{"id":87459,"date":"2025-11-06T18:27:55","date_gmt":"2025-11-06T11:27:55","guid":{"rendered":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=87459"},"modified":"2025-11-06T18:27:55","modified_gmt":"2025-11-06T11:27:55","slug":"kamis-06-november-2025-5","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=87459","title":{"rendered":"Kamis, 06 November 2025"},"content":{"rendered":"<p>Sabda Kehidupan<br \/>\nKamis 06 November 2025<br \/>\nLukas 15:5-6 (Luk 5:1-10)<br \/>\n\u201cDan kalau ia telah menemukannya, ia meletakkannya di atas bahunya dengan gembira, dan setibanya di rumah ia memanggil sahabat-sahabat dan tetangga-tetanggan serta berkata kepada mereka: Bersukacitalah bersama-sama dengan aku, sebab dombaku yang hilang itu telah kutemukan.\u201d<\/p>\n<p>Dalam Hal Keselamatan Jiwa, Jangan Berhitung Untung-Rugi<\/p>\n<p>Betapa indah Yesus menggambarkan kasih Allah yang tak menghendaki ada 1 domba pun yang hilang. Ia mengambil resiko meninggalkan yang 99 untuk pergi mencari dia yang hilang.<br \/>\nBila berhitung untung rugi, apalah artinya kehilangan 1 karena masih ada 99 lainnya. Biaya mencari yang hilang dan resiko bahaya yang akan dihadapi jauh lebih besar bila Ia ingin menambah seekor lagi untuk menggenapi atau membiarkan yang 1 itu hilang. Toh masih ada 99 domba di kandang.<\/p>\n<p>Tapi berhitung untung rugi bukan prinsip Allah. Persekutuan dan relasi itulah yang utama. Saling peduli dan saling mencari untuk merangkul kembali dalam kesatuan keluarga Allah, itulah kasih yang sejati.<br \/>\nDemikianlah Yesus turun dari surga untuk memastikan tidak ada anak Allah yang hilang. Ketika ternyata yang hilang harus ditebus dengan darahNya, Ia-pun rela disalibkan untuk menebus kita yang hilang dan menyatukan kembali semuanya dalam rumah Bapa.<\/p>\n<p>Betapa berat mencari yang hilang, namun sukacita bila akhirnya ditemukan dan kembali, jauh lebih besar. Kita-pun diundang Yesus untuk ikut mencari dan menyelamatkan yang hilang.<br \/>\nJangan biarkan ketidakpedulian, berhitung untung rugi, mencari rasa aman sendiri, membuat kita berdiam diri dan tak berbuat apa-apa.<br \/>\nMari saling mendoakan agar persekutuan seluruh anggota keluarga menjadi perjuangan kita. Dukunglah semua upaya rekonsiliasi, dan perdalam semangat pengampunan dan mau menerima kembali saudara yang hilang.<br \/>\nBila kita yang hilang dan telah jauh dari kawanan umat Allah, lembutkan hati untuk kembali, rindukan sukacita berkumpul bersama, dambakan pengampunan Allah yang tak terbatas.<\/p>\n<p>\u201dYa Yesus tuntunlah kami di jalan menuju rumah Bapa. Bawalah kami kembali ke dalam kesatuan kasih bersamaMu dan bersama saudara-saudari kami. Jangan biarkan kami saling terpisah oleh perselisihan dan permusuhan. Utuslah Roh KudusMu, sentuhlah hati umatMu agar selalu ada pertobatan. Amin.\u201d<\/p>\n<p>Selamat hari baru. Mari bersama Yesus mencari yang hilang, dan menemukan kembali kasih setia Tuhan.\u2764\ufe0f<br \/>\nPs Revi Tanod Pr<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Kalender Liturgi 06 Nov 2025<br \/>\nKamis Pekan Biasa XXXI<br \/>\nWarna Liturgi: Hijau<br \/>\nBait Pengantar Injil: Mat 11:28<br \/>\nBacaan Injil: Luk 15:1-10<br \/>\n***********<\/p>\n<p>Bait Pengantar Injil<br \/>\nMat 11:28<br \/>\nDatanglah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat.<br \/>\nAku akan memberi kelegaan kepada kalian.<\/p>\n<p>Bacaan Injil<br \/>\nLuk 15:1-10<br \/>\nAkan ada sukacita di Surga karena satu orang berdosa yang bertobat.