{"id":87641,"date":"2025-11-09T09:45:45","date_gmt":"2025-11-09T02:45:45","guid":{"rendered":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=87641"},"modified":"2025-11-09T09:45:45","modified_gmt":"2025-11-09T02:45:45","slug":"minggu-09-november-2025-5","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=87641","title":{"rendered":"Minggu, 09 November 2025"},"content":{"rendered":"<p>Sabda Kehidupan<br \/>\nMinggu 9 November 2025<br \/>\nPeringatan Pemberkatan Gereja Pertama Di Dunia: Basilika Yohanes Lateran Di Roma Tahun 324<br \/>\nYohanes 2:17 (Yoh 2:13-22)<br \/>\n\u201dCinta untuk rumah-Mu menghanguskan Aku.&#8221;<\/p>\n<p>Jangan Biarkan Gereja Kosong<\/p>\n<p>Setiap tanggal 9 November Gereja mengajak kita untuk mengenang peristiwa bersejarah ketika untuk pertama kali dibangun dan ditahbiskan gedung gereja yang megah di atas muka bumi ini, yakni Basilika Agung St Yohanes Lateran di Roma tahun 324.<br \/>\nGereja ini didirikan oleh Kaisar Konstatinus Agung, putra St Helena, kaisar Romawi pertama yang menjadi pengikut Kristus. Sejak itu gereja yang teraniaya dan menjadi gerakan di bawah tanah dalam arti sesungguhnya, karena beribadah di bawah tanah, tepatnya di dalam Katekombe atau kuburan bawah tanah, kemudian berdiri megah di atas tanah bahkan sampai menjulang tinggi.<\/p>\n<p>Kita memperingati peristiwa bersejarah ini untuk menumbuhkan kecintaan kita pada iman akan Kristus dan gerejaNya. Kita bersyukur iman kristiani tersebar dari Yerusalem sampai ke Eropa &#8211; Roma, hingga ke seluruh dunia, sampai akhirnya ke tanah air tercinta Indonesia.<br \/>\nKiranya kita mesti waspada bahwa sekian ribu tahun kemudian, di abad ini, bangunan-bangunan gereja di Eropa dan di mana-mana mulai kosong.<br \/>\nKemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi mulai menyingkirkan Tuhan dalam hidup manusia yang merasa semakin mampu tanpa bantuan Tuhan. Orang tidak lagi ke gereja dan semakin jauh dari Tuhan. Kemajuan iptek kiranya seimbang dengan pertumbuhan iman.<\/p>\n<p>Saat ini gereja Asia sangat berkembang khususnya di Indonesia. Bahkan di Tiongkok yang masih menganut paham komunisme, iman kristiani tumbuh subur dan menjadi harapan dunia.<br \/>\nSemoga semangat membara Tuhan kita Yesus Kristus, yang oleh cintaNya yang meluap-luap, membersihkan dan memurnikan Bait Allah, menjadi semangat kecintaan kita akan Gereja Kristus.<br \/>\n\u201dCinta untuk rumahMu menghanguskan aku!\u201d<br \/>\nKiranya cinta akan Kristus dan gerejaNya mendesak kita untuk berjuang memperbaiki keadaan, peduli, dan terlibat untuk perubahan, pemurnian, serta kemajuan Gereja.<br \/>\nHadirlah selalu dalam persekutuan dengan Yesus dan jemaatNya dalam Gereja, agar cinta kita padaNya tetap membara. Jangan biarkan gereja kosong karena sikap kita yang acuh dan tidak peduli mengembangkan iman.<\/p>\n<p>Teruslah berkobar mencintai rumah Tuhan. Kasih Yesus mendorong kita.\u2764\ufe0f<br \/>\nPs Revi Tanod Pr<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Kalender Liturgi 09 Nov 2025<br \/>\nMinggu Pekan Biasa XXXII<br \/>\nWarna Liturgi: Putih<br \/>\nBait Pengantar Injil: 2Taw 7:16<br \/>\nBacaan Injil: Yoh 2:13-22<br \/>\n************<\/p>\n<p>Bait Pengantar Injil<br \/>\n2Taw 7:16<br \/>\nTelah Kupilih dan Kukuduskan rumah ini,<br \/>\nsupaya nama-Ku tinggal di sini untuk selama-lamanya.