{"id":87898,"date":"2025-11-13T09:39:31","date_gmt":"2025-11-13T02:39:31","guid":{"rendered":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=87898"},"modified":"2025-11-13T09:39:31","modified_gmt":"2025-11-13T02:39:31","slug":"kamis-13-november-2025-5","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=87898","title":{"rendered":"Kamis, 13 November 2025"},"content":{"rendered":"<p>Sabda Kehidupan<br \/>\nKamis 13 November 2025<br \/>\nLukas 17:21 (Luk 17:20-25)<br \/>\nAtas pertanyaan orang-orang Farisi, apabila Kerajaan Allah akan datang, Yesus menjawab, kata-Nya: &#8220;Kerajaan Allah datang tanpa tanda-tanda lahiriah, juga orang tidak dapat mengatakan: Lihat, ia ada di sini atau ia ada di sana! Sebab sesungguhnya Kerajaan Allah ada di antara kamu.\u201d<\/p>\n<p>Begitu Dekat Sampai Tak Kelihatan<\/p>\n<p>Perlu kesadaran yang dalam untuk dapat melihat hadirnya Kerajaan Allah di tengah kita. Bukan lagi dengan mengandalkan mata insani, melainkan mata iman.<br \/>\nAda sebuah cerita yang bagus yang menggambarkan kenyataan ini.<br \/>\nDiceritakan bahwa pada suatu ketika ada seekor ikan kecil sedang berenang mencari-cari sesuatu. Seekor ikan yang sudah tua bertanya padanya, &#8220;Nak, apa yang sedang kau cari?&#8221; Jawab si ikan kecil, &#8220;Aku sedang mencari laut!&#8221; Ikan tua itu tersenyum dan berkata, &#8220;Kamu sedang berada di laut.&#8221; Si ikan kecil tidak terima. Katanya, &#8220;Ini air, bukan laut!&#8221;<\/p>\n<p>Demikian kiranya dengan orang yang mencari Kerajaan Allah dan tidak menyadari bahwa ia sesungguhnya ada di dalamnya. Hidup kita sesungguhnya dilingkupi lautan kasih Allah.<br \/>\nKita berada di dalamnya. Sama seperti seorang bayi berada dalam kandungan ibunya. Si ibu tak kelihatan olehnya, tapi ia menerima semua yang ia butuhkan untuk hidup dan bertumbuh. Semua tersedia dalam rahim ibunya. Ia pun aman terlindung dalam ke-rahim-an ibunya.<br \/>\nDemikianlah Allah maha-rahim melingkupi kita dengan kasih setia-Nya. Nafas yang kita hirup adalah nafas kehidupan dari Allah. Oleh kasih Allah yang maharahim, Bapa mengutus Yesus untuk menyertai kita. Bersama Roh Kudus-Nya, Yesus diam di hati kita.<\/p>\n<p>Mari masuk ke kedalaman hati dalam iman dan doa untuk menyadari Yesus ada di hati kita. Ia begitu dekat seirama tarikan nafas kita, begitu setia seperti denyut jantung kita.<br \/>\nBila Yesus ada dalam hati kita, berarti Ia juga ada dalam hati sesama kita. Yesus telah berkata, \u201cApa yang kamu lakukan kepada salah seorang saudaraKu yang paling hina ini, kamu telah melakukannya untuk Aku. (Mat 25:40)<br \/>\nMari menyadari hadirnya Yesus dalam diri Papa-Mama, anak-anak kita, kakak-adik, suami-istri, teman, siapa saja.<br \/>\nKiranya kita dapat memancarkan wajah kerahiman Allah dalam hidup dan karya kita, supaya orang dapat mengalami dan merasakan hadirnya Kerajaan Allah di tengah-tengah kita.<\/p>\n<p>Selamat mengalami kasih dan kebaikan Tuhan di hari baru ini.\u2764\ufe0f<br \/>\nPs Revi Tanod Pr<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Kalender Liturgi 13 Nov 2025<br \/>\nKamis Pekan Biasa XXXII<br \/>\nWarna Liturgi: Hijau<br \/>\nBait Pengantar Injil: Yoh 15:5<br \/>\nBacaan Injil: Luk 17:20-25<br \/>\n************<\/p>\n<p>Bait Pengantar Injil<br \/>\nYoh 15:5<br \/>\nAkulah pokok anggur, kalian ranting-rantingnya, sabda Tuhan.<br \/>\nTinggallah beserta-Ku, maka Aku tinggal besertamu,<br \/>\ndan kalian akan berbuah banyak.<\/p>\n<p>Bacaan Injil<br \/>\nLuk 17:20-25<br \/>\nKerajaan Allah sudah ada di tengah-tengahmu.<\/p>\n<p>Inilah Injil Suci menurut Lukas:<\/p>\n<p>Sekali peristiwa orang-orang Farisi bertanya kepada Yesus,<br \/>\nkapan Kerajaan Allah datang.<br \/>\nYesus menjawab,<br \/>\n&#8220;Kerajaan Allah datang tanpa tanda-tanda lahiriah.<br \/>\nTidak dapat dikatakan,<br \/>\n&#8220;Lihat, ia ada di sini&#8217; atau &#8216;ia ada di sana.&#8217;<br \/>\nSebab sesungguhnya Kerajaan Allah sudah ada di tengah-tengahmu.&#8221;<\/p>\n<p>Yesus berkata kepada para murid,<br \/>\n&#8220;Akan datang waktunya<br \/>\nkalian ingin melihat salah satu hari Anak Manusia itu.<br \/>\nTetapi kalian tidak akan melihatnya.<br \/>\nOrang akan berkata kepadamu,<br \/>\n&#8216;Lihat dia ada di sana!<br \/>\nLihat dia ada di sini! &#8216;<br \/>\nTetapi jangan kalian pergi ke situ, jangan kalian ikut.<br \/>\nSebab seperti kilat memancar dari ujung langit yang satu<br \/>\nke ujung langit yang lain,<br \/>\ndemikian pulalah halnya Anak Manusia,<br \/>\npada hari kedatangan-Nya kelak.<\/p>\n<p>Tetapi Ia harus menanggung banyak penderitaan dahulu<br \/>\ndan ditolak oleh angkatan ini.