<\/p>\n<p>Inilah Injil Suci menurut Lukas:<\/p>\n<p>Para pemungut cukai dan orang-orang berdosa<br \/>\nbiasanya datang kepada Yesus<br \/>\nuntuk mendengarkan Dia.<br \/>\nMaka bersungut-sungutlah orang-orang Farisi dan ahli-ahli Taurat,<br \/>\nkatanya,<br \/>\n&#8220;Orang ini menerima orang-orang berdosa<br \/>\ndan makan bersama dengan mereka.&#8221;<\/p>\n<p>Maka Yesus menyampaikan perumpamaan berikut kepada mereka,<br \/>\n&#8220;Siapakah di antaramu<br \/>\nyang mempunyai seratus ekor domba lalu kehilangan seekor,<br \/>\ntidak meninggalkan yang sembilan puluh sembilan ekor di padang gurun<br \/>\ndan pergi mencari yang sesat itu sampai ia menemukannya?<br \/>\nDan kalau telah menemukannya,<br \/>\nia lalu meletakkannya di atas bahu dengan gembira.<br \/>\nSetibanya di rumah<br \/>\nia memanggil sahabat-sahabat dan tetangga-tetangganya<br \/>\nserta berkata,<br \/>\n&#8216;Bersukacitalah bersama aku,<br \/>\nsebab dombaku yang hilang telah kutemukan.&#8217;<\/p>\n<p>Aku berkata kepadamu,<br \/>\ndemikian juga akan ada sukacita di surga<br \/>\nkarena satu orang berdosa yang bertobat,<br \/>\nlebih daripada sukacita karena sembilan puluh sembilan orang benar<br \/>\nyang tidak memerlukan pertobatan.<\/p>\n<p>Atau wanita manakah yang mempunyai sepuluh dirham,<br \/>\nlalu kehilangan satu di antaranya,<br \/>\ntidak menyalakan pelita dan menyapu rumah<br \/>\nserta mencarinya dengan cermat sampai ia menemukannya?<br \/>\nDan kalau telah menemukannya,<br \/>\nia memanggil sahabat-sahabat dan tetangga-tetangganya serta berkata,<br \/>\n&#8216;Bersukacitalah bersama aku,<br \/>\nsebab dirhamku yang hilang telah kutemukan.&#8217;<\/p>\n<p>Aku berkata kepadamu,<br \/>\ndemikian juga akan ada sukacita pada malaikat Allah<br \/>\nkarena satu orang berdosa yang bertobat.&#8221;<\/p>\n<p>Demikianlah sabda Tuhan.<br \/>\n************<\/p>\n<p>  \u210d <\/p>\n<p>\u201dSiapakah di antara kamu yang mempunyai seratus ekor domba, dan jikalau ia kehilangan seekor di antaranya, tidak meninggalkan yang sembilan puluh sembilan ekor di padang gurun dan pergi mencari yang sesat itu sampai ia menemukannya? Dan kalau ia telah menemukannya, ia meletakkannya di atas bahunya dengan gembira\u2026\u2026\u201d (Luk 15: 4 \u2013 5)<\/p>\n<p>Injil hari ini memberikan dua gambaran paling lembut tentang kasih Allah \u2014 gembala yang meninggalkan sembilan puluh sembilan ekor domba untuk mencari satu ekor domba yang hilang, dan perempuan yang menyapu seluruh pekarangan rumahnya hingga menemukan dirham yang hilang.<\/p>\n<p>Para Farisi dan ahli Taurat tidak mengerti mengapa Yesus menerima para pemungut cukai dan orang-orang berdosa. Bagi mereka, orang-orang seperti itu tidak layak, lebih baik dilupakan daripada diselamatkan. Tetapi Yesus mengungkapkan Allah yang tidak pernah meninggalkan, yang tidak secara pasif menunggu hingga kita kembali, melainkan yang pergi keluar mencari kita. Inilah inti Injil: Allah selalu mencari kita, terutama ketika kita tersesat.<\/p>\n<p>Bayangkan seorang gembala. Ia mengenal setiap domba dengan baik, dan ketika salah satunya tersesat, ia menanggung bahaya padang gurun hingga menemukannya. Dan ketika ia menemukannya, ia tidak marah kepadanya atau menghukumnya \u2014 ia mengangkatnya dengan lembut ke pundaknya, membawanya pulang dengan sukacita. Pikirkan pula tentang perempuan dalam perumpamaan itu. Bagi dia, dirham itu amat berharga. Mungkin itu upah kerjanya seharian \u2014 dan hal itu sangat berarti baginya. Ia tidak akan beristirahat dan berhenti mencarinya hingga menemukannya.