<\/p>\n<p>Bacaan Injil<br \/>\nYoh 2:13-22<br \/>\nBait Allah yang dimaksudkan Yesus ialah tubuh-Nya sendiri.<\/p>\n<p>Inilah Injil Suci menurut Yohanes:<\/p>\n<p>Ketika sudah dekat hari raya Paskah orang Yahudi,<br \/>\nYesus berangkat ke Yerusalem.<br \/>\nDalam Bait Suci didapati-Nya<br \/>\npedagang-pedagang lembu, kambing-domba dan merpati,<br \/>\ndan penukar-penukar uang duduk di situ.<br \/>\nMaka Yesus membuat cambuk dari tali<br \/>\nlalu mengusir mereka semua dari Bait Suci<br \/>\ndengan semua kambing-domba dan lembu mereka;<br \/>\nuang penukar-penukar dihamburkan-Nya ke tanah,<br \/>\ndan meja-meja mereka dibalikkan-Nya.<br \/>\nKepada pedagang-pedagang merpati Ia berkata,<br \/>\n&#8220;Ambil semuanya ini dari sini,<br \/>\njangan kamu membuat rumah Bapa-Ku menjadi tempat berjualan!&#8221;<br \/>\nMaka teringatlah murid-murid Yesus bahwa ada tertulis,<br \/>\n&#8220;Cinta untuk rumah-Mu menghanguskan Aku.&#8221;<\/p>\n<p>Tetapi orang-orang Yahudi menantang Yesus, katanya,<br \/>\n&#8220;Tanda apakah dapat Engkau tunjukkan kepada kami,<br \/>\nbahwa Engkau berhak bertindak demikian?&#8221;<br \/>\nJawab Yesus kepada mereka,<br \/>\n&#8220;Rombaklah Bait Allah ini,<br \/>\ndan dalam tiga hari Aku akan mendirikannya kembali.&#8221;<br \/>\nLalu kata orang Yahudi kepada-Nya:<br \/>\n&#8220;Empat puluh enam tahun orang mendirikan Bait Allah ini,<br \/>\ndan Engkau dapat membangunnya dalam tiga hari?&#8221;<br \/>\nTetapi yang dimaksudkan-Nya dengan Bait Allah<br \/>\nialah tubuh-Nya sendiri.<br \/>\nSesudah Yesus bangkit dari antara orang mati,<br \/>\nbarulah teringat oleh murid-murid-Nya<br \/>\nbahwa hal itu telah dikatakan-Nya.<br \/>\nMaka percayalah mereka akan Kitab Suci<br \/>\ndan akan perkataan yang telah diucapkan Yesus.<\/p>\n<p>Demikianlah sabda Tuhan.<br \/>\n*************<\/p>\n<p>Kalender Liturgi 09 Nov 2025<br \/>\nMinggu Pekan Biasa XXXII<br \/>\nWarna Liturgi: Putih<br \/>\nBait Pengantar Injil: 2Taw 7:16<br \/>\nBacaan Injil: Yoh 2:13-22<br \/>\n************<\/p>\n<p>Bait Pengantar Injil<br \/>\n2Taw 7:16<br \/>\nTelah Kupilih dan Kukuduskan rumah ini,<br \/>\nsupaya nama-Ku tinggal di sini untuk selama-lamanya.<\/p>\n<p>Bacaan Injil<br \/>\nYoh 2:13-22<br \/>\nBait Allah yang dimaksudkan Yesus ialah tubuh-Nya sendiri.<\/p>\n<p>Inilah Injil Suci menurut Yohanes:<\/p>\n<p>Ketika sudah dekat hari raya Paskah orang Yahudi,<br \/>\nYesus berangkat ke Yerusalem.<br \/>\nDalam Bait Suci didapati-Nya<br \/>\npedagang-pedagang lembu, kambing-domba dan merpati,<br \/>\ndan penukar-penukar uang duduk di situ.<br \/>\nMaka Yesus membuat cambuk dari tali<br \/>\nlalu mengusir mereka semua dari Bait Suci<br \/>\ndengan semua kambing-domba dan lembu mereka;<br \/>\nuang penukar-penukar dihamburkan-Nya ke tanah,<br \/>\ndan meja-meja mereka dibalikkan-Nya.<br \/>\nKepada pedagang-pedagang merpati Ia berkata,<br \/>\n&#8220;Ambil semuanya ini dari sini,<br \/>\njangan kamu membuat rumah Bapa-Ku menjadi tempat berjualan!&#8221;<br \/>\nMaka teringatlah murid-murid Yesus bahwa ada tertulis,<br \/>\n&#8220;Cinta untuk rumah-Mu menghanguskan Aku.&#8221;<\/p>\n<p>Tetapi orang-orang Yahudi menantang Yesus, katanya,<br \/>\n&#8220;Tanda apakah dapat Engkau tunjukkan kepada kami,<br \/>\nbahwa Engkau berhak bertindak demikian?