87968"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}