<\/p>\n<p>Demikian pula dengan Allah dan masing-masing dari kita. Saya dan anda berharga di mata-Nya. Ketika kita tersesat, Allah tidak kehilangan harapan. Ketika kita jatuh ke dalam dosa, Dia tidak mengabaikan kita. Sebaliknya, Dia mencari, Dia memanggil, Dia menunggu dengan cinta. Dan ketika kita ditemukan, surga bersukacita.<\/p>\n<p>Ini juga merupakan tantangan bagi kita. Jika surga bersukacita atas seorang pendosa yang bertobat, bagaimana mungkin kita memandang orang lain dengan hina? Jika Allah mencari yang hilang, maka kita, sebagai Gereja-Nya, harus menjadi orang-orang yang penuh belas kasih \u2014 menerima, mengampuni, dan bersukacita bagi setiap orang yang kembali ke pelukan Allah.<\/p>\n<p>Hari ini, mari sekali lagi kita dengar kabar baik ini: kita tidak pernah dilupakan. Kita selalu dicari. Dan di hati Allah, ada sukacita \u2014 sukacita untuk anda, sukacita untuk saya, sukacita untuk setiap jiwa yang pulang ke rumah.<\/p>\n<p>Tuhan, karuniai aku hati seorang gembala, yang berani menderita, merindukan, dan mengambil risiko demi orang lain, sehingga aku dapat benar-benar mewujudkan kasih-Mu dan menyampaikan pesan-Mu kepada semua yang membutuhkannya. Amin.<\/p>\n<p>Selamat beraktivitas. Mari gembalakan satu terhadap yang lain. \u24bf\u24c1\u24ca! \u2764\ufe0f<br \/>\n\u2764\ufe0e.<\/p>\n<blockquote class=\"wp-embedded-content\" data-secret=\"wkw7Yq5gzZ\"><p><a href=\"https:\/\/sacerdos2000.com\/allah-tak-pernah-meninggalkan-kita\/\">Allah Tak Pernah Meninggalkan Kita<\/a><\/p><\/blockquote>\n<p><iframe loading=\"lazy\" class=\"wp-embedded-content\" sandbox=\"allow-scripts\" security=\"restricted\" style=\"position: absolute; visibility: hidden;\" title=\"&#8220;Allah Tak Pernah Meninggalkan Kita&#8221; &#8212; Sacerdos2000\" src=\"https:\/\/sacerdos2000.com\/allah-tak-pernah-meninggalkan-kita\/embed\/#?secret=3ObxbyhN0s#?secret=wkw7Yq5gzZ\" data-secret=\"wkw7Yq5gzZ\" width=\"500\" height=\"282\" frameborder=\"0\" marginwidth=\"0\" marginheight=\"0\" scrolling=\"no\"><\/iframe><\/p>\n<p>RP Joni Astanto MSC<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sabda Kehidupan Kamis 06 November 2025 Lukas 15:5-6 (Luk 5:1-10) \u201cDan kalau ia telah menemukannya, ia meletakkannya di atas bahunya dengan gembira, dan setibanya di rumah ia memanggil sahabat-sahabat dan tetangga-tetanggan serta berkata kepada&#46;&#46;&#46;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":66662,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1,20],"tags":[],"class_list":["post-87459","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-bacaan-harian","category-renungan-text"],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/katolikindonesia.org\/wp-content\/uploads\/2024\/12\/ardas-2025.png","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/87459","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=87459"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/87459\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":87460,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/87459\/revisions\/87460"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/66662"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=87459"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=87459"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=87459"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}