&#8221;<br \/>\nJawab Yesus kepada mereka,<br \/>\n&#8220;Rombaklah Bait Allah ini,<br \/>\ndan dalam tiga hari Aku akan mendirikannya kembali.&#8221;<br \/>\nLalu kata orang Yahudi kepada-Nya:<br \/>\n&#8220;Empat puluh enam tahun orang mendirikan Bait Allah ini,<br \/>\ndan Engkau dapat membangunnya dalam tiga hari?&#8221;<br \/>\nTetapi yang dimaksudkan-Nya dengan Bait Allah<br \/>\nialah tubuh-Nya sendiri.<br \/>\nSesudah Yesus bangkit dari antara orang mati,<br \/>\nbarulah teringat oleh murid-murid-Nya<br \/>\nbahwa hal itu telah dikatakan-Nya.<br \/>\nMaka percayalah mereka akan Kitab Suci<br \/>\ndan akan perkataan yang telah diucapkan Yesus.<\/p>\n<p>Demikianlah sabda Tuhan.<br \/>\n*************<\/p>\n<p>  \u210d <\/p>\n<p>\u201cRombak Bait Allah ini, dan dalam tiga hari Aku akan mendirikannya kembali,\u201d (Yoh 2: 19)<\/p>\n<p>Hari ini kita merayakan Pesta Pemberkatan Gereja Basilik Lateran, Katedral Roma, dan &#8220;Ibu dan Kepala semua gereja di Roma dan di seluruh dunia.&#8221; Perayaan ini bukanlah sekadar tentang batu bata dan marmer, tetapi tentang apa yang diwakili oleh Lateran: kesatuan Gereja seluruh dunia dalam persekutuan dengan Uskup Roma, pengganti Petrus. Basilika ini adalah tanda yang kelihatan dari Gereja yang hidup, yang dibangun bukan hanya dari batu, tetapi dari orang-orang yang, melalui baptisan, menjadi tempat tinggal Allah.<\/p>\n<p>Dalam Injil, Yesus membersihkan Bait Suci, mengusir para pedagang dan tukang penukar uang. Tindakan-Nya bukan sekadar untuk menjaga ketertiban di tempat suci. Sebaliknya, Ia menunjuk pada kebenaran yang lebih dalam: Bait Suci Allah yang sejati bukanlah bangunan, tetapi Tubuh-Nya sendiri. \u201cRuntuhkan Bait Suci ini,\u201d kata-Nya, \u201cdan dalam tiga hari Aku akan mendirikannya kembali.\u201d Para murid kemudian memahami bahwa Ia berbicara tentang Kebangkitan-Nya. Dalam Kristus, kehadiran Allah tidak lagi terbatas pada satu tempat suci, tetapi sepenuhnya terungkap dalam diri-Nya. Dan melalui baptisan, masing-masing dari kita menjadi bagian dari Bait Suci yang hidup ini.<\/p>\n<p>St. Paulus mengingatkan kita bahwa \u201ckamu adalah bangunan Allah\u201d (1 Kor 3:9). Gereja adalah rumah rohani yang dibangun dari \u201cbatu-batu hidup,\u201d dan Kristus sendiri adalah batu penjuru. Ini berarti setiap orang Kristen dipanggil untuk menjadi tempat tinggal Allah yang sejati. Namun, hal ini juga membawa tantangan: untuk konsisten dalam hidup sesuai dengan iman yang kita nyatakan. Kesesuaian antara iman dan kehidupan sehari-hari tidaklah mudah; hal ini membutuhkan keterbukaan yang terus-menerus terhadap Roh Kudus. Seperti yang sering diingatkan oleh Paus Fransiskus, seorang Kristen dikenali bukan semata-mata melalui kata-kata, tetapi melalui tindakan, melalui cara ia hidup.<\/p>\n<p>Basilik Lateran berdiri sebagai pengingat akan Gereja yang terlihat dan institusional, tetapi juga menunjuk pada realitas yang lebih dalam: bahwa misi Gereja adalah bersaksi tentang iman melalui kasih. Struktur, pelayanan, dan program pastoral ada untuk satu tujuan: membawa orang kepada Kristus dan menjadikan kasih-Nya terlihat di dunia. Iman dan kasih harus selalu berjalan bersama. Kasih adalah ungkapan iman, dan iman memberikan dasar dan makna bagi kasih.