&#8221;<\/p>\n<p>Demikianlah sabda Tuhan.<br \/>\n***********<\/p>\n<p>  \u210d <\/p>\n<p>\u201cSesungguhnya Kerajaan Allah ada di antara kamu,\u201d (Luk 17: 21)<\/p>\n<p>Para Farisi bertanya kepada Yesus kapan Kerajaan Allah akan datang. Mereka mengharapkan tanda-tanda, sesuatu yang terlihat, bahkan sesuatu yang spektakuler. Namun jawaban Yesus mengejutkan: \u201cKerajaan Allah datang tanpa tanda-tanda lahiriah\u2026. Sebab, sesungguhnya, Kerajaan Allah ada di antara kamu.\u201d<\/p>\n<p>Di sinilah letak tantangannya. Kerajaan Allah bukan tentang tampilan luar atau tanda-tanda kosmik \u2014 melainkan tentang hati yang diubah oleh kasih. Kerajaan Allah bukan revolusi politik atau struktur, tetapi revolusi manusia yang diperbarui dalam Kristus. Kerajaan Allah sudah hadir di mana iman, pengampunan, dan kasih dihidupi.<\/p>\n<p>Dengan Firman Allah yang hidup dalam diri kita, dengan belas kasih-Nya, dengan cinta-Nya, pemerintahan Allah sudah masuk ke dunia. Namun, orang-orang Farisi, yang merindukan pemerintahan Allah, gagal mengenali Dia yang berdiri di hadapan mereka. Betapa sering kita pun mengabaikan kehadiran Allah karena Ia datang dengan cara yang paling biasa, tenang, sederhana, dan rendah hati!<\/p>\n<p>Yesus lalu memperingatkan murid-murid-Nya tentang kerinduan, bahkan ketidaksabaran, serta pelbagai macam spekulasi. \u201cAkan datang waktunya kamu ingin melihat satu dari pada hari-hari Anak Manusia itu\u2026 Dan orang akan berkata: Lihat, ia ada di sana; lihat, ia ada di sini! Dari waktu ke waktu ada yang meramalkan saatnya. Namun, waktu bukanlah sesuatu yang dapat kita tentukan. Yang penting bukanlah spekulasi atau mengejar tanda-tanda palsu, tetapi tetap setia pada panggilan harian kita.<\/p>\n<p>Maka, Kerajaan Allah itu sudah ada namun belum sepenuhnya. Sudah ada di dalam Kristus, di dalam sakramen-sakramen, di dalam cinta yang kita bagikan, dalam usaha kita memperjuangkan kebaikan, kebenaran dan keadilan. Belum sepenuhnya, yang kita tunggu dengan kesabaran dan harapan. Tugas kita adalah hidup hari ini sebagai warga Kerajaan itu, dengan menemukan Allah dalam hal-hal biasa, menyambut kehadiran-Nya di antara kita, dan mempersiapkan hati kita untuk saat ketika Kristus akan datang kembali dengan kemuliaan.<\/p>\n<p>Tuhan, semoga komunitas kami, keluarga kami, menjadi tanda yang nyata dari Kerajaan Allah di bumi melalui keterbukaan kami terhadap semua orang, semangat kasih dan serta pelayanan kami. Amin.<\/p>\n<p>Selamat beaktivitas. Setialah pada panggilan kita! \u24bf\u24c1\u24ca! \u2764\ufe0f<br \/>\n\u2764\ufe0e.<\/p>\n<blockquote class=\"wp-embedded-content\" data-secret=\"tUxXkrRAnp\"><p><a href=\"https:\/\/sacerdos2000.com\/menjadi-tanda-nyata-kerajaan-allah\/\">Menjadi Tanda Nyata Kerajaan Allah<\/a><\/p><\/blockquote>\n<p><iframe loading=\"lazy\" class=\"wp-embedded-content\" sandbox=\"allow-scripts\" security=\"restricted\" style=\"position: absolute; visibility: hidden;\" title=\"&#8220;Menjadi Tanda Nyata Kerajaan Allah&#8221; &#8212; Sacerdos2000\" src=\"https:\/\/sacerdos2000.com\/menjadi-tanda-nyata-kerajaan-allah\/embed\/#?secret=wbf0iEJ86H#?secret=tUxXkrRAnp\" data-secret=\"tUxXkrRAnp\" width=\"500\" height=\"282\" frameborder=\"0\" marginwidth=\"0\" marginheight=\"0\" scrolling=\"no\"><\/iframe><\/p>\n<p>RP Joni Astanto MSC<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sabda Kehidupan Kamis 13 November 2025 Lukas 17:21 (Luk 17:20-25) Atas pertanyaan orang-orang Farisi, apabila Kerajaan Allah akan datang, Yesus menjawab, kata-Nya: &#8220;Kerajaan Allah datang tanpa tanda-tanda lahiriah, juga orang tidak dapat mengatakan: Lihat,&#46;&#46;&#46;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":66662,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1,20],"tags":[],"class_list":["post-87898","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-bacaan-harian","category-renungan-text"],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/katolikindonesia.org\/wp-content\/uploads\/2024\/12\/ardas-2025.png","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/87898","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=87898"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/87898\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":87899,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/87898\/revisions\/87899"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/66662"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=87898"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=87898"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=87898"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}