<\/p>\n<p>Pesta hari ini juga memanggil kita kepada persatuan dan persekutuan. Sama seperti Basilika Lateran mempersatukan semua orang Kristen di sekitar Uskup Roma, demikian pula kita dipanggil untuk menjadi pembangun persatuan di dunia yang terpecah belah. Gereja dimaksudkan untuk menjadi tanda rekonsiliasi, sekilas gambaran kemanusiaan baru yang dibawa oleh Kristus\u2014sebuah keluarga bangsa-bangsa yang bersatu dalam persaudaraan dan solidaritas. Di zaman kita, ketika ketidakpedulian dan permusuhan sering memisahkan komunitas, Gereja harus terus membangun jembatan dialog, pemahaman, dan perdamaian.<\/p>\n<p>Marilah kita memohon perantaraan Santa Perawan Maria, tempat tinggal Firman Allah, untuk membantu kita menjadi bait suci hidup bagi kasih-Nya. Semoga hidup kita memancarkan kehadiran Kristus, sehingga Gereja, seperti Basilika Lateran, benar-benar menjadi rumah doa bagi semua bangsa dan tanda harapan bagi dunia.<\/p>\n<p>Tuhan, semoga kami selalu menyadari bahwa kami bersatu dalam iman, kasih, harapan dan pelayanan bersama Paus dan Gereja Katolik di seluruh dunia, dan pada saat yang sama kami berkontribusi bagi terciptanya persatuan, di manapun kami berada. Amin.<\/p>\n<p>Selamat Hari Minggu. Mari bangun persatuan. \u24bf\u24c1\u24ca! \u2764\ufe0f<br \/>\n\u2764\ufe0e.<\/p>\n<blockquote class=\"wp-embedded-content\" data-secret=\"KRDLv09q7t\"><p><a href=\"https:\/\/sacerdos2000.com\/pesta-pemberkatan-gereja-basilik-lateran\/\">Pesta Pemberkatan Gereja Basilik Lateran<\/a><\/p><\/blockquote>\n<p><iframe loading=\"lazy\" class=\"wp-embedded-content\" sandbox=\"allow-scripts\" security=\"restricted\" style=\"position: absolute; visibility: hidden;\" title=\"&#8220;Pesta Pemberkatan Gereja Basilik Lateran&#8221; &#8212; Sacerdos2000\" src=\"https:\/\/sacerdos2000.com\/pesta-pemberkatan-gereja-basilik-lateran\/embed\/#?secret=UEqw9KLQlw#?secret=KRDLv09q7t\" data-secret=\"KRDLv09q7t\" width=\"500\" height=\"282\" frameborder=\"0\" marginwidth=\"0\" marginheight=\"0\" scrolling=\"no\"><\/iframe><\/p>\n<p>RP Joni Astanto MSC<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sabda Kehidupan Minggu 9 November 2025 Peringatan Pemberkatan Gereja Pertama Di Dunia: Basilika Yohanes Lateran Di Roma Tahun 324 Yohanes 2:17 (Yoh 2:13-22) \u201dCinta untuk rumah-Mu menghanguskan Aku.&#8221; Jangan Biarkan Gereja Kosong Setiap tanggal&#46;&#46;&#46;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":66662,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1,20],"tags":[],"class_list":["post-87641","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-bacaan-harian","category-renungan-text"],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/katolikindonesia.org\/wp-content\/uploads\/2024\/12\/ardas-2025.png","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/87641","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=87641"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/87641\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":87642,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/87641\/revisions\/87642"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/66662"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=87641"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=87641"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